Thursday, June 16, 2016

Solusi Ramadan? Aku Mau Ruparupa

Ramadan, saatnya untuk lebih sering masak sendiri di rumah. Sebagai single happy, aku jarang-jarang juga sih masak sendiri. Effort-nya besar, seringkali hasilnya jadi mubazir. Sayang banget... :( Gimana enggak, untuk aktivitas menanak nasi, misalnya. Masak sedikit kok jadi boros listrik ya kalau jadi sering pakai rice cooker. Sementara kalau masak banyak, masi itu tak bisa habis sekali dua kali. Kalau dihangatkan lagi, nasi itu mengerak di rice cooker yang kupunya. Memang bukan magic jar juga siih... Rice cooker yang kupunya adalah tipe standar yang hanya punya satu fungsi: menanak nasi, jadi memang tidak ideal juga untuk menghangatkan nasi.
Kalau begini caranya, jadi pengen ganti rice cooker dengan yang mini aja, supaya masak nasi bisa pas untuk dua atau tiga kali makan saja. Sudah intip-intip toko online yang sedia rupa-rupa. Ada salah satu yang kusuka. Rice cooker mini berkapasitas 0,3 liter saja. Asli, kecil, ini... Varian yang warna putih dengan desain yang simpel, pasti terkesan elegan untuk nangkring di meja dapurku. ;)
Tak jauh beda dengan nasi, hal serupa terjadi juga dengan sayur. Sepaket bahan untuk sayur semisal sop atau sayur asem dari warung, bisa kumasak sampai dua kali, praktikkin setengah resep, gitu... Tapi bahkan di saat aku masak hanya sedikit sekalipun, kadang itu pun tak habis kumakan sendiri. Aku makannya sedikit siih... lambungnya kecil. Setelah tumisan atau sup dihangatkan satu-dua kali kok ya masih ada sisa juga. Ujung-ujungnya kan aku terpaksa membuang sisa sayur yang sudah tak baik lagi untuk dikonsumsi. Sayaaaang... 
Sesekali, ingin juga sih menjajal bikin sop buntut atau iga, seperti di rumah makan gitu... Pressure cooker untuk mempercepat proses memasak sebetulnya ada di rumah, peninggalan almarhumah ibu, tapi ukurannya lumayan besar. Sementara aku? Untuk sehari-hari kan cukup untuk masak sendiri saja, nggak perlu banyak-banyak. Aku jadi mengangankan satu pressure cooker baru dengan kapasitas yang lebih kecil untuk dapurku. Lagi-lagi, aku melirik ruparupa.com dan menemukan satu yang cocok dengan kebutuhan. Pengen dong ambil satu untuk Ramadan kali ini, supaya masak jadi makin ceria (apa atuhlah...), tanpa beban pemborosan.
Intip dompet, hheu... agak krisis nih kondisinya. Maksudnya... mau eman-eman buat nambah-nambah belanja lebaran nanti. Coba pasang mata deh di ruparupa.com untuk tahu berbagai promo, supaya bisa dapat harga terbaik. Kita bisa dapat extra diskon 10% kalau memanfaatkan waktu belanja terbaik: Sale on Sahur. Sementara itu, ada juga flash sale di jam-jam tertentu. Mesti rajin-rajin pasang mata nih, siapa tahu produk yang kuinginkan pas mejeng juga di situ. Jika bisa dapat produk dengan kualitas dan harga terbaik di bulan ini, kejaaar...!!! Setelah produk didapat, urusan dapur bisa makin efisien. Ini akan jadi solusi terbaik di Ramadan ini.
Ramadan itu bukan bulan pemborosan. Saatnya mengoptimalkan hal terbaik yang bisa diupayakan. Dengan peralatan dapur terbaik, memasak bisa jadi aktivitas yang menyenangkan tanpa buang-buang waktu, tenaga dan sumber daya. Dengan begitu, nggak ada lagi cerita buang-buang makanan. Sip! Ini akan jadi solusi Ramadan terbaikku.

