Sunday, September 11, 2016

Rumah Mungil Impian, Ada di Medan

Komplek perumahan tempatku tinggal saat ini sebetulnya bukan perumahan elite siih. Lokasinya agak menjorok masuk cukup jauh dari jalan utama. Tapi akses menuju jalan utama relatif mudah dan cukup dekat dengan akses pintu tol Buahbatu. Dengar-dengar kabar, material bangunannya berkualitas pula. Boleh cek komplek sebelah deh. Tak heran harganya lumayan bikin lumanyun untuk bayar cicilannya tiap bulan. Aku jadi mimpi pengen punya rumah (lebih) kecil yang pembiayaannya lebih ringan. Jadi searching-searching deh. 
Dan mendaratlah aku di web WIRALAND, sebuah perusahaan pengembang perumahan yang mengelola properti di area Jakarta dan Medan. Menarik. Iseng-iseng serius, aku telusuri ragam informasi di web tersebut. 
Beragam jenis properti ditawarkan pihak WIRALAND, mulai dari rumah sederhana hingga rumah mewah dan tempat usaha. Sebuah banner di web tersebut menjanjikan ketersediaan rumah murah di Medan dengan harga mulai dari 100 jutaan. Whoaa... seriously? Di Bandung sini, dengan harga segitu cuma dapat rumah second dengan kondisi seadanya di pelosok yang kita sebut Bandung coret. Tapi WIRALAND masih ‘berani’ menawarkan rumah baru berharga seratus jutaan di lokasi yang cukup strategis? Jadi pengen pindahan ke sana iih... :p 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Searching lebih lanjut, salah satu lokasi properti yang ditawarkan adalah The Adamaris Residence dengan 3 tipe rumah yang bisa dijadikan pilihan. Rumahnya memang imut-imut, tapi buat the single happy seperti aku sih, cukup banget dong pastinya. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe paling imut adalah tipe Canary dengan luas tanah 6 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari satu kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi yang terletak di luar bangunan utama. Ini mengingatkan aku pada tipe apartemen standar yang pernah kuabrabi di suatu waktu di masa lalu. Dapur tidak tersedia, tapi tak akan jadi masalah besar untuk menambahkan area dapur di bagian belakang rumah yang sudah disiapkan semi permanen. Sementara itu, carport dan area taman di depan rumah sudah tersedia untuk menambah kesan asri di hunian kita. Hasrat berkebunku bisa tersalurkan di situ. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe yang sedikit lebih besar adalah Castillo dengan luas tanah keseluruhan berukuran 8 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari dua kamar dengan ruang tamu dan kamar mandi plus bangunan semi permanen di bagian belakang rumah. Mendandani rumah ini tampaknya tidak perlu budget besar. Sementara itu, membersihkan dan merapikannya tiap hari juga bakalan jadi pekerjaan ringan karena areanya yang relatif kecil. Rumah bakalan selalu nyaman ditinggali karena perawatannya mudah. Mudah dan murah itu kombinasi yang indah yaa... 
Rumah sebagai investasi, baik untuk dihuni atau disewakan, tentu perlu punya daya dukung optimal berupa kelengkapan sarana pendukung yang tersedia. The Adamaris Residence memenuhi persyaratan ini. Lokasinya cukup strategis, relatif dekat ke berbagai sarana umum. Waterpark, Polda hingga Bandara, bisa dicapai dalam hitungan menit saja. Area perumahan menjanjikan kenyamanan berupa akses jalan yang lebar dengan paving block. Sementara itu, penghijauan di area komplek juga menjadi salah satu prioritas bagi pengembang ini. Tim security siap menjaga keamanan di area perumahan, memberi perasaan aman bagi penghuninya. Hal lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan pasokan air bersih. Di Adamaris Residence tak perlu khawatir dengan kualitas air, karena pasokan air dari PDAM sudah tersedia. Ah, nyaman sekali tampaknya hidup di sana. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Di lokasi yang berbeda, WIRALAND menyiapkan River Valley Residence. Rumah tipe 36 yang dilabeli tipe Crystal, dibandrol mulai Rp 106 juta. Hunian dua kamar dengan tampilan simply minimalis ini sungguh menarik perhatian. Tipe lainnya tak kalah cantik, tersedia dengan harga yang tak jauh berbeda. Rumah murah di Medan bukan sekedar angan-angan nih kalau begini. WIRALAND bisa bantu mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah kecil idaman. 
Selayaknya, rumah itu bukan sekedar ‘house’, tapi ‘home’ yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi penghuninya. Sebagai investasi ataupun hunian pribadi, kepemilikan rumah akan jadi kesempatan terbaik seumur hidup. Medan jadi salah satu lokasi yang potensial untuk investasi properti, mengingat lokasinya yang terletak di salah satu kota besar di Sumatera. Makanya, ketika rumah murah di Medan tersedia, #AkuInginPunyaRumah lalu diniatkan, diupayakan, dan layak diperjuangkan. 
Setelah mengetahui informasi mengenai rumah murah di Medan, tampaknya langkah yang juga harus disinergikan adalah pencarian peluang kerja di sana supaya bisa sekalian boyongan pindah. Opsi lainnya adalah mencari pendamping hidup kali yaa. Hmm... yang juga murah meriah ada nggak ya di sana? Kalau bisa dapat sepaket sama rumahnya, itu bakalan jadi bonus plus plus. Siap-siap packing dulu deh kalau begitu ;)

