![]() |
| Aku dan Nenden, menghayati 'Lestari" |
Monday, December 27, 2010
Lestari on Stage ;)
Tuesday, July 20, 2010
Apa Kabar Lagu Anak Indonesia?

Tak kupungkiri, lagu ini bagus, dengan irama semangat menghentak, lirik lagu yang mudah, ditambah lagi dengan penyanyinya yang cakep, lagu dan penyanyinya memang pantas jadi idola anak-anak dan remaja. Tapi sedikit sedih juga sih… menyayangkan bahwa setelah Sherina dengan lagu-lagu cantiknya (hmm… siapa saja ya pencipta lagunya?), belum ada lagi lagu yang khusus dibuat untuk anak-anak, dengan lirik dan melodi yang bagus. Anak-anak saat ini lebih asyik menyanyikan lagu-lagu untuk orang dewasa, dengan tema cinta segitiga, patah hati atau dendam membara. Aku jadi ikut dendam membara nih. Apa kabar lagu anak Indonesia? Aku jadi pengen juga nih bikin lagu untuk anak-anak. Sudah punya beberapa stok sih, nunggu yang berani memproduseri. Kalau penyanyi, pasti ada deh anak-anak yang mau jadi penyanyinya. Beberapa muridku juga cukup potensial untuk nyanyiin lagu-laguku. Tapi yang jadi sponsornya, hm… ada yang berminat? Boleh dong kontak aku. Japri aja deh... ;)
Friday, January 01, 2010
Kumulai Tapaki Hari di Tahun Ini
Kumulai hari dengan basmalahBerharap berkah dari Sang Pemurah
Kumulai langkah dengan basmalah
Semoga Dia rela, beri ku mudah
Serahkan urusanmu, pasrahkan masalahmu
Pada Tuhan Yang Kuasa agar tenang hatimu
Kuakhiri hari dengan hamdalah
Semoga esok lebih indah
Monday, August 10, 2009
Curhat Jelang Ramadhan
Sebentar lagi Ramadhan, bulan yang agung, datang menghampiri aku yang rasanya masih belum melakukan persiapan yang matang untuk menyambut bulan mulia itu. Rabbi... Sampaikanlah aku kepada Ramadhan. Izinkan aku untuk mengisi hari-hari di bulan itu dengan amalan terbaik, yang akan mengantarkan aku menuju ridho-Mu.Renungan Ramadhan
karya Diah Utami
Waktu sahur berlalu, diwarnai kantukku
Siang terasa panjang menunggu adzan
Nyaris tak bermakan puasa
Saat tarawih berlalu, ditemani kantukku
Kubaca Quran selintas tanpa I’tikaf
Idul Fitri yang kunanti
Ampunilah aku, wahai Tuhanku
Ramadhan berlalu, sekedar berlalu
Akankah Kauberi waktu untukku
Nikmati kembali, maknai Ramadhan di tahun depan
Saturday, July 25, 2009
Kisah Milad ke-3 SK (Bagian 1)
Sabtu siang menjelang sore, rencana keberangkatan tertunda-tunda (kebiasaan burukku). Akhirnya setelah shalat ashar di sekolah, kunaiki Katana-ku menuju Padepokan Karang Tumaritis, tempat diselenggarakannya acara Milad ke-3 eSKa ini. Lembang, aku datang....
Separuh jalan ke sana, ah... bukan separuh, tinggal sepertiga jalan menuju lokasi, Nova nelfon, mengabari berita kecelakaannya bu Indri, kepala sekolah kami. Katanya, motor yang ditumpanginya jelas rusak, laptop yang dibawanya rusak berat. Lha, kondisi bu Indri, gimana...??? Galau aku memegang handphone. Kuingatkan diri sendiri, harus konsentrasi berkendaraan. Jalan Raya Lembang yang berkelok-kelok, dengan badan dan bahu jalan yang tidak sejajar membuatku harus ekstra hati-hati mengendarai mobil kecilku itu. Alhamdulillah, arus lalu lintas ke atas menuju Lembang relatif lancar, walaupun aku sempat sedikit nyasar juga hingga menemukan lokasi yang dituju.
Nova nelfon lagi. Kali ini aku benar-benar menepikan kendaraanku sebelum berkonsentrasi pada apa yang dikatakannya. Oke... oke. Pesan diterima. Kulanjutkan perjalanan hingga ke lokasi. Sampai di sana, sudah hampir maghrib. Sahabat-sahabat eSKa sedang dalam sesi perkenalan, sementara aku masih sibuk kirim-kirim sms, mengabari beberapa teman lain untuk koordinasi.
