Showing posts with label incident. Show all posts
Showing posts with label incident. Show all posts

Tuesday, June 02, 2009

Orang-orang Baik di Sekitar Kita

Hwaduh... telat berat deh sampai ke sekolah. Hampir jam 10!!! Gara-gara insiden di jalan tol. Horror...
Hari Senin pagi yang lalu, seperti biasa aku berangkat pagi, dengan kalkulasi cukup waktu untuk ke sekolah. Tak disangka tak diduga, hanya sekitar 1,5 km dari gerbang tol Padalarang yang jadi tujuanku, mesin mobil tiba-tiba mati. HEY!!! Kukedipkan lampu sign kiri, menghadang sebuah sedan hitam yang hendak mendahuluiku. Alhamdulillah, dengan selamat aku menepi dan berhenti total. Kucoba menghidupkan mesin mobil, mesin cuma merengek-rengek saja, tidak mau hidup.
Kunyalakan lampu hazard, tik-tok tik-tok, menyala dengan baik. Berarti ACCU baik-baik saja kan? Kuingat, ini sudah saatnya untuk ganti oli, walaupun aku yakin, tak ada hubungan langsung antara oli dengan matinya mesin. Tapi aku berusaha juga. Kucoba membuka tutup oli, berkali-kali, tapi kok susah sekali. Tenagaku tidak cukup kuat. Beberapa kali mencoba, gagal terus. Menunggu patroli Jasa Marga lewat.
Tahu-tahu, seorang bapak penduduk sekitar menghampiriku dan menawarkan bantuan, yang tentu saja kusambut gembira. (Nggak boleh curiga, Dee.) Dia ketua RT setempat yang 'kebetulan' sedang off-duty, dan sibuk membersihkan mushala. Pak Dadang namanya. 'Kebetulan' juga, dia seorang sopir yang bekerja di sebuah perusahaan angkutan, jadi cukup familiar dengan urusan mesin.
Segera dia mulai mengecek kondisi mesin mobilku, mengecek beberapa komponen, perkabelan, hingga air. Kelihatannya semua OK, tapi mesin tak juga hidup. Seorang petugas Jasa Marga berhenti di seberang jalan dan menghampiri untuk mengecek keadaanku juga. Dia -yang kutahu namanya dari name tag-nya, Pak Unang- dan pak Dadang rupanya sudah saling mengenal. Mereka mengecek sesuatu dan ketahuanlah masalahnya berasal dari komponen platina yang... patah! HAA??? Kok bisa? Patah begitu saja, di tengah-tengah perjalanan di jalan tol??? Whatever deh. Solusinya, tak ada jalan lain selain menggantinya dengan yang baru.
Pak Unang menawarkan untuk menderek mobilku hingga keluar tol dan menuju bengkel terdekat, sedangkan pak Dadang punya solusi yang menurutku lebih applicable. Walaupun kutahu dompetku lagi 'kurus' karena belum ambil gaji. Isi dompetku adalah 'sisa-sisa perjuangan' bulan Mei. Recehan. Pak Dadang menawarkan opsi untuk membelikan elemen platina ke bengkel terdekat. Dia bahkan menawarkan untuk membelikannya dengan memakai uangnya lebih dulu. Subhanallah... baik sekali. Pastinya akan termasuk 'paket' membongkar platina patah dan memasangkan platina baru nantinya. Aku jadi terharu. Kusetujui opsi itu.
Ketika kubuka dompetku, rupanya masih ada Rp 50.000,- lebih di dalamnya, dalam bentuk pecahan Rp 1.000,- sampai 1 lembar 20.000-an. Kutitipkan uang pada Pak Dadang yang sigap berangkat ke bengkel terdekat, meninggalkanku menunggu di tepi jalan tol di sekitar km 123 itu.
Tak begitu lama, dia kembali dan kembali sigap mengganti spare part kecil itu, sementara aku hanya bisa memperhatikan. Setelah itu, mesin mobil menyala dengan 'benderang' seperti biasa. Kuserahkan seluruh sisa uang yang tak seberapa dalam dompetku untuk pak Dadang yang sudah sangat membantu. Dia menolak. Ketika akhirnya dia terima uang itu, dia katakan bahwa uang itu akan dipakainya untuk membeli cat untuk musahala. Subhanallah... Hanya Allah Yang Maha Kaya yang akan dapat membalas budi baik pak Dadang, dengan rezeki yang barakah, yang jauh lebih banyak dari itu. Sungguh, masih banyak orang baik di sekitar kita.
Blogged with the Flock Browser

Tuesday, July 29, 2008

KM 129

Hari Selasa ini, aku sudah berencana pulang sedikit lebih cepat, soalnya harus mampir ke bengkel, menemui montir untuk menepati janji ganti oli yang sudah tertunda sejak kemarin.
Jam 3 berangkat dari sekolah, mampir dulu di Bale Pare untuk mengambil uang di ATM, sekalian juga mampir di AlfaMart untuk membeli minuman teh hijau favoritku. Sebotol saja kali ini. Uangku pas-pasan banget. Akhir bulan gini... harus ganti oli juga? Hhh...
Di jalan tol, menjelang kelokan ke arah Pasteur/Cimahi, kendaraan mulai melambat. Terlihat antrian mengular di depanku. Ragu. Haruskah melanjutkan ke gerbang Bubat seperti rencanaku semula supaya segera sampai di bengkel langgananku, atau berbelok ke Pasteur untuk menghindari macet, dengan konsekuensi terhadang di beberapa perempatan berlampu merah dan jarak tempuh yang (sedikit) lebih jauh? Mikir juga nih... Satu-dua kilometer, lumayan juga kali ya untuk menghemat bensin ;) Maka kuikuti saja alur kendaraan yang merayap pelan. Kusiapkan kamera, untuk merekam momen yang mungkin bisa tertangkap lensa kamera poketku. Kuprediksi, ada kecelakaan di depan.
Rupanya dugaanku benar. Selepas km 128, ban mobilku melindas pecahan kaca mobil dan lampu sign yang bertaburan di jalan. Kulirik sekilas ke sebelah kiri tanpa sempat memotret karena jalan sudah mulai lengang. Sebuah kijang kapsul biru tua berada di bahu jalan dengan bagian kiri belakang penyok berantakan. Innalillaahi wa inna ilayhi raaji'uun. Entah bagaimana nasib pengemudi atau penumpang lainnya (bila ada). Di depannya, sebuah ambulans sudah siap melaju.
Aku mempercepat laju kendaraanku di jalan yang mulai lengang itu, menjauh dari titik kecelakaan, di sekitar km 129 ruas tol Pasteur-Pasir Koja. Tak berapa lama kemudian, ambulans tadi menyusulku lalu berbalik arah menuju ke arah Pasteur. Mungkin menuju RSHS. Hmm... terpikir olehku kinerja para pengemudi ambulans. Mereka tentu perlu punya nyali dan skill ekstra tangguh ya? Harus berani ambil resiko menyusul banyak kendaraan di depan, bahkan menentang arus lalu lintas kalau perlu, supaya pasien dapat segera dibawa ke rumah sakit, menyelamatkan nyawa yang sangat berharga. Semoga korban kecelakaan tadi dapat diselamatkan. Amiin.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.