Saturday, July 30, 2016

Variasi Olahan Buah, Opsi yang Bikin Happy

Jelang akhir Juli lalu, aku ikut dengan rombongan sekolah dalam acara tahunan yang digelar sekolah untuk mempersiapkan guru-guru dan staf sekolah menyambut tahun akademik yang baru. Judul kerennya sih Teachers Conference, yaa… semacam lokakarya begitu deh. Tahun ini kami menginap di Kampung Sampireun, sebuah tempat yang magis eksotis gitu deh untuk menghabiskan waktu liburan. Eh, tapi kami ke sana bukan untuk berlibur dong ah… 
Pendek kata, mulai Selasa, 19 Juli lalu aku dan teman-teman berangkat ke lokasi, menghabiskan 3 hari di kawasan resort itu, hingga Kamis, 21 Juli. Semua pengalaman dan pengamatan, seluruhnya berkesan mendalam. Tapi... agak salah fokus juga sih, kali, yang ingin ku-highlight di sini adalah sesi makan-makan di sana. Ahahaa… 
Alhamdulillaah, nggak ada ceritanya kami kelaparan di sana. Yang ada malah kenyang sekenyang-kenyangnya, dengan menu sajian yang memanjakan perut dan lidah. Dalam sehari, ada 5 sesi makan dong… 3 sesi makan berat, plus 2 kali coffee break. Makanan yang disajikan di sana, whoaaa… enak-enak semua. Cukup banyak menu dengan kandungan buah di sana. Berasa sekali, karena memang aku suka, dan jadi bahan candaan untuk salah seorang teman yang tidak suka buah. (Suatu ‘keajaiban dunia’, ada orang yang nggak suka buah. Tapi dengan begitu, jatah makanannya bisa kuminta tanpa merasa berdosa, toh dia memang tak suka. Ahahaa… :p) 
Di hari pertama, setiap kamar mendapat jatah buah jeruk sebagai tanda welcome. Buah yang akhirnya berhasil kubawa pulang, setelah sempat di-claim oleh teman sekamarku. Tapi rejeki sih nggak lari ke mana. Akhirnya welcome fruit itu jatuh ke tanganku juga ;)
Selain welcome fruit, sajian buah segar sesekali muncul di meja prasmanan, yang bisa kita ambil sesuai selera. Jeruk, buah naga, semangka, melon, dan pepaya, jadi beberapa yang kuingat sempat tersaji di sana. Pepaya California-kah gerangan? Karena belakangan ini, saat menampak sajian buah, aku langsung teringat buah pasti Sunpride, mengingat kualitasnya yang selalu prima. Selain buah segar, tak jarang juga muncul sajian buah yang sudah diolah. Cocktail buah, tak kalah segar tentunya.
Teringat di salah satu sesi coffee break sore, dihidangkan pisang goreng crispy yang, umm… bagaimana ya menggambarkannya. Manis buahnya, hingga berkaramel di beberapa bagian. Lembutnya daging buah pisang yang ranum, berpadu dengan renyahnya caramel. Ah… sungguh nikmat tak terkira. Sajian menu berbahan buah lainnya adalah puding strawberry yang sangat berasa kesegarannya. Tampaknya buah strawberry segar jadi campuran puding