Showing posts with label taman bunga bunda. Show all posts
Showing posts with label taman bunga bunda. Show all posts

Sunday, May 03, 2015

Senandung Bunga Pukul Delapan

Suwe ora nggambar. Goresan tanganku kembali kaku. Menggambar kembali bunga yang tumbuh dan mekar di taman bunga bunda. Menambahkan puisi atau cerita setelahnya. Ada keasyikan tersendiri, tentunya. Setelah pekan lalu sudah kubuat satu, coba menggambar pisang-pisangan pakai soft pastel. Tapi gambarnya belum tuntas, masih perlu penyempurnaan dalam tahap finishingnya. Belum tahu mau dibagaimanakan, karena mental agak down nih, ketika tahu salah teknik ketika menggunakan soft pastel :( 
Pekan ini menggambar lagi. Kali ini pakai pensil warna yang kubongkar dari tempat persembunyiannya pasca pindahan setahun lalu. Bunga pukul delapan yang kubuat lebih sederhana dari foto aslinya. Puisi pelengkapnya kuposting di blog langlangbahasa setelah diedit sedikit via apps muzy. Termasuk gambar yang satu ini. 

Sunday, January 30, 2011

Brassidiumku Hilang... :(

Kemarin sore, pulang dari sekolah, nggak mampir ke mana-mana. Langsung pulang dan inspeksi sekitar rumah sebentaran. Ngambil beberapa foto dari bunga-bunga yang bermekaran di halaman. HE??? Satu pokok bunga anggrekku -kayaknya brassidium putih tuh-, hilang!!! Sori sori... aku jadi su'udzon sama si emak yang kadang bantu bersihin halaman. Paginya dia memang datang dan mbersihin teras. Sudah beberapa kali kejadian, dia nyenggol bunga-bungaku. Vanda ungu sempat patah. Yang putih juga jatuh dari penyangganya (untung nggak sampai patah), dan sekarang kejadian bungaku hilang. Mungkin dia nggak sengaja nyenggol sampai patah, dan akhirnya patahannya dibuang atau diambil. Tapi itu kan bagian yang ada bunganya...!!! Dan bunga-bunga itu sudah hampir mekar....!!!! I am really really upset. That flower should be returned!!!

Monday, January 17, 2011

Ada Yang Berminat Nih...

Kemarin ada tetangga yang datang untuk melihat-lihat rumah. Ya. Rumah ibu di Sukasari Indah sudah ditawarkan untuk dijual. Berani dilepas dengan harga Rp 275 juta. Si ibu yang berminat membeli rumah itu datang pagi-pagi, sekitar jam setengah 8-an, di saat aku belum selesai bebenah rumah, dan jelas-jelas belum mandi :p Bareng Lina dan anak bungsunya, mereka berkeliling melihat-lihat rumah dengan 6 kamar ini. Hm...  prospective to be sold, I guess. Sok-lah, apapun yang terjadi. kalau memang harus terjual cepat, bismillah... insya Allah ada jalannya.
Pagi itu aku baru aja keliling taman, nyiramin bunga-bunga dan motretin beberapa bunga yang sudah mekar. Satu anggrek paphiopedillum menunggu mekar sempurna. Waktu aku naik ke lantai atas, ternyata dua bunga kaktus mekar bersamaan tadi malam. Indah, tentunya, Nggak buang-buang waktu lagi, segera kuambil kamera untuk mengabadikan bunga yang hampir layu ini. Bunga ini sebetulnya mekar di malam hari, tapi di cahaya pagi ternyata bunga yang menjelang layu ini malah terlihat makin cantik. Siap-siap ku-publish di halaman facebook nih ;) Oya, ketika si ibu yang lihat-lihat rumah lihat bunga ini, dia bilang bahwa bunga ini bawa keberuntungan. Haha... a little superstition, I guess, tapi mudah-mudahan jadi doa ;) 

