Showing posts with label rumah mungil. Show all posts
Showing posts with label rumah mungil. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

Rumah Mungil Impian, Ada di Medan

Komplek perumahan tempatku tinggal saat ini sebetulnya bukan perumahan elite siih. Lokasinya agak menjorok masuk cukup jauh dari jalan utama. Tapi akses menuju jalan utama relatif mudah dan cukup dekat dengan akses pintu tol Buahbatu. Dengar-dengar kabar, material bangunannya berkualitas pula. Boleh cek komplek sebelah deh. Tak heran harganya lumayan bikin lumanyun untuk bayar cicilannya tiap bulan. Aku jadi mimpi pengen punya rumah (lebih) kecil yang pembiayaannya lebih ringan. Jadi searching-searching deh. 
Dan mendaratlah aku di web WIRALAND, sebuah perusahaan pengembang perumahan yang mengelola properti di area Jakarta dan Medan. Menarik. Iseng-iseng serius, aku telusuri ragam informasi di web tersebut. 
Beragam jenis properti ditawarkan pihak WIRALAND, mulai dari rumah sederhana hingga rumah mewah dan tempat usaha. Sebuah banner di web tersebut menjanjikan ketersediaan rumah murah di Medan dengan harga mulai dari 100 jutaan. Whoaa... seriously? Di Bandung sini, dengan harga segitu cuma dapat rumah second dengan kondisi seadanya di pelosok yang kita sebut Bandung coret. Tapi WIRALAND masih ‘berani’ menawarkan rumah baru berharga seratus jutaan di lokasi yang cukup strategis? Jadi pengen pindahan ke sana iih... :p 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Searching lebih lanjut, salah satu lokasi properti yang ditawarkan adalah The Adamaris Residence dengan 3 tipe rumah yang bisa dijadikan pilihan. Rumahnya memang imut-imut, tapi buat the single happy seperti aku sih, cukup banget dong pastinya. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe paling imut adalah tipe Canary dengan luas tanah 6 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari satu kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi yang terletak di luar bangunan utama. Ini mengingatkan aku pada tipe apartemen standar yang pernah kuabrabi di suatu waktu di masa lalu. Dapur tidak tersedia, tapi tak akan jadi masalah besar untuk menambahkan area dapur di bagian belakang rumah yang sudah disiapkan semi permanen. Sementara itu, carport dan area taman di depan rumah sudah tersedia untuk menambah kesan asri di hunian kita. Hasrat berkebunku bisa tersalurkan di situ. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe yang sedikit lebih besar adalah Castillo dengan luas tanah keseluruhan berukuran 8 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari dua kamar dengan ruang tamu dan kamar mandi plus bangunan semi permanen di bagian belakang rumah. Mendandani rumah ini tampaknya tidak perlu budget besar. Sementara itu, membersihkan dan merapikannya tiap hari juga bakalan jadi pekerjaan ringan karena areanya yang relatif kecil. Rumah bakalan selalu nyaman ditinggali karena perawatannya mudah. Mudah dan murah itu kombinasi yang indah yaa... 
Rumah sebagai investasi, baik untuk dihuni atau disewakan, tentu perlu punya daya dukung optimal berupa kelengkapan sarana pendukung yang tersedia. The Adamaris Residence memenuhi persyaratan ini. Lokasinya cukup strategis, relatif dekat ke berbagai sarana umum. Waterpark, Polda hingga Bandara, bisa dicapai dalam hitungan menit saja. Area perumahan menjanjikan kenyamanan berupa akses jalan yang lebar dengan paving block. Sementara itu, penghijauan di area komplek juga menjadi salah satu prioritas bagi pengembang ini. Tim security siap menjaga keamanan di area perumahan, memberi perasaan aman bagi penghuninya. Hal lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan pasokan air bersih. Di Adamaris Residence tak perlu khawatir dengan kualitas air, karena pasokan air dari PDAM sudah tersedia. Ah, nyaman sekali tampaknya hidup di sana. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Di lokasi yang berbeda, WIRALAND menyiapkan River Valley Residence. Rumah tipe 36 yang dilabeli tipe Crystal, dibandrol mulai Rp 106 juta. Hunian dua kamar dengan tampilan simply minimalis ini sungguh menarik perhatian. Tipe lainnya tak kalah cantik, tersedia dengan harga yang tak jauh berbeda. Rumah murah di Medan bukan sekedar angan-angan nih kalau begini. WIRALAND bisa bantu mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah kecil idaman. 
Selayaknya, rumah itu bukan sekedar ‘house’, tapi ‘home’ yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi penghuninya. Sebagai investasi ataupun hunian pribadi, kepemilikan rumah akan jadi kesempatan terbaik seumur hidup. Medan jadi salah satu lokasi yang potensial untuk investasi properti, mengingat lokasinya yang terletak di salah satu kota besar di Sumatera. Makanya, ketika rumah murah di Medan tersedia, #AkuInginPunyaRumah lalu diniatkan, diupayakan, dan layak diperjuangkan. 
Setelah mengetahui informasi mengenai rumah murah di Medan, tampaknya langkah yang juga harus disinergikan adalah pencarian peluang kerja di sana supaya bisa sekalian boyongan pindah. Opsi lainnya adalah mencari pendamping hidup kali yaa. Hmm... yang juga murah meriah ada nggak ya di sana? Kalau bisa dapat sepaket sama rumahnya, itu bakalan jadi bonus plus plus. Siap-siap packing dulu deh kalau begitu ;)