tersebut. Ini pun menghasilkan paduan rasa segar dan jadi penutup sesi makan siang yang menyenangkan. Satu sajian berbahan buah lainnya adalah pie mini dengan isian pure apel dan kismis dengan aroma kayu manis. Sebagai penyuka hidangan manis, aku suka sekali hidangan yang satu ini. Biasanya aku nggak terlalu suka pie karena berdasarkan pengalaman, pie-nya itu berasa tawar atau hambar. Tapi pie yang di sini ini, ennak ternyata….#KasihJempol. Jadi pengen bikin juga yang seperti itu. Siap-siap bongkar koleksi resep sunpride. Mesti ada deh resep pie apel.
pic: courtesy of sunpride.co.id
Dan aku tersesat… Tersesat di antara ratusan resep penganan berbahan buah yang sungguh sangat menggugah selera. Beberapa resep pie apel kutemukan, membuatku bingung sendiri, mana yang mau kupraktikkan lebih dulu. Ada beberapa butir apel granny smith di kulkas, hasil belanja tempo hari. Dan aku pun senyum-senyum senang sendiri mengingat manfaat apel untuk kesehatan, bakal sukses bikin kesehatan makin terjaga, seperti kata pepatah berbahasa Inggris: An Apple a day, keeps the doctors away. Sebetulnya, pepatah itu awal mulanya berbunyi begini: Eat an apple on going to bed, and you’ll keep the doctor from earning his bread. Tapi apapun pepatahnya, itu membuatku kembali menjelajah dunia maya, mencari rujukan mengenai manfaat apel. Beberapa di antaranya, yang dilansir oleh Health India adalah sebagai berikut:
Mencegah penyakit jantung, karena apel mengandung pectin yang dapat menyerap kolesterol. Antioksidannya efektif untuk memerangi kolesterol jahat. Apel juga mengurangi resiko stroke, membersihkan gigi dari noda, membuat kulit lebih sehat dan cerah. Ini idaman banyak orang, termasuk diriku tentunya. Selain itu, apel juga bisa membantu mengontrol pertambahan berat badan. Dengan kandungan seratnya, apel membantu cegah konstipasi dan diare. Apel juga meningkatkan daya tahan saat berolahraga serta mempertajam daya ingat. Yang lebih asik lagi, apel juga menambah sistem kekebalan tubuh hingga dapat melawan kanker dengan kandungan flavonoid yang banyak terdapat di kulitnya. 
Oke deh. Dengan dukungan data begini, aku makin yakin untuk mempertahankan gaya hidup sehat dengan makan buah di keseharian dengan buah pasti sunpride. Dimakan segar begitu saja ataupun diolah jadi penganan lain, sama enaknya, dapat manfaatnya. Segera kutentukan pilihan, print resep hari ini untuk kupraktikkan di akhir pekan ini. Mumpung libur… mengolah buah jadi penganan sehat makin menyenangkan. Makan buah juga jadi makin semangat karena begitu banyak variasinya pengolahannya. Makan buah setiap hari, bikin happy suasana hati. ;)

