Thursday, October 11, 2007

Lebaran, kapan?

Di Indonesia sini, masih… saja ada perbedaan pendapat tentang penetapan hari raya Idul Fitri. Hari Jumat? Atau hari Sabtu? Aku nggak tahu. Kalau ternyata memang jatuh hari Jumat, sementara masih banyak orang yang puasa, hayo… gimana, coba? Apa nggak jadi haram tuh? Bukannya kita nggak boleh puasa di hari Idul Fitri? Kalo betulan hari Sabtu, ya nggak masalah. Ah… pusing deh. Tapi yang jelas, jelang Syawal kali ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada semua, yang telah menang dalam Ramadhan tahun ini (Semoga kita pun termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kemenangan itu. Amiin)
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1428 H
Mohon maaf lahir & batin.
Semoga Allah melimpahkan rahmat, hidayah dan ampunan-Nya bagi kita semua, menerima segala amalan kita, dan menempatkan kita di garis awal kembali menuju pribadi yang fitri, agar dapat meniti hari kembali dalam perjuangan mendapatkan ridho Ilahi. Amiin.
Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal yaa Kariim.

Quote of the Day

I remember my mother's prayers and they have always followed me. They have clung to me all my life.
Abraham Lincoln

Wednesday, October 10, 2007

Baju Baru buat Ibu

Ke bengkel lagi… Urgent! Kali ini HARUS ganti oli. Wiper kiri juga karetnya sudah separuh lepas. Betul-betul mesti diganti. Karena karetnya lepas, besinya kadang menggores kaca, membuat ‘garis pelangi’ tipis di kaca depan. Not good. Padahal justru wiper itu yang dulu diganti. Menjelang musim hujan begini, wiper pasti akan sering dipake. Makanya, mesti menyiapkan yang bagus.
Nggak bisa beli sebelah, ternyata. Soalnya dulu aku sempat ganti sebelah. Ternyata, baru kuperhatikan kemudian, kanan-kiri jadi beda tampilan. Aneh juga. Kentara sekali kan? Di bagian depan, soalnya. Ada yang semodel, tapi ukurannya nggak sama. Yang ukurannya sama, modelnya berbeda. Karena yang original tidak tersedia, akhirnya aku pakai penggantinya, suku cadang asli Toyota. Sepasang sekalian. Tadinya mau beli body cover juga untuk Kijang-ku itu, tapi nggak ada stock-nya juga. Walah…! Padahal tadinya mobilku mau berdandan juga menghadapi lebaran ini. Hihi… ;)
Sempat pergi ke warnet dulu beberapa waktu, loading beberapa desain kartu lebaran dan menyempatkan chatting dengan beberapa rekanan. Pulang-pulang, hujan lagi… tapi menyempatkan juga mampir ke toko lain, mbeli baju baru buat ibu. Beliau agak ngambek rupanya. Dalam beberapa kesempatan, aku menyampaikan keberatan karena ibu beli baju baru lagi… beli baju baru lagi. Lemari ibu sudah penuh lho. Beliau lalu bilang, tahun ini akan jadi tahun pertamanya tanpa baju lebaran. Halah…! Aku juga rasanya sudah 3 tahun ini nggak pake ‘baju lebaran’ (soalnya baju baruku dibeli di pertengahan tahun, bukan di bulan Ramadhan. ;) Hehe…), tapi biasa-biasa ajalah. Baju baru bukan esensi Idul Fitri kan? Tapi… akhirnya kubelikan satu baju untuk ibu. Setelan hijau dengan lukisan bunga di atasnya. Cantik. Satu yang sedang trend sekarang ini (ibu kan pengikut mode… ehm!) dan kebetulan belum dia miliki. Mudah-mudahan beliau suka.
Pulang ke rumah, kuminta ibu mencoba baju baru itu. Ibu masih ngambek.Beliau kata, tak akan mati penasaran walaupun tak berbaju baru di hari raya. Hidoi ne...? Hh… semakin berumur, beliau memang jadi agak lebih sensi… Tapi dicobanya juga baju dengan warna kesukaannya itu. Alhamdulillah, cukup. Aku yakin, di hati ibu ada kebahagiaan kecil. Kubilang, ”Ibu nggak usah beli baju baru tahun ini, karena Diah yang akan belikan.” Maaf lahir batin ya bu… anakmu yang satu ini memang masih suka menyusahkan hati ibu.

Tuesday, October 09, 2007

Quote of the Day

When in doubt, mumble; when in trouble, delegate; when in charge, ponder.
James H. Boren

Hujan di Penghujung Ramadhan

Sudah dua hari ini hujan mengguyur Bandung, menjadikan kota ini sedikit sejuk. Mengangkat panas dan meresapkan debu yang kerap menabur sesak di dalam rumah. Akhir Ramadhan kali ini, semoga kesejukan mengiringi, menyambut Idul Fitri nanti.
Beberapa hari ini, hujan juga turun di dalam hati. Bukan hujan lagi, tapi badai melanda, membuatku berdarah-darah. Sakitt. Sebuah masalah besar kembali tampak di depan mata. Seperti Ramadhan tahun lalu, masalah ini membawaku kembali ke hadapan Allah (tuh ya… kalau lagi ada masalah, Allah didekati, di-curhat-i. Malu juga, tapi… kepada siapa lagi aku menyembah, dan kepada siapa lagi aku memohon pertolongan, jika tidak kepada-Nya?). Kuadukan masalahku kepada-Nya saja, dalam sujud panjang di penghujung malam sunyi. Ah… tak ada malam sunyi di bulan Ramadhan ini. Baru sebentar saja khusyuk ‘berbincang’ dengannya, segera juga kesibukan di dapur membuatku menyusut mata. Tak kuingin orang rumah tahu. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Entah kapan akan kubuka rahasia besar ini, yang jelas tak bisa kusimpan sendiri. Bisa mati berdiri.
Tahun ini, tak ada lagi teh Dewi, tempatku berbagi cerita. Mungkin dari alam sana dia hanya memandangku iba. Terjadi lagi padamu, Dee? Semoga engkau kuat menjalani. Amiin. Ingin kumintakan doa pada semua orang, tapi tak mungkin tanpa mengungkap permasalahannya. Maka ya Allah… hanya kepada-Mu sajalah hamba berserah diri. Berikan keputusan terbaik-Mu untukku, dan jadikan hatiku meridhainya, serta ringankan langkahku menjalaninya. Amiin.

Saturday, October 06, 2007

Monday, October 01, 2007

Pertemuan yang Fana

Lihat foto ‘lama’ ini, membuatku teringat bahwa pertemuan itu sungguh fana. Dari kelima orang di foto ini, sekarang sudah tak ada lagi yang bareng di satu tempat. Teh Dewi, mudah-mudahan tenang berada di sisi-Nya. Bu Umi sudah jadi PNS di P3GT Dr.Cipto. Sementara aku sudah pindah ke Al Irsyad Padalarang sejak Mei lalu. Menyusulku keluar dari Salman, Westri menggantikan posisi yang sempat ditawarkan padaku ke Aceh mulai Juli 2007 ini. Yang masih tertinggal di Salman cuma Tika aja. Itupun entah sampai kapan ya? Kita sih masih bisa ketemuan, 'reunian', di berbagai kesempatan. Buka bersama kek, atau browsing bareng di Potluck CafĂ©, tapi Westri? Ya… paling kita kirim e-mail bareng ke dia. Kapan-kapan kita ketemu lagi ya.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.