Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Monday, May 25, 2009

Angels and Demons

Nonton film ini bareng seorang teman. Di bioskop 21 BIP aja deh. Kualitas audio-nya, dia bilang nggak sebagus bioskop 21 di tempat lain. Dia sampai sempat ketiduran gara-gara bosan kali ya, atau memang ngantuk aja. haha...!
Aku sudah baca bukunya beberapa waktu lalu, dan terkesan. Ketika nonton, sudah agak lupa dengan jalan cerita yang tertulis di buku, maka kunikmati saja tontonan itu. Menduga-duga di beberapa adegan, tapi masih juga terkejut-kejut di beberapa scene-nya. Tertawa berderai di beberapa dialog cerdas yang dilakukan Tom Hanks sebagai profesor Langdon, terkesan dengan keanggunan sikap dan kontrol emosi sang camerlengo. Siapa sangka, film berdurasi kurang-lebih 2 jam ini, menceritakan kisah yang terjadi selama satu hari, tapi pasti makan waktu berhari-hari untuk shooting. Salut untuk semua crew yang mendukung.
Dan Brown sudah melakukan riset mendalam mengenai berbagai fakta yang terkait dengan novel yang kemudian diangkat menjadi film ini. Fakta sejarah dan bukti ilmu pengetahuan terasa sangat hidup dan terungkap secara nyata. Gambar-gambar cantik, akting menawan dari para pemainnya, dilengkapi setting dan properti yang sangat detil, membuat film ini sangat layak tonton. Label 'dewasa' disematkan untuk film ini walaupun tak ada adegan romantis sama sekali. Memang ada beberapa sesi pembunuhan yang terlihat sadis. Tapi secara keseluruhan, ini film adaptasi novel yang bagus! Bintang 4 deh buat Angels and Demons.
Satu lagi yang membuatku terkesan, kemunculan lambang beberapa ambigram (sebagai contoh: tulisan "Angels & Demons" di atas) yang dibuat secara sangat cerdas, membuatku terinspirasi, untuk membuat beberapa karya grafis atau tipografi dengan konsep ini. Tapi itu nanti lagi deh... :)
Blogged with the Flock Browser

Tuesday, December 16, 2008

Maryamah Karpov

Buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini akhirnya terbit juga. Aku sama Umi tadinya mau nungguin event book-signing. Tapi kupikir-pikir, dengan adanya masalah pribadi sang Andrea Hirata, bisa jadi event book-signing bakalan susah banget diselenggarakan. Dia sedang menghindari publikasi, kayaknya. Maka ketika buku sudah tersedia di kios-kios buku, aku minta Umi untuk membelikan satu eksemplar buatku (aku bayar, tentunya...)
Okelah, terlepas dari masalah pribadi Andrea hirata, buku ke-4 ini memang jadi penutup kisah petualangan Ikal. Bercerita tentang Nurmi-kah buku ini? Karena di buku sebelumnya, kisah Nurmi anak Mak Cik (?) Maryamah yang jagoan main biola sempat diulas sedikit. Cover novel ini seolah menggambarkan itu. Lucunya, di buku yang kupunya, kepala Nurmi ditutup kerudung 'ala kadarnya', itu juga pasti hasil torehan photoshop. Hehe... Akan ada lagikah kisah petualangan seru (dan gila) Ikal dan Arai? Akan terjawabkah perjuangan Ikal mencari A Ling? Maka dengan penasaran, kubaca lembar demi lembar novel setebal lebih dari 500 halaman itu.
Hm... mulai 'kecewa' nih. Alurnya terasa datar. Maju begitu saja, sesuai waktu. Jarang... sekali ada flashback yang membuat jalan cerita jadi 'beriak'. Ketawa-ketiwi di sana-sini sih masih ada... seru juga. Gaya bercerita Andrea Hirata masih apik-lah. Lelaki berwajah dangdut (padahal kasidah) itu ternyata pandai juga berkisah. Tetap kuacungi jempol dia, untuk stamina menulis naskah setebal itu.
Eh... sedang asyik-asyiknya membaca bagian awal buku itu, tahu-tahu sms dari Umi masuk ke ponselku. Dia bilang, 'Eh, ternyata MarPov berakhir tragis.' Arrrgh... Aku sudah terlanjur baca keseluruhan pesan sms dari Umi. Hm.. jadi nunggu-nunggu, kisah tragis apakah yang menunggu di lembar-lembar terakhir novel itu. Apakah Ikal tidak berhasil menemukan A Ling? Apakah Ikal berhasil bertemu dengan A Ling yang sudah jadi istri orang? Apakah Ikal berhasil bertemu dengan A Ling tapi mati karena terjatuh dari komidi putar, wahana di pasar malam yang jadi kesukaan Ikal? Nah, tragis kan? Ah... baca sendiri deh. Biarpun jadi kurang seru karena udah dapat bocoran akhir kisah ini.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.