Wednesday, June 29, 2016

Car Phone Holder Yang Jadi Solusi Ramadan

Ramadan di Indonesia berarti 'hujan' undangan buka puasa bersama. Siap-siap aja untuk wara-wiri ke sana ke mari untuk memenuhi undangan buka puasa bersama itu. Mulai dari kolega sekantor, kawan lama, keluarga dekat dan jauh, rekanan, teman masa lalu a.k.a. mantan (eh...).  Kadang lokasi yang dijadikan spot pertemuan tidak cukup familiar. PascaRamadan pun bisa dipastikan aku akan cukup sibuk wara-wiri untuk silaturahmi, mumpung masih libur. Dalam situasi begini, siap-siap aktifkan apps favoritku untuk menemukan lokasi: waze
Sesekali menggunakan waze sambil nyetir, agak repot juga nih. Saat tangan bergantian memegang kemudi dan sesekali mengganti persneling, ribet betul ketika merasa perlu melihat panduan jalan apalagi sambil memutar kemudi. Asli, ribet! Aku perlu tools baru nih untuk menunjang aktivitasku dengan bantuan navigasi saat berkendara. Aku perlu dudukan ponsel untuk ditempatkan di dalam kabin mobilku. Oke... order satu, bang! 
Pilihanku jatuh pada sebuah car phone holder yang bisa diposisikan di dashboard. Kalau begini, aku bisa lebih fokus mengendalikan kendaraan dan berkonsentrasi pada kemudi. Mata? Cukup sesekali mengecek navigasi ketika menyetir jadi nggak perlu repot bolak-balik memegang ponsel. Tapi ternyata... perlu juga sih sekali-sekali colek-colek layar smartphone-ku. Untuk keperluan navigasi ulang, mengecek rute paling efektif, atau melaporkan kejadian di jalanan semacam macet, kecelakaan lalu lintas dan lainnya. Nah... ternyata penggunaan phone holder ini masih cukup menimbulkan masalah. 
Posisi di dashboard. Difoto tepat sebelum meluncur ke jalanan.
Hypersonic phone holder ini diletakkan permanen di dashboard sehinga aku sebagai pengemudi harus betul-betul pas mengukur jarak pada saat menempatkannya di dashboard. Tergantung jenis kendaraan yang digunakan, jarak ini bisa cukup dekat atau sebaliknya. Pada kendaraan yang biasa kukendarai, Daihatsu Ayla, dashboard terletak relatif jauh dari jangkauan sehingga hal ini agak menyulitkanku saat mengoperasikan maupun saat perlu melihat informasi navigasi.
Penempatan ponsel di phone holder ini pun masih mudah bergeser. Jika tidak dihubungkan pada kabel saat ponsel sedang diisi ulang, maka posisi ponsel sangat mudah bergerak/bergeser seiring dengan dinamika laju kendaraan. Sementara itu, untuk memposisikan ponsel dan kabel pada tempatnya, ini pun tidak cukup praktis karena dudukan ponsel harus dibuka-tutup nyaris seperti bongkar-pasang. Cukup merepotkan yaa, apalagi ketika aku perlu mengambil ponsel. Melepaskan kabel atau mencopotnya dari dudukan, wadeuh... ribet seri kedua nih. :(
Bagaimana dong ini? Mungkin pilihanku kurang tepat ketika memilih phone holder yang satu ini. Well... harganya memang relatif lebih murah dibanding produk sejenis. Tapi familiar kan dengan frase yang satu ini: ada harga ada rupa. Maksudnya tentu ketika kita berani membayar cukup mahal untuk suatu produk, kualitas pun akan berbanding lurus dengannya. Hmm... mungkin aku harus mencari solusi lain untuk masalah ini, yaitu: car phone holder yang baru. Alessaaan... mumpung THR udah masuk rekening nih... ;)
sumber foto: ruparupa.com & aubarn.com.au
Pilihanku kali ini jatuh pada Hypersonic Universal Phone Holder. Dilekatkan di kaca depan mobil, posisinya bisa disesuaikan dengan pengemudi. bisa diatur ketinggian dan kemiringannya. Tampaknya produk yang satu ini bisa jadi solusi ramadan buat bantu saat perlu navigasi ke tempat buka persama atau silaturahmi idul fitri nanti. Yuk ah, beli sekarang, supaya barang bisa dikirim sebelum lebaran. Beli di mana? Di ruparupa.com saja. Kalau masih mau pilih-pilih barang lainnya, bisa sekalian diambil di toko offline dengan fasilitas STOPS (Store Pick-Up Service). Kita bisa langsung mengambil pesanan di lokasi yang sudah ditentukan. Kalau di Bandung, ada di Pick Up Point Ruparupa Plaza IBCC Bandung (Istana Building Commodities Center) ACE IBCC Main Floor & 1st Floor, Jl. Jend. A. Yani No. 296. Harus beli sekarang nih, supaya segera bisa dipakai di akhir Ramadan ini. Mariii...

