Showing posts with label sampah. Show all posts
Showing posts with label sampah. Show all posts

Saturday, April 25, 2009

Event Besar di Al Irsyad Satya

Sabtu ini, i-Fest 2009, digelar di halaman dalam Al Irsyad Satya. Dimulai dari acara pembukaan (standar...), dilanjut dengan sesi menanam pohon yang juga berkait dengan tema hari bumi tanggal 22 April lalu. Beberapa pohon ditanam di 'pekarangan' sekolah Al Irsyad Satya. Semoga kelak akan jadi penyumbang oksigen untuk dunia (jie... idealnya...)
Acara dilanjut lagi dengan pementasan kecil anak-anak dari ekskul musik, juga pencak silat. Di lantai bawah, anak-anak TK dan SD menjalani berbagai mata lomba. Di panggung utama, bergantian anak-anak SD dan SMP beradu jago berbahasa Inggris di event Story Telling contest. Sementara aku dan teman-teman beradu sigap mengurusi keperluan parenting workshop yang bekerjasama dengan yayasan Kita dan Buah Hati dari Jakarta.
Maaf... kendala teknis membuat beberapa video yang sudah disiapkan dari Jakarta tak bisa diputar untuk peserta parenting workshop yang terdiri dari guru maupun orangtua murid. Beberapa datang dari jauh, dan akhirnya 'maksa-maksa' untuk bisa ikut serta dalam kegiatan dan akhirnya dapat sertifikat juga, padahal kita sudah cukup tegas membatasi jumlah peserta hanya mencapai 100 orang saja. Kemarin siang sudah 101 orang lho. Tapi akhirnya mereka-mereka itu diperbolehkan masuk ruangan juga. Ini dikarenakan beberapa orangtua murid yang sudah terdaftar, ternyata memilih menemani anak-anaknya di arena lomba atau di panggung pertunjukkan. 100 kursi yang disediakan, ternyata masih kosong-kosong juga tuh.
Usai kegiatan, wah... sampah bertebaran dan bertaburan di mana-mana. Kerangka hari bumi hanya tinggal kata-kata semata. Orang-orang masih belum sadar juga, bahwa mencintai bumi tuh bisa dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika tempat sampah belum tersedia atau jumlahnya terbatas, ya ayolah menumpuknya dulu di tempat tertentu, jangan seenak sendiri meninggalkan sampah sembarangan. Waduh... kalo ngomel tentang ini mah, bisa panjang banget deh. Tapi capek juga ah ngebahasnya. Hhhh... Mendingan berfoto bersama aja yukks! Tuh, sebagian panitia berpose dengan muka lelah. Hehe...

Monday, December 22, 2008

Keep Our Bandung Beautiful Euy...!

Jargon ini dipakai radio Rase FM 102,3 Bandung, radio yang sesekali kudengarkan pada saat aku berangkat ke sekolah di pagi hari. Perjalanan sekitar satu jam yang kutempuh setiap hari seolah menjadi perjalanan ke masa lampau. Lagu-lagu yang diputar di pagi hari itu biasanya merupakan lagu-lagu yang familiar di telingaku semasa akumasih kuliah atau jaman mahasiswa dulu, belasan tahun lalu. Lama ya...?
Sejak SMA, aku sudah suka ndengerin radio Rase, karena isu-isunya 'hijau', ramah lingkungan. Makanya, jargon "Keep our Bandung beautiful, euy" ini sudah sangat akrab di telingaku. Begitu juga lagu2 yang diputar dari radio itu.
Nah... sore itu, aku bersama mbak Shita dan Erlin melintas jalur Pasteur. Di persimpangan selepas gerbang tol itu, mobilku tepat di belakang sebuah mobil carry yang terlihat penuh penumpang. Kami sedang asyik mengobrol ketika terlihat sebuah benda putih terlempar keluar dari jendela mobil depan. EH??? Aku membunyikan klakson. Sudah tekadku untuk membunyikan klakson setiap kali melihat ada yang membuang sampah sembarangan keluar dari mobil ke jalan. Kami melanjutkan perbincangan. Tak berapa lama kemudian, benda lainnya terlempar keluar lagi dari mobil di depan. Aku bunyikan klakson lagi, lalu kukeluarkan kamera dan memotret momen itu, mobil beserta beberapa sampah kecil di sebelahnya. Kecil sih... terasa tidak seberapa. Tapi bayangkan kalau 100 orang saja yang lewat perempatan Pasteur melakukan hal yang serupa, akan sebanyak apa sampah yang tercecer di jalan?
Merasakan kilatan lampu blitz, penumpang mobil itu menoleh ke arah kami. Mereka pikir, ngapain juga kali ya, motret-motret orang tak dikenal. Kuberi kode supaya mereka tidak membuang sampah sembarangan. Rupanya mereka makan jambu air. Biji dan sedikit sisanya, mereka buang dengan semena-mena ke luar jendela. Ngotorin Bandung aja. Padahal itu mobil bernomor polisi daerah Bandung juga lho. Nggak sayang banget sih sama kotanya sendiri. Hayu atuh... Keep our Bandung beautiful, euy...!
Blogged with the Flock Browser

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.