Saturday, November 06, 2010

Setahun Setelah Ibu Tiada

Hidup berjalan sebagaimana mestinya
Kesepian itu terasa, karena ibu tiada...
Mewarnai hari-hari ananda
Tapi ada yang tak berubah di taman bunda
Anggrek bunda bermekaran di sini dan sana
Satu atau dua, selalu ada bunga
Yang mekar penuh cinta
Mengingat bunda di haribaan-Nya
Doa ananda untuk bunda
Semoga tenang di alam sana
Dalam penjagaan Yang Maha Baka
Anggrek tanah

dendrobium? varian ungu

Monday, March 29, 2010

Bunga Bunda

Beberapa bunga lagi dari taman bunda. Ibuku mempunyai beberapa jenis anggrek dari keluarga dendrobium ini, berbagai warna, walaupun koleksinya belum lengkap ;) Hijau pucat, hijau dengan bagian tengah keunguan, biru bernuansa ungu, putih, kemerahan, wah... banyak deh. Ini salah satunya. Susah ternyata, untuk mendapatkan gambar yang 'sempurna'. Tapi ini adalah salah satu gambar terbaik yang kupunya. Diambil di pagi hari, kilatan cahaya lampu membuat bunga yang tumbuh kembar ini (dua batang sekaligus dari satu pohon) semakin terasa keindahannya.
Yang berikutnya, 'saudara sepupu'nya yang berwarna serupa. Kali ini warna bunga yang cenderung merah dengan bagian tengah kuning kehijauan berpadu dengan latar belakang yang relatif polos, membuat keindahan anggrek tak tersaingi oleh tanaman lain di latar belakangnya. Mana yang lebih indah? Tak bisa dikata, rasanya. Keduanya, cantik belaka. :)
Selain dua yang ini, masih ada banyak lagi yang lainnya, keindahan dari taman bunga bunda.

Wednesday, March 03, 2010

Rindu Ibu

Beberapa hari yang lalu kami baru menyelenggarakan pengajian untuk mendoakan mendiang ibu. Telah lewat 100 hari sejak berpulangnya. Rindu... Sungguh.
Begitu banyak kenangan tentang beliau, tersebar di seluruh penjuru rumah yang kami tinggali. Tertanam dalam setiap batang tanaman di taman depan maupun samping hingga atas. Ibu begitu cinta tanaman. Kaktus, Suplir, Anggrek, Mawar, Melati, Wijayakusuma, Euphorbia, Begonia, Sanseviera, Musacea, Adenium hingga Anthurium. Tidak hanya tanaman hias, di halaman rumah juga ada Jambu Klutuk, Murbei, Delima hingga Mangga. Cabai merah dan berbagai rimpang seperti jahe dan kunyit pun ada di halaman samping-belakang. Ibu memang bertangan dingin. Apapun yang ditanamnya, dirawatnya, biasanya berakhir bahagia (maksudnya tanaman itu akan tumbuh subur, berbunga atau bahkan berbuah).
Aku sendiri, ingin sekali mengikuti jejak langkah almarhumah. Saat ini suka bunga juga sih, terutama yang nggak ada ulatnya. Anggrek jadi favoritku. Beberapa kali aku menyempatkan untuk datang ke pameran bulanan Anggrek di Bandung, dan tentunya aku bisa beli beberapa pokok tanaman Anggrek yang cantik-cantik dengan harga relatif murah, yang kemudian akan aku serahkan perawatannya kepada ibu. Tergambar kebahagiaan ibu saat beliau menerima 'kado' berupa tanaman bunga yang baru lagi untuk menambah koleksinya.
Untuk Anggrek-anggrek mahal, lumayanlah bisa sekedar lihat. Kadang-kadang minta izin pada penjualnya untuk memotret, mengabadikan keindahannya. Aku ingin menggambar ulang bunga-bunga itu, lalu kujadikan buku untuk ibu. Belum tercapai keinginan itu, ibu sudah 'terlanjur' berpulang. Tapi tunggu aku, ibu. Suatu saat, buku itu akan terbit. Persembahanku untuk ibu, yang sangat kurindu.
Saat ini, beberapa Anggrek mulai bermekaran juga. Sungguh-sungguh membuatku rindu pada ibu, yang pastinya begitu telaten mengurusi bunga-bunga itu satu persatu. Setiap aku berkeliling di taman ibu untuk memotreti bunga-bunganya, ibu mengikuti dan ikut berkomentar. Kali ini, aku memotret sendiri. Ibu... ini bunga-bungamu. Mereka sampaikan rinduku untukmu.