Thursday, June 16, 2016

Solusi Ramadan? Aku Mau Ruparupa

Ramadan, saatnya untuk lebih sering masak sendiri di rumah. Sebagai single happy, aku jarang-jarang juga sih masak sendiri. Effort-nya besar, seringkali hasilnya jadi mubazir. Sayang banget... :( Gimana enggak, untuk aktivitas menanak nasi, misalnya. Masak sedikit kok jadi boros listrik ya kalau jadi sering pakai rice cooker. Sementara kalau masak banyak, masi itu tak bisa habis sekali dua kali. Kalau dihangatkan lagi, nasi itu mengerak di rice cooker yang kupunya. Memang bukan magic jar juga siih... Rice cooker yang kupunya adalah tipe standar yang hanya punya satu fungsi: menanak nasi, jadi memang tidak ideal juga untuk menghangatkan nasi.
Kalau begini caranya, jadi pengen ganti rice cooker dengan yang mini aja, supaya masak nasi bisa pas untuk dua atau tiga kali makan saja. Sudah intip-intip toko online yang sedia rupa-rupa. Ada salah satu yang kusuka. Rice cooker mini berkapasitas 0,3 liter saja. Asli, kecil, ini... Varian yang warna putih dengan desain yang simpel, pasti terkesan elegan untuk nangkring di meja dapurku. ;)
Tak jauh beda dengan nasi, hal serupa terjadi juga dengan sayur. Sepaket bahan untuk sayur semisal sop atau sayur asem dari warung, bisa kumasak sampai dua kali, praktikkin setengah resep, gitu... Tapi bahkan di saat aku masak hanya sedikit sekalipun, kadang itu pun tak habis kumakan sendiri. Aku makannya sedikit siih... lambungnya kecil. Setelah tumisan atau sup dihangatkan satu-dua kali kok ya masih ada sisa juga. Ujung-ujungnya kan aku terpaksa membuang sisa sayur yang sudah tak baik lagi untuk dikonsumsi. Sayaaaang... 
Sesekali, ingin juga sih menjajal bikin sop buntut atau iga, seperti di rumah makan gitu... Pressure cooker untuk mempercepat proses memasak sebetulnya ada di rumah, peninggalan almarhumah ibu, tapi ukurannya lumayan besar. Sementara aku? Untuk sehari-hari kan cukup untuk masak sendiri saja, nggak perlu banyak-banyak. Aku jadi mengangankan satu pressure cooker baru dengan kapasitas yang lebih kecil untuk dapurku. Lagi-lagi, aku melirik ruparupa.com dan menemukan satu yang cocok dengan kebutuhan. Pengen dong ambil satu untuk Ramadan kali ini, supaya masak jadi makin ceria (apa atuhlah...), tanpa beban pemborosan.
Intip dompet, hheu... agak krisis nih kondisinya. Maksudnya... mau eman-eman buat nambah-nambah belanja lebaran nanti. Coba pasang mata deh di ruparupa.com untuk tahu berbagai promo, supaya bisa dapat harga terbaik. Kita bisa dapat extra diskon 10% kalau memanfaatkan waktu belanja terbaik: Sale on Sahur. Sementara itu, ada juga flash sale di jam-jam tertentu. Mesti rajin-rajin pasang mata nih, siapa tahu produk yang kuinginkan pas mejeng juga di situ. Jika bisa dapat produk dengan kualitas dan harga terbaik di bulan ini, kejaaar...!!! Setelah produk didapat, urusan dapur bisa makin efisien. Ini akan jadi solusi terbaik di Ramadan ini.
Ramadan itu bukan bulan pemborosan. Saatnya mengoptimalkan hal terbaik yang bisa diupayakan. Dengan peralatan dapur terbaik, memasak bisa jadi aktivitas yang menyenangkan tanpa buang-buang waktu, tenaga dan sumber daya. Dengan begitu, nggak ada lagi cerita buang-buang makanan. Sip! Ini akan jadi solusi Ramadan terbaikku.

