Showing posts with label reuni. Show all posts
Showing posts with label reuni. Show all posts

Tuesday, October 12, 2010

Setelah 20 Tahun Tak Bertemu...

9 Oktober 2010, kampus Ganesha ramai 2 kali lipat. Selain sibuk dengan persiapan Pasar Seni yang digelar di tanggal unik, 10-10-10, kampus Ganesha 10 juga 'diserbu' oleh 'gerombolan' kaos hijau, alumni 90 ITB. Ada event reuni akbar angkatan ini, dan aku senang termasuk salah satu di antaranya. 
Melihat teman-teman satu angkatan berkumpul bersama, wah... riuhnya. Banyak juga yang terbawa euphoria masa muda, pada narsis berfoto bersama. Di depan gerbang, di depan back drop acara, di selasar ruang kuliah, di tangga kampus, wah... pada intinya sih, di mana-mana. Nggak ada satu titik pun yang luput dari bidikan lensa kamera yang kami bawa. Kampus ITB sudah banyak berubah, ternyata, jadi kami asyik-asyik aja berfoto di mana-mana ;)
Pasukan hijau warnai kampus Ganesha, berfoto di mana-mana.
ITB jadi lautan hijau, warna kaos reuni yang kami kenakan di pagi hari. Tak ada rona cemas di hati kami, tak seperti 20 tahun lalu saat pertama kali resmi menjejakkan kaki di kampus Ganesha sebagai mahasiswa baru. Senyum ceria tampak di sana-sini, tulus bukan cuma tebar pesona seperti saat muda dulu. Jadi komunitas Ganesha, bangga tentunya, walau tebar pesona pun, apa gunanya? Lha wong pesona yang ditebar, ya... ke anak-anak kampus Ganesha juga. Sama saja kan? :p
Saat ini, 20 tahun sejak pertama kali kami bertemu, banyak wajah-wajah yang berubah. Wajah-wajah para pengusaha ataupun pembuat keputusan. Wajah-wajah pendidik maupun peneliti. Wajah-wajah yang telah matang ditempa pengalaman. Tapi satu-dua, ada juga wajah yang relatif tak berubah, sehingga sangat mudah dikenali. Semua berbaur bersama, sebagai alumnus ITB yang jaya. Viva ITB, in persevero progressio. Bersama dalam kemajuan yang berkelanjutan.

Monday, December 29, 2008

Reuni Alumni Pramuka

Satu agenda reuni datang lagi. Sudah agak jenuh sebetulnya dengan ide reuni ini :p Beruntun rasanya, mulai dari reuni angkatan 90 ITB, reuni tak terencana dengan alumni guru-guru SaF di acara nikahannya bu Tini beberapa waktu lalu, pertemuan dengan Evi dan Meity yang sekarang berdomisili di luar negeri, pertemuan dengan teman-teman guru Salman yang kuanggap sebagai reuni ;), hingga bergulirnya ide reuni alumni pramuka SMP 11.
'Bentrok' dengan acara mengejar deadline lomba yang ingin kuikuti, juga menunggu koran minggu yang memuat laporan "Citizen Journalism", aku menunda-nunda kepergian ke lokasi reuni, di sekolah tempat kami menuntut ilmu dulu, hampir 20 tahun yang lalu. Wow... Tapi penasaran juga sih, ingin tahu kabar teman-teman sekarang. Akhirnya menjelang tengah hari barulah aku berangkat dari rumah. Sampai di lokasi, ternyata tidak terlalu banyak juga teman-teman yang datang (apalagi muka-muka yang kukenal). Banyak wajah dan tampilan sudah berubah. Gadis-gadis kecil dulu (anak SMP, gitu...) sekarang sudah jadi mbak-mbak modis atau ibu-ibu berkerudung yang jelas merubah 'penampakan'. Sementara anak-anak lelaki yang kukenal dulu sudah bertransformasi juga menjadi babe-babe jangkung dengan membawa buntut satu-dua anak. Badan kurus tipis yang jadi 'trade mark' anak laki-laki SMP dulu, sekarang sudah berubah menjadi tegap berisi atau... buncit dikit. Hehe...
Teman-teman seangkatanku tidak banyak juga yang hadir, tapi relatif lengkap karena yang masih aktif pramuka sampai kelas 3 SMP juga memang tidak banyak. Biasa kan, kalau sudah kelas 3 SMP, mau bersiap menghadapi ujian, ortu sudah membatasi aktivitas ekskul yang sebetulnya kami senangi. Ketika berfoto bersama, sempatlah kita mengabsen barengan. Seusai acara, kita menyempatkan juga berfoto bersama di depan gerbang sekolah sebelum berpisah. Kukenalkan ya, dari kiri ke kanan. Ave Avianthy, yang sebetulnya tidak aktif hingga akhir di kepramukaan SMP, tapi memang bersahabat erat dengan pentolan regu Cobra 'snack' di sebelah kirinya. Ferdinand Azis, Heri Antasari dan Donya Tasdik, tiga sekawan yang kompak berat. Kak Asep Suparlan 'nebeng' berfoto dengan kita. Dia sebetulnya dua tahun di atas kita, seangkatan dengan kakakku. Lulusan STPDN ini sekarang jadi sekda di Purwakarta. Paling kanan, Mimi Sumiati yang saat ini masih jadi guru Biologi di Cianjur. Hilda yang sobatan karib dengan Mimi ternyata tak bisa hadir. Kami bertiga, bersama aku yang pegang kamera, adalah 'generasi terakhir' dari regu Teratai yang legendaris. Haha...! Ngaku-ngaku ya? Iyalah. Bangga dong, jaman kita SMP dulu, kami cukup banyak mencetak prestasi di berbagai lomba wide game di wilayah kwarcab Bandung. Kenangan manis dahulu, semoga jadi pijakan kaki untuk semakin mantap dan berprestasi juga hingga hari ini. Insya Allah.
Blogged with the Flock Browser