Sunday, June 12, 2016

Pengalaman Nebeng Nissan Grand Livina - Jadi Pengen ke #PameranMobil

Sudah beberapa bulan ini aku putus hubungan sama si Kukut, mobil yang sudah beberapa tahun kurepotkan untuk wara-wiri ke sana ke mari. Kangen dia... Awalnya sih asik asik aja, tapi dengan lokasi rumah saat ini yang berada agak melipir ke pinggiran kota, menyusup ke kedalaman, tak terjangkau arus transportasi kendaraan umum, rasanya merana juga ketika aku mesti berganti-ganti moda transportasi berkali-kali saat beraktivitas di keseharianku. Rasanya, sudah saatnya move on dan pindah ke lain hati eh...mobil. 
Lirik sana-sini, browsing beberapa web resmi kendaraan, dan tak jarang memanfaatkan kesempatan nebeng mobil sesiapa untuk mencoba mengenali tampilan dan kinerja mobil paling optimal, aku mulai menyusun list mobil yang kurasa layak untuk 'kupinang' sebagai pendampingku selanjutnya.
Dalam suatu kesempatan menghadiri acara pernikahan partner kerjaku di kelas, aku menumpang mobil salah satu orang tua murid ke wedding venue. Kebetulan dia pun mencari teman untuk berkendara bersama, dan aku mencari tumpangan, klop kan kita...? ;) Maka pagi itu, aku janjian untuk ketemuan di gerbang tol Buah Batu. Sebuah Grand Livina putih sudah menungguku, bersama dua muridku dan sang bunda di dalamnya. Yuk kita berangkat ke Garut. Bismillaah...
Perjalanan cukup panjang dijalani dengan nyetir santai walaupun tentu saja sempat digeber cepat di tol hingga gerbang Cileunyi. Keluar tol, kami disambut antrean panjang kendaraan yang menuju ke tujuannya masing-masing. Kendaraan masih bisa melaju perlahan di rentang jalan yang diramaikan oleh pengunjung pasar tumpah di Minggu pagi itu. Tidak terlalu lama setelah itu, kami pun bisa melaju kembali di jalanan lancar menuju lokasi. Jalan raya yang cukup berkelok dengan kondisi yang berlubang di sana-sini dapat ditaklukkan oleh Bunda Ninet dengan ringan, sambil ngobrol ringan ngalor-ngidul, diseling makan minum sepanjang perjalanan. Mengemudi Nissan Grand Livina itu mudah dan menyenangkan walaupun sistem kemudinya bukan matic.
Sementara itu, anak-anak di bangku belakang anteng sekali. Si kakak asyik mengunyah cemilan sambil sesekali terlibat dalam percakapan kami. Sementara adiknya segera tenggelam ke alam mimpi. Kombinasi yang tepat antara kenyamanan kursi berpadu dengan suhu AC yang diset sejuk plus sistem audio seolah jadi pengantar tidur yang pas. Dalam perjalanan pulang, mereka berdua sibuk mengomentari pemandangan yang tersaji di depan mata, juga kanan kiri jalan, tampak jelas dari jendela yang lebar. 
Bagasi belakang pun luas dengan kursi deret belakang yang bisa ‘disulap’ hingga seolah menghilang. Sistem ini didesain untuk memperluas ruang bagasi saat diperlukan. Bisa muat banyak barang nih di belakang, sampai gelar Kasur dan anak-anak bisa nyaman gegulingan selama di perjalanan. Ini mobil ideal juga ya untuk keluarga muda yang bakalan mudik di libur lebaran nanti. 
Aku sendiri? Hmm… sebagai pengguna kendaraan tunggal di rumah, aku masih perlu pilah-pilih mobil terbaik untuk pengganti ‘Si Kukut’. Mungkin aku harus menjadwalkan kunjungan ke pameran mobil dan langsung test drive sendiri supaya bisa menjajal performa Grand Livina dengan tangan dan kakiku sendiri. Siap-siap berkunjung ke ICE BSD-City untuk pasang mata di event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) mendatang.

