Wednesday, April 07, 2010

Good Friends Great Pizzas

Beberapa waktu lalu, meluangkan waktu bersama beberapa teman untuk makan-makan di Pizza Hut. Menyenangkan, tentunya.
Moment pertama, ditraktir teman karena dia lulus ujian sidang S2. Aku ikut bahagia karenanya. Berbincang dengan seorang teman lain yang sudah lebih dulu mendapatkan gelar masternya, aku merasa tertinggal sendirian. Tapi semangatku masih ada. Aku ingin juga seperti mereka, sekolah setinggi-tingginya, dapat ilmu sebanyak-banyaknya. Masih selalu berdoa, dan berusaha tentunya.
Moment kedua, kulewatkan berdua saja, bersama seorang teman sekerja. Berbincang tak kalah banyak, melewatkan waktu berlama-lama. Selain memang karena ada perlunya, mau menukarkan kupon pizza gratisan. Haha... Nggak mau rugi dong. Akhir Maret adalah deadline-nya, maka kami sempatkan ke sana. Bincang-bincang panjang, tentunya harus berakhir juga.
Pizza Hut, harus kuakui bahwa harga paket delight-nya cukup realistis. Mengenyangkan, dan nggak bikin kantong kerontang. Selain itu, suasanyanya juga cukup nyaman, sepanjang tidak bersinggungan dengan asap rokok. Kami asyik-asyik aja berbincang lama-lama. Kalau tidak ingat ada calon pengungjung lain yang mengantri, kami tak akan berhenti bicara kayaknya. ;) Memang sesuai dengan slogannya, good friends, great pizza, Pizza Hut ;)

Monday, March 29, 2010

Bunga Bunda

Beberapa bunga lagi dari taman bunda. Ibuku mempunyai beberapa jenis anggrek dari keluarga dendrobium ini, berbagai warna, walaupun koleksinya belum lengkap ;) Hijau pucat, hijau dengan bagian tengah keunguan, biru bernuansa ungu, putih, kemerahan, wah... banyak deh. Ini salah satunya. Susah ternyata, untuk mendapatkan gambar yang 'sempurna'. Tapi ini adalah salah satu gambar terbaik yang kupunya. Diambil di pagi hari, kilatan cahaya lampu membuat bunga yang tumbuh kembar ini (dua batang sekaligus dari satu pohon) semakin terasa keindahannya.
Yang berikutnya, 'saudara sepupu'nya yang berwarna serupa. Kali ini warna bunga yang cenderung merah dengan bagian tengah kuning kehijauan berpadu dengan latar belakang yang relatif polos, membuat keindahan anggrek tak tersaingi oleh tanaman lain di latar belakangnya. Mana yang lebih indah? Tak bisa dikata, rasanya. Keduanya, cantik belaka. :)
Selain dua yang ini, masih ada banyak lagi yang lainnya, keindahan dari taman bunga bunda.

Wednesday, March 03, 2010

Rindu Ibu

Beberapa hari yang lalu kami baru menyelenggarakan pengajian untuk mendoakan mendiang ibu. Telah lewat 100 hari sejak berpulangnya. Rindu... Sungguh.
Begitu banyak kenangan tentang beliau, tersebar di seluruh penjuru rumah yang kami tinggali. Tertanam dalam setiap batang tanaman di taman depan maupun samping hingga atas. Ibu begitu cinta tanaman. Kaktus, Suplir, Anggrek, Mawar, Melati, Wijayakusuma, Euphorbia, Begonia, Sanseviera, Musacea, Adenium hingga Anthurium. Tidak hanya tanaman hias, di halaman rumah juga ada Jambu Klutuk, Murbei, Delima hingga Mangga. Cabai merah dan berbagai rimpang seperti jahe dan kunyit pun ada di halaman samping-belakang. Ibu memang bertangan dingin. Apapun yang ditanamnya, dirawatnya, biasanya berakhir bahagia (maksudnya tanaman itu akan tumbuh subur, berbunga atau bahkan berbuah).
Aku sendiri, ingin sekali mengikuti jejak langkah almarhumah. Saat ini suka bunga juga sih, terutama yang nggak ada ulatnya. Anggrek jadi favoritku. Beberapa kali aku menyempatkan untuk datang ke pameran bulanan Anggrek di Bandung, dan tentunya aku bisa beli beberapa pokok tanaman Anggrek yang cantik-cantik dengan harga relatif murah, yang kemudian akan aku serahkan perawatannya kepada ibu. Tergambar kebahagiaan ibu saat beliau menerima 'kado' berupa tanaman bunga yang baru lagi untuk menambah koleksinya.
Untuk Anggrek-anggrek mahal, lumayanlah bisa sekedar lihat. Kadang-kadang minta izin pada penjualnya untuk memotret, mengabadikan keindahannya. Aku ingin menggambar ulang bunga-bunga itu, lalu kujadikan buku untuk ibu. Belum tercapai keinginan itu, ibu sudah 'terlanjur' berpulang. Tapi tunggu aku, ibu. Suatu saat, buku itu akan terbit. Persembahanku untuk ibu, yang sangat kurindu.
Saat ini, beberapa Anggrek mulai bermekaran juga. Sungguh-sungguh membuatku rindu pada ibu, yang pastinya begitu telaten mengurusi bunga-bunga itu satu persatu. Setiap aku berkeliling di taman ibu untuk memotreti bunga-bunganya, ibu mengikuti dan ikut berkomentar. Kali ini, aku memotret sendiri. Ibu... ini bunga-bungamu. Mereka sampaikan rinduku untukmu.

