Showing posts with label rumah kecil. Show all posts
Showing posts with label rumah kecil. Show all posts

Friday, April 03, 2015

Selfie di Depan Rumah dan Taman Impian

Punya rumah impian? Sebetulnya sih masih berasa mimpi aja. Dulu, mimpinya punya rumah tuh pengennya dibeliin suami. Setelah melalui penantian panjang, itu suami nggak ketemu-ketemu, apatah lagi yang mau mbeliin rumah. Sempat diipertemukan dengan takdir untuk (sementara) menempati rumah peninggalan ortu yang jauh dari tempat kerja, terancam kejebak banjir tahunan pula, merana juga yaa. Akhirnya kuputuskan untuk beli rumah sendiri deh. Mulailah searching-searching nyari rumah. Bismillaah. Ada yang lokasinya asik, tapi harganya jauuuh di luar budget. Ada yang masuk budget, tapi lokasinya jauuuuh di pinggiran kota. Ya, nyari rumah tuh sedikit-banyaknya, mirip dengan nyari pasangan hidup. Kalau kita nggak berjodoh, dicomblangin juga nggak bakalan nyambung. Sebaliknya kalau sudah jodoh, memang tak kan lari ke mana juga siih...
Ketika masih tinggal di rumah ibu dulu, aku cukup sibuk dengan kegiatan mengurusi tanaman ibu di pekarangan yang cukup luas, ada di bagian depan, samping dan belakang rumah. Sangat leluasa untuk memelihara kebun dan taman. Berbagai tanaman buah tersedia di sana, mulai dari Jambu Biji, Belimbing, Delima putih dan merah, 2 varian Mangga, Pepaya, hingga Markisa. Sementara itu, tanaman hias pun tak kalah banyak. Jika sedang kompakan berbunga, sungguh menyejukkan mata. Kerepotan juga sih, mengurusnya, tapi ketika bunga-bunga bermekaran atau buah matang satu satu, itu jadi hiburan banget lho. Susah payah, letih lelah saat mengurusnya, terbayar lunas rasanya. Maka dari itu, aku ingin juga punya taman serupa di rumahku sendiri. Saat pindahan, sedikit demi sedikit kubawa serta beragam tanaman bunga ibu ke rumah baruku. Saat ini masih belum banyak dan belum terawat baik pula, makanya belum PD untuk 'pamerin' keseluruhannya.
Rumah kecilku, seperti yang kubilang tadi, seperti halnya dengan pasangan hidup, memang kadang terasa kurang pas atau tak sempurna. Well... aku pun hanya berusaha mencari pasangan sempurna untuk diriku yang tak sempurna, tapi ketika 'jodoh' tak seindah yang kuharap dan kuimpikan, ujung-ujungnya ya terima saja segala kekurangan dan kelebihan jodoh kita itu. Aku pun berusaha berdamai dengan keadaan. Lha, rumah itu pun menerimaku apa adanya kok ;)
Rumah mungilku posisinya terjepit di antara rumah kanan-kiri, tak punya kelebihan tanah yang bisa dijadikan taman. Aku pun harus puas dengan adanya sepetak tanah yang kujadikan taman kecil di depan rumah dan sedikit sisa tanah di belakang. Mimpiku, ingin punya pohon buah di depan rumah, tapi juga ingin punya taman bergaya Jepang dengan kolam kecil dan pancuran mini. Ambisius betul yaa... :p Saat ini, yang sudah terwujud baru taman kecil yang ragam tanamannya masih berantakan. Ahaha... Tapi senang sekali ketika dalam setahun masa tinggalku di rumah mungil ini, bunga Anggrekku sudah beberapa kali berbunga, begitu pula Amarilis orange. Bunga bulan Desember kuboyong dari rumah ibu saat bunganya masih bermekaran, dan di bulan April ini bunganya masih menanti untuk muncul lagi, bersama bunga lainnya yang dalam antrean untuk memamerkan bunganya.
Menanti taman di depan rumahku makin semarak dengan tanaman hias, kelihatannya mesti bikin foto before & after nih. Akhir Maret 2015, aku ambil foto selfie di depan rumah. Jeprat-jepret berkali-kali, disenyumi tetangga yang lewat, aku sok cuek aja deh. Untuk dapat sudut pandang paling oke, memang selalu ada harga yang harus dibayar. Untuk aku yang bukan banci foto, bikin foto selfie begini dengan dipandangi orang lewat, perlu perjuangan luar biasa, terutama ketika ada tuntutan untuk tetap tampil cantik. Halah... :p Foto ala kadarnya dengan kamera yang dibenamkan di ponsel warisan ini membuat fotoku jadi berasa 'muka semua'. Apa kabar dengan latar belakangnya, rumah impianku? Berharap betuul bisa berfoto dengan wide angle front camera seperti yang dimiliki Smartfren Andromax C2s. Siapa tahu di foto berikutnya, bisa foto wefie, nggak selfie lagi, dan semua bisa muat di layar, menangkap momen berharga, kebersamaan di depan rumah dan taman yang jadi idaman.
Saat ini, aku cukup berpuas diri dengan apa yang kupunya, dan tamanku pun bahagia apa adanya, dia memberiku kecantikan alami. Bersyukur sekali, ada bunga Anggrek bintik yang bisa 'diajak' berfoto bersama. Baru dua kuntumnya yang mekar, masih menanti adik-adik di tangkainya untuk mekar sempurna. Sementara itu, tak jauh di sebelahnya, rumpun Paphiopedilum dengan lengan berbulu juga mulai mekar satu satu, Jadi mau lagi nih, berfoto dengan koleksi bungaku. Hayu... Tunggu aku tahun depan ya. Mudah-mudahan, tahun depan bisa pakai Smartfren wide angle front camera yaa, supaya rumah impianku beserta penampakan taman yang lebih indah di depannya bisa terlihat lebih jelas. InsyaAllah. ;)

