Hari Minggu lalu aku jadi juga ikutan Story Telling Competition di Pameran Buku Bandung di Landmark Convention Center. Persiapanku… selain menghafal garis besar cerita yang akan kukembangkan di atas panggung (dan aku nggak pernah sukses latihan serius), sesaat sebelum berangkat aku selesaikan gambar Hachi si lebah madu dari Jepang ;) yang kutempel di sebatang sedotan bening untuk menemaniku bercerita di atas panggung nanti. Finishing touch-nya kuselesaikan di dalam mobil, sesaat sebelum melangkah ke gedung Landmark (Aku parkir di jalan Braga).
Aku hadir di arena lomba hanya beberapa menit sebelum lomba dimulai, jadi nggak sempat keliling areal pameran untuk lihat-lihat (apalagi beli) buku di sana. Masih keringetan rasanya, gara-gara kepanasan sepanjang perjalanan dari rumah di tengah hari begitu. Tentu aku perlu waktu untuk cooling down dulu sebelum naik panggung. Untungnya, aku nggak kebagian nomor urut pertama. Aku kebagian nomor 8, walaupun pada prakteknya aku naik panggung di urutan ke-4 atau ke-5, gitu. Tapi… ready or not, here I go…! Bismillaah. Sempat ‘nyontek’ gaya beberapa peserta sebelum aku, dan belajar dari kesalahan atau kekurangan mereka, I think I did my best (though I’m sure I should’ve done better if I did more practices). I forgot one part of the story, but I believe it doesn’t really matter. It’s not a big thing anyway. Setelah itu, barulah aku merasa … lappaarr… Tadi sebelum berangkat, aku memang belum makan siang, sedangkan rasanya sayang juga untuk meninggalkan depan panggung untuk mencari makan. Aku ingin belajar dari kompetitorku, dan menghitung peluang keberhasilanku. Hm… how well would I be? How’s my chance? Ada sih harapan dalam hati untuk meraih salah satu posisi di lomba itu. Jadi juara tigaa….. aja. Nggak muluk-muluk deh. Tapi memang peserta yang lain bagus-bagus juga. Ada yang melengkapi cerita dengan berbagai gambar pendukung, boneka lebah, nyanyian, kaset ilustrasi musik yang tepat! (dan terbukti dia jadi salah satu juara terbaik), juga berbagai gambar plus gitar (yang ternyata malah bikin ribet. Haha…!)
Ketika pengumuman kejuaraan diumumkan, harap-harap cemas. Pemenang dibagi jadi 2 kategori. Akan ada 3 juara pertama (atau utama?), dan 3 juara harapan. Namaku disebut di urutan kedua. Alhamdulillah, aku berhasil mendapatkan voucher buku senilai Rp.150.000,- dari Mizan karena berhasil lolos sebagai salah satu dari tiga juara harapan. My hard (or not?) work worthed. Kubelanjakan voucher buku itu segera, karena perutku sudah menabuh genderang perang! Aku harus segera pulang, makan, dan menceritakan ini kepada ibu, yang berkat doa dan restunya juga aku bisa menang. Tapi tentu saja, di atas segalanya, izin Allah jua yang membuatku bisa menggerakkan segala daya yang kubisa untuk kemudian meraih gelar (dan hadiah…!!) ini. Alhamdulilah.
Tuesday, February 07, 2006
Wednesday, February 01, 2006
Kost!
Hari ini hari pertamaku mulai kost lagi. Balik ke tempat yang dulu lagi, cuma beda kamar aja. Kemarin aku mencicil barang di sana, dan kudapati kamar dalam kondisi berantakan!!! Dipan yang patah... debu di mana-mana, sedikit berkas sisa peninggalan penghuni sebelumnya, pokoknya mesti bersih-bersih sendiri dulu deh sebelum kamar itu layak pakai. Hh...
Hari ini pulang sekolah ketemu Dian di masjid Unpad, ngebahas beberapa hal. Abis itu jalan dikit ke warnet (hh... capek juga ya...?). dan mesti pulang cepat nih!!! Soalnya ke tempat kost baru nih, belum ketemu 'bener' dengan ibu kos sang empunya rumah yang... hh... no comment deh.
Hari ini pulang sekolah ketemu Dian di masjid Unpad, ngebahas beberapa hal. Abis itu jalan dikit ke warnet (hh... capek juga ya...?). dan mesti pulang cepat nih!!! Soalnya ke tempat kost baru nih, belum ketemu 'bener' dengan ibu kos sang empunya rumah yang... hh... no comment deh.