Sunday, June 12, 2016

Pengalaman Nebeng Nissan Grand Livina - Jadi Pengen ke #PameranMobil

Sudah beberapa bulan ini aku putus hubungan sama si Kukut, mobil yang sudah beberapa tahun kurepotkan untuk wara-wiri ke sana ke mari. Kangen dia... Awalnya sih asik asik aja, tapi dengan lokasi rumah saat ini yang berada agak melipir ke pinggiran kota, menyusup ke kedalaman, tak terjangkau arus transportasi kendaraan umum, rasanya merana juga ketika aku mesti berganti-ganti moda transportasi berkali-kali saat beraktivitas di keseharianku. Rasanya, sudah saatnya move on dan pindah ke lain hati eh...mobil. 
Lirik sana-sini, browsing beberapa web resmi kendaraan, dan tak jarang memanfaatkan kesempatan nebeng mobil sesiapa untuk mencoba mengenali tampilan dan kinerja mobil paling optimal, aku mulai menyusun list mobil yang kurasa layak untuk 'kupinang' sebagai pendampingku selanjutnya.
Dalam suatu kesempatan menghadiri acara pernikahan partner kerjaku di kelas, aku menumpang mobil salah satu orang tua murid ke wedding venue. Kebetulan dia pun mencari teman untuk berkendara bersama, dan aku mencari tumpangan, klop kan kita...? ;) Maka pagi itu, aku janjian untuk ketemuan di gerbang tol Buah Batu. Sebuah Grand Livina putih sudah menungguku, bersama dua muridku dan sang bunda di dalamnya. Yuk kita berangkat ke Garut. Bismillaah...
Perjalanan cukup panjang dijalani dengan nyetir santai walaupun tentu saja sempat digeber cepat di tol hingga gerbang Cileunyi. Keluar tol, kami disambut antrean panjang kendaraan yang menuju ke tujuannya masing-masing. Kendaraan masih bisa melaju perlahan di rentang jalan yang diramaikan oleh pengunjung pasar tumpah di Minggu pagi itu. Tidak terlalu lama setelah itu, kami pun bisa melaju kembali di jalanan lancar menuju lokasi. Jalan raya yang cukup berkelok dengan kondisi yang berlubang di sana-sini dapat ditaklukkan oleh Bunda Ninet dengan ringan, sambil ngobrol ringan ngalor-ngidul, diseling makan minum sepanjang perjalanan. Mengemudi Nissan Grand Livina itu mudah dan menyenangkan walaupun sistem kemudinya bukan matic.
Sementara itu, anak-anak di bangku belakang anteng sekali. Si kakak asyik mengunyah cemilan sambil sesekali terlibat dalam percakapan kami. Sementara adiknya segera tenggelam ke alam mimpi. Kombinasi yang tepat antara kenyamanan kursi berpadu dengan suhu AC yang diset sejuk plus sistem audio seolah jadi pengantar tidur yang pas. Dalam perjalanan pulang, mereka berdua sibuk mengomentari pemandangan yang tersaji di depan mata, juga kanan kiri jalan, tampak jelas dari jendela yang lebar. 
Bagasi belakang pun luas dengan kursi deret belakang yang bisa ‘disulap’ hingga seolah menghilang. Sistem ini didesain untuk memperluas ruang bagasi saat diperlukan. Bisa muat banyak barang nih di belakang, sampai gelar Kasur dan anak-anak bisa nyaman gegulingan selama di perjalanan. Ini mobil ideal juga ya untuk keluarga muda yang bakalan mudik di libur lebaran nanti. 
Aku sendiri? Hmm… sebagai pengguna kendaraan tunggal di rumah, aku masih perlu pilah-pilih mobil terbaik untuk pengganti ‘Si Kukut’. Mungkin aku harus menjadwalkan kunjungan ke pameran mobil dan langsung test drive sendiri supaya bisa menjajal performa Grand Livina dengan tangan dan kakiku sendiri. Siap-siap berkunjung ke ICE BSD-City untuk pasang mata di event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) mendatang.