Sunday, September 20, 2009

Anggrek untuk Lebaran

Rabu lalu, 16 September 2009, hari terakhirku ke sekolah. Dapat jadwal piket ceritanya... Membenahi beberapa file sebelum liburan, bikin anggaran kegiatan untuk kuartal berikutnya, tapi belum bikin persiapan mengajar. Itu sih nanti aja ah. Hehe...
Bincang-bincang dengan ibu kepsek, kukomentari satu pot anggrek baru di meja kerjanya. Bunga-bunga cantik keluarga anggrek bulan hybrid dalam nuansa ungu yang siap bermekaran. Kuingatkan untuk merawatnya semasa liburan, jangan sampai kering ketika saatnya kembali beraktivitas di sekolah. Tahu-tahu, beliau menitipkan bunga itu padaku. Beliau tahu bahwa ibuku bertangan dingin dalam merawat bunga-buangaan, termasuk anggrek yang jadi salah satu favoritnya (favoritku juga...)
Kaget dong... semudah itukah keputusan untuk menitipkan bunga anggrek cantik itu di rumah ibuku? Tapi aku tidak melewatkan kesempatan ini. Kesempatan baik tak datang sering-sering, harus cepat disambar sebelum kesempatan itu keburu melayang ;) Kuperhatikan, tanaman bunga ini masih dalam kondisi yang prima. Daunnya segar mengkilap, sementara kuntum bunganya banyak, siap mekar satu demi satu di hari-hari mendatang. Untuk Idul Fitri, titipan anggrek dari ibu kepsek ini akan tampak manis sekali di ruang tamu ibuku ;)
Satu lagi anggrek cantik dari taman bunga ibuku, masih tergantung di atas kolam. Dua untai bunga anggrek kecoklatan yang cantik, sementara ini biarlah jadi pemanis taman bunga belakang. Untaian yang satu sudah mekar duluan, dan satu persatu kelopak bunga mungil itu mulai layu dan berguguran. Sementara untaian yang baru sudah bermekaran sempurna, bersanding dengan 'kakaknya', membuatnya jadi sebuah paduan yang indah. Sungguh. Memperindah hari fitri di Syawal ini.

Friday, August 07, 2009

Bunga-bunga di Taman Bunda

Kembali, taman bunga bunda 'dimeriahkan' dengan kemunculan beragam bunga. Aneh-aneh tingkah bunga bunda kali ini.
Ada Cattleya labiata yang sebatang kara... Biasa, sebetulnya, walaupun lebih sering mekar berpasangan atau bahkan bertiga. Kalau baca wikipedia, bisa sampai sepuluh kuntum dalam satu masa (tapi yang begini cukup langka ya, rasanya)
Ada pula mawar kembar tak identik. Ini sungguhan, dari satu pohon. Yang satu adalah mawar batik dengan bercak creme, sedangkan yang satu lagi mulus bagai beledu burgundy.
Paphiopedilum madela kali ini sudah memberi harap, namun tak dapat dipenuhinya. Adiknya kemudian layu tak berkembang. Sedihnya... namun tak boleh aku kecewa, karena itulah takdirnya. Kutunggu kalian berbunga bersama, di kesempatan lain.Di depannya ada anggrek kecil dari keluarga Onchidium yang berbunga tiga. Dia muncul belakangan setelah sebelumnya serangkaian telah mekar bersamaan.
Ada satu yang sedang jadi primadona. Bunga sederhana, sebetulnya., mungkin masuk keluarga Cattleya (kalau melihat bentuk daunnya, walaupun bunganya terlihat lebih sederhana). Berwarna kombinasi putih dan hijau saja. Tapi aromanya... segar menggoda. Kelopak daunnya kokoh kuat namun tetap menunjukkan kecantikannya. Melengkapi keindahan taman bunga bunda. Aku senang berada di sana.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.