Showing posts with label flower. Show all posts
Showing posts with label flower. Show all posts

Saturday, February 07, 2009

Anggrek

Anggrek bulan kuning. Kali ini tak lagi sendiri. Empat sekawan di batang panjang, sementara kuncup-kuncup bunga dari batang lainnya juga bermunculan, menanti saat paling tepat untuk mekar pula.
Satu jenis bunga anggrek lagi. Sudah mekar sempurna. Semua kuntumnya merekah indah. Tak henti aku mengagumi, karya cipta Ilahi yang dititipkan-Nya di taman ibuku.

Monday, January 19, 2009

Bunga Sukulen

Bunga kaktus di 'taman' atas berkembang lagi. Dari 10 calon bunga yang muncul, hanya 3 yang sukses mekar sempurna. Satu bunga rupanya mekar di Sabtu malam. Kupikir, bunga ini akan mekar di siang hari seperti yang kutulis di blog ini beberapa waktu lalu. Minggu pagi, ibu sibuk bilang bahwa bunga kaktus sedang mekar begitu indahnya. Kutunggu dia mekar sempurna hingga menjelang siang. Tapi apa yang kudapat, bunga indah itu justru berangsur layu. :(
Dua bunga lainnya mulai merekah. Kuprediksi, bunga itu punya sifat serupa dengan sepupunya, si Wijayakusuma. Dia mungkin mekar sempurna di malam hari. Ayo deh, aku tungguin.
Sekitar maghrib, kulihat bunga itu mulai merekah. Sekitar jam 11 malam, kulihat bunga ini menjelang puncak keindahannya. Rupanya dia pun termasuk 'pemalu' dan tidak sembarang menampakkan keindahannya. Sempat juga mengabadikan bunga indah ini di kegelapan malam.
Pagi hari, kusempatkan mengabadikan bunga ini lagi, bersanding dengan sepupunya, Wijayakusuma mini yang juga berkembang semalam. Si besar dan si kecil. Sungguh kuasa Allah yang menciptakan keindahan ini untuk kita nikmati.
Ah... satu bunga kaktus lagi mekar sempurna kemarin. Bunga kaktus bintang yang juga kutunggu-tunggu. Satu persatu kelopak bunganya mengembang, dan mekar sempurna, menghadap ke tanah. Satu lalat hinggap tepat di tengah bunganya, kemudian dua ekor lainnya ikut bergabung, membuatku penasaran dengan aroma yang ditebar si bintang ini. Emh... ternyata memang agak berbau tak sedap. Tak heran beberapa lalat senang menjadikan bunga ini sebagai tempat berkencan. Hehe... Kali ya... ;)
Ketiga bunga ini rupanya bersepupu jauh, sama-sama bermarga sukulen, setahuku. Semua berbunga indah. Subhanallah.

Wednesday, November 26, 2008

Bunga Kaktus

Lagi asyik-asyik 'mantengin' bunga-bunga di taman ibu. Satu bunga kaktus yang kunanti-nanti mekarnya, ternyata 'meninggalkanku'. Dia mekar duluan, mengembang seharian tanpa sempat kulihat proses puncak keindahannya. Tapi inilah 'yang tersisa darinya'. Entah apa nama sebenarnya, tapi kunamai saja kaktus bintang.

Friday, November 21, 2008

Bunga Kaktus

Awalnya...Kemudian...Sehingga...Subhanallah... Indah...
Note: Bunganya sebesar piring makan. Berat menyangga kelopak bunga yang saling tumpang-tindih. Ternyata bunganya mirip sekali dengan bunga Wijayakusuma. Mereka memang sepupuan, kayaknya. Tapi bunga kaktus ini mekar di siang hari, sedangkan Wijayakusuma mekar malu-malu di malam hari. Tapi keduanya sama-sama tak mau lama memamerkan diri, cukup satu hari saja. Sore hari, dia sudah layu... :(