Saturday, June 11, 2016

My Favorite Spots at My Home Sweet Home

Home Sweet Home. Frase ini terasa betul saat kangen rumah. Jelang akhir tahun begini jadi masa paling hectic buat seorang guru seperti aku. Kalau sudah dilibas kesibukan kantor, rumah cuma jadi tempat numpang tidur. Tapi jelang akhir tahun pelajaran begini, rumah berubah jadi tempat kerja. Ya… yaa… kerjaan sekolah akhirnya kuboyong ke rumah untuk diselesaikan di rumah. Yang berprofesi sebagai guru pasti ngerti deh... Toss dulu yuuk, sama aku.
Nah, saat membawa hasil kerjaan anak-anak untuk dinilai, ada satu spot rumah yang jadi tempat favorit untuk bekerja: kursi di depan meja makan lipat. Posisinya pas sebagai center of activity. Karena terlindung di balik dinding kamar mandi, ruangan yang terletak di antara ruang tamu dan dapur ini membuatku nyaman bekerja sambil 'buka-bukaan' kerudung tanpa takut terlihat dari luar. Nilai plusnya lagi, kursi itu dekat dengan kulkas dan lemari persediaan cadangan 'makanan musim dingin'. Kalau sudah duduk di situ, dengan laptop menyala di hadapanku, aku bisa betah berlama-lama. Kerjaan kelar? Hmm... kadang banyakan makannya sih daripada kerjanya. Hahaa... :p
Setelah kerjaan kelar, akhir pekan jadi saat untuk mengurusi taman seuprit di depan rumah yang jadi sumber hiburan. Taman kecil ini adalah salah satu area favoritku di rumah baru, jadi spot favorit untuk foto-foto bareng teman yang berkunjung ke rumah juga. Nah, mengurusi si kecil ini kulakukan pagi-pagi sekali . Mencabuti rumput liar dan mengajak berbincang tanaman bungaku di halaman, berharap mereka tumbuh sehat dan rajin berbunga. Bahagia betuuul memandangi mereka mekar bergantian.
Taman belakang pun tak luput kumanjakan. Ada sedikit tanaman buah dan sayur di sana. Setelah puas ngobrol dengan mereka dan masak-masak sebentar, biasanya aku kembali ke spot favoritku, si kursi lipat di ruang tengah, menikmati makan siang sambil berselancar di dunia maya. Walaupun rumahku seuprit saja (bukan berarti aku kurang bersyukur), tapi aku masih bisa menikmati moment indah di rumah, tempat favoritku berada.
Transformasi taman depan rumah dari masa ke masa. Jiaah...
Rumah... sebetulnya seluruh bagiannya adalah tempat paling menyenangkan, karena rumah itu adalah tempat rehatnya raga, berlabuhnya hati. Tapi itu cerita tentang rumahku. Bagaimana dengan kamu? Ayo berbagi juga, aku kok jadi pingin tahu... ;)

Tuesday, May 31, 2016

Sabtu Off Itu... #BahagiaDiRumah


8 Tahun Berjalan...
Setelah lebih dari 8 tahun mengajar di tempat yang sama, tentu ritme bekerja telah kumengerti. Senin..... Selasa... Rabu, Kamis, JumatSabtuMinggu, dan... sudah Senin lagi. Begitulah perasaan kita pada umumnya ya saat bertemu dengan akhir pekan. Di antara beberapa akhir pekan itu, sekolah kami menerapkan kebijakan Sabtu on dan off yang kadang bergiliran atau sesekali menyesuaikan jadwal dengan keperluan. Sudah tentu, Sabtu off itu adalah hari yang dinanti-nanti. Saatnya merencanakan hal-hal untuk diri sendiri atau keluarga, memanjakan diri atau mengejar target setoran untuk hal-hal lain di luar urusan sekolah, seperti beres-beres rumah atau menyelesaikan cucian atau setrikaan, gitu. :p Jadi... saat mendapat jadwal sabtu off itu seperti sebuah perayaan yang harus diperingati, seperti #NOVAVERSARY kali ini.