Bergabung di lingkaran, aku disapa dengan ramah, hingga aku merasa diterima sebagai bagian dari mereka, walaupun aku belum kenal siapapun sebetulnya. Ada sih satu-dua yang sudah 'kenal', via e-mail dan sms, tapi kan belum kenal secara pribadi. Jadi sedikit minder ketika melihat keakraban yang terjalin di antara mereka. Break shalat maghrib, aku dengan tidak tahu malu meminta teman-teman untuk mendoakan bu Indri. Iya... belum kenalan, gitu, aku minta doa begitu saja. Tapi bukankah sesama muslim itu bersaudara? Boleh dong sesama saudara salingmendoakan ;) Setelah itu, bubarlah kami untuk sementara. Aku menuju kamar yang akan kutempati bersama 6 orang lainnya.
Kamar no. R-8 terletak hampir paling ujung dari rangkaian sekian kamar yang ditempati peserta milad eSKa ke-3 ini, berada agak di puncak setelah menaiki tangga yang sedikit berkelok. Kami shalat maghrib dan menyegarkan diri. Air di kamar mandi ternyata tidak sedingin yang kuperkirakan. Setelah mandi, badan malah terasa lebih hangat. Tya dan aku berbincang seru. Ternyata banyak kesamaan minat dan kepentingan (iyakah?) di antara kami. Sebuah 'kebetulan' yang manis. Tapi perbincangan itu tak bisa berpanjang-panjang, karena setelah itu kami harus segera turun untuk makan malam. Nasi rawon yang nikmat. Alhamdulillah.
Rangkaian acara perkenalan dilanjut lagi, diselingi dengan pembacaan hasil lomba menulis "Ngaku eSKa". Mbak Wiwiek dan Mbak Endah sebagai juara 1 & 2 bergiliran membacakan tulisan mereka. Namaku dipanggil pula sebagai salah satu pemenang favorit, people's choise award. Jiee... Nggak nyangka, karena rasanya milis sepi-sepi saja tuh dengan "polling" tentang tulisan terpilih itu. Tapi senang, tentu saja, karena si anak baru di eSKa ini ternyata bisa eksis juga. Aku dapat hadiah bantal cantik dari sponsor, MP Toys. Terima kasih...Setelah itu, Novi dan mbak Anty unjuk gigi, memainkan drama singkat tentang "Emak", diiringi gesekan biola mbak Nia, ditemani Tya yang memegangi lilin. Dilanjut dengan pembacaan puisi bertema Ibu oleh Novi. Sesi perkenalan masih berlanjut. Kang Hadian sang ketua SK divisi Bandung, baru datang setelah menemani sang istri yang baru saja melahirkan anak ke-2 mereka. Mas Andri yang jauh-jauh datang dari Jogja, ternyata dapat tiket tanpa tempat duduk di kereta, sehingga nyaris sepanjang perjalanan, dia berdiri. Pegal, pastinya. Sebegitunya ya, perjuangan untuk ikut bergabung di acara milad eSKa ini.
Berikutnya adalah drama interaktif serupa Opera van Java di salah satu televisi swasta. Pemerannya diambil dari peserta milad, tanpa bisa menawar apalagi menolak. Maka terjadilah lakon Manohara yang dimainkan oleh Kang Hadian, didampingi ibu dan ayah yang diperankan oleh bunda Icha dan mbak Wiwiek. Sementara sang pangeran diperankan oleh Budi, dengan mbak Anty (kalo nggak salah) dan mbak April sebagai ibu dan ayahnya. Plus beberapa sahabat eSKa lainnya sebagai pemeran pendukung. Aku sempat berpikir, kenapa mereka tidak bertukar peran saja, agar terlihat "lebih pantas". Ya, misalnya Manohara dimainkan oleh seorang wanita, juga peran ayah-ayah itu agar diperankan oleh lelaki, dan sebagainya.
Penonton boleh berkomentar apapun mengenai 'tayangan' Opera van eSKa' ini, tapi drama bergulir dengan arahan kang Dani, sang sutradara yang tegas, yang tidak membiarkan para pemain berimprovisasi semaunya. Cukup menghibur. Di akhir 'tayangan', sebuah hikmah diungkap. Drama tadi layaknya kehidupan itu sendiri. Setiap pelakon tak bisa memilih perannya, hanya boleh berperan sebaik mungkin dalam drama kehidupan, dengan arahan Sang Maha Sutradara. Ya, begitulah kita...
