Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts

Saturday, February 05, 2011

Jalan-jalan Seharian

Imlek. Aku di-tek salah satu konsultan pendidikan di sekolah kita,. miss Maria untuk nemenin dia jalan-jalan keliling Bandung. Hm... not literallly keliling Bandung, sih... Salah satu sopir sekolah sudah diminta untuk mengantar kita. Oke deh.
begini nih ramainya tangkuban perahu di tahun baru cina
Destinasi pertama ke Tangkuban Perahu. Hayu... Asyik juga ternyata di sana. Ramai juga hari libur begitu, banyak pengunjung. Dibuntuti pula oleh seorang 'guide' bayangan. Aku nggak suka deh. Ujung-ujungnya ya dia maksa-maksa kita untuk beli suvenir dari dia. Sedikit merasa bersalah juga karena kita sempat minta bantuan dia untuk motretin kita dsb dsb. Tapi kan aku sudah minta dia untuk nggak ngikutin kita lagi. Jangan terlalu merasa bersalah kali ya, Dee :p
Dari Tangkuban Perahu, lanjut ke PVJ. Miss Maria nyari kado buat ponakannya. Nemu di satu tempat, borong. Lanjut dengan makan siang. Biar cepat, aku beranikan diri untuk ngajak makan sushi di salah satu sushi kafe di sana (dia nggak mau western sih, padahal aku udah kebayang-bayang pizza hut dengan blueberry shake-nya). Kupikir, bayar sendiri untuk satu lunch package, bolehlah. Eh ternyata dia yang bayarin. Aduh... jadi nggak enak hati nih ngajakin dia ke situ. Bukan maksud hati minta ditraktir lho. Tapi kalau jadinya dapat makan siang gratis, terima kasih... Alhamdulillah, kenyang!
Setelah itu, dilanjut ke tempat favoritku, Saung Angklung Udjo. Kita telat hampir sejam gara-gara kehalang di tempat parkir PVJ gara-gara ada satu mobil yang parkir sembarangan, nghalangin jalan kita yang mau keluar. Telat deh ke Saung Angklung.
Nyampe Saung Angklung, pertunjukan sudah mulai dari tadi tuh. Kita telat hampir sejam! Kuminta miss Maria untuk cepat-cepat masuk sementara aku mberesin pembayaran. Selain itu, biar nggak ketahuan dia turis asing. Hehe.... Enjoyed the show, both of us. I always do.
Pulang dari sana, aku nginap di mess semalam. Nggak sempat ngobrol banyak, karena dia sibuk ngobrol di telepon. Maklum... Chinese new year, gitu. Dia yang punya darah Cina (kelihatan dari matanya), mesti beramah-tamah-lah dengan keluarga besarnya, telfon sana-sini untuk ngucapin new year greeting. Sementara aku internetan sebentaran, tapi ngantuk berat, sementara koneksi lemot. Akhirnya tidur aja. Mari...!