Saturday, June 11, 2016

My Favorite Spots at My Home Sweet Home

Home Sweet Home. Frase ini terasa betul saat kangen rumah. Jelang akhir tahun begini jadi masa paling hectic buat seorang guru seperti aku. Kalau sudah dilibas kesibukan kantor, rumah cuma jadi tempat numpang tidur. Tapi jelang akhir tahun pelajaran begini, rumah berubah jadi tempat kerja. Ya… yaa… kerjaan sekolah akhirnya kuboyong ke rumah untuk diselesaikan di rumah. Yang berprofesi sebagai guru pasti ngerti deh... Toss dulu yuuk, sama aku.
Nah, saat membawa hasil kerjaan anak-anak untuk dinilai, ada satu spot rumah yang jadi tempat favorit untuk bekerja: kursi di depan meja makan lipat. Posisinya pas sebagai center of activity. Karena terlindung di balik dinding kamar mandi, ruangan yang terletak di antara ruang tamu dan dapur ini membuatku nyaman bekerja sambil 'buka-bukaan' kerudung tanpa takut terlihat dari luar. Nilai plusnya lagi, kursi itu dekat dengan kulkas dan lemari persediaan cadangan 'makanan musim dingin'. Kalau sudah duduk di situ, dengan laptop menyala di hadapanku, aku bisa betah berlama-lama. Kerjaan kelar? Hmm... kadang banyakan makannya sih daripada kerjanya. Hahaa... :p
Setelah kerjaan kelar, akhir pekan jadi saat untuk mengurusi taman seuprit di depan rumah yang jadi sumber hiburan. Taman kecil ini adalah salah satu area favoritku di rumah baru, jadi spot favorit untuk foto-foto bareng teman yang berkunjung ke rumah juga. Nah, mengurusi si kecil ini kulakukan pagi-pagi sekali . Mencabuti rumput liar dan mengajak berbincang tanaman bungaku di halaman, berharap mereka tumbuh sehat dan rajin berbunga. Bahagia betuuul memandangi mereka mekar bergantian.
Taman belakang pun tak luput kumanjakan. Ada sedikit tanaman buah dan sayur di sana. Setelah puas ngobrol dengan mereka dan masak-masak sebentar, biasanya aku kembali ke spot favoritku, si kursi lipat di ruang tengah, menikmati makan siang sambil berselancar di dunia maya. Walaupun rumahku seuprit saja (bukan berarti aku kurang bersyukur), tapi aku masih bisa menikmati moment indah di rumah, tempat favoritku berada.
Transformasi taman depan rumah dari masa ke masa. Jiaah...
Rumah... sebetulnya seluruh bagiannya adalah tempat paling menyenangkan, karena rumah itu adalah tempat rehatnya raga, berlabuhnya hati. Tapi itu cerita tentang rumahku. Bagaimana dengan kamu? Ayo berbagi juga, aku kok jadi pingin tahu... ;)

Tuesday, May 31, 2016

Sabtu Off Itu... #BahagiaDiRumah


8 Tahun Berjalan...
Setelah lebih dari 8 tahun mengajar di tempat yang sama, tentu ritme bekerja telah kumengerti. Senin..... Selasa... Rabu, Kamis, JumatSabtuMinggu, dan... sudah Senin lagi. Begitulah perasaan kita pada umumnya ya saat bertemu dengan akhir pekan. Di antara beberapa akhir pekan itu, sekolah kami menerapkan kebijakan Sabtu on dan off yang kadang bergiliran atau sesekali menyesuaikan jadwal dengan keperluan. Sudah tentu, Sabtu off itu adalah hari yang dinanti-nanti. Saatnya merencanakan hal-hal untuk diri sendiri atau keluarga, memanjakan diri atau mengejar target setoran untuk hal-hal lain di luar urusan sekolah, seperti beres-beres rumah atau menyelesaikan cucian atau setrikaan, gitu. :p Jadi... saat mendapat jadwal sabtu off itu seperti sebuah perayaan yang harus diperingati, seperti #NOVAVERSARY kali ini.

Setelah sepekan berkutat dengan jadwal kegiatan di sekolah, menyiapkan rencana pembelajaran, mengeksekusi rencana yang telah dibuat untuk dilaksanakan di dalam kelas, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, mengevaluasi, mengisi buku komunikasi siswa, memandu shalat dan makan siang mereka, mengoreksi hasil pekerjaan siswa, rapat koordinasi guru, kajian rutin mingguan, belum termasuk insidental event yang kadang muncul, nah... Sabtu dan Minggu jadi saat yang spesial yang layak dirayakan -walaupun kadang-kadang dapat moment 'zonk' juga siih :p Maksudnya, saat impian tak sesuai kenyataan, ketika masih ada saja hasil pekerjaan siswa yang harus dinilai, yes, it's time to grade the rest of the papers :p Tapi tetap bahagia aja siih, soalnya menilai kerjaan siswa di rumah itu bisa pakai piyama aja, sambil ngopi-ngopi, dengan segala gaya nggak pake jaim, sesuka kita aja. Yihhaa...!!!

Apapun situasinya, saat di rumah, aku tak pernah gagal untuk merasa bahagia kapan saja. Ketika dapat jadwal Sabtu off, saatnya bersantai, bahagianya... :) Sofabed di depan TV jadi tempat favorit untuk melewatkan akhir pekan. Selonjoran di atasnya sambil menyelesaikan 'target' baca buku atau tabloid mingguan, dengan hembusan angin sepoi dari jendela, aah... serasa surga kecil. Sofa kesayangan itu juga yang jadi saksi bagaimana sesekali aku yang gantian 'ditonton' TV. Cozy siih... :p 

Selain leyeh-leyeh di sofa yang tak lagi baru (tapi tak bau) itu, tentu aku pun mesti beranjak untuk mengisi perut. Kadang menjajal resep baru di dapur yang terang-benderang. Cahaya matahari pagi jelang siang bisa terlihat indah sekali di dapurku. Mau masak-masak, jadi salah fokus deh aah... 

