Satu episode lagi dalam hidup.
Tak ada yang terlalu manis. Itu akan memuakkan.
Tak juga ada yang terlalu pahit. Pasti masih tertahankan.
Tawar? tidak juga...
Manis akan lebih terasa setelah kaurasa kepahitan.
Sebaliknya, pahit akan terasa menggigit jika baru saja kaurasa kemanisan.
Maka janganlah terlalu.
Bersyukurlah dengan yang tawar sekalipun.
Waspadalah dengan yang manis, karena kau harus bersiap... untuk bersabar dengan yang pahit.
Yakinlah, suatu saat kau akan rasakan kembali
manisnya episode kehidupan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang ja...
-
Lebaran baru saja usai. Seperti tradisi di keluargaku, ketupat ketan selalu terhidang di meja makan. Lauknya saja yang selalu berganti setia...
-
Kamis, 7 Mei 2026 siang, sekira pukul 14.30 (aku tak ingat persisnya) Mobil putih di depanku mendadak berhenti. Aku pun refleks menginjak pe...
2 comments:
Yap, stuj alias setuju! Yang sedang-sedang aja lah... Hehe, kok jadi inget Fetty Vera, itu lho penyanyi dangdut kakaknya Alam 'Mbah Dukun' :D Halah, penggemar dangdut diam2
Wah... mbak Diana ternyata penyuka dangdut juga ya. samma ;)-tapi tentu saja terbatas pada lagu-lagu tertentu.
Post a Comment