Tuesday, January 23, 2007

Apa Kabar Adam Air?

Sudah 3 pekan lebih sejak berita hilangnya pesawat Adam Air, hingga saat ini para korban masih belum bisa dilacak keberadaannya. Berita-berita simpang siur marak di berbagai media cetak maupun elektronik. Mulai dari isu adanya korban selamat yang menumbuhkan harap di hati sanak keluarganya, tapi kemudian kebenaran berita itu disangkal bahkan oleh menteri perhubungan sendiri! Sonar dari kapal asing menemukan adanya logam di dasar laut, yang diduga merupakan bangkai pesawat itu, namun sayang bahwa berita itu juga belum bisa dipastikan. Kemudian, adalah Bakri, seorang nelayan yang jadi penemu potongan pertama serpihan pesawat itu. Setelah itu, berangsur-angsur ditemukan serpihan lainnya, lebih dari 100 buah! Harapan keluarga korban untuk dapat bertemu dengan mereka yang dinyatakan hilang semakin tipis saja. Jika pesawat besar itu pecah berkeping-keping (bagaimanapun teori pecahnya), bagaimana kira-kira nasib penumpang pesawat itu? Ya Allah… semoga Kau terima amal ibadah mereka dan tempatkan mereka di tempat yang layak di sisi-Mu. Amiin.

Wednesday, January 17, 2007

Daichi-kun to Deatta

Siang tadi, Daichi datang berkunjung ke SD Salman. Ketika kelas 1 dulu, dia sempat belajar di kelas tempatku mengajar sebelum aku mesti pergi ke Jepang. Kelas 2, dia jalani sebentar di Salman sebelum dia juga pergi ke Jepang untuk melanjutkan sekolah di negeri kelahiran ibunya itu. Kita sempat ketemu di sana, 2 kali. Yang pertama, moment idul fitri 1425 H dan di kesempatan lain ketika aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah mereka di Tokyo.

Saat ini, Daichi duduk di kelas 4 SD di Jepang sana. Kemampuan bahasa Indonesianya sudah menurun drastis. Sayang sekali. Terkadang, dia masih mengerti kalimat yang diucapkan dalam bahasa Indonesia, tapi biasanya menjawab dalam bahasa Jepang. Aku sendiri sempat kesulitan juga menemukan kata-kata yang tepat untuk memberi penjelasan yang tepat ketika berkomunikasi dengannya. Mou dandan wasurete shimaimashita kara. Zannen desu ne...

Setengah hari dia ‘dititipkan’ di kelas 5B, bersama teman-teman yang dulu pernah sekelas dengannya. Ikut 'belajar', makan siang bersama, dan tak lupa berfoto-ria dong... Mereka senang bertemu kembali dengan Daichi, dan berharap dia bisa bergabung lagi belajar bersama di Salman.

Saat ini, kunjungannya ke Indonesia dalam rangka khitanan Daichi. Bolos juga dari sekolahnya di Jepang, karena saat ini liburan musim dingin sudah usai. Dijadwalkan, akhir pekan ini mereka (Daichi, ibu, dan ayahnya) akan kembali ke Jepang. Mata itsuka Indoneshia ni kitara, renraku shite kudasai.

Monday, January 15, 2007

. . . (No comment deh)