Tapi di dapur inilah saatnya aku bisa berekspresi suka-suka. Sebagai guru yang menjunjung tinggi kejujuran (jieh banget deh ah...), saat memasak itu aku bisa melabrak aturan. Boleh nyontek dong di sini... nyontek buku resep ;) Sekarang ini sedang suka eksplorasi beragam brownies. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasilnya sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia. Menikmati hasil masakan atau panggangan sambil kembali 'bertahta' di singgasana sofabed depan TV, membuatku merasa bahwa hal itu adalah sebuah momen penting untuk menikmati saat-saat bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.
28 Tahun Bersama Nova
Bulan ini salah satu tabloid terkemuka di Indonesia, NOVA, merayakan hari jadinya yang ke-28 tahun. Sebuah usia matang yang menandakan panjangnya milestone yang sudah dilewati. Sepak terjang dunia jurnalisme Indonesia sudah dijalani dengan 'berbagai rasa'. Menyapa pembaca Indonesia dari berbagai kalangan dan sukses bertahan hingga sekian lamanya, ini adalah sebuah prestasi yang layak dirayakan dalam event #NOVAVERSARY yang bikin happy.
Aku pun sudah bersama NOVA sejak lama, sejak awal lahirnya, saat ibuku mulai berlangganan. Aku yang saat itu relatif baru masuk dunia kerja, sangat terbantu dengan ragam informasi yang disajikan NOVA. Info-info dunia kerja, berinteraksi dengan kolega, berita tentang dunia wanita, dan resep masakan tentunya. Kumpul-kumpul resepnya, kadang kupraktikkan ketika ada kesempatan (dan kemauan :p).
Dan kumpulan resep itu lama mengendap, bersama tumpukan tabloid NOVA lama. Bingunglah aku saat hendak pindahan rumah. Mau diapakan ini koleksi tabloid lama? Walaupun banyak juga koleksi tips-nya sangat berguna dan masih selalu up to date. Dibuang sayang, tapi untungnya, kertas bisa didaur-ulang dong... Kumanfaatkan jadi salah satu project yang kuajarkan pada murid-muridku: daur ulang membuat keranjang anyaman dari koran atau tabloid. Maaf maaf yaa... koleksi NOVA lama berubah bentuk jadi keranjang anyaman berbagai ukuran. Coba-coba saat sabtu off di rumah, sisanya kubawa ke sekolah untuk digarap murid-muridku. Warnanya masih terang, dan bisa membentuk kotak anyaman kokoh yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah multiguna.
Setelah 28 tahun berselang, NOVA tak lagi sekedar tabloid cetak, tapi juga hadir dalam format digital. Praktis sekali. Membaca (umm...mengintip kali yaa) NOVA bisa dari genggaman saja. Selain itu kita pun bisa berinteraksi melalui media sosial. Sungguh praktis dan bikin bahagia, karena semuanya bisa kuakses dari sofabed saja (sofabed lagi...sofabed lagi... ;) ) Tapi memang kenyamanan rumah itu tak ada taranya. Aku sangat menikmati momen-momen di rumah kecilku, home sweet home. Bahagia di rumah. saat Sabtu off, sebelum hari kembali berganti Minggu, lalu dalam sekejap berubah jadi Senin kembali. Saatnya kembali bekerja. 
Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei ini. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova, di sini tepatnya. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama yaa. 
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia

Wednesday, May 18, 2016

Tutorial Kotak Segi Empat vs Video The Making

Beberapa waktu lalu, aku memberi tugas membuat kotak segi empat ini untuk murid-muridku di kelas 6. Membuat bentuk origami 3 dimensi, (menurutku) menyenangkan sekali. Ketika kucari langkah-langkah pembuatannya di jagad maya, sebetulnya sudah ada beberapa tutorial, tapi aku sendiri masih mencari tips dan trik paling sip untuk menyelesaikan kotak origami ini. Dari beberapa tutorial yang kudapat, ada beberapa langkah yang nggak cukup jelas kupahami (atau mungkin sebetulnya aku yang kurang 'klik' gitu yaa :p). Setelah paham langkah-langkah pembuatan kotak 3 dimensinya, ada urusan berikutnya yaitu mengajarkannya kepada anak-anak.
Problematika anak-anak sekarang... mereka seringkali nggak sabaran, maunya cepat selesai. Nggak paham proses, maunya lihat hasil akhir yang cantik. Nah... video ini dibuat untuk memberi gambaran, bahwa sebuah karya, kotak segi empat hasil melipat-lipat kertas itu tidak jadi dalam sekejap mata, tapi bisa cukup cepat dibuat jika mau memperhatikan secara cermat dengan pikiran yang smart. Ini dia videonya yaa. Setelah lihat, boleh langsung bikin yaa, kotak segi empatnya. Ayo cepaat...!


