Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Wednesday, May 06, 2009

Selesai Satu pekerjaan...

Nggak sempat nulis banyak. Tapi gara-gara sedikit narsis (Hehe...), pengen aja mejeng.
Ini foto yang tersisa dari kegiatan i-Fest hari Sabtu akhir bulan lalu. Persis seperti yang tersurat dalam Al Quran, surat Al Insyirah ayat 7: Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Usai satu pekerjaan (ngurusi satu bidang kegiatan i-Fest), pekerjaan lain telah menunggu untuk diselesaikan. Banyaaaaak kerjaan kelas dan sekolah yang sudah mengantri. Ayo ah... kumpulkan energi lagi...!

Saturday, April 25, 2009

Event Besar di Al Irsyad Satya

Sabtu ini, i-Fest 2009, digelar di halaman dalam Al Irsyad Satya. Dimulai dari acara pembukaan (standar...), dilanjut dengan sesi menanam pohon yang juga berkait dengan tema hari bumi tanggal 22 April lalu. Beberapa pohon ditanam di 'pekarangan' sekolah Al Irsyad Satya. Semoga kelak akan jadi penyumbang oksigen untuk dunia (jie... idealnya...)
Acara dilanjut lagi dengan pementasan kecil anak-anak dari ekskul musik, juga pencak silat. Di lantai bawah, anak-anak TK dan SD menjalani berbagai mata lomba. Di panggung utama, bergantian anak-anak SD dan SMP beradu jago berbahasa Inggris di event Story Telling contest. Sementara aku dan teman-teman beradu sigap mengurusi keperluan parenting workshop yang bekerjasama dengan yayasan Kita dan Buah Hati dari Jakarta.
Maaf... kendala teknis membuat beberapa video yang sudah disiapkan dari Jakarta tak bisa diputar untuk peserta parenting workshop yang terdiri dari guru maupun orangtua murid. Beberapa datang dari jauh, dan akhirnya 'maksa-maksa' untuk bisa ikut serta dalam kegiatan dan akhirnya dapat sertifikat juga, padahal kita sudah cukup tegas membatasi jumlah peserta hanya mencapai 100 orang saja. Kemarin siang sudah 101 orang lho. Tapi akhirnya mereka-mereka itu diperbolehkan masuk ruangan juga. Ini dikarenakan beberapa orangtua murid yang sudah terdaftar, ternyata memilih menemani anak-anaknya di arena lomba atau di panggung pertunjukkan. 100 kursi yang disediakan, ternyata masih kosong-kosong juga tuh.
Usai kegiatan, wah... sampah bertebaran dan bertaburan di mana-mana. Kerangka hari bumi hanya tinggal kata-kata semata. Orang-orang masih belum sadar juga, bahwa mencintai bumi tuh bisa dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika tempat sampah belum tersedia atau jumlahnya terbatas, ya ayolah menumpuknya dulu di tempat tertentu, jangan seenak sendiri meninggalkan sampah sembarangan. Waduh... kalo ngomel tentang ini mah, bisa panjang banget deh. Tapi capek juga ah ngebahasnya. Hhhh... Mendingan berfoto bersama aja yukks! Tuh, sebagian panitia berpose dengan muka lelah. Hehe...

Wednesday, July 30, 2008

Memperingati Hari Anak Nasional

Hari Minggu tanggal 27 Juli lalu, sekolah kami dapat undangan untuk berpartisipasi dalam event peringatan hari anak nasional, di area Kukuruyuk Market, Mohamad Toha area. Anak-anak perempuan kelas 2 & 3 akan menampilkan tari Badindin di panggung food court, sementara 3 anak lainnya diikutsertakan untuk ikut lomba mewarnai. Pada dasarnya, mereka sudah punya bakat memadukan warna dengan tingkat kerapihan yang cukup bagus, sementara aku hanya memberi sedikit pengarahan untuk memoles skill mereka.

Hari Minggu, aku langsung pergi dari rumah ke tempat lomba karena memang relatif lebih dekat, sementara teman-teman lain beserta para penari akan datang dari sekolah, diantar pak Deni dengan mobil putih besarnya.

Setelah terhadang pasar kaget di seputaran Bale Endah, lamma... dan tak terduga (soalnya aku ambil jalan memutar, dan tetap saja terjebak macet), aku sampai juga di kompleks Mekar Wangi, di mana Kukuruyuk Market berada. Sempat salah jalan dan tersasar ke kompleks dan tidak menemukan jalan masuk ke tempat parkir, akhirnya aku berputar dan memarkir mobilku tidak jauh dari food court tempat event itu berlangsung.

Turun dari mobil, terdengar sayup-sayup musik pengiring tari Badindin sudah mulai mengalun. Aku bergegas mendekati bunyi suara, dan tepat waktu menyaksikan murid-murid binaan bu Reni & bu Tri itu menunjukkan kebolehannya. Beberapa shoot foto sempat kuambil, tapi sayang hasilnya tak begitu bagus karena jarak yang relatif dekat, selain padatnya daerah depan panggung yang disesaki oleh para orangtua murid maupun pengunjung lain.

Usai tarian, panggung disingkirkan untuk memberi ruang bagi para peserta lomba gambar. 3 orang muridku mengambil tempat di karpet yang disediakan. Tak berapa lama kemudian, mereka sudah mulai asyik mewarnai gambar dengan tema Candy World. Kelihatannya rumit juga. Puteri dan Fina terlihat asyik mewarnai dengan konsep dan tahapan kerja yang tertata. Sementara Naufal yang sedang pilek keukeuh ingin pakai pensil warna atau pastel lilin. Dia memang nggak suka pakai crayon yang warnyanya justru lebih kuat. Kekuatannya ada di paduan warna yang tidak biasa. Satu peserta dadakan adalah Dekha, adik Fina yang ingin ikut serta ikut lomba, daftar di tempat. Dengan riang dan percaya diri, dia mewarnai gambar. Sesekali dia memanggil papanya, memperlihatkan gambar yang setahap demi setahap sudah diwarnainya.

1,5 jam waktu yang disediakan dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak itu. Gambar dikumpulkan. Lomba lain digelar. Indi dan Anggi ikut serta di lomba gratisan itu, merangkai beads bergambar lebah yang diselenggarakan oleh Hama-Craft. Serius sekali mereka berdua, beserta belasan peserta lainnya. Satu orang peserta yang jelas-jelas dibantu emak-nya, ternyata jadi juara. Tapi Indi tak mau kalah cepat. Dia berhasil mendapatkan hadiah sebagai juara ketiga. Alhamdulillah. Selepas jam 1, teman-teman lain dengan anak-anak sudah dijadwalkan untuk kembali ke sekolah, meninggalkan aku sendiri menanti pengumuman lomba. Ya... okelah.

Keliling-keliling di arena food court, mau tak mau, aku tergoda juga untuk menikmati apa yang tersedia di sana. Sambil membaca majalah yang kubawa, kunikmati teh dingin walaupun bukan teh favoritku. Cukup menyegarkan-lah sebagai pelepas dahaga. Sementara, makan siang seporsi sate-lontong traktiran dari mama Kayla sudah kunikmati sebelumnya. Terima kasih banyak.

Tunggu punya tunggu, bosan juga nih menanti jam 4 sore saat pengumuman lomba dilaksanakan. Merintang waktu, kunikmati segelas tinggi natural yoghurt-peach favoritku yang ternyata tersedia di sana. Ummm... yummy... Rupanya penantianku tak sia-sia. 3 muridku lolos mendapatkan gelar dari 6 yang tersedia. Semoga di kesempatan lain mereka dapat berprestasi lebih baik lagi. Amiin.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.