Wednesday, June 03, 2009

RASE ARTISTICS

Iseng tapi ngarep, judulnya. Ikutan event "ARTISTICS" di Rase 102,3 FM. Pakai 'gaya' yang sedang trend di masa kini, peserta event harus punya account di FB dan berteman dengan Rase FM. Setelah itu tulis status dengan 'bau-bau' Rase dan nanti akan di-cek oleh tim Rase. Kondisi status yang unik akan jadi salah satu pertimbangan untuk lolos ke babak berikutnya sebagai finalis. Cek punya cek... kelihatannya animo peserta tidak terlalu tinggi, maka dibukalah pula jalur sms yang disambut baik pendengar Rase. Dari kedua jalur itu (FB dan sms), dijaringlah 10 nama sebagai peserta semifinal hari Selasa kemarin.
Hanya 9 orang yang berkesempatan hadir di Selasa malam tadi, jam 7 malam di studio Rase, jl. Setiabudi 19. Setelah berkumpul semua, tahu-tahu kami diberi tugas untuk menjajal sebagian wilayah Bandung, mencari kantor perwakilan Malaysia Air sebagai sponsor utama, mengambil pin di sana, lalu berpacu kembali ke stasiun radio Rase. 5 orang tercepat akan lolos sebagai finalis. Alamak...! Aku kan nggak begitu tahu Bandung juga. Tahunya cuma rute antar-tol aja, Bubat-Padalarang. Hehe.... Kebetulan, ada seorang semifinalis lain yang juga berjilbab, melenggang sendiri. Kuajak aja dia untuk ikut naik mobilku, dan pergi bareng mencari kantor Malaysia Air itu. Simbiosis mutualisma kan. Dia dapat tebengan gratis, aku dapat navigator ;)
Berputar-putar nyari itu kantor Malaysia Air, ternyata terletak di sudut sebuah ruko di ITC Kosambi, di jalan Baranangsiang, belakang Yogya Jl. Sunda. Malam-malam begitu, tempat itu terlihat creepy. Scary. Nggak berlama-lama, setelah kami mengambil pin, kami langsung berpacu lagi kembali ke Setiabudi untuk melapor. Alhamdulillah, aku termasuk salah satu dari 5 finalis. Nanti malam, kita berlaga lagi. Bismillah...
Blogged with the Flock Browser

Monday, December 22, 2008

Keep Our Bandung Beautiful Euy...!

Jargon ini dipakai radio Rase FM 102,3 Bandung, radio yang sesekali kudengarkan pada saat aku berangkat ke sekolah di pagi hari. Perjalanan sekitar satu jam yang kutempuh setiap hari seolah menjadi perjalanan ke masa lampau. Lagu-lagu yang diputar di pagi hari itu biasanya merupakan lagu-lagu yang familiar di telingaku semasa akumasih kuliah atau jaman mahasiswa dulu, belasan tahun lalu. Lama ya...?
Sejak SMA, aku sudah suka ndengerin radio Rase, karena isu-isunya 'hijau', ramah lingkungan. Makanya, jargon "Keep our Bandung beautiful, euy" ini sudah sangat akrab di telingaku. Begitu juga lagu2 yang diputar dari radio itu.
Nah... sore itu, aku bersama mbak Shita dan Erlin melintas jalur Pasteur. Di persimpangan selepas gerbang tol itu, mobilku tepat di belakang sebuah mobil carry yang terlihat penuh penumpang. Kami sedang asyik mengobrol ketika terlihat sebuah benda putih terlempar keluar dari jendela mobil depan. EH??? Aku membunyikan klakson. Sudah tekadku untuk membunyikan klakson setiap kali melihat ada yang membuang sampah sembarangan keluar dari mobil ke jalan. Kami melanjutkan perbincangan. Tak berapa lama kemudian, benda lainnya terlempar keluar lagi dari mobil di depan. Aku bunyikan klakson lagi, lalu kukeluarkan kamera dan memotret momen itu, mobil beserta beberapa sampah kecil di sebelahnya. Kecil sih... terasa tidak seberapa. Tapi bayangkan kalau 100 orang saja yang lewat perempatan Pasteur melakukan hal yang serupa, akan sebanyak apa sampah yang tercecer di jalan?
Merasakan kilatan lampu blitz, penumpang mobil itu menoleh ke arah kami. Mereka pikir, ngapain juga kali ya, motret-motret orang tak dikenal. Kuberi kode supaya mereka tidak membuang sampah sembarangan. Rupanya mereka makan jambu air. Biji dan sedikit sisanya, mereka buang dengan semena-mena ke luar jendela. Ngotorin Bandung aja. Padahal itu mobil bernomor polisi daerah Bandung juga lho. Nggak sayang banget sih sama kotanya sendiri. Hayu atuh... Keep our Bandung beautiful, euy...!
Blogged with the Flock Browser

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.