Membuat video tutorial ini juga nggak bisa main asal cepat. Perjuangannya nggak kurang-kurang juga, walaupun nggak sampai berdarah-darah sih, tapi lumayan bercucuran keringat dan air mata. Nggak... aku nggak melebih-lebihkan. Video 'mission is possible' ini memang sengaja dibuat supaya bisa ikut partisipasi di lomba vlog yang digelar Emak Gaoel. Makanya, perjuangan beneeer bikinnya, mengingat hadiahnya cukup menggiurkan (elap air liur). Akhirnya jadi juga video plus blog postingnya. Nih dia maak... mission accomplished. (kali ini elap keringet)
Cerita sedikit yaa soal pembuatan video ini. Kalau tutorial bikin kotak segi empatnya, kurasa udah jelas deh lihat step by step-nya di video. Nah, soal 'berkeringat dan berair mata' bikin video ini yang layak diungkep diungkap.
Bermula dari motret langkah-langkah pembuatan kotak segi empat ini satu persatu. Gimana caranya supaya kertas origami dengan cara melipatnya bisa kelihatan dengan (cukup) jelas. Dengan sok nekat, aku pakai kamera handphone seadanya. Bukan handphone canggih sekelas Smartfren Andromax, tapi yaa... manfaatkan yang kupunya aja deh. Nggak pake tongsis atau tripod, aku menaruh handphone di atara dua kursi yang diganjal buku di kiri-kanannya. Dengan begitu, posisi kamera tetap pada posisi. Dan tanganku nyelip-nyelip di antara kaki meja gitu untuk melipat kertas itu satu persatu. Belibet nggak siiih? Keringatan juga motretin kertas sambil melipat satu-satu gitu. Belasan gambar lho yang kuambil.
Selesai urusan gambar, berlanjut dengan merangkainya jadi video. Sebetulnya aku sudah beberapa kali juga bikin video slideshow untuk beberapa lagu gubahanku dan lancar-lancar aja. Tapi kali ini, ampun maak... adaaa aja cobaannya. Komputer yang lelet loadingnya, file yang kehapus nggak sengaja, dan bolak-balik tampilan gambar nggak muncul di video. Di bagian ini yang bikin keringat dan air mata bercucuran. Literally deh. 
Menyusun gambar berurutan, menuliskan instruksinya satu-satu di tiap slide (yaa sedikit mengarang bebas deh judulnya), lalu menambahkan judul, menambahkan soundtrack. Whoa... pusing lagi nyari lagu yang cocok dengan rangkaian tutorial ini. Sedikit maksa, kusisipkan aja salah satu lagu yang ada di koleksi MP3-ku. Preview punya preview, lho kok... gambarnya nggak kelihatan siiih di video? Gelap gulita seperti malam tak berbintang. Hahh... (elap keringat lagi).
Setelah beberapa kali percobaan, mengulang proses, menyimpan hasil editan dalam beberapa jenis file, akhirnya ada juga salah satu yang lumayaaan-lah. Nggak pake lama lagi, ku-upload ke youtube deh. Dan itu dia hasilnya, video tutorial cara membuat kotak segi empat. Tutorial satunya lagi (cara membuat tutup kotaknya), kupisahkan di video berikutnya yaa -dengan catatan: kalo sukses- Siap keringetan lagi, tapi ogah nangis-nangis lagi ah. Mau senyum-senyum aja lihat kotak-kotak cantik begini.
Buat yang sudah lihat video tutorialnya, selamat bikin kotak segi empatnya ya. Jangan ragu untuk berkreasi dengan kertas segala macam warna dan motif. Kata orang yang sudah-sudah siih, bikin kotak begini tuh nagih, nggak bisa cuma sekali. Mari bikin lagiii...