Sunday, November 16, 2008

'Reuni' Salman Al Farisi Berujung Sakit... :(

Sabtu ini, sepulang dari sekolah, kusempatkan untuk mampir ke Pusdai. Ada rencana ketemu bu Tika untuk melanjutkan sesi bincang-bincang yang lama terputus.
Sebetulnya, sejak di sekolah aku sudah merasa demam. Tenggorokan terasa bengkak, ya... pokoknya nggak enak badan deh. My body is not delicious. :pSampai di Pusdai bada ashar, gerimis baruuu saja turun. Nekat, lari-lari sedikit tanpa payung, kuterjang saja jarak 20 meteran dari tempat parkir ke selasar Pusdai, menemui teman-teman Salman Al Farisi yang baru saja bubaran seusai pelatihan manasik haji di sana (hari Rabu, mereka akan melaksanakan simulasi manasik haji untuk murid-murid SaF. Hm... jadi ingat masa awalku di Salman dulu, manasik haji di Sabuga).
Ketemu bu Nelly dan Bu Mei yang masing-masing menunggu 'my husband'. Yeah... and I'm gonna fetch 'my wife'. :p Semua orang kayaknya dijemput suami. Bu Tika juga kali ya. But... instead of her husband, it's me whose come and fetch her. So... does it mean I become her husband? Ha... no-lah... Bu Nelly mau walking-walking dulu bersama keluarga. Oke deh... save walking-walking (selamat jalan-jalan ;))
Note: Tahun depan Insya Allah SaF akan mulai ber-bilingual, maka dimulailah dari sekarang. Kali ini sih lucu-lucuan aja. Sementara itu, aku bergabung dengan beberapa rekan guru SaF lainnya yang masih menanti hujan reda di lantai 1 Pusdai. Ramailah dengan perbincangan tentang berbagai hal, termasuk konten blog-ku yang ternyata mereka baca juga, kadang-kadang. Termasuk kisah pernikahan bu Tika yang ramai jadi pembicaraan di SaF, baik oleh guru maupun murid-murid. Hihi... Hayo atuh... jangan cuma baca... kasih komentar juga ya. Bukti bahwa teman-teman sudah berkunjung. Kritik dan saran juga boleh kok.
Nggak berlama-lama, aku dan bu Tika pergi dari Pusdai, setelah berfoto dengan teman-teman SaF yang ingin foto mereka dipajang di blog ini. Mangga... yeuh. Rencananya, aku mau mampir sebentar ke suatu tempat, nyari hadiah untuk kakakku. Hari Sabtu ini dia berulang tahun. Mampir ke Borma Bubat yang nggak terlalu besar, ternyata lama juga kita 'berputar-putar' di sana. Bukannya nyasar atau apa sih, cuma sekedar cuci mata akhirnya. Belinya sih kagak. Setelah hadiah buat kakak dan satu pesanan teman yang lain sudah kudapat, aku sudah pengen pulang nih. Ujung-ujung jariku terasa sedikit kesemutan, sementara suhu tubuhku terasa meninggi. Wah... bakal selamat nggak nih nyopir mobil sampe ke rumah, mana bawa istri orang lagi? ;)
Alhamdulillah... jalan yang sedikit macet bisa kulalui, juga jalanan yang banyak macet. Malam minggu, gitu. Ketemu suami bu Tika di area 'Rencong', lalu aku melanjutkan perjalanan yang tinggal 1-2 km lagi ke rumah. Sampai rumah, sudah tinggal istirahat saja.
Suhu badanku mulai meninggi. Agak pusing dan sakit kepala juga. Tidur dengan kompres di dahi, berkali-kali juga aku terbangun, tidak nyaman dengan kondisi badanku. Paginya, rasanya sih suhu badan agak menurun, tapi masih leng-lengan. Badan rasanya ringan bener... Disuruh ke dokter, aku nggak mau nyetir sendiri, ogak juga naik angkot (manja bener ya? ;p) Akhirnya kakak iparku yang njemput ke rumah dan mengantar kami sekeluarga ke dokter, emang seisi rumah lagi sakit. Kompak kan? ;)
Di klinik 24 jam Moh.Toha, dokter yang memeriksa kami agak-agak 'okem' juga nih, tapi asyik aja. Karena badanku masih panas, dia beri aku surat sakti untuk istirahat di rumah selama dua hari. Wadduh...! Aku teringat rentetan jam ngajarku di hari Senin. Kasihan teman-teman yang harus nggantiin. Sing ikhlas nya... Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian. Amiin.

