Wednesday, July 05, 2006

Dua Keponakanku

Panji dan Layla, dua keponakanku dari Trini, kakak ketigaku.
Panji naik ke kelas 3 tahun ini. Tanggal 1 dia dapat rapor, alhamdulillah nilainya mengalami peningkatan di semester ini. Tanggal 2 yang lalu dia ujian kenaikan tingkat untuk ekskul tae kwon do yang dia ikuti. Hari berikutnya dia disunat. Alhamdulillah, tabah katanya. Insya Allah tanggal 8 nanti syukuran alias 'hari besar'nya. Aku sendiri nggak bisa datang tanggal 3 yang lalu, karena 'asyik' menyelesaikan penulisan rapor anak-anak di sekolah.
Dikelilingi orang-orang yang sayang sama kakak. Bunda, adek, eyang, teh Ia, teh Yuyun, dan pasti ayah yangmotret. Jangan lupakan (roti) buaya dan Simba, tuh... nongkrong di bawah perutnya kakak. Semoga jadi anak shalih ya kak, rajin, pinter, patuh pada orangtua, dan taat pula pada agama.
Dek Layla. Dia pengennya naik kelas ke TK B. Umurnya baru 4 tahun sih, tapi rajinnya top banget deh (biarpun akhir-akhir ini manjanya juga makin menjadi-jadi). Rajin ngerjain Pe-eR dari sekolah, bahkan sempat-sempatnya mbikin Pe-eR sendiri karena mungkin bu guru lupa. Hehe... Mulai bisa mbaca dan nulis dikit-dikit. Menghitung angka juga sudah nggak perlu diurut lagi. Ikut nari di pesta perpisahan sekolahnya, dia bisa membawa diri. Kabarnya, dia juga sudah bisa naik sepeda roda dua. Semoga Layla juga cepat besar, tambah pintar, makin sabar, dan ... apa lagi ya? Pokoknya semua yang baik-baik deh! Oya, katanya dia dengan tulus ikhlas memberikan sisa uang terakhir yang ada di dompetnya kepada kakak yang sedang jadi 'pengumpul angpau'. (Katanya ada barang yang sudah dia incar, mudah-mudahan terbeli dari 'pendapatannya' kelak. Haha...) Nah, pemberian Layla, biarpun 'cuma' seribu rupiah, tapi nilai ketulusannya nggak bisa disetarakan dengan uang dong... Semoga Layla bisa selalu ikhlas. (tantenya juga dong...)

Wednesday, June 28, 2006

Menjelang Akhir Tahun Pelajaran...

Tinggal beberapa hari lagi di kelas 4C dengan anak-anak yang kadang bandel, kadang lucu, kadang nggemesin, kadang baik hati dan shalih-shalihat pelipur lara cahaya mata. Ah... kadangnya itu lho.
Hari ini sibuk sekali menyelesaikan segala agenda kegiatan. Mulai dari ngetes hafalan surat dan doa anak-anak ('sialnya', tinggal sisa anak-anak yang pemalesan, pelupa, dan lebih parah lagi, nggak suka menghafal! Untung dibantu bu Rahma. Terima kasih ya... :))
Lanjut dengan agenda gladi kotor untuk acara pelepasan kelas 6 nanti. Sebetulnya aku nggak suka, soalnya waktu untuk nunggu giliran tampil mestinya bisa dimanfaatkan untuk mengoreksi hasil ulangan, mendata nilai anak, merekap bahkan menulis laporan narasi! But anyway... aku ikutan juga, dan tampil dengan 'ala kadarnya' (mestinya sih bareng anak-anak kelas 6, tapi kali ini gurunya aja yang bisa tampil), mbawain 2 lagu baru karanganku plus satu lagu dari Ada Band (Yang Terbaik Untukmu) dengan iringan minus one dan iringan biola Amira. Seru. Sambutan anak-anak yang nonton meriah sekali, tapi jelas mereka 'terpaksa' menyimak, soalnya lagunya belum familiar buat mereka, kecuali yang dari Ada Band. Hehe...
Dilanjut lagi dengan menyelesaikan administrasi kelas (buku penghubung, membalas beberapa komentar dan pertanyaan, mendata rapor yang belum masuk, mendistribusikan surat dan undangan acara tasyakur, dsb dsb).
Sempat minta bantuan beberapa anak yang dengan sukarela membantu mengoreksi hasil ulangan akhir semester (pilihan gandanya aja..., tapi cukup terbantu. Terima kasih ya...) Mestinya sih dilanjut dengan menyusun naskah naratif untuk pentas nanti, lalu mbenahin data nilai siswa, dsb dsb, but... just not enough time to do all those activities. Sempat 'latihan' lagu YTB-Ada Band bareng Ocha sebentaran, lalu nyelesaiin ngoreksi nilai anak 4B. And that's it! Aku pulang. Tepatnya sih pergi ke warnet. Ini sih jadwal yang selalu kuluangkan. Hehe...
Nah, udah ah. Mesti pulang nih, sudah cukup 'larut' di sini.