Friday, May 06, 2016

Menikmati Setiap Moment Bahagia di Rumah

Home Sweet Home. Frase ini bener banget deh. Ke mana lagi diri dan hati akan berlabuh, jika tidak di rumah yang penuh kehangatan. Saat beban kerja terasa teramat berat, kesibukan membuat deadline terasa mendekat dengan cepat, kemudian laju lalu lintas teramat padat dan lambat. Ah... saat itu waktu terasa panjang dan melelahkan... Di masa itulah, kehangatan rumah sangat kurindukan. Saat-saat bahagia di rumah, jadi moment #NOVAVERSARY yang layak dirayakan.
Week Days
Aku ini tipe orang rumahan yang teramat bahagia saat bisa melewatkan waktu berkualitas di rumah. Saat hari kerja, kesibukan pagi diisi dengan sarapan nikmat berlambat-lambat. Aku bisa merasa cukup dengan mengisi perut dengan segelas kopi susu panas. Sesekali ditemani roti bakar dengan isian yang bervariasi atau roti bagelen buatan sendiri, itu sudah jadi bentuk kebahagiaan tersendiri. Dilanjut dengan aksi membersihkan rumah ala kadarnya sambil mendengar siraman rohani dari radio, maka kegiatan pagi pun dimulai dengan hati yang penuh syukur. Tak semua orang toh bisa menikmati hal-hal serupa yang kunikmati?
Saat pulang di sore atau malam hari jadi moment yang dinanti. Kadang kunikmati berjalannya waktu dengan menonton channel TV favoritku di sofa kesayangan. Tapi sofa kesayangan itu jadi saksi pula bagaimana aku menghabiskan waktu dengan membaca buku baru atau majalah dan tabloid dengan (lagi-lagi) radio sayup-sayup sebagai 'soundtrack'. Tak jarang pula aku kembali duduk menghadapi layar komputer untuk mengulas kembali pekerjaan sekolah yang tertunda atau berselancar di dunia maya, menyapa teman-teman yang berada di belahan bumi lainnya, kembali menjalin silaturahmi walaupun terbatas di dunia maya. Dengan begitu, aku pun sudah bahagia. 
Week End
Dan... saat akhir pekan jadi saat yang ditunggu-tunggu. Di saat itulah aku bisa melakukan banyak hal yang kusuka dan berguna, yang ujung-ujungnya tentu saja membuatku extra bahagia. Saat aku bisa memanjakan diri dengan melakukan perawatan istimewa bagi wajah atau tubuh, itu jadi sarana relaksasi. Sejenak melepaskan diri dari urusan lain, hanya bersantai dengan muka berbalur masker. Setelah itu, pikiran terasa re-charged, wajah pun segar. Siapa yang nggak bahagia kalau begitu?
Lanjut dengan sesi membersihkan debu di koleksi pajanganku, nyapu-ngepel sampai ke sudut-sudut terjauh di setiap ruangan di rumah kecilku. Rumah segar, badan dan hati pun ikut segar. EH... gerah ya, setelah 'kerja bakti' begitu? Saatnya mandi dengan scrub, berlama-lama. Kalau bukan akhir pekan, mana bisa berlama-lama membersihkan diri? Setelah badan segar, rumah segar, humm... lanjut dengan sesi makan enak dong. Saat di rumah, sesi makan tak perlu diburu-buru untuk mengejar sesi mengajar berikutnya. Aaah, makan nyantai itu jadi perayaan rasanya. 
Memasak atau menjajal resep baru untuk icip-icip, bisa banget dilakukan di akhir pekan begini. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasil masakan sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia sampai beberapa level ke atas. Suuukaaaaa...! Menikmati hasil masakan atau panggangan -umm... biasanya sih brownies atau banana cake, cheese cake atau kue besar lainnya- sambil membaca kabar terkini beserta segala tips menyangkut dunia wanita, membuatku merasa bahwa hal itu jadi momen penting untuk merayakan sesuatu, merayakan moment bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.

Yang tak jarang juga kulakukan adalah mengamati dan mengagumi mekarnya bunga-bunga di halaman depan maupun belakang. Mengambil foto mereka satu persatu, merangkainya jadi kolase cantik. Aku pun ingin mencoba hal baru dengan menggambarnya, berdampingan dengan ciptaan Allah. Melengkapinya dengan puisi atau sekedar curahan hati yang terkesan atas keindahan flora itu, sungguh jadi sarana relaksasi dan katarsis. 
Semoga dalam kebahagiaan ini tak luput juga dari limpahan berkah-Nya, setiap hari. Aamiin.
Nah, menikmati setiap inci rumah mungilku bisa jadi inspirasi kebahagiaan buatku. Orang bilang, belum lengkap bila kebahagiaan itu hanya dinikmati sendiri, tanpa berbagi bersama anggota keluarga. Bagiku, kesendirian bukan sebuah opsi, melainkan perjalanan hidup yang saat ini sedang kujalani. Tapi untuk jadi bahagia, itu pilihan hati. Aku tak berkeluh kesah for being single, since I'm a single happy. Begitu banyak nikmat yang patut disyukuri dan bisa jadi sumber kebahagiaan. Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei nanti. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama jika tidak ingin didiskualifikasi. Lomba ini berlangsung hingga 31 Mei 2016. Masih cukup waktu kan untuk memilah dan memilih inspirasi kebahagiaanmu lalu menuangkannya jadi sebuah tulisan di blog pribadimu.
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia 