Tuesday, February 02, 2010

Sang Pemimpi

Akhirnya kesampaian juga, nonton film Sang Pemimpi. Cinema 21 Bandung sudah nggak mutar film itu lagi, maka mulailah aku berburu jadwal nonton di Blitz Megaplex. Dapat!!! Nontonlah aku di sana, di Paris Van Java. Sendirian saja, karena rata-rata teman-teman sudah pada nonton. Aku aja yang ketinggalan, dan ngejar masa tayang sebelum film itu keburu turun dari bioskop.
Film bagus. Pastinya. Setelah diadaptasi dari novel tetralogi berjudul sama, sutradara Riri Riza ternyata bisa membawanya ke layar perak dengan baik. Selain menyutradarai, Riri juga menulis skenario bersama Mira Lesmana dan Salman Aristo. Andrea Hirata jadi konsultannya juga, kukira.
Bukunya sudah kubaca lama, jadi sudah banyak lupa. Berharap bakal dapat kejutan-kejutan kecil dari tayangan film yang ditunggu-tunggu banyak orang ini (termasuk aku, tentunya), membayangkan akan seperti apa penggambaran bahasa tulisan jadi gerak dan suara. Selain itu, sangat mungkin ada adegan-adegan lain, yang 'berbeda' dengan yang kubaca dan kubayangkan melalui bukunya. Dan ternyata... aku tak kecewa.
Mengurai jalan hidup Ikal dan Arai dalam tiga masa, film ini beralur maju-mundur, dinamis. Dimulai sejak SMP awal bertemunya Ikal dan Arai sepupunya. Berlanjut dengan kehidupan masa SMA mereka yang penuh gejolak, perjuangan dan pemberontakan. Lalu sedikit, sekilas masa kuliah mereka, hingga bersama-sama dapat beasiswa ke Perancis. (Aku juga mauuu...!)
Belajar berjuang dari film ini. Berkaca diri. Rasanya usahaku belum sekeras mereka (walaupun nggak mesti jadi kuli pasar juga sih...). Ayo ah, semangati diri lagi, berjuang lagi dan perjuangkan mimpi!!!

Tuesday, January 12, 2010

Super Training untuk Guru Super ;)

Senin, 28 Desember 2009. Adalah sebuah event spesial yang didedikasikan untuk para guru, digelar untuk pertama kalinya di Bandung. Super Seminar bersama Mario Teguh. Bekerja sama dengan Rumah Zakat Indonesia, seminar ini diselenggarakan di masa liburan sekolah, sehingga guru-guru bisa ambil bagian dalam kegiatan itu, untuk me-recharge kembali energi yang sudah terkuras selama satu semester, agar di semester berikutnya bisa segar kembali ketika kembali ke kelas dan berjumpa murid-murid lagi. Mengambil tempat di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), ribuan guru, tidak hanya dari Bandung, turut berpartisipasi dalam acara itu.
Mario Teguh adalah salah satu leading motivator di Indonesia. Beliau mempunyai sebuah sesi motivasi bertajuk Mario Teguh Golden Ways yang ditayangkan di Metro TV setiap hari Minggu sore menjelang malam. Sebuah program TV yang bagus, menurutku. Dalam seminar kali ini, ada satu-dua contoh kecil yang sudah pernah beliau sampaikan dalam sesi tayangan tersebut. Tidak terlalu baru, sebetulnya, tapi hal-hal seperti itu justru membuatku teringat kembali untuk kembali menapak jalan lurus dalam “golden ways”, jalan kebaikan. Ketika kita berbuat kebaikan, maka kelak kebaikan pulalah yang akan kembali kepada kita. Lakukan hal yang terbaik yang bisa kita lakukan, dan lihat apa yang akan terjadi. Begitu.
Dalam event itu juga Mario Teguh meluncurkan sebuah buku karyanya yang ditujukan khusus bagi para guru, panduan untuk menjadi guru super. Buku ini pertama kali diluncurkan dalam event seminar ini, bisa didapat di sini saja, tidak di tempat lain, tidak di toko buku manapun. Merupakan suatu kehormatan bagiku untuk memiliki buku edisi pertama itu. Sayang, aku tidak bisa mendapatkan buku dengan autograph Mario Teguh di dalamnya. Sebuah catatan: seminar serupa akan segera dijadwalkan pula di kota-kota lainnya.
Acara seminar itu usai selepas pukul 4 sore. Ketika yang lain menyempatkan diri “berjuang” untuk berfoto bersama pak Mario Teguh, kami nih, 4 orang dari sekolah yang sama, menyelinap ke luar ruangan dan melanjutkan perbincangan di luar ruang seminar. Kita makan-makan, tertawa-tawa, dan tak lupa ditutup oleh sesi foto bersama dengan gaya Mario Teguh. Begitu. Upload...