Sunday, August 17, 2014

Paphiopedilum Pertama di Rumah Baru

Empat bulan pertama di rumah baru. Taman depan rumah mulai kelihatan bentuknya. Tanaman Suplir sudah mulai menumbuhkan daun-daun baru yang segar, sementara tunas baru di tanaman lain pun mulai tumbuh satu-satu. Menyenangkan sekali melihatnya. Dan jelang kemerdekaan RI tahun ini, sekuntum bunga pertama mekar di taman depan rumah. Paphiopedilum liumianum, satu varian anggrek yang cukup populer dengan sebutan anggrek kantong semar yang kubawa dari rumah lama, mekar perdana.
Bunga ini bermahkota kelopak utama yang lebar di bagian atas dan dua kelopak kecil yang seperti lengan terentang, berbulu dan melintir cantik. Sementara itu, kelopak berikutnya yang berbentuk kantong, menggantung cantik di bagian bawah. Paduan warna yang cantik dalam nuansa krem, hijau muda hingga ungu membuat bunga ini cantik maksimal. Yang lebih menyenangkan, bunga ini akan estafet berbunga, Setelah yang pertama luruh, biasanya akan segera disambung dengan bunga berikutnya yang muncul di tangkai yang sama. 
Selamat datang di rumah barumu, bungaku. Semoga tumbuh subur dan 'menginspirasi' tanaman bunga lainnya untuk ikut subur dan berbunga, menyemarakkan taman bunga kecil di rumah mungil ini. 

Thursday, June 12, 2014

My Home Sweet Home

Home Sweet Home. Sering sekali ya kita mendengar idiom itu. Lebih asik lagi yang diungkapkan dalam bahasa Arab, ‘Baiti, Jannati’, rumahku adalah surgaku. Bentuk dan ukuran rumah mungkin jadi salah satu standar untuk mengukur seberapa sweet rumah kita ;) Tapi warna dan pengaturan perabot di dalam rumah juga mencerminkan kepribadian kita. 
Ketika pindah ke rumah baru, saya ya ‘terima nasib’ saja, menerima kondisi rumah apa adanya. Rumahnya bagus, alhamdulillah. Tapi tentu saja nggak bisa request pilih warna yang saya mau. Dinding rumah di kompleks kami berwarna off white cenderung kelabu. Abu-abu dipilih oleh pengembang karena karakternya yang cenderung dapat meningkatkan kreativitas. Abu-abu banyak digunakan di ruang kantor atau studio. Abu-abu juga banyak disukai karena merupakan warna eksekutif. Konon begitu. Dipadu dengan dinding luar berwarna krem dan ubin keramik lebar berwarna senada di bagian dalam rumah, keseluruhan rumah terkesan elegan, tapi buat saya terasa sedikit menjemukan. 
Beruntung saya punya sofa berwarna kuning-biru cerah yang bisa memberi aksen pada ruang tamu yang... plain. Saya nggak punya kata lain untuk menggambarkan kondisi ruang tamu di rumah kecil saya ini selain kata itu, plain. Ruang tamu kecil itu sudah cukup sesak dengan sofabed, meja tamu, rak pajang kecil dengan TV di atasnya, serta 2 kotak kecil yang bisa difungsikan sebagai book storage merangkap tempat duduk. Tambahan meja kecil di sudut sudah membuatnya lengkap (baca: penuh). 
Sofa yang bisa difungsikan sebagai tempat tidur itu jadi spot favorit saya untuk leyeh-leyeh bersantai, membaca buku atau sekedar ngadem di dekat jendela. Walaupun dinding masih kosong dari dekorasi, tapi memandangi dinding itu bisa membuat suasana hati ikut tenang. Sapuan cat yang rata di sepanjang dinding tanpa bau menyengat yang mengganggu indra penciuman, itu ya karena kualitas cat yang baik dari Jotun. Kadang terpikir sih untuk mengganti warna cat dengan warna yang lebih sesuai dengan keinginan. 
Kuning muda mungkin bisa bikin suasana hati lebih ceria, energik dan bahagia. Tapi konon, orang cenderung kehilangan kesabaran ketika berada dalam ruangan berwarna kuning. Selain itu, warna kuning juga cenderung menyebabkan mata lelah. Hmm... kalau begitu, biru pastel bisa jadi opsi berikutnya. Biru bisa memberi kesan teduh, santai, dan menenangkan. Konon, warna biru juga dapat meningkatkan produktivitas. Bisa nulis banyak cerpen dong di ruang depan situ. Tinggal pilih, varian Jotun sheen atau matt untuk ruang tamu. Tampaknya harus konsultasi lagi sama yang lebih ahli. Ah, kalau begitu, saya mau cari inspirasi dulu, ngadem dulu yaa di ruang depan. ;)