Sunday, November 16, 2014

Pop Mie Goreng

Minggu pagi, nangkring lagi di depan komputer. Mencicil pekerjaan sekolah maupun objekan pribadi. Setelah 'Upik Abu' menuntaskan rutinitas pagi dengan pekerjaan domestik, ternyata 'Upik Abu' masih harus memasak, memenuhi panggilan perut yang menuntut haknya. Intip lemari stok, kok masih ada PopMie dari kapaan tahu. Atuhlaah, keburu kedaluarsa, gera. Males sih makan PopMie begitu aja -walaupun kalau cium wangi PopMie yang baru diseduh kok kayaknya menggoda selera betuuul ya-. 
Akhirnya gocek dikit sama telur, sedikit terigu dan tepung bumbu pedas, lalu masukkan sesedok demi sesendok ke dalam minyak panas, jadilah PopMie goreng. Jadi teman sarapan yang dinikmati bersama nori, ditambah sambal pedas-manis atau mayonaise, ah...mana aja, samma enaknya. Selamat pagi, hari... Alhamdulillah, kunikmati suasana di rumah kecil ini.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan,
"مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ؛ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا"
"Barang siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).

Sunday, September 07, 2014

Koleksi

Week end, saatnya untuk bersih-bersih rumah lebih teliti. Menyapu-mengepel rumah hingga ke segala sudut, mengganti seperai di kamar utama, mencuci pakaian, hingga membersihkan lemari es. Tapi satu pekerjaan rumah yang masih kutunda adalah menyeterika. Entah kenapa, aku belum merasakan kenikmatan dari kegiatan menyeterika. Apalagi di udara panas hari ini.
Di pagi hari, kumulai kegiatan bersih-bersih dengan mengelap debu di koleksi mug di ruang depan. Memandangi satu satu koleksi mug-ku ternyata menumbuhkan rasa senang. Mengamati bentuk dan warnanya yang beragam, membawa memori kembali pada masing-masing momen saat mug itu satu persatu kudapat. Sebagian besarnya memang kubeli dengan harga yang masih masuk akal bahkan bisa dibilang murah. Sebagian kecilnya kudapat sebagai hadiah, dari teman yang tahu betul apa yang kumau. Terima kasih yaa.

Berlanjut ke lemari di ruang makan. Baru nambah koleksi Tupperware imut nih. Kalau yang ini, bukan buat dipajang-pajang, tapi memang untuk dimanfaatkan, dipakai sesuai fungsinya. Salah satu rak di lemari yang diposisikan di ruang makan kusebut dengan breakfast cabinet. Koleksi Tupperware lama dan baru bercampur di situ. Yang terbaru, yang kecil-kecil merah itu, kumanfaatkan untuk wadah coklat beras dan gula palem untuk isian roti bekal sarapan pagiku. Menemani koleksi merah sebelumnya yang berisi mentega untuk olesan roti. Gelas hijau itu untuk bekal kopi susu pagi kalau nggak sempat minum susu di rumah.
Wadah-wadah mungil itu pas untuk kebutuhanku. Semuanya imut dan memudahkan penempatannya di rumah mungilku, membuatku mudah mengingat letaknya. Berbeda dengan sebelumnya ketika aku masih menempati rumah ibu yang luas, di mana barang ini-itu terletak di sana-sini. jadi malas membereskannya. Tapi di rumah kecil begini, akhir pekan jadi me-time untuk mengurusi rumah kecilku. Alhamdulillah, home sweet home.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.