Semester baru ini, satu anak pintar berhenti belajar di sekolahku. Dia (bersama kakak dan adiknya) pindah sekolah karena ikut ayahnya yang bekerja di Kalimantan. Guru-guru kehilangan sosok anak yang penurut, rajin, shalih, cerdas, wah... pokoknya yang baik-baik deh! Tapi di manapun kau belajar, semoga kebaikan yang kau dapat, juga kebaikan yang kau tebar. Amiin.
Kabarnya, akan ada satu anak baru pindahan dari kota lain yang akan datang mengisi posisi kosong di kelasku. Tapi sampai hari ini, sepekan lebih sejak masa belajar di semester 2 ini dimulai, anak itu belum juga menampakkan batang hidungnya. Entah apa yang membuat dia ragu. Whatever deh...
Satu lagi. Satu anak di kelasku mogok sekolah. Yang bener aja... Sudah kelas 4, gitu...! Dan dia sudah mulai ogah-ogahan sejak akhir semester 1 lalu. Kerjaannya uring-uringan, nangis, dan maunya curhat, tapi mohon maaf... di saat yang nggak pas-lah. Beberapa kali juga ibunya mesti datang dan nungguin dia belajar, bahkan di saat ulangan umum! Anak ini juga dengan Pe-Denya minta kepala sekolah untuk melayani curhat-annya. Biasanya anak-anak kan segan kalau disuruh menghadap kepala sekolah. Ini, malah ogah masuk kelas dan 'ngetem' di ruang kepsek. Sebagai wali kelasnya, aku jadi malu hati juga nih. Rasanya jadi nggak punya wibawa di depan anak yang belum lagi genap 10 tahun itu. Mungkin dia males juga masuk kelas karena aku terlalu galak? Halah...! Tanyain murid-muridku deh. Kalau di-survey, aku mungkin memang masuk kategori guru galak (mungkin 'tegas' merupakan kata yang lebih tepat), tapi seringkali baik hati dan suka menolong juga kok, selain pandai bercerita, juga menyanyi. Apa nggak asyik tuh? Hehe... kok jadi promosi begini ya?
Tapi bagaimanapun, aku juga jadi introspeksi diri kok. Apa sih yang mbikin anak mogok belajar? Faktor guru pasti jadi salah satunya, walaupun mungkin dalam kasus anak di kelasku, faktor terbesar adalah karena dia sirik aja sama kakaknya yang sudah lulus SD dan sekolah di SMP negeri, dan bisa pulang lebih cepat. Sementara dia harus sabar nunggu sampai jam 4 sore sebelum bisa pulang. Buat dia, nunggu 2,5 tahun lagi dalam kondisi itu sampai lulus SD? Nggak tahan kali ya...? Makanya mutung.

Quote of the Day

Life is half spent before we know what it is.
George Herbert

Sunday, January 14, 2007

Nirmana 3D

Dapat kiriman beberapa gambar dari teman. Bagus-bagus. Jadi ingat jaman kuliah dulu, semester 1 & 2, Nirmana 3D. Mbikin dari kertas, karung goni, korek api, kayu, wah...! Asyik sih, biarpun sempat lecet-lecet juga nih jari. Punyaku dulu, biassaaaa banget. Tapi yang ini emang keren abis!

Thursday, January 11, 2007

Grateful for being Single. ;)

Dapat kiriman e-mail gratisan (entah gimana mberhentiin kiriman daily single horoscope ini, tapi satu-dua pesannya, bagus juga... ;))

Dear Diah,
Here is your single's love horoscope for Tuesday, January 9:

This morning, you're probably delighted to be single, if only because other people are driving you nuts. Later, you may be delighted to be single for entirely different reasons -- like all the sweet possibilities.

Yah... kadang aku ngerasa 'kurang beruntung' sebagai lajangster, tapi itu hanya di saat 'sensitif' aja (dan itu nggak sering, kok). Lebih sering bersyukur kok sebagai lajang, for entirely different reasons. Alhamdulillah.

Saturday, January 06, 2007

Tahajjud Bersama

Tadi malam sebagian guru SD nginap di sekolah, dan dini hari kita tahajjud bersama. Aku ikut nginap di sekolah. Jam 3-an pagi, ikut duduk di barisan belakang aula, menyimak bacaan quran dalam shalat yang dipimpin pak Soleh. Khusyuk. Auranya terasa syahdu, tapi bukan itu yang mbikin aku nangis, melainkan doa yang kuucapkan dalam hati yang membuat air mataku mengalir. Masih doa yang serupa dengan yang biasa kupinta pada-Nya, berharap Dia akan mengabulkannya. Mungkin dalam doaku kali ini.

Begitu indah kebersamaan ini, ya Allah. Begitu indah bila shalat sudah padu dalam keseharian kita pula. Jika kebersamaan ini baik untukku, tetapkanlah aku di dalamnya. Tapi sekiranya jamaah lain akan lebih baik untukku, mudahkanlah jalanku. Amiin.

Usai shalat subuh, kita sempat nonton bareng film dubbing Harun Yahya, tentang hidup dan tujuan hidup. Mungkin perlu nonton ulang supaya maknanya lebih meresap. Berarti harus beli CD-nya, kali.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh pak Nino. Doa sempat terputus karena dia nangis-nangis. Begitu juga dengan banyak teman lainnya. Aku, kali ini tidak bisa menangis. Usai berdoa, kita saling bermaafan, mudah-mudahan tulus, dan benar-benar mentekadkan langkah terbaik ke depan di semester dua ini. Bismillah…