Monday, June 09, 2014

Optimasi Ruang di Rumah Kecilku

Pengalaman tinggal di Jepang meninggalkan kesan yang mendalam. Minimnya ruang di rumah atau apartemen di sana disiasati dengan sangat cerdas oleh orang Jepang. Ragam perabot maupun pernik dirancang sedemikian rupa sehingga fit di rumah-rumah mungil mereka. 
Sementara itu, sebuah tautan di media sosial menyebar dengan cepat, tentang ide sepasang suami istri yang merancang konsep hunian nyaman dalam rancangan yang teramat imut tapi fungsional, efektif dan efisien. Terinspirasi dari itu pula, saya berusaha menerapkannya sedikit demi sedikit dalam hunian mungil saya.
Ketika pindah dari rumah keluarga dengan 6 kamar ke rumah mungil dengan 2 kamar saja, whoaa... ‘masalah’ muncul. Bagaimana memindahkan barang kebutuhan yang terkumpul selama bertahun-tahun di rumah keluarga itu ke rumah sendiri? 
Tak terpikir untuk membeli perabot baru, tapi memang harus mengupayakan untuk memanfaatkan apa yang ada dengan seoptimal mungkin. Konsep stacking yang memanfaatkan setiap ruang seoptimal mungkin, sangat aplikatif untuk rumah mungil.
Beberapa kotak berbagai ukuran dimanfaatkan sebagai storage. Susunannya bisa dibongkar-pasang sesuai keinginan atau kebutuhan. Dua di antaranya dimanfaatkan sebagai tempat duduk dengan bagian bawahnya dimanfaatkan sebagai rak buku. Dengan rak buku terbuka dan begitu dekat dengan jangkauan, semoga buku-buku itu bisa segera khatam dibaca.

Sebuah meja makan pemberian kakak sangat bermanfaat di rumah mungil saya. Meja ini berkonsep folded table dengan storage yang bisa menampung cukup banyak barang. Sebagian koleksi mug saya, piring besar peninggalan ibu, hingga beberapa peralatan masak berupa sendok-garpu-sumpit dan sebagainya bisa masuk di sisi depan. Sedangkan beberapa botol bisa masuk dari sisi belakang yang saat ini kebetulan diposisikan menghadap dinding. Sayap kanan dan kiri bisa dilipat sehingga sangat menghemat tempat saat sedang tidak difungsikan. Tapi saat ada jamuan, tentu daun meja bisa dibuka sehingga bisa memuat berbagai hidangan. 
Area dapur merupakan area yang berhubungan langsung dengan ‘dunia luar’. Cahaya pagi menerobos dari sebelah kiri. Di tempat ini, optimasi tak kalah penting, supaya tak sering bolak balik ke sana ke mari untuk efektivitas dan efisiensi kerja. Bagian bawah sink bisa dimanfaatkan sebagai penyimpanan barang yang cukup besar tapi relatif sering digunakan. Ada oven, ceret, rice cooker, hingga tabung gas di situ. Masih muat untuk wadah beras dan wadah lainnya. 
Di pinggiran bak cuci piring, bisa ditambahkan kait dan gantungan lap. Sementara di bagian meja, aplikasikan konsep rak susun untuk wadah bumbu dan bahan masakan. Kait tambahan dipasang di sepanjang dinding depan bak cuci, supaya mudah menggantungkan kembali peralatan yang baru dicuci. Di ujung kiri, bisa dipasang kotak tissue terbalik yang disisipkan di bagian dalam tepian lemari dapur. Semua benda berada dalam jangkauan. Dapur jadi tempat yang nyaman. Hmm... alamat bisa berlama-lama nih di bagian belakang rumah ini. Yuk ah, mari kita pindah ke ruang makan lagi. Meja makan dianggurin tuh... ;)

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.