Monday, June 26, 2006

The Big Three. Is it real?

Dapat kabar tentang lomba guru tingkat kota Bandung yang kuikuti beberapa waktu lalu. Katanya guru-guru yang sekolahnya didatangi penilik, itu adalah guru yang masuk kategori 3 besar. Berarti, aku masuk 3 besar dong? Alhamdulillah. Sebetulnya kemarin-kemarin sudah muncul 'ambisi' nih di hati. Kayaknya 'asyik' juga ya kalo bisa lolos jadi yang terbaik di tingkat kota dan maju terus ke tingkat provinsi. Duh... seberapa ketat dan seperti apa ya persaingan di tingkat provinsi? (Fair play-kah?) Sekarang ini cuma pengen tahu aja.
Tadi sore wakur akhirnya ngajakin aku bicara (dan akhirnya kepsek ikutan juga), tentang hal-hal yang terjadi di sesi wawancara hari Jumat lalu. Nggak banyak juga sih yang digali. Tapi yang jelas, titik lemahku adalah di bagian administratif. Ini mesti dibenahi nih! Kalo soal kelemahan di bidang kedisiplinan hadir di sekolah, kepsek menjawab diplomatis dan politis, cenah. Haha...! Tapi ini juga mesti dibenahi nih!

Friday, June 23, 2006

Deg-degan...

Hari ini penilik atau pengawas dari Dinas Kecamatan datang berkunjung ke sekolah. Katanya mau melakukan penilaian (atau pengawasan?) lanjutan kepadaku. Jadi rada deg-degan juga nih. Sebelum-sebelumnya sih nggak tuh. Mungkin gara-gara diajak ngomong langsung sama kepsek (kemarin-kemarin sih kelihatannya beliau nggak perhatian tuh). Ternyata aku nggak dilibatkan dalam pembicaraan sama sekali. Mereka cuma bicara dengan pimpinan sekolah. Watashi no chansu wa dou kana...? Doki-doki suru ni shichatte...
Sorenya, latihan buat pentas di panggung tasyakur nanti. Anak-anak sih masih semangat. Guru-guru yang mau ikutan, bertambah lagi nih. Berubah plan lagi dari rencana semula. Wah... ternyata masih banyak rencana yang belum mateng. Jadi deg-degan lagi nih. Bisa sukses nggak ya nanti...? Mata doki-doki suru wa...
Bismillah aja deh, sesuai dengan rencana lagu pertama yang akan kita bawakan nanti.

