Beberapa waktu lalu aku lihat pemandangan 'unik' ini. Sepasang sepatu ada di samping sebuah mobil di parkiran Bale Pare, Kota Baru Parahyangan. Masuk mobil atau masuk masjid nih, kok mesti buka sandal segala... ;)
Belakangan, baru kutahu bahwa sandal itu bukan kepunyaan siapapun di dalam mobil itu. Petugas pembersih yang bertugas di sana malah sempat mempertanyakan apakah sandal itu milikku (karena mobilku parkir di sebelah kiri mobil itu). Hehe... bukan miliku juga. Aku pakai sepatu yang kukenakan terus. ;) Jadi? Sandal siapa tuh...?
Showing posts with label cerita harian. Show all posts
Showing posts with label cerita harian. Show all posts
Saturday, December 20, 2008
Friday, September 19, 2008
My "Twin" Sisters
Yang pertama, Reni Rokayah. Kita dekat, dan perawakan kita mirip sekali, terutama dari belakang, dan dilihat jarak jauh pula. Haha...! Pernah kejadian, dia berdiri di 'jembatan' penghubung gedung Irsyad dan halaman luar, dan teman-teman guru menyangka itu adalah aku. Ketika mereka menyadari bahwa aku ada di ruangan yang sama dengan mereka, maka tentu saja mereka perlu meng-konfirmasi ulang. Nah... Diah yang 'asli' ada di sini lho... ;)
Yang kedua, bu Sri Relawati. Dia konselor di sekolah kami. Katanya... wajah kami, pola pikir kami, perawakan kami, mirip satu sama lain. Aku sampai pernah disangka akan makan dua kali, karena anak-anak sudah melihat "aku" makan, dan aku datang 'lagi' ke ruang makan, mengambil piring, siap-siap untuk makan. Ketika seorang anak mengkonfirmasi, "Bu, bukannya ibu sudah makan?" tanyanya dengan heran. Kali dia pikir, si ibu nih kelaparan banget kali ya, mentang-mentang kurus, mau makan banyak berkali-kali. Hehe... Ketika bu Sri ternyata masih ada di seberang ruangan, kupastikan bahwa yang sudah makan tuh dia, bukan aku. Anak itu akhirnya percaya, walaupun kulihat masih ada aura "aneh tapi nyata" di mukanya. ;)Monday, August 11, 2008
Bunga Wijayakusuma
Malam tadi, aku nggak mau ketinggalan lagi. Kuingatkan diriku sendiri untuk mengambil foto dari setangkai bunga cantik yang hanya mekar di malam hari ini. Wijayakusuma.
Bunga ini merupakan varian mini dari bunga Wijayakusuma yang sudah dimiliki ibuku sebelumnya. Ukuran, tentu saja berbeda. Waktu mekarnya juga tak terduga. Jika Wijayakusuma besar mekar ketika kuncup bunganya sudah menggembung, maka Wijayakusuma mini tak mau menunggu sampai kuncupnya terlihat besar. Aku sudah 'kecolongan' di kesempatan lalu. Tahu-tahu menemukan bunga itu sudah mulai 'redup' di pagi hari ketika aku siap berangkat sekolah. Maka kali ini, aku tak mau ketinggalan lagi.
Jam 10 malam, aku mengecek halaman depan, dan kutemukan bunga ini sudah merekah indah. Belum mencapai puncaknya, namun sudah terlihat kecantikannya. Keharuman samar tercium ketika kudekatkan hidung ke rekahan bunga putih itu. Subhanallah...
Satu lagi keagungan Tuhan yang dapat kunikmati. Bunga pemalu ini seolah melambangkan kerendahan hati. Tak sombong karena rupa, dan hanya menunjukkan diri pada orang-orang yang menunjukkan ketertarikan padanya -tentu karena tahu apa yang dicari-. Belajarlah rendah hati dari bunga ini.
Teringat satu lagu lama yang dulu kerap kunyanyikan. Entah karya siapa. Tidak begitu familiar, memang, tapi kusukai lagunya karena kutahu ibuku punya sepohon bunga itu di halaman rumah.