Sunday, October 26, 2008

Pra-Reuni Angkatan 90

Sabtu siang menjelang sore, aku sudah menjadwalkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman ITB angkatan 90. Dari perbincangan di milis, sebetulnya tak banyak nama yang kukenal, tapi dengan sok PD, aku memutuskan untuk hadir di event itu. Mumpung di Bandung, mumpung ada waktu, mumpung lagi musim reuni... ;) Sudah berapa pekan ini, reunian melulu. Hehe...
Jadwal, pukul 14.00-16.00 registrasi. Aku agak nervous karena merasa datang telat. Gara-garanya... setelah acara ulang tahun-an Rasyad di seputaran Wastu Kencana, aku mampir dulu di Balubur mengurusi ini-itu. Mumpung mampir. Setelah itu, terjebak antrian panjang di Taman Sari karena wisudaan ITB (jadi ingat masa silam. ;)) Setelah itu, masih mampir di rumah mbak Indri di Bukit Dago. Menjemput dan 'menculik'nya untuk menemani ke acara pra-reuni 90. Membuatnya menjadi 'penyelundup' di acara 90-an itu. Hehe...
Menjelang jam 4 sore, aku sampai di Kafe Sierra. Aku jadi orang kedua yang mengisi buku tamu. Surprise...!!! Baru ada Mulya di sana. Kita kenalan lagi. Mukanya sih familiar, tapi jaman kuliah dulu, aku tidak akrab dengannya. (Emangnya, aku akrab sama siapa sih...? Cuma tahu Vera doang, juga. :p)
Satu persatu, teman-teman angkatan 90 mulai berdatangan. Akhirnya... ada juga wajah-wajah yang kukenal. Ervan yang sukses berjodoh dengan Ambar, Ima-Kimia, Ayi (mamanya Rifqi, salah satu muridku di Salman dulu), Chitra dan Puspa yang bolak-balik dari Bogor/Jakarta, hingga Dini yang bela-belain sedang sedikit demam juga bu Rai alias mama Hafizh yang datang selepas malam. Kenalan lagi dengan teman-teman se-angkatan lainnya. Lia yang baru wisuda doktoralnya dari Farmasi, Moris yang asyik-asyik aja pake sweater olahraga angkatan 90, Hari yang suaminya Chitra, Bambang AR yang ketemu di bandara ketika sama-sama berangkat ke Jepang tahun 2002 lalu. Waduh... Pokoknya wajah-wajah yang lama tak terlihat, saat ini berseliweran di depan mata, mengingatkan akan masa lalu.
Tentu tidak semua teman seangkatan bisa hadir. Hanya sekitar 60-an dari total 1600-an mahasiswa angkatan 90 ITB. Lulusan FSRD saja, ternyata cuma aku yang datang! Padahal mah bukan ketua angkatan, bukan aktivis himpunan, wah... awalnya sih sempat salting juga karena nyaris nggak kenal siapa-siapa, tapi kemudian muncul wajah-wajah yang kukenal dan bisa ngobrol seru sama mereka-mereka, membicarakan special interest yang akan ditindaklanjuti kemudian.
Mudah-mudahan di tahun 2010 nanti, di reuni akbar 20 tahun angkatan 90, bisa ketemu lebih banyak teman, dengan lebih banyak jejak terpateri, sebagai pionir perubahan untuk adik-adik angkatan. Semoga sudah bisa mewujudkan karya untuk diteladani oleh angkatan berikutnya.
Blogged with the Flock Browser