Wednesday, June 21, 2006

Second Day

Hari kedua lomba guru. Hari ini sesi wawancara. Berdasarkan urutan, aku kebagian nomor 6. Ada 3 meja yang harus kudatangi satu persatu. Yang pertama, awalnya nggak terlalu teoritis, tapi ujung-ujungnya ya ... begitulah. Aku cuma berusaha memberi jawaban yang terdengar cerdas. Hehe... Meja kedua, interview in English with a beautiful lady. Seemed like no problem, it went smooth. Meja ketiga, membahas karya tulis yang kubuat.
Sempat juga bincang-bincang dengan guru-guru lain. Ternyata, aku satu-satunya guru dari sekolah swasta, dan satu-satunya juga guru yang bergelar S.Sn (sangat senang? Hehe... ;)) sementara yang lain sangat percaya diri alias S.Pd atau Dra (mungkin dari IKIP lulusan tahun kapaaaan gitu. hehe... )
Tahapan seleksi selesai, tinggal nunggu pengumuman yang nanti akan disampaikan ke dinas kecamatan masing-masing, entah kapan. Aku sih pasrah aja, tahu diri bahwa aku kalah pengalaman dibanding ibu-ibu dan bapak-bapak guru di sana. Lagi-lagi harapanku cuma satu, asal jangan nempatin posisi 3 terbawah aja dari 13 peserta, apalagi jadi juru kunci. Pokoknya jangan terlalu malu-maluin deh.

Monday, June 19, 2006

Big Day?

Saatnya berlaga di ajang lomba guru tingkat kota. Biarpun sok cuek, deg-degan juga nih. Rasanya persiapan belum mateng.
Big day? Nggak juga. Aku sih dibawa santai aja.
Hari pertama, jadwalnya tes tulis. Ada 6 orang guru TK dan 12 orang guru SD yang berada dalam satu ruangan. Banyak guru senior, so pasti. Tapi nih, ada.... aja yang saling ngasih tahu, dan sang pengawas belagak sok sibuk , nggak negur bahkan memberikan tatapan tajam sekalipun!
5 berkas soal dikerjakan marathon nyaris seharian. Besok, saatnya untuk tes wawancara. But that's other story. Get ready...

Friday, June 16, 2006

Kompetisi Antarguru, Let's Play Fair!

Pekan ini, anak-anak kelas 6 menjalani ujian akhir. Anak-anak kelas 1-5 nggak ke sekolah. Guru-guru bisa sedikit 'bernapas' nih. Hehe... Nggak begitu sibuk di sekolah. Bisa ngerjain banyak hal, mestinya.Ada kompetisi antarguru di hari Kamis. Lomba olahraga plus. Tadinya kau mau ikutan lomba congklak, tapi batal. Sempat sih ikut 'pemanasan',dan ternyata aku sudah nggak terampil nih. Hihi... I've lost my touch on congklak. I'm not fast enough. Then I better be quit before I lose. Hehe... Pengen juga sih ikutan tanding pingpong, tapi nggak sempat ikutan. Aku berniat pergi ke kampus ITB untuk ngurusin ijazah yang hilang. Tapi sebel aja, orang di kampus ternyata nggak kooperatif. Mungkin aku adalah pelapor kasus hilangnya ijazah yang pertama kali di FSRD, jadi si ibu petugas nggak tahu prosedurnya. Hh... males ah ngebahasnya.
Kembali ke acara di sekolah. Teman-teman lain berlomba congklak, basket, pingpong, dsb. Juara basket putri, tim kelas 2. Bu Dewi, Bu Yuyun, dan Bu Neneng yang ber-rok (!!!) ternyata jadi jawara!. Nggak nyangka. Mungkin karena aku nggak lihat aksi mereka cukup lama. Ketika kuambil moment ini, ini baru babak penyisihan. Tim kelas 2 lawan tim kelas 1 yang 'berseragam'. Three on three. Tapi biar nggak berseragam, yang penting kualitas permainan ya? Bravo! And salute for the good and fair game!Berikutnya, kompetisi mengajar yang dikasi judul Kompetisi PAIKEM. Tahun ini katanya lebih seru, tapi nggak banyak juga yang antusias. Nggak semua guru ikut ambil bagian, dan beberapa MGMP nggak ikut serta berkompetisi. Too bad. Ketika sebagian guru ngumpul di aula untuk (paling tidak) jadi pendengar dan pengamat, sebagian lainnya sibuk mempersiapkan diri atau timnya. Nyaris habis-habisan lho. Kebayang aja, kalo keseharian di sekolah, kok nggak bisa se'seru' ini ya persiapannya. Yah... mudah-mudahan semangatnya bisa menular dan berlanjut deh untuk diterapkan di pembelajaran sehari-hari. ;)

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.