Friday, January 27, 2006
LRBM 2006

Awal bulan ini, aku nekat ngirimin paket sketsa rancangan busanaku untuk diikutsertakan dalam LRBM (Lomba Rancang Busana Muslimah) majalah Noor 2006. Deadline-nya sebetulnya tanggal 31 Desember lalu, tapi aku nekat aja. Habis... sampai akhir tahun kemarin jadwalku di sekolah padat banget deh. Nggak bisa menyempatkan diri untuk serius nyelesai-in sketsa rancangan busana, padahal gambar pensilnya sih udah lammaaa... dibikin, segera sesudah pengumuman pertama di majalah (sekitar bulan Oktober deh kayaknya. atau paling nggak, November).
Yah... pendek kata, awal Januari ini deh aku kirim rancangan berjudul 'Melirik Batik Etnik'. Yang berikutnya, 'Antara Kerawang dan (bekasi, maunya... tapi jadi) Keramik)' menyusul. Telat juga... tapi berharap tim juri memperhatikan. Siapa tahu... kalo lihat aku 'nekat banget', tim juri 'jatuh iba' dan menjadikan aku finalis. Haha...! Optimis aja dulu.
Hari ini aku dapat 1 exemplar majalah Noor baru, edisi Februari. Di sampulnya tertulis, "40 Nominasi LRBM". Hm... rancangan dan namaku masuk nggak ya...? Langsung aku buka halaman 30 tempat termuatnya jajaran 40 nominator. Kuteliti satu-satu, hm... lumayan sih, bagus-bagus juga. Setiap meneliti satu nama dan sketsa yang termuat, hatiku menciut sedikit demi sedikit. no.1, bukan aku. 2, bukan aku juga. 3, bukan aku. 4, 5, sampai terakhir... Eh, that's me!!! YEAH.....! It's not final, though. Tapi setidaknya tahun ini rancanganku lolos lagi. Alhamdulillah. Siapa tahu tahun ini bisa 'nembus' sampai final. Batikmania, bukan slogan belaka dong. Melirik Batik Etnik bakalan go publik. (idih, maksa deh, pokoknya bikin tulisan yang ber-rima)
Thursday, January 26, 2006
Test for Teacher
One of my student is really REALLY tests my patience. He keeps acting unaccepted behavior, being impolite, ignoring orders, and (though I know it's exaggerating) never follows intructions immediately. He has to be told 5-7 times before finally 'understand' the instructions and follow it! According to his psychological record, he is a genius. Genius, man...! I might understand that he (and everybody) is unique, but this boy... UGH! Help me God! This boy might not really want to make me angry every day, but he is just didn't care about what happen around him. He is kind of a selfish boy. He wants to gain attention, but seldom pay enough attention to others, especially to the teacher. Me! He really tests me, and I don't know how good my grade will be. Sigh... Don't let me fail on this test. Please....
Monday, January 23, 2006
nasihat seorang kawan
Dapat nasihat dari seorang kawan. Isi nasihatnya bagus sih... pada intinya sih supaya aku lebih baik dan konsisten dalam bersikap. Terima kasih banyak. Sungguh! Tapi kok yang ngasih nasihat ya... ikhwan ya? Pada ke mana nih akhwat-akhwaaaa......t? Berilah aku nasihat, jangan sekadar sindiran atau ngomong di belakang. Ujung-ujungnya nggak lain selain jadi gosip. Iddih! Ayo dong, kutunggu nasihat lainnya.
Sunday, January 08, 2006
Polah... siapa?