Wednesday, October 22, 2008

Reuni lagi...!

Belakangan ini, jadwal reuni padat sekali. Setelah dengan pak Rombang dan rekan-rekan Salman beberapa waktu lalu, dilanjut dengan pertemuan dengan bu Meity dan rekan-rekan SMP Salman. Lanjut lagi dengan pertemuan singkat dengan Evi bersama suami dan anaknya plus Lina sang adik yang sudah dua tahun-an nggak ketemu muka. Sabtu ini, mudah-mudahan ada umur, akan pra-reuni dengan teman-teman alumni ITB angkatan 90. Asyiknya sih reuni 20 tahun angkatan kita, yang akan genap tahun 2010 nanti. Apa sajakah kira-kira agenda pertemuan nanti? Mudah-mudahan yang ringan dan yang lucu saja. Ngobrol-ngobrol, 'studi banding' tentang kondisi kita dulu dan sekarang, membicarakan rencana masa depan, berbagi mimpi dan saling menyemangati, wah... apa lagi ya? Jangan bahas politik-lah. Bikin mumet.
Blogged with the Flock Browser

Sunday, October 19, 2008

Minggu Seru

Minggu pagi, jadwal rutinku jadi "Upik Abu". Harus hari ini, soalnya pekan lalu nggak bisa nyuci gara-gara pompa air rusak, nggak ada air-lah buat nyuci. Jadi, nyuci harus hari ini!
Selesai nyuci, segera siap-siap menyongsong saat kondangan ke nikahannya bu Tini, salah seorang rekan di Salman dulu. Janjian dengan Intan, kami sampai di tempat kondangan selepas dzuhur. Ketemu teman-teman Salman, lagi-lagi serasa reuni. Ada b'Neneng Ami yang kabarnya jadi caleg PKS, ketemu dengan pasangan pak Ridwan dan bu Tina, ketemu b'Neneng R.F. (kembaranku yang lain. kembar tanggal lahirnya. ;) ), ketemu b'Endang beserta ketiga anaknya yang asyik-asyik aja bermotor-ria. Eh, ketemu juga dengan Ita yang dulu sempat jalan bareng di Jepang. Dia sedang hamil anak kedua. Alhamdulillah. Semoga sehat. Nah, ketemu juga dengan tiga orang 'petinggi' Salman (soalnya kantor mereka ada di tempat yang tinggi. Hehe...), mereka 'konfirmasi' tentang berita paling gres tentang aku. (Eh, berita apa tuh? Masa aku sendiri nggak tahu?) Menurut sumber mereka yang entah siapa (tapi jadi penasaran nih), katanya aku akan segera menikah. "Ditunggu undangannya ya." kata mereka kompak. Iddih... itu berita dari mana? Kalau dimaksudkan sebagai doa sih, boleh-boleh aja (sekalian aja, kabarnya, sama siapa nikahnya? :p) tapi kalau gara-gara itu aku lantas batal dilamar orang (gara-gara disangka sudah akan segera menikah, lha... situ berani tanggung jawab?) Bikin berita tuh yang bener dong. Jadi lapar nih. Aku dan Intan lantas beranjak dari hadapan mereka, berburu makan siang.
