Showing posts with label radio. Show all posts
Showing posts with label radio. Show all posts

Thursday, June 04, 2009

Tiket Jakarta-Kuala Lumpur-Jakarta

Event ARTISTICS, Art to Win Some Tickets yang digelar radio Rase berakhir di Rabu malam kemarin. Aku dan 4 orang finalis lainnya 'nampang' di radio, dalam siaran live on-air. Wah... grogi-grogi-enggak sih. Setelah hari sebelumnya 'racing' di jalanan Bandung untuk mendapatkan pin Malaysia Air dan kembali ke studio Rase, hari ini kita diam di studio untuk bersaing ikut 3 sesi games dengan soal-soal yang sudah disiapkan tim Rase. Yoosssh, ganbaruzo!
Sesi pertama, tebak judul lagu. Ah... I'm not ready for this. Nyanyi sih hayu, tapi nebak judul lagu? Di awalnya memang sudah pesimis, aku nggak dapat satu poin pun di sesi ini. Sesi kedua, tebak lokasi di seputar Bandung. Wah, Rase Bandung-isme nih. Di sini aku optimis. Hasilnya, aku berhasil menebak 2 soal dari 3 yang ditawarkan, sebelum semua petunjuk disampaikan. Nah, aku cukup kenal Bandung kan...? ;) Sesi ketiga, tentang Malaysia Airlines. Alah... ieu mah teu ngapalkeun euy... :( Nggak belajar tentang ini. Pake kiat tebak-tebak dan feeling, aku bisa menebak beberapa soal dengan tepat. Hasilnya, aku langsung dinobatkan sebagai pemenang 2 tiket Jakarta-Kuala Lumpur-Jakarta.
Waduh... Aku mulai kalkulasi sendiri. Ketika 4 finalis lain akan pulang dengan membawa handphone sebagai souvenir, aku akan pulang dengan membawa janji untuk mendapatkan tiket pesawat. Off-air, kita bahas lagi opsi-opsi yang tersedia. Tiketnya 'open' sih, bisa dipakai kapan saja, tapi justru nggak bisa dipake pada saat peak season alias musim liburan nanti. Lha, kapan aku bisa pergi dong? Sekarang-sekarang kan sibuk nge-rekap nilai ujian dan tugas anak-anak, lalu persiapan learning journey 'ngasuh' anak-anak ke desa Cinangneng, lalu bikin rapot, lalu acara kelulusan kelas 6, libur sebentar (tapi tiketnya nggak boleh dipake di masa itu), lalu berjibaku lagi dengan kerjaan sekolah. Persiapan hari pertama sekolah, mbimbing murid baru, entah pula 'dikasih' kelas mana untuk kugawangi dengan siapa pula. Wah... pokoknya setelah kesibukan satu, segera disusul dengan kesibukan lainnya. Nggak akan sempat deh memanfaatkan tiket gratis itu.
Selain itu... terus terang aja nih... aku nggak punya cukup tabungan untuk jalan-jalan di negeri orang. Ada sponsor lain yang mau nanggung akomodasi? Hm... Emangnya makan ditanggung siapa? Tidur bakalan di mana? Oleh-oleh pasti ditagih sama siapa-siapa. Itu semua pake duit kan? Sementara yang gratis cuma tiketnya kan...? Jadi sebuah quiz off-air kembali diselenggarakan untuk mengundi kembali si tiket itu, yang alhamdulillah... dimenangkan oleh teh Esta, bukan diriku. Dan aku beruntung bisa membawa pulang satu set handphone Smart beserta kartu perdananya. Daripada nombok sepulang dari negeri orang, mendingan untung dapat dapat HP sekarang. Hehe... ;)
Selain itu, nggak mau rugi dong, kita foto-foto di studio Rase, bukti bahwa kita pernah di sana. Berfoto bareng para penyiar, di depan studio, di dalam studio, dan kebetulan Rase kedatangan tamu untuk acara Rase Cinta Indonesia Tampil, Lia-AFI yang sedang promo album barunya. Foto bareng juga deh bareng dia. Sukses ya...! Mudah-mudahan di kesempatan mendatang, kita bisa ketemu lagi (kalo bisa sih, buat dapetin hadiah lagi. Hihi... Ngarep banget deh judulnya ;)

