Showing posts with label Andrea Hirata. Show all posts
Showing posts with label Andrea Hirata. Show all posts

Tuesday, February 02, 2010

Sang Pemimpi

Akhirnya kesampaian juga, nonton film Sang Pemimpi. Cinema 21 Bandung sudah nggak mutar film itu lagi, maka mulailah aku berburu jadwal nonton di Blitz Megaplex. Dapat!!! Nontonlah aku di sana, di Paris Van Java. Sendirian saja, karena rata-rata teman-teman sudah pada nonton. Aku aja yang ketinggalan, dan ngejar masa tayang sebelum film itu keburu turun dari bioskop.
Film bagus. Pastinya. Setelah diadaptasi dari novel tetralogi berjudul sama, sutradara Riri Riza ternyata bisa membawanya ke layar perak dengan baik. Selain menyutradarai, Riri juga menulis skenario bersama Mira Lesmana dan Salman Aristo. Andrea Hirata jadi konsultannya juga, kukira.
Bukunya sudah kubaca lama, jadi sudah banyak lupa. Berharap bakal dapat kejutan-kejutan kecil dari tayangan film yang ditunggu-tunggu banyak orang ini (termasuk aku, tentunya), membayangkan akan seperti apa penggambaran bahasa tulisan jadi gerak dan suara. Selain itu, sangat mungkin ada adegan-adegan lain, yang 'berbeda' dengan yang kubaca dan kubayangkan melalui bukunya. Dan ternyata... aku tak kecewa.
Mengurai jalan hidup Ikal dan Arai dalam tiga masa, film ini beralur maju-mundur, dinamis. Dimulai sejak SMP awal bertemunya Ikal dan Arai sepupunya. Berlanjut dengan kehidupan masa SMA mereka yang penuh gejolak, perjuangan dan pemberontakan. Lalu sedikit, sekilas masa kuliah mereka, hingga bersama-sama dapat beasiswa ke Perancis. (Aku juga mauuu...!)
Belajar berjuang dari film ini. Berkaca diri. Rasanya usahaku belum sekeras mereka (walaupun nggak mesti jadi kuli pasar juga sih...). Ayo ah, semangati diri lagi, berjuang lagi dan perjuangkan mimpi!!!

Tuesday, December 16, 2008

Maryamah Karpov

Buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini akhirnya terbit juga. Aku sama Umi tadinya mau nungguin event book-signing. Tapi kupikir-pikir, dengan adanya masalah pribadi sang Andrea Hirata, bisa jadi event book-signing bakalan susah banget diselenggarakan. Dia sedang menghindari publikasi, kayaknya. Maka ketika buku sudah tersedia di kios-kios buku, aku minta Umi untuk membelikan satu eksemplar buatku (aku bayar, tentunya...)
Okelah, terlepas dari masalah pribadi Andrea hirata, buku ke-4 ini memang jadi penutup kisah petualangan Ikal. Bercerita tentang Nurmi-kah buku ini? Karena di buku sebelumnya, kisah Nurmi anak Mak Cik (?) Maryamah yang jagoan main biola sempat diulas sedikit. Cover novel ini seolah menggambarkan itu. Lucunya, di buku yang kupunya, kepala Nurmi ditutup kerudung 'ala kadarnya', itu juga pasti hasil torehan photoshop. Hehe... Akan ada lagikah kisah petualangan seru (dan gila) Ikal dan Arai? Akan terjawabkah perjuangan Ikal mencari A Ling? Maka dengan penasaran, kubaca lembar demi lembar novel setebal lebih dari 500 halaman itu.
Hm... mulai 'kecewa' nih. Alurnya terasa datar. Maju begitu saja, sesuai waktu. Jarang... sekali ada flashback yang membuat jalan cerita jadi 'beriak'. Ketawa-ketiwi di sana-sini sih masih ada... seru juga. Gaya bercerita Andrea Hirata masih apik-lah. Lelaki berwajah dangdut (padahal kasidah) itu ternyata pandai juga berkisah. Tetap kuacungi jempol dia, untuk stamina menulis naskah setebal itu.
Eh... sedang asyik-asyiknya membaca bagian awal buku itu, tahu-tahu sms dari Umi masuk ke ponselku. Dia bilang, 'Eh, ternyata MarPov berakhir tragis.' Arrrgh... Aku sudah terlanjur baca keseluruhan pesan sms dari Umi. Hm.. jadi nunggu-nunggu, kisah tragis apakah yang menunggu di lembar-lembar terakhir novel itu. Apakah Ikal tidak berhasil menemukan A Ling? Apakah Ikal berhasil bertemu dengan A Ling yang sudah jadi istri orang? Apakah Ikal berhasil bertemu dengan A Ling tapi mati karena terjatuh dari komidi putar, wahana di pasar malam yang jadi kesukaan Ikal? Nah, tragis kan? Ah... baca sendiri deh. Biarpun jadi kurang seru karena udah dapat bocoran akhir kisah ini.