Monday, January 04, 2010

Sambut Tahun Baru 2010

2010, tanpa bisa ditahan lajunya, datang menghampiri. Siapa saja tak lepas dari terjangan waktu. Dan siapa saja akan merugi bila tak mengambil kesempatan terbaik yang dilewati masa ini. Siapa saja harus bekerja lebih keras lagi di tahun ini, bekerja lebih cerdas lagi, termasuk aku tentunya. Yuk... manfaatkan potensi yang dianugerahkan kepada diri ini untuk berkarya sekemampuan kita. Semangati diri lagi.
Di awal tahun ini, kuisi tangki bahan bakar Katana-ku dengan premium di SPBU dekat rumah, full tank. Aku harus menunggu di antrian panjang sebelum tiba giliranku. Sabar... Dalam masa menunggu itu membuatku berpikir tentang pekerjaan mereka. Kulihat petugas SPBU sibuk sekali melayani semua orang. Selesai dengan kendaraan satu, kendaraan lain sudah menunggu, nggak ada berhentinya. Itu sungguh-sungguh kerja keras.
Kadang aku membandingkan dengan pekerjaanku sendiri. Sebagai guru, aku masih punya waktu untuk mengerjakan hal-hal lain di luar kerjaan sekolah, termasuk menulis blog (biasanya aku tulis di rumah, tapi ku-posting di sekolah). Di sela-sela kesibukan mempersiapkan bahan pelajaran, membuat contoh karya untuk ditunjukkan kepada murid, mengajarkannya, merapikan kembali ruang seni setelah dipakai anak-anak berkegiatan (menggunting, mewarnai, memahat dsb), membuat panduan penilaian, plus memeriksa dan menilai hasil karya mereka. Sesekali ikut meeting, sibuk di kepanitiaan atau menyiapkan anak-anak ikut lomba, atau 'hanya' memperhatikan murid-muridku di kelas. Mengisi buku komunikasi setiap hari, melerai yang bertengkar, mengobati luka jika ada yang jatuh. Giliran "istirahat" makan siang, kita "on" terus dong. Memastikan bahwa anak-anak makan dengan benar, kalau perlu sedikit dipaksa untuk mau makan sayur, setidaknya mencoba makan deh, sepotong sayur atau sesendok keciiil aja. Setelah itu dilanjut dengan mengawasi mereka wudhu dan shalat di mushala (walaupun aku... harus kuakui, agak jarang melakukannya gara-gara biasanya aku belum selesai makan. Soalnya aku selalu makan paling akhir, setelah semua anak menghadapi piring dengan menu makan siang mereka. Tapi bagaimanapun, kayaknya aku harus belajar untuk makan lebih cepat!). Kegiatan sore ditutup dengan memandu anak-anak shalat asar bersama, kali ini dilakukan di kelas masing-masing. Biasanya mereka menagih cerita sebelum shalat, yang membuatku harus aktif mencari info dan referensi cerita-cerita berhikmah yang menarik untuk mereka, yang harus kuceritakan dengan cara yang menarik pula. Maaf-maaf... biasanya aku pakai bahasa Indonesia (padahal sekolah kami memiliki kebijakan global, termasuk dalam penggunaan bahasa Internasional di lingkungan sekolah). Maaf, seringkali aku memang membuat permakluman, dengan alasan supaya waktu yang singkat sebelum bubaran sekolah itu termanfaatkan secara efektif, tanpa perlu mengulang dan menterjemahkan, setelah mulutku berbusa-busa bicara dalam bahasa Inggris, eh ujung-ujungnya mereka minta diterjemahkan juga.
Berbicara dalam bahasa Inggris pun perlu upaya keras, kuupayakan semampuku. Walau bagaimanapun, bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita, sehingga untuk menggunakannya otakku kadang perlu berpikir dua langkah sebelum bicara. Tapi bagaimanapun, ini harus kuupayakan. Aku kerja keras mencari kata dan kalimat yang tepat untuk kukatakan, dan mereka pun harus bekerja keras untuk memahami dan mengingat apa yang kukatakan. Kerja keras, itulah energi kita. Kerja cerdas, itu yang lebih utama.

Friday, January 01, 2010

Kumulai Tapaki Hari di Tahun Ini

Lagu Hariku. Kutulis (lagi) di sini, untuk menyemangati diriku sendiri agar kembali memulai hari dengan basmalah. Semoga Allah ridha. Amiin.
Kumulai hari dengan basmalah
Berharap berkah dari Sang Pemurah
Kumulai langkah dengan basmalah
Semoga Dia rela, beri ku mudah
Serahkan urusanmu, pasrahkan masalahmu
Pada Tuhan Yang Kuasa agar tenang hatimu
Kuakhiri hari dengan hamdalah
Semoga esok lebih indah
Kumulai tahun ini dengan basmalah. Semoga Allah selalu mengiringi langkah, menuntunku untuk selalu menuju jalan yang benar, menuju ke arah ridho-Nya. Amiin.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.