Pagi ini, setelah 2 minggu kutunggu-tunggu, Republika Minggu akhirnya datang juga. 2 minggu yang lalu bertepatan dengan hari Natal, libur nasional, jadi koran nggak terbit. Minggu lalu bertepatan dengan tahun baru, libur nasional lagi, jadi ya koran nggak terbit juga, padahal aku nunggu-nunggu … banget, siapa tahu pertanyaan atau pernyataanku tentang kunjungan studi banding (yang emang jadi isyu nasional yang ‘panas’ banget,) para anggota DPR-RI ke Mesir beberapa waktu lalu dikomentari si Bos di rubrik Konbos5000. Aku kirimin via e-mail tertanggal 18 Desember lalu lho, makanya nunggu-nunggu banget pemuatannya. Setelah beberapa kali ditanggapi si Bos, jadi ‘nagih’ nih, biarpun sampai sekarang belum pernah dapat cendera mata dari si Bos . Senang aja bahwa namaku muncul di koran, biarpun orang-orang di Salman sih kayaknya nggak ’ngeh’ bahwa D_Utami@Plasa.com itu aku. Hehe… Tapi account di Plasa juga terbatas banget nih kapasitasnya. Sekarang ini udah over quote, jadi agak susah untuk ngirim dan nge-save banyak pesan e-mail di sana.Oya, balik lagi ke peristiwa tadi pagi, ketika koran baru datang, aku langsung mbuka halaman yang berisi rubrik Konbos5000, dan mulai mencermati nama-nama pengirim pesan yang dikomentari si Bos. Ah… tak ada namaku di sana. Kecewa dikit, karena aku yakin banget bahwa pertanyaan/tpernyataanku tentang kunjungan studi banding (bermuatan belanja-ria dan hura-hura) para anggota DPR-RI itu isyu yang hot dan layak banget untuk dibahas (biarpun secara bercanda) di media cetak nasional. Tapi ya… sudahlah…. Siapa tahu minggu depan diangkat.
Tahu-tahu… ketika pandangan kualihkan ke bagian bawah halaman itu, kulihat judul di rubrik Polah, berbunyi.”Nenekku Nyopir Angkot” Hey… it sounds familiar to me. Aku pernah ngirimin cerita bu Tika tentang bibinya yang jadi sopir angkot sehari ke koran ini, dan … apakah ini hasil tulisanku? Ketika kubaca nama pengirimnya, Hehe… Jelas banget terbaca, Diah Utami, lengkap dengan alamat rumah!! Haha…! Katanya bakal dapat imbalan nih, untuk yang tulisannya dimuat di rubrik itu. Aku jadi nunggu-nunggu nih, bakalan dapat apa ya dari Republika? Pagi tadi juga, langsung kutelfon Bu Tika untuk ngabari tentang hal ini, dan kita ketawa-ketawa bersama, janjian untuk makan-makan kalau aku dapat honor. Lalu dia bilang, nanti akan cerita lagi ah…, yang nanti biar aku aja yang nulis dan ngirimin, lalu kalau dimuat, ya kita makan-makan lagi. Hehe… asyik aja. Aku juga jadi pengen nulis cerita yang lain. Sudah ada ide (yang sebetulnya udah nggak) baru lagi di kepalaku. Mau cerita tentang Pak Tasmin yang SPG dan (lagi-lagi) cerita Bu Tika dengan penumpang Angkot ber-rok mini yang akhirnya memakai koran untuk menutup paha atasnya. Aha…
Thursday, December 15, 2005
Tutup Tahun... ngapain ya...?
Sekitar akhir tahun lalu, kumulai blog ini. Waktu itu kayaknya banyak banget masalah pribadi, yang akhirnya nggak bisa 'curhat' di blogger. Lebih banyak menahan diri. Sekarang rasanya adalah saat yang tepat untuk re-evaluasi diri. Apa yang sudah aku jalani, aku capai, seberapa jauh aku berubah ke arah yang lebih baik, to become a better me.
Satu pemikiran yang just popped up in my mind this morning, on my way to the office: Banyak-banyaklah bersyukur dengan keadaanku saat ini. Bandingkan dengan satu-dua orang, tiga, empat, dan seterusnya. Sesungguhnya aku masih sangat beruntung. Maka banyak-banyaklah bersyukur. Bersainglah dengan diri sendiri, dan berusahalah untuk menang! Raih banyak-banyak kesempatan, bahkan di saat sempit sekalipun!! Wuah... ambisius banget ya? Iie, ganbariyasan ni naritai dake de...
Satu pemikiran yang just popped up in my mind this morning, on my way to the office: Banyak-banyaklah bersyukur dengan keadaanku saat ini. Bandingkan dengan satu-dua orang, tiga, empat, dan seterusnya. Sesungguhnya aku masih sangat beruntung. Maka banyak-banyaklah bersyukur. Bersainglah dengan diri sendiri, dan berusahalah untuk menang! Raih banyak-banyak kesempatan, bahkan di saat sempit sekalipun!! Wuah... ambisius banget ya? Iie, ganbariyasan ni naritai dake de...
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang ja...
-
Belakangan ini, blogging buatku jadi sarana untuk curcol aja. Lama nggak update , ketemu tantangan bertema fashion di bulan Juli. Hayulah ki...
-
Mengenang saat jalan-jalan di Osaka kouen Lihat dinamika timeline teman-teman di medsos, terlihat ramai dengan aktivitas jalan-jalan sa...