Friday, April 29, 2016

7 Item Promosi Untuk Re-Branding Indonesia

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku pergi ke Jepang untuk menjalani masa belajar sebagai peserta program teacher training, aku sempat bingung ketika mesti membawa omiyage sebagai tanda mata bagi teman dan kolega yang kutemui di sana. Apa ya souvenir yang khas Indonesia, cukup ringan dan ringkas untuk dibawa, namun berkesan sebagai sebuah tanda mata? Saat itu aku membawa paket tas tangan dan cosmetic pouch dari kain tradisional untuk dosen pembimbing, kain batik untuk host family, juga cukup banyak bros angklung mini untuk teman dan sahabat. Cukup meng-Indonesia-kah? Hmm... agak kupertanyakan ya, karena semuanya masih relatif kedaerahan, tidak sungguh-sungguh mewakili Indonesia secara utuh.
Dan sesi beres-beres akhir pekan kali ini, menyisakan pemikiran yang mendalam. Ketika aku mengusap debu di piring hias souvenir dari Australia, mengelap noda yang menempel di boneka kokeshi dari Jepang, menata kembali lonceng dari Inggris dan Singapur, membersihkan satu persatu souvenir dari luar negeri pemberian kawan dan kerabat yang pulang dari mancanegara, hal itu membuatku berpikir. Apa ya, souvenir khas Indonesia yang akan diingat oleh orang-orang yang membawanya pulang ke negara asal mereka? Apa ya mercandise kreatif yang akan menjadi icon Indonesia yang sekali lihat akan membuat orang teringat pada Nusantara? 
Terlalu banyak rasanya icon Indonesia mengingat begitu luasnya Zamrud Khatulistiwa tercinta kita ini. Monumen Nasional yang terdapat di Ibukota tentu akan mudah dikenal turis mancanegara. Tapi Borodudur sebagai bangunan candi Budha terbesar bahkan di dunia tentu tak mudah pula dilupa. Monumen Khatulistiwa di Pontianak pun jadi ciri khusus Indonesia yang terletak tepat di tengah bola dunia. Walaupun demikian, akan menarik juga ya memikirkan beberapa alternatif souvenir khas yang bisa jadi item promosi untuk re-branding Indonesia di mata dunia. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Mug Bunglon. Ketika teknologi printing dapat menyembunyikan gambar di balik lapisan berwarna gelap untuk kemudian memunculkannya kembali ketika ada perubahan suhu, wow... itu magic. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan dan memunculkan kembali image tertentu yang diinginkan. Ketika perubahan suhu mempengaruhi tampilan mug, inilah saatnya saatnya untuk mengolah gambar di balik lapisan gelap. Peta Indonesia dalam motif batik atau posisi Indonesia di Asean bahkan peta dunia, akan membuat Indonesia makin dikenal. Gambar sang saka bendera kita beserta maskot Indonesia juga akan memperkuat kesan tentang Indonesia.  
pict. courtesy of custombagus & batikmania
2. USB flashdisk. Tampak sederhana, namun sungguh berguna. Saat berwisata, tentu banyak foto-foto maupun video yang diambil untuk mengabadikan event dan moment. Untuk menyimpan file itu, maka usb flashdisk berkapasitas besar akan jadi souvenir yang berguna dan mudah dibawa ke mana-mana. Dengan bentuk bola dunia dan peta Indonesia yang dapat berpendar dalam gelap, akan membuat Indonesia makin dikenal di manca negara.
pict.: courtesy of custombagus
Alternatif lainnya adalah bentuk puzzle seperti yang dapat dibuat di custombagus. Gambar rumah tradisional atau icon bernuansa Indonesia lainnya dapat dimanfaatkan sebagai pilihan. Hal ini akan menguatkan kesan Indonesia di mata dunia, bahwa Indonesia tak sekedar Bali atau Borobudur, tapi juga Monas maupun Tugu Khatulistiwa dan lainnya. Jangankan turis mancanegara, turis lokal pun perlu mengenali kembali icon-icon dari negeri kita sendiri. Yuuk, kenalan lagi.