Monday, August 18, 2008

Memerdekakan Negeri dengan Hati

Jumat sore lalu, Umi ngontak aku, ngajakkin ikutan bincang-bincang di acara Andy's Corner di Gramedia Jl. Merdeka bareng Andrea Hirata. Acaranya hari Sabtu jam 4 sore, tapi kita janjian datang lebih awal untuk late lunch dulu. Hayu...
Pagi hingga lewat tengah hari, aku mengantar ibu ke acara arisan alumni haji di Assalaam, dilanjut dengan mampir sebentar di sentra penjualan bunga untuk membeli tanah dan kompos. Sampai rumah, sudah menjelang jam setengah dua. Harus segera belangkat nih untuk acara selanjutnya. Tapi aku sudah terlanjur lapar... :( Kusempatkan makan sedikit sesudah shalat, setelah itu segera pergi lagi untuk memenuhi janji bertemu dengan teman.
Jalanan Bandung padat di akhir pekan menjelang HUT RI ke-63 ini. Hm... biasanya juga begitu sih. Padat dengan kendaraan pendatang, yang ingin berakhir pekan di kota bunga ini. Perjalanan ke 'kota' makan waktu satu jam lebih, tapi kelelahan terbayar karena ketika numpang parkir di BIP, dapat tempat parkir sangat dekat ke pintu masuk. Alhamdulillah.
Ketemu Umi yang sudah datang lebih dulu, aku menagih janji untuk makan. Nyari tempat makan di food court Gramedia belakang, aku 'mengincar' lontong kari. Tapi ah... anda belum beruntung. Penjualnya sedang pergi. Kantinnya buka, tapi penjualnya pergi. Aneh. Entah dia atau aku tuh yang belum beruntung karena batal bertransaksi lontong kari. ;) Kualihkan minatku pada kedai makanan Jepang di sana. Aku pesan paket nasi dan chicken teriyaki plus ryokucha dingin manis, wah... ternyata pake 'bonus' lama. Maaf-maaf, kurang memuaskan deh. Nasinya nasi Indonesia yang terburai dengan mudah ketika kucoba mengangkatnya pakai sumpit. Teh hijau dinginnya juga tak senikmat teh hijau botol-an yang biasa kubeli. (nggak boleh nyebutin merek di forum ini. ntar disangka promosi :p)
'Terbebas' dari food court, kami bergegas menuju lantai 1 gedung baru Gramedia, tempat diselenggarakannya diskusi "Memerdekakan Negeri dengan Hati". Ruangan sudah sangat penuh! Pandanganku terhalang oleh punggung dan kepala orang-orang di depanku. Aku nyaris tak bisa memandang ke podium tempat Andy F. Noya dan Andrea Hirata berada, walaupun curi-curi, sempat juga mengambil foto mereka dari jauh. Maksa deh.
Usai acara, ada book signing bersama mereka. Aku dan Umi bawa buku kami sendiri untuk ditandatangani, sementara pengunjung lain berebutan membeli buku baru untuk ditandatangani. Buku Sang Pemimpi yang sengaja kubawa dari rumah dapat tandatangan besar Andrea Hirata. Sempat juga berfoto bersamanya. Umi juga ngotot pengen berfoto bersama Andy F. Noya, host acara "Kick Andy" di Metro TV. Hm... sebetulnya, apa sih istimewanya berfoto bersama mereka? Aku jadi geli sendiri. Kapan-kapan, ada kali ya yang pengen berfoto bareng aku. ;)
Pulang dari Gramedia, aku, Umi dan Tari yang ikut bergabung kemudian pergi bareng ke food court Riau Junction untuk melanjutkan acara tukar cerita. Aku cuma memesan yoghurt favoritku, sama dengan Tari yang memesan yoghurt dengan jenis buah yang berbeda, sementara Umi makan zupa soup. Berbincang dengan teman-teman, waktu serasa terbang. Bicara banyak, tentang pertemanan, perjalanan hidup, ujian yang harus dijalani, dan sebagainya. Perjumpaan disudahi dengan saling mendoakan (atau saling menguatkan?). Sudah lewat jam 8 ketika kami meninggalkan area Riau Junction. Sampai ketemu lagi ya teman-teman. Insya Allah, dalam keadaan yang lebih baik. Amiin.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.