Sayang, nggak dapat foto yang bagus dari acara nikahannya bu Tini, padahal aku sudah nitip kamera. Lagi-lagi kamerawannya mungkin tidak biasa dengan kamera saku otomatis yang harus dapat 'perlakuan khusus'. Padahal pengantennya cantik sekali. Bu Tini yang biasa nggak berdandan, jadi manglingi banget ketika didandani dengan riasan pengantin. Periasnya pinter. Oya, pengisi acaranya juga asyik, nasyid life, dari Ed-coustic. Aku sendiri nggak begitu tahu, mereka personil asli Ed-coustic atau bukan, tapi yang jelas, lagu-lagunya sangat familiar buatku. Asyik-lah. ;)
Selepas kondangan, sempat telefon-telefonan sama Evi yang saat itu masih di Garut. Mereka berencana mau ke Bandung sih, tapi belum bisa memastikan jadwal. Entah bakalan sempat ketemuan atau nggak. Untuk merintang waktu, aku dan Intan berencana mampir ke CiWalk dulu. Kebetulan aku mau nyari kado ultah buat Panji, salah satu ponakanku. Alhamdulillah. Dapat-lah, satu kaos yang kayaknya sih kegedean. Tapi harganya pas (sama kantongku) Hehe...
Abis beli kaos, mampir ke supermarket sebentar beli snack dan minum. Niatnya buat bekal nonton "Laskar Pelangi". Yang kedua buatku (tapi kayaknya asyik aja nonton lagi) tapi yang pertama buat Intan. Nonton bareng temen, tanpa interupsi dari kanan-kiri, kayaknya asyik juga. Dapat jadwal yang jam 16.45, kebagian tempat di barisan kedua kanan. Leher pegel juga nih nengok kiri sambil setengah tengadah.
Selepas nonton, Evi masih belum ngontak lagi nih. Akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Dari Cihampelas aku naik jalan layang ke daerah Dago. Karena kondisi bensin agak kritis, kuputuskan untuk isi ulang di SPBU Dipati Ukur. Sebelum nyampe sana, eh... mampir lagi di Rabbani. Cari kerudung praktis ah. Milih buat Evi juga. Siapa tahu sempat ketemu.
Agak lama juga rasanya di Rabbani, sibuk milih-milih yang modelnya nggak terlalu aneh, yang masih gampang urusan nyuci dan nyeterikanya. ;) SSetelah itu, siap-siap pulang deh kita. Ngisi bensin di Dipati Ukur, lalu nelfon Evi di depan perpus Unpad. Eh, ternyata mereka sedang di SuperIndo Dago, nggak jauh dari tempat kita berada. Yuk atuh, ketemuan ah. Mumpung ada di Bandung, harus sempat ketemuan dong. nTar kalo udah balik ke Amrik, nggak tentu setahun sekali bisa ketemu. Via e-mail ataupun sms juga jarang, ya ketemu muka sekalian ajalah. Harus hari ini!
Ketemu Evi yang sedang hamil anak kedua, Ibrahim sang suami dan anak mereka, Maryam Muthmainnah yang nggak rewel, mau aja kugendong. Ketemu Lina juga, adik Evi yang mulai kuliah S-2 di Unpad. Cerita-cerita, nggak bisa panjang-panjang juga, soalnya kita sudah sama-sama jalan seharian, ya capeklah. Perlu istirahat. Ayolah, insya Allah jika Allah memberi umur, kita bisa ketemuan lagi di lain waktu dan lain tempat. Insya Allah.