pict.: courtesy of custombagus
3. Tas Belanja. Di saat orang masih ramai membicarakan pro-kontra kantong plastik berbayar, hadeuh... saya sih nggak mau pusing. Mendingan bawa kantong belanja sendiri aja. Indonesia, ayo bikin juga buat jadi souvenir eksklusif. Kombinasi dari penggunaan bahan yang berkualitas, gambar yang cantik atau unik, juga tambahan infografis, akan menjadikan Indonesia beserta tas belanjanya semakin mendunia. Kabar baiknya lagi, tasnya tentu bisa dimanfaatkan untuk belanja slouvenir yang lainnya juga. Ahahaa... peluang dapat devisa plus plus kan yaa...? ;)

4. Produk kain etnik. Produk fashion tak akan lekang dimakan masa. mudah dimasukkan ke dalam koper atau ransel dan akan jadi oleh-oleh sekaligus ajang promosi yang cukup efektif. Tak hanya t-shirt yang bisa dijadikan buah tangan. Sehelai celemek dengan ornamen batik atau lurik akan tampak unik. Sepaket taplak meja dan sarung bantal pun akan tampak menarik di ruang tamu. Sertakan katalog kecil yang menjelaskan jenis kain yang digunakan beserta daerah asal di setiap produk. Ini akan membuat Indonesia dikenal tak hanya sebatas Jakarta dan Bali, tapi juga membuat Indonesia makin terkekspose dengan berbagai daerah lainnya beserta segenap ragam tradisinya.
celemek batik bolak-balik, jadi souvenir cantik dan unik
pict.: courtesy of custombagus
5. Agenda/diary. Di zaman serba-cyber ini, di mana banyak sekali tulisan dapat diabadikan dan diedarkan di dunia maya, tulisan tangan mungkin sudah menurun pamornya. Walaupun begitu, akan selalu ada individu atau kelompok tertentu yang masih suka menorehkan buah pikiran atau kenangannya dalam bentuk tulisan tangan. Saat wisatawan suka 'blusukan' ke destinasi wisata yang masih rawan tak terjamah, tentu tak mudah pula mendapatkan sinyal internet ataupun listrik. Dalam kondisi demikian, agenda atau diary diperlukan. Pengalaman yang dituliskan akan sangat bernilai memori, sebelum hilang dilibas masa. Buku agenda eksklusif dengan icon wisata atau foto destinasi wisata di halaman tertentu akan mengingatkan para penjelajah pada negara kita, Nusantara tercinta. Buku agenda atau diary akan selalu jadi benda yang penting. 

6. Iconic Snow Globe. Cukup banyak orang yang mengoleksi snow globe dari berbagai belahan dunia. Ukuran boleh standar, tapi image di dalam snow globe itu tentu akan jadi pengingat khusus untuk memateri memori tentang sebuah negeri. Searching punya searching, snow globe khas Indonesia sudah ada juga sih, sebetulnya, bisa lihat di pinterest. Dengan icon khas tiap provinsi, snow globe ini jadi collectible item yang cantik. Psst, ragam baju daerah atau makanan khas Indonesia juga bisa dijadikan image snow globe yang lucu kali yaa... 

7. Cutlery/perangkat alat makan. Seperangkat kotak bekal, lengkap dengan gelas atau tumbler, ataupun sekedar paket sendok-garpu-sumpit dapat menjadi oleh-oleh cantik dari suatu tempat. Kembali lagi pada konsep go-green, ada baiknya jika kita membawa perangkat makan sendiri sehingga tidak ikut menyumbang sampah plastik pada lingkungan atau mungkin membabat hutan karena hendak mengambil kayu ataupun bambu untuk peralatan makan sekali pakai. Selain ikut mengawal gaya hidup cinta lingkungan, juga bisa menjadi saranan re-branding Indonesia karena keunikannya. Icon tertentu dari suatu tempat atau daerah wisata dapat menjadi dekorasi yang cantik saat diaplikasikan pada casing peralatan makan tersebut.
Ragam item promosi seperti yang disebutkan di atas, hanya 7 dari sekian banyak contoh yang bisa dijadikan sarana untuk kembali mengingatkan dunia pada Indonesia. Tidak sulit membuat beragam item promosi ini, karena custombagus siap mewujudkan apapun ide-ide terunik kita hingga mewujud menjadi merchandise paling kreatif. Untuk mendukung Indonesia agar semakin terpandang, hmm... ayo kita asah lagi kreativitas kita untuk munculkan ide terbaik. Ada ide lain? Ayo ikut sharing.
Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus
                          

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.