Bunga ini merupakan varian mini dari bunga Wijayakusuma yang sudah dimiliki ibuku sebelumnya. Ukuran, tentu saja berbeda. Waktu mekarnya juga tak terduga. Jika Wijayakusuma besar mekar ketika kuncup bunganya sudah menggembung, maka Wijayakusuma mini tak mau menunggu sampai kuncupnya terlihat besar. Aku sudah 'kecolongan' di kesempatan lalu. Tahu-tahu menemukan bunga itu sudah mulai 'redup' di pagi hari ketika aku siap berangkat sekolah. Maka kali ini, aku tak mau ketinggalan lagi.
Jam 10 malam, aku mengecek halaman depan, dan kutemukan bunga ini sudah merekah indah. Belum mencapai puncaknya, namun sudah terlihat kecantikannya. Keharuman samar tercium ketika kudekatkan hidung ke rekahan bunga putih itu. Subhanallah...
Satu lagi keagungan Tuhan yang dapat kunikmati. Bunga pemalu ini seolah melambangkan kerendahan hati. Tak sombong karena rupa, dan hanya menunjukkan diri pada orang-orang yang menunjukkan ketertarikan padanya -tentu karena tahu apa yang dicari-. Belajarlah rendah hati dari bunga ini.
Teringat satu lagu lama yang dulu kerap kunyanyikan. Entah karya siapa. Tidak begitu familiar, memang, tapi kusukai lagunya karena kutahu ibuku punya sepohon bunga itu di halaman rumah.
Friday, June 27, 2008
Ke Depok Besok
Ada event yang akan kuikuti di Depok besok. Insya Allah Sabtu ini akan ada di Depok seharian. Senang sekali akan bertemu kakak dan kedua keponakanku di sana. Jika bisa bertemu teman-teman lainnya di Depok, tentu akan lebih menyenangkan. :) Kapan ya kita ketemuan... ?
Friday, June 20, 2008
Wisata Waterboom
Hari Senin lalu, diajakkin jadi pendamping murid di acara wisata yang dikoordinir oleh para orang tua murid. Asyik dong... Beberapa murid memang ikut tanpa didampingi orang tua mereka. Acara berenang di Waterboom tentu perlu 'extra mata' karena keselamatan mereka jadi prioritas kita.Berangkat sekitar jam setengah delapan pagi, 2 bus besar dan satu bus kecil membawa rombongan keluarga besar AIS ke Jakarta.
Nonton Hantu Ambulans sepotong (yaiks. Sebetulnya aku betul-betul nggak suka. Tapi operatornya ada di depan, sedangkan aku ada di bagian belakang bus). Anak-anak sih suka biarpun ada aja yang sembunyi-sembunyi melirik layar. Namun gelombang protes rupanya cukup deras menerpa operator, hingga akhirnya mereka mengganti DVD dengan film animasi Kungfu Panda. Uh... seru!!! Cuma sekitar 20 menit-an nonton di perjalanan pergi, disambung dalam perjalanan pulang sampai tamat. Asyik. :)Sampai Bandung lagi jam setengah 9 malam, sungguh perjalanan yang patut dikenang. Beneran, perjalanannya yang patut dikenang, karena justru di situlah kita makin akrab dengan para orang tua murid, sedangkan ketika di Waterboom, kita juga sibuk juga mengkoordinir anak2 untuk menunggu giliran naik menara untuk ikutan flying fox (hey hey... aku ikutan juga lho. ;)), atau mengawasi anak2 bolak-balik main luncuran spiral dan akhirnya membujuk mereka untuk menyudahi permainan air yang menyenangkan itu. Hm... sebetulnya asyik juga sih, main air. Kali ini aku nggak ikut nyebur. Mungkin lain kali. ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang ja...
-
Mengenang saat jalan-jalan di Osaka kouen Lihat dinamika timeline teman-teman di medsos, terlihat ramai dengan aktivitas jalan-jalan sa...
-
Kamis, 7 Mei 2026 siang, sekira pukul 14.30 (aku tak ingat persisnya) Mobil putih di depanku mendadak berhenti. Aku pun refleks menginjak pe...