Malam ditutup dengan renungan. Aku ngantuk... jadi, kisah milad eSKa ke-3, dilanjut lagi nanti-nanti ya... ;)
Thursday, October 23, 2008
Bunga Anggrek
by Ike Sato/Ismail Marzuki
Bunga Anggrek mulai timbul
aku ingat padamu
waktu kita berkumpul
kau duduk di sampingku
Engkau cinta kepadaku
bulan menjadi saksi
dan engkau telah berjanji
sehidup dan semati
Kini kau cari yang lain
ingkar dengan janjimu
sudah ada gantinya
kau lupa kepadaku
Oh sungguh malang nasibku
kini kau telah jauh
engkau mengingkari janji
kau pergi tak kembali
Monday, July 14, 2008
LCLLM 2008
Iklan pertama di Republika kubaca tentang rencana akan adanya lomba cipta lagu muslim tahun ini, serupa dengan yang sudah terselenggara tahun lalu. Kusiapkan beberapa lagu lama yang akan kusertakan di ajang lomba tahun ini. Pengumuman lomba muncul di Republika pertengahan Juni lalu, dengan deadline tanggal 4 Juli. Wah… hanya diberi 2 minggu-an untuk menyiapkan materi lagu dan mengirimkannya ke panitia? Hm… okelah. Di tengah kesibukan menyiapkan hari pertama sekolah di tempat kerja, aku menyiapkan rekaman laguku dengan kualitas miniiim sekali. Nggak sempat bikin rekaman yang bagus, serius, di studio rekaman khusus, misalnya. Aku bahkan berencana untuk mengirimkannya lewat telefon, dengan nomor esia yang -niat banget deh…- aku beli khusus untuk lomba ini. Pinjam handphone-nya Nova, aku coba mengirimkan materi lomba via telefon, ternyata tak berhasil. Serasa buang uang percuma. Akhirnya nomor itu kuberikan pada Nova dengan sisa pulsa nggak seberapa.
Aku coba juga mengirimkan materi lagu via e-mail, sesuai dengan persyaratan yang diberikan panitia. Ternyata, pengiriman via e-mail HANYA untuk lomba lirik lagu muslim. Ha…! Mau tak mau, aku harus mengirimkannya via pos. Untungnya, saat deadline (kurasa sudah) lewat, ternyata batas waktu pengiriman materi lagu diperpanjang sampai tanggal 12. Yes!!! Masih ada waktu nih untuk berjuang. Maka aku usahakan untuk membuat kompilasi lagu dan memasukkan datanya ke CD. Maksa deh, sampai ‘masuk dapur rekaman’ di ruangan baru PDIS di lantai bawah sekolahku, ruang berkaca yang kelihatannya sih kedap suara. Malu dan ragu merekam suaraku sendiri ke gadget MP3 serbaguna yang kupunya. Malu, soalnya ketika hasil rekaman suaraku kudengarkan lagi, kok ya terasa beda dengan suara aslinya. Terdengar seperti suara anak-anak. Haha… Ragu, karena khawatir kepergok satpam yang sedang patroli. Mungkin dia pikir, ini ibu guru ngapain nyanyi sendiri, di saat sekolah sudah sepi? Hihi… Tapi akhirnya, aku sukses juga merekam suaraku, mentransfernya ke CD lalu mengirimkannya ke alamat panitia, tepat sebelum deadline.
Mudah-mudahan sampai ke panitia dalam kondisi baik, dan semoga juga para juri bisa mengapresiasi lagu-laguku dengan baik. 4 lagu yang kusertakan tahun ini: Hariku, Renungan Ramadhan, Masjidku, dan Terlena. Dari 4 lagu yang kukirimkan, mudah-mudahan ada yang lolos sampai ke final. Kalau jadi salah satu pemenangnya, wah… itu tentu lebih baik. ;)
Hari Minggu ini, kulihat pengumuman baru dari lomba itu. Menyatakan bahwa karya cipta peserta sudah masuk ke kotak surat panitia, dan tiba saatnya untuk penjurian. Wah… cepat kilat nih prosesnya. Tanggal 12 deadline ditutup, tanggal 14 masa penjurian, dan insya Allah tanggal 16 hasil penjurian akan diumumkan. Wah… jadi berdebar-debar nih. Karyaku akan masuk ke jajaran finalis atau nggak ya? Semoga....
Saturday, December 22, 2007
Lestari

Cinta di mana…
Kasih serupa kasih ibunda
Tulusnya, belainya, kan selalu sepanjang masa
Cinta di mana…
Jawabnya tiada yang setara kasih bunda
Ibunda, lagu sederhana tercipta
dari hati tanda kasih ananda
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
lestari bagai kasihmu
Sorga di mana…
Takkan henti sampai kubersua
Nirwana bertahta di telapak kaki ibunda
Sorga di mana…
Jawabnya berada dalam rela bakti nanda
Ibunda, maafkan diriku yang selalu
Menyusahkanmu hingga dewasa
Bunda, doa bahagia selalu bersamamu
lestari bagai kasihmu
persembahan istimewa sebagai tanda kasih di hari ibu)
-
Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang ja...
-
Lebaran baru saja usai. Seperti tradisi di keluargaku, ketupat ketan selalu terhidang di meja makan. Lauknya saja yang selalu berganti setia...
-
Kamis, 7 Mei 2026 siang, sekira pukul 14.30 (aku tak ingat persisnya) Mobil putih di depanku mendadak berhenti. Aku pun refleks menginjak pe...