Wednesday, June 03, 2009

RASE ARTISTICS

Iseng tapi ngarep, judulnya. Ikutan event "ARTISTICS" di Rase 102,3 FM. Pakai 'gaya' yang sedang trend di masa kini, peserta event harus punya account di FB dan berteman dengan Rase FM. Setelah itu tulis status dengan 'bau-bau' Rase dan nanti akan di-cek oleh tim Rase. Kondisi status yang unik akan jadi salah satu pertimbangan untuk lolos ke babak berikutnya sebagai finalis. Cek punya cek... kelihatannya animo peserta tidak terlalu tinggi, maka dibukalah pula jalur sms yang disambut baik pendengar Rase. Dari kedua jalur itu (FB dan sms), dijaringlah 10 nama sebagai peserta semifinal hari Selasa kemarin.
Hanya 9 orang yang berkesempatan hadir di Selasa malam tadi, jam 7 malam di studio Rase, jl. Setiabudi 19. Setelah berkumpul semua, tahu-tahu kami diberi tugas untuk menjajal sebagian wilayah Bandung, mencari kantor perwakilan Malaysia Air sebagai sponsor utama, mengambil pin di sana, lalu berpacu kembali ke stasiun radio Rase. 5 orang tercepat akan lolos sebagai finalis. Alamak...! Aku kan nggak begitu tahu Bandung juga. Tahunya cuma rute antar-tol aja, Bubat-Padalarang. Hehe.... Kebetulan, ada seorang semifinalis lain yang juga berjilbab, melenggang sendiri. Kuajak aja dia untuk ikut naik mobilku, dan pergi bareng mencari kantor Malaysia Air itu. Simbiosis mutualisma kan. Dia dapat tebengan gratis, aku dapat navigator ;)
Berputar-putar nyari itu kantor Malaysia Air, ternyata terletak di sudut sebuah ruko di ITC Kosambi, di jalan Baranangsiang, belakang Yogya Jl. Sunda. Malam-malam begitu, tempat itu terlihat creepy. Scary. Nggak berlama-lama, setelah kami mengambil pin, kami langsung berpacu lagi kembali ke Setiabudi untuk melapor. Alhamdulillah, aku termasuk salah satu dari 5 finalis. Nanti malam, kita berlaga lagi. Bismillah...
Blogged with the Flock Browser

Monday, December 22, 2008

Keep Our Bandung Beautiful Euy...!

Jargon ini dipakai radio Rase FM 102,3 Bandung, radio yang sesekali kudengarkan pada saat aku berangkat ke sekolah di pagi hari. Perjalanan sekitar satu jam yang kutempuh setiap hari seolah menjadi perjalanan ke masa lampau. Lagu-lagu yang diputar di pagi hari itu biasanya merupakan lagu-lagu yang familiar di telingaku semasa akumasih kuliah atau jaman mahasiswa dulu, belasan tahun lalu. Lama ya...?
Sejak SMA, aku sudah suka ndengerin radio Rase, karena isu-isunya 'hijau', ramah lingkungan. Makanya, jargon "Keep our Bandung beautiful, euy" ini sudah sangat akrab di telingaku. Begitu juga lagu2 yang diputar dari radio itu.
Nah... sore itu, aku bersama mbak Shita dan Erlin melintas jalur Pasteur. Di persimpangan selepas gerbang tol itu, mobilku tepat di belakang sebuah mobil carry yang terlihat penuh penumpang. Kami sedang asyik mengobrol ketika terlihat sebuah benda putih terlempar keluar dari jendela mobil depan. EH??? Aku membunyikan klakson. Sudah tekadku untuk membunyikan klakson setiap kali melihat ada yang membuang sampah sembarangan keluar dari mobil ke jalan. Kami melanjutkan perbincangan. Tak berapa lama kemudian, benda lainnya terlempar keluar lagi dari mobil di depan. Aku bunyikan klakson lagi, lalu kukeluarkan kamera dan memotret momen itu, mobil beserta beberapa sampah kecil di sebelahnya. Kecil sih... terasa tidak seberapa. Tapi bayangkan kalau 100 orang saja yang lewat perempatan Pasteur melakukan hal yang serupa, akan sebanyak apa sampah yang tercecer di jalan?
Merasakan kilatan lampu blitz, penumpang mobil itu menoleh ke arah kami. Mereka pikir, ngapain juga kali ya, motret-motret orang tak dikenal. Kuberi kode supaya mereka tidak membuang sampah sembarangan. Rupanya mereka makan jambu air. Biji dan sedikit sisanya, mereka buang dengan semena-mena ke luar jendela. Ngotorin Bandung aja. Padahal itu mobil bernomor polisi daerah Bandung juga lho. Nggak sayang banget sih sama kotanya sendiri. Hayu atuh... Keep our Bandung beautiful, euy...!
Blogged with the Flock Browser

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.