Tuesday, November 18, 2008

Taman Bunga Bunda

Alhamdulillah… hari-hari belakangan ini banyak tanaman bunga di taman kecil ibuku berbunga. Cantik-cantik.
Mawar batik berbunga lagi. Setelah sempat mekar kembaran, segera disusul dengan satu tangkai lagi yang awet mekarnya. Menyambutku setiap pulang kerja. Sekali lagi, mawar jenis ini memang tak begitu harum, tapi tetap indah.Musim hujan begini, bunga bulan desember bermunculan. 3 bunga mekar bergantian. Warnanya yang cerah menceriakan halaman depan rumah kami.Sementara itu, di taman samping, setangkai anggrek hijau juga mulai mekar bermunculan. Dengan kombinasi warna ungu di bagian tengahnya, kurasa bunga ini cantik sekali. Tapi kenapa juga ya tuh bunga diikat-ikat? 'Ulah' ibuku tuh. Atau mungkin ulah bunganya. Mungkin dia bersalah, jadi diikat, tak boleh kabur. Hehe... Nggak deng... Biasanya anggrek hijau ini berbunga banyak sekali, memberati batangnya. Sayang kan kalau sampai patah gara-gara terguncang angin? Makanya diikat di batang pralon supaya posisinya mantap. ;)Di ‘taman’ atas, kaktus ternyata juga berbunga. Cantik ketika masih kecil-kecil, dan dia akan terus tumbuh membesar, seperti buah naga, tapi sayang tak bisa dimakan :(

Thursday, November 06, 2008

Triplet Wijayakusuma

Pulang sekolah kemarin malam, capek... ngantuk... kedinginan... udah terserang pilek pula, nggak mood banget deh untuk ngeringin mobil yang butek gara-gara hujan seharian. Tapi terhibur rasanya hati melihat bunga wijayakusuma kembar tiga yang menyambutku di taman ibu. Belum mekar sempurna sih karena memang belum tengah malam, tapi indah... sungguh. Lebih indah daripada gambar yang berhasil kutangkap dan kupampang di sini. Kalau di depan rumah, ditambah efek aroma semerbak samar-samar. Sungguh indah ciptaan Allah.

Monday, August 25, 2008

Mawar Batik (part 2)

Satu lagi si cantik yang kutemui di kebun ibuku. Mawar batik (atau sekedar belang ya?) yang berwarna lebih manis dibanding saudaranya yang sudah lebih dulu nampang di halaman blog ini. Saat ini dia sedang mekar sempurna. Sedang cantik-cantiknya, gitu. Semerbaknya sih nyaris tak terdeteksi indra penciuman, bahkan dari jarak terdekat sekalipun. Setelah kutempelkan hidung di ujung rekahan helai daun bunga yang cantik itu, wanginya tetap samar. Tapi mawar batik ini baik, karena dia tak berduri. Very friendly, isn't it? Love it! Don't you? ;)

Monday, August 18, 2008

Seleb Lain dari Dunia Flora

Cuma ingin memperkenalkan 'saudara' jauh si mawar batik. Yang ini dari keluarga Violces. Bunga yang mudah dikembangbiakkan hanya dengan mengiris sedikit daunnya, lalu letakkan di atas tanah, dan dia akan bertunas dengan sendirinya. Sebegitu mudahnya. ;) Bunganya beragam warna, mulai merah muda, merah hati (atau marun ya?), ungu kebiruan, putih, dan ketika dua tanaman secara tidak sengaja ditanam bersisian, eh... hasilnya ternyata jadi bunga belang yang lucu. Love it!

