Friday, March 10, 2006

Lafadz Allah in the sky


Subhanallah...
This is a picture taken by a friend of mine in Japan last November. Lafadz Allah in Japan's sky? What kind of sign is it?
Several days ago, I found an Allah shaped cloud too in Bandung area, Indonesian sky. Unfortunatelly, I was not fast enough to get my camera. The strong wind easily 'wiped' the image out of the sky. But still, subhanallah... someday I'll post the image in this blog too. For now, enjoy the picture, and be amazed by it.

Monday, March 06, 2006

Kebakaran...!

Sabtu sekitar dua pekan lalu. Aku masih sakit flu dan sedikit batuk plus demam, dan sedang menikmati masa santaiku di rumah, di sofa depan TV yang cosy. Pagi itu kucium bau tak biasa, sesuatu yang panas, nyaris gosong. Bergegas aku bangkit dan mengecek ke dapur. Berlari. Di batas entry dapur, kulihat cahaya api memantul di pintu. Ketika kulihat di dapur, wajan berisi minya di atas kompor sudah menyala dengan api yang menjilat-jilat setinggi semeter-an. Astaghfirullah... Jantungku berdebar dua kali lebih cepat.
Kumatikan kenop gas, dan kucoba meniup api di wajan. Useless, tentu saja. Kuambil keset handuk yang tergeletak pasrah di lantai dapur, kucelup di ember berisi air cucian kemarin, lalu kulempar ke atas wajan. Maksudnya, memutuskan kontak dengan udara (oksigen) supaya api segera padam. Jebussh! Eh, wajan itu malah miring dan menumpahkan minyak yang masih menyala-nyala ke samping kompor. Whoaa...! Gimana kalau api menyambar selang gas, lalu bocor, dan AAA...HH! tak terbayangkan. Kuangkat keset handuk yang sekarang 'tercemar' minyak gosong, lalu membenahi posisi wajan di atas kompor.
Kuambil selembar keset handuk lainnya. Kucelup lagi ke dalam air, dan kali ini dengan perhitungan tepat, kulempar lagi dengan gaya seorang pembuat martabak telor (naon... ieu teh...?), dan kali ini "Jebussh" kedua, membuat api semakin mengecil, dan akhirnya mati. Alhamdulillah...
Jantungku masih berdetak kencang ketika ibu datang. Rupanya ibu mau menggoreng tempe, tapi merasa bahwa beliau perlu minyak lebih banyak. Maka beliau pun pergi ke warung untuk membeli minyak goreng, sementara itu beliau meninggalkan kompor dalam keadaan menyala (beliau lupa bahwa telah menyalakan kompor sebelum berangkat ke warung). Tapi bagaimanapun kondisinya, aku bersyukur bahwa tak ada kerusakan apapun di rumah, cuma nyariss aja. Allah masih melindungi kami semua hingga hari ini.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
Tak ada sedikitpun, bukan?

Friday, March 03, 2006

It's a small world after all

Membaca blog salah satu 'adikku', kubaca nama seorang teman. Mbak Iis, dia bilang begitu. Kemarin aku be-te berat, ngirim-ngirim SMS ke mana-mana, sampai akhirnya nelfon Iis di Jepang (sok kaya banget deh ya? Hehe...). Dia lagi flu berat. Aku sendiri masih flu ringan. Tanya kabar dan lain sebagainya, kutanya juga,"Kenal Lina? yang di Rikyou..." Eh, beneran lho, dia kenal banget! Nah!! Dunia kecil kan? Udah jauh-jauh ke Jepang, ternyata ketemunya dengan orang-orang yang 'seputaran' kita juga. Haha...
Iis tuh temen kos banget ketika di Kidang Pananjung dulu, setahun-an. Sempat ketemuan juga ketika di Jepang. Dia bahkan sempat bermalam di apartemenku, ngobrol banyak! Jadi kangen, Is... Genki de ne! Odaijini...!
Dan fakta bahwa Iis kenal Lina yang adik dari temanku Evi, Hiya...! Betul-betul membuatku tersadar, It's a small world after all. Hontouni, sekai wa semai da yo ne? ;)

Monday, February 27, 2006

Accidently Double Burger

Beberapa hari yang lalu, aku beli Paket Hemat Cheese Burger di McStop. Niatnya sih karena lagi sakit, mesti makan dulu sebelum minum obat. Jadi, bisa makan di jalan sambil nyetir dalam perjalanan pulang. Kalo udah di rumah, males aja mau makan. Setelah nerima pesanan, akupun segera berlalu. Agak jauh dari McD Dago, kubuka bungkusan Cheese burger pesananku. Eh, tapi... ada yang beda nih. Kali ini lebih tebel. Cek punya cek, ternyata daging burgernya ada dua!! Hey...! Ini rezeki atau makanan tak halal? Kumakan habis juga sih, walaupun agak nggak enak hati.
Besoknya aku datangin lagi counter McD Dago, lalu 'curhat' soal insiden double burger itu ke salah satu person in charge. Kata dia sih, ya... nikmati aja. Itu kesalahan stafnya, dan keuntungan buatku. Yah... aku sih cuma ingin 'legalisasi' atas makanan yang masuk ke perutku. Kalo nggak halal, bisa berabe dunia akhirat kan? Makanya... minimalisir deh.

Thursday, February 23, 2006

Mata ganbarimashou...!

Dengar berita dari kanan-kiri, tentu saja ada good news and bad news. About friends. Some achieved rapid progress, the other stagnant. Some move forward, the other take steps backwards. Looking my own reflection in the mirror, seeing myself. Tell me. How is my progress? Have I become a better person day by day?
Selama ini aku masih terlena with my slow achievement (if there's any. sigh) Ayo ah, mesti menyemangati diri lagi nih untuk lebih sigap dan gesit melakukan macem-macem. Yosh, mata ganbarimashou!

Tuesday, February 14, 2006

Valentine's day? What's that?

Today is valentine day. That's what (most) people aggreed about. I'm not celebrating it. I don't even feel the aura in the air. I just not 'smell' it. It's not that special, anyway. So, valentine's day? what's that? Haha...

Thursday, February 09, 2006

6th sense?

Kadangkala, ada semacam keyakinan mengenai sesuatu akan terjadi. Mulai dari hal yang sederhana... aja. Ketika telefon berdering, kuyakini untukku, dan... benar saja. Kadang-kadang kejadian.
Feeling hari Minggu lalu juga 'berasa' kok. Biarpun lihat penampilan peserta lain bagus-bagus, 'dipersenjatai' dengan beragam gambar ataupun alat bantu lain, tapi aku masih menyimpan harap (atau keyakinan?) bahwa aku akan membawa pulang sebuah gelar. Dan ternyata benar juga.
Dulu, ketika dapat beasiswa ke Jepang juga, ada feeling aja. Nyantai ngerjain tes, padahal lagi pilek waktu itu. Enjoy aja ngejalanin wawancara. Agak deg-degan waktu tes kesehatan, tapi alhamdulillah, ternyata dapat juga.
6th sense? Hm... kayaknya sih bukan. Mungkin sebetulnya inner feeling itu juga yang mendorong power kita untuk ber-aura positif, dan jadinya 'mempengaruhi' orang lain untuk merespon inner feeling itu secara positif juga. Maka, ayolah kita berpositif-ria! Mulai dari sekarang yuk!

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.