Friday, October 17, 2008

Nebeng Reuni-an

Hari Jumat malam, aku menyempatkan diri untuk menemui bu Meity, teman lama yang kebetulan sedang ada di Bandung. Dia menikah dengan orang Pakistan dan tinggal di Jeddah. Lebaran tahun ini menyempatkan datang ke Indonesia dan meluangkan waktu beberapa hari tinggal di Bandung. Ketika di Salman, bu Meity mengajar komputer dan lebih sering 'ngetem' di lab.komputer, bergaul dengan guru-guru SMP. Lab komputer memang terletak di area SMP. Aku yang guru SD, sok akrab aja dipertemukan dengan bu Meity untuk satu dan lain urusan.
Jumat malam itu, aku datang ke rumah bu Triana yang jadi tempat pertemuan. Beberapa teman yang hadir di pertemuan itu memang rata-rata sudah tidak aktif di Salman juga, seperti bu Tari, bu Danti dan Umi yang sudah jadi abdi negara alias PNS. Cie... Sementara bu Sri, bu Triana dan bu Evi masih jadi 'aktivis' Salman. Rata-rata mereka adalah guru SMP Salman, sedangkan aku dulu nggak pernah beranjak dari ngajar anak-anak SD. Aku yang juga sudah nggak di Salman lagi, ikutan nebeng aja. ;) Judulnya, reunian juga nih. Aku jadinya nebeng reuni. hehe...
NOTE: Maaf, fotonya tidak statis. Kamerawannya belum 'padu' dengan kamera yang digunakan, jadi fotonya ya... apa adanya. ;)

Sunday, October 12, 2008

Silaturahim Tahunan

Hari ini, janjian dengan beberapa rekan Salman (atau ‘alumni’ Salman), kita berkunjung ke rumah pak Rombang, mantan kepala sekolah Salman. Beliau sangat bijak, sangat mengerti bidang yang ditanganinya, dan tak segan membagi ilmu untuk kita. Makanya kita sangat menyegani beliau, menghormati beliau, dan… menyayangi beliau. ;) Tahun lalu kita bersilaturahmi ke rumahnya, juga tahun sebelumnya. Tahun ini kita jadwalkan hal serupa.
Janjian jam 9 (tahun ini giliran Intan yang jadi 'penghubung' untuk menjalin kontak dengan p'Rombang), aku ketemu dengan bu Umi dan bu Suzana di pasar Kordon, seperti tahun lalu, di depan kios-kios penjual pisang. Nggak lama nunggu, kulihat mereka turun dari angkot dan langsung naik katana-ku yang segera melaju menuju rumah pak Rombang. Tahun ini, nggak pake nyasar deh ya... :p
Sampai rumah pak Rombang, sudah ada pak Nino di sana, yang bilang belum lama datang. Kita bertiga gabung, dan menyusul datang pak Soleh dengan salah satu anaknya. Setelah itu, bu Tia dan pak Eko susul-susulan. Terakhir, Intan gabung. Ngobrol panjang, tentang segala macam... masih membicarakan kebijakan pendidikan di Indonesia, situasi di Salman, dan kabar kita sekarang di tempat yang ‘baru’. Bu Umi di P3GT, Intan di Dinas Peternakan Purwakarta yang jadi pegawai negeri, dan b'Suzana yang masih betah di Salman. Mereka bertiga semuanya mahasiswa S2. Sedangkan aku di Irsyad, masih dalam tahap bermimpi. Dibalap Intan melulu sih... :( Dulu bilang pengen keluar dari Salman, ditahan-tahan sama Intan, tapi ternyata dia duluan yang keluar. Setelah itu aku keluarkan juga 'pernyataan kebulatan tekad' untuk ngejar sekolah S2, eh... Intan duluan juga. Jangan-jangan (eh, boleh-boleh deh...), ntar kalo aku bilang mau nikah, Intan juga kali ya yang duluan. Silakan...
Setelah berbagi kisah tentang berbagai hal yang terjadi di tempat kami sekarang berbakti, bada dzuhur kami berpisah. Pamitan dari kediaman pak Rombang. Nggak selesai-selesai kalau bicara dengan beliau. Hehe... Insya Allah ketemu lagi di lain kesempatan ya pak, mudah-mudahan Allahmasih memberi umur di tahun depan. Insya Allah.
Karena masih kangen, (dan lapar pula) aku, bu Umi, bu Suzana dan Intan ikut gabung, melanjutkan perbincangan sambil makan siang di Pizza Hut Carrefour Kircon. Kalau bareng bu Tia, pasti pegel pipi aja. Ketawa melulu. Haha...! Selepas ashar, kita bubaran. Besok-besok ketemu lagi ya. Jangan bosan. Miss you all! Always.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.