Note: Bunganya sebesar piring makan. Berat menyangga kelopak bunga yang saling tumpang-tindih. Ternyata bunganya mirip sekali dengan bunga Wijayakusuma. Mereka memang sepupuan, kayaknya. Tapi bunga kaktus ini mekar di siang hari, sedangkan Wijayakusuma mekar malu-malu di malam hari. Tapi keduanya sama-sama tak mau lama memamerkan diri, cukup satu hari saja. Sore hari, dia sudah layu... :(
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang ja...
-
Mengenang saat jalan-jalan di Osaka kouen Lihat dinamika timeline teman-teman di medsos, terlihat ramai dengan aktivitas jalan-jalan sa...
-
Kamis, 7 Mei 2026 siang, sekira pukul 14.30 (aku tak ingat persisnya) Mobil putih di depanku mendadak berhenti. Aku pun refleks menginjak pe...
3 comments:
Amboi ciamik mbak, ditunggu kirimannya ya say! Kan katanya biar tamanku tambah cantik, hehe... Hah??
Eh...? Kiriman apa? batu kerikil lagi? kan udah banyak di taman mbak Diana ;) Hehe... Hayu atuh, kalau ke Bandung lagi, kita janjian ketemu ya. Mau ke rumah langsung juga boleh. Ibu saya pasti dengan senang hati membagi-bagikan sebagian tanamannya buat mbak Diana. Insya Allah.
comot gambarnya ya.........
suka berat ma kaktus ne
makasih.......
Post a Comment