Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, May 03, 2015

Senandung Bunga Pukul Delapan

Suwe ora nggambar. Goresan tanganku kembali kaku. Menggambar kembali bunga yang tumbuh dan mekar di taman bunga bunda. Menambahkan puisi atau cerita setelahnya. Ada keasyikan tersendiri, tentunya. Setelah pekan lalu sudah kubuat satu, coba menggambar pisang-pisangan pakai soft pastel. Tapi gambarnya belum tuntas, masih perlu penyempurnaan dalam tahap finishingnya. Belum tahu mau dibagaimanakan, karena mental agak down nih, ketika tahu salah teknik ketika menggunakan soft pastel :( 
Pekan ini menggambar lagi. Kali ini pakai pensil warna yang kubongkar dari tempat persembunyiannya pasca pindahan setahun lalu. Bunga pukul delapan yang kubuat lebih sederhana dari foto aslinya. Puisi pelengkapnya kuposting di blog langlangbahasa setelah diedit sedikit via apps muzy. Termasuk gambar yang satu ini. 

Tuesday, July 12, 2011

Tetesan Warna

Satu dua tetes saja. Sekedar menumpahkan isi hati yang pepat, membuang galau. Berbagi cerita. Lega rasanya...
Satu dua tetes saja. Bening hati beriak warna. 
Gelombang membias gambaran abstrak.
Cantik, sebetulnya. Tak berbahaya.
Tapi bening tak lagi kembali.

Sunday, May 10, 2009

Cerita Anggrek

Sampel dari taman bunga ibuku. Dari satu jenis Anggrek yang sama, dengan varian bunga berbeda warna, beserta puisi (asal-asalan) yang mengiringinya.

Engkau Tak Sendiri
Sambut pagi sepenuh hati
bulir embun perlahan menguap
tinggalkan engkau sendiri
menyongsong mentari siang
tak gentar
karena tahu engkau berkawan
pahit pedih bersama kita rasakan

Cerah Hati
Di bawah garang mentari
warnamu cerahkan hari
gagah sambut surya sang pemberi
cahaya bagi hati
amboi…
adakah hatiku secerah ini
sepanjang hari
aku malu sendiri
karena kadang lebih peduli
pada pedih dan peri

Karya Cipta Sang Kuasa
Bunga serupa, serumpun keluarga
berbeda warna sama rupa
indah…
tak bisa dikata
karya cipta Sang Kuasa

Wednesday, July 09, 2008

Sebuah Kartupos

Seorang kawan baik mengirimiku kartupos, langsung dari Jepang. Isinya sebuah puisi cantik, sebagai renungan untukku.

Terjemahan bebasnya kurang-lebih seperti ini:

Aku, Burung kecil dan Sang Punai

Walau kurentangkan seluas tanganku,
tak kan bisa aku terbang ke langit
burung kecil pun tak dapat menyamaiku,
jejak kaki ke bumi tak bisa kencang berlari.
Walau kutegakkan badanku segenap jiwa,
suara indah tak jua dapat kunyanyikan.
burung punai pun tak dapat menyamaiku
banyak lagu tak dia tahu.
punai, burung kecil, dan diriku,
semua berbeda, semua baik.

Saturday, December 22, 2007

Lestari


Cinta di mana… kan kucari ke ujung dunia
Kasih serupa kasih ibunda
Tulusnya, belainya, kan selalu sepanjang masa
Cinta di mana… kan kutanya nuraniku saja
Jawabnya tiada yang setara kasih bunda

Ibunda, lagu sederhana tercipta
dari hati tanda kasih ananda
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
lestari bagai kasihmu

Sorga di mana… kan kucari ke ujung usia
Takkan henti sampai kubersua
Nirwana bertahta di telapak kaki ibunda
Sorga di mana… kan kutanya nuraniku saja
Jawabnya berada dalam rela bakti nanda

Ibunda, maafkan diriku yang selalu
Menyusahkanmu hingga dewasa
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
lestari bagai kasihmu
(sebuah lagu gubahanku,
persembahan istimewa sebagai tanda kasih di hari ibu
)

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.