Wednesday, August 13, 2008

Mawar Batik

Pagi ini, kusempatkan mengambil satu gambar bunga lagi dari kebun ibuku. Mawar batik, judulnya. Kubeli beberapa waktu lalu di Bandung Orchid Festival bersama seorang teman. Dia sih sebetulnya tak begitu tertarik pada dunia persilatan eh perbungaan, tapi jagoan nawar. Haha...! Keuntungan buatku. ;)
Kulihat beberapa pokok mawar belang ini di sebuah stand di arena pameran bunga bulanan yang berlokasi di MTC Metro. Seorang penjaga stand, anak muda, menawarkan pokok-pokok bunga ini dengan bersemangat. Aku yang sudah menunjukkan minat, tentu jadi 'sasaran empuk' buatnya. Dia bilang, "Belilah bu.. buat nambah-nambah biaya kuliah...". Hm, semangat anak muda ini boleh juga. Ketika kutanya kampus tempatnya belajar, kupikir dia akan menyebutkan kampus pertanian atau semacamnya. Ternyata, dia menyebut Unikom. Eh??? Kutanya lebih jauh, kuliah di jurusan apa, dia jawab desain komunikasi visual. EH??? Itu kan aku banget. Aku sempat jadi dosen di sana, sampai lepas pertengahan 2002. Wah, memori terkuak kembali. Temanku sudah semangat menawar, nggak kira-kira. Aku sih senang, tentu, kalau dapat harga murah, tapi kasihan juga sih pada si penjual kembang. Dia yang sudah merawat bunga-bunga itu sampai berbunga cantik, mengangkut ke tempat pameran dengan bersusah payah, memajangnya di stand bunga, menungguinya, menanti satu-dua pembeli seperti aku.
Aku beli dua pokok mawar belang ini. Lucu lho... Yang satu berbunga belang (makanya disebut mawar batik), sedangkan pohon yang satunya lagi berbunga kembar tak identik. Dua bunga muncul di satu pohon pada waktu itu, yang satu berbunga pink agak fuschia, sedangkan yang satunya lagi marun. Aih... Cantiknya. Nanti ya... foto menyusul, kalau dia berbunga lagi. Siapa tahu warna bunganya lain lagi. ;) Di stand bunga yang lain, sebetulnya aku melihat bunga mawar berbunga ungu muda. Agak langka tuh kayaknya. Pengen beli juga, tapi ... hm... lain kali lagi deh ya. ;)

Monday, August 11, 2008

Bunga Wijayakusuma

Malam tadi, aku nggak mau ketinggalan lagi. Kuingatkan diriku sendiri untuk mengambil foto dari setangkai bunga cantik yang hanya mekar di malam hari ini. Wijayakusuma.
Bunga ini merupakan varian mini dari bunga Wijayakusuma yang sudah dimiliki ibuku sebelumnya. Ukuran, tentu saja berbeda. Waktu mekarnya juga tak terduga. Jika Wijayakusuma besar mekar ketika kuncup bunganya sudah menggembung, maka Wijayakusuma mini tak mau menunggu sampai kuncupnya terlihat besar. Aku sudah 'kecolongan' di kesempatan lalu. Tahu-tahu menemukan bunga itu sudah mulai 'redup' di pagi hari ketika aku siap berangkat sekolah. Maka kali ini, aku tak mau ketinggalan lagi.
Jam 10 malam, aku mengecek halaman depan, dan kutemukan bunga ini sudah merekah indah. Belum mencapai puncaknya, namun sudah terlihat kecantikannya. Keharuman samar tercium ketika kudekatkan hidung ke rekahan bunga putih itu. Subhanallah...
Satu lagi keagungan Tuhan yang dapat kunikmati. Bunga pemalu ini seolah melambangkan kerendahan hati. Tak sombong karena rupa, dan hanya menunjukkan diri pada orang-orang yang menunjukkan ketertarikan padanya -tentu karena tahu apa yang dicari-. Belajarlah rendah hati dari bunga ini.

Teringat satu lagu lama yang dulu kerap kunyanyikan. Entah karya siapa. Tidak begitu familiar, memang, tapi kusukai lagunya karena kutahu ibuku punya sepohon bunga itu di halaman rumah.
Tumbuhmu, di pojok halaman
Seolah kau tak diperhatikan
Mekarmu di keheningan malam
Selalu dinantikan
Mekar mekar bungaku mekar
Bunga Wijayakusuma-ku