Setelah sepekan berkutat dengan jadwal kegiatan di sekolah, menyiapkan rencana pembelajaran, mengeksekusi rencana yang telah dibuat untuk dilaksanakan di dalam kelas, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, mengevaluasi, mengisi buku komunikasi siswa, memandu shalat dan makan siang mereka, mengoreksi hasil pekerjaan siswa, rapat koordinasi guru, kajian rutin mingguan, belum termasuk insidental event yang kadang muncul, nah... Sabtu dan Minggu jadi saat yang spesial yang layak dirayakan -walaupun kadang-kadang dapat moment 'zonk' juga siih :p Maksudnya, saat impian tak sesuai kenyataan, ketika masih ada saja hasil pekerjaan siswa yang harus dinilai, yes, it's time to grade the rest of the papers :p Tapi tetap bahagia aja siih, soalnya menilai kerjaan siswa di rumah itu bisa pakai piyama aja, sambil ngopi-ngopi, dengan segala gaya nggak pake jaim, sesuka kita aja. Yihhaa...!!!

Apapun situasinya, saat di rumah, aku tak pernah gagal untuk merasa bahagia kapan saja. Ketika dapat jadwal Sabtu off, saatnya bersantai, bahagianya... :) Sofabed di depan TV jadi tempat favorit untuk melewatkan akhir pekan. Selonjoran di atasnya sambil menyelesaikan 'target' baca buku atau tabloid mingguan, dengan hembusan angin sepoi dari jendela, aah... serasa surga kecil. Sofa kesayangan itu juga yang jadi saksi bagaimana sesekali aku yang gantian 'ditonton' TV. Cozy siih... :p 

Selain leyeh-leyeh di sofa yang tak lagi baru (tapi tak bau) itu, tentu aku pun mesti beranjak untuk mengisi perut. Kadang menjajal resep baru di dapur yang terang-benderang. Cahaya matahari pagi jelang siang bisa terlihat indah sekali di dapurku. Mau masak-masak, jadi salah fokus deh aah... 

Tapi di dapur inilah saatnya aku bisa berekspresi suka-suka. Sebagai guru yang menjunjung tinggi kejujuran (jieh banget deh ah...), saat memasak itu aku bisa melabrak aturan. Boleh nyontek dong di sini... nyontek buku resep ;) Sekarang ini sedang suka eksplorasi beragam brownies. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasilnya sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia. Menikmati hasil masakan atau panggangan sambil kembali 'bertahta' di singgasana sofabed depan TV, membuatku merasa bahwa hal itu adalah sebuah momen penting untuk menikmati saat-saat bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.
28 Tahun Bersama Nova
Bulan ini salah satu tabloid terkemuka di Indonesia, NOVA, merayakan hari jadinya yang ke-28 tahun. Sebuah usia matang yang menandakan panjangnya milestone yang sudah dilewati. Sepak terjang dunia jurnalisme Indonesia sudah dijalani dengan 'berbagai rasa'. Menyapa pembaca Indonesia dari berbagai kalangan dan sukses bertahan hingga sekian lamanya, ini adalah sebuah prestasi yang layak dirayakan dalam event #NOVAVERSARY yang bikin happy.
Aku pun sudah bersama NOVA sejak lama, sejak awal lahirnya, saat ibuku mulai berlangganan. Aku yang saat itu relatif baru masuk dunia kerja, sangat terbantu dengan ragam informasi yang disajikan NOVA. Info-info dunia kerja, berinteraksi dengan kolega, berita tentang dunia wanita, dan resep masakan tentunya. Kumpul-kumpul resepnya, kadang kupraktikkan ketika ada kesempatan (dan kemauan :p).
Dan kumpulan resep itu lama mengendap, bersama tumpukan tabloid NOVA lama. Bingunglah aku saat hendak pindahan rumah. Mau diapakan ini koleksi tabloid lama? Walaupun banyak juga koleksi tips-nya sangat berguna dan masih selalu up to date. Dibuang sayang, tapi untungnya, kertas bisa didaur-ulang dong... Kumanfaatkan jadi salah satu project yang kuajarkan pada murid-muridku: daur ulang membuat keranjang anyaman dari koran atau tabloid. Maaf maaf yaa... koleksi NOVA lama berubah bentuk jadi keranjang anyaman berbagai ukuran. Coba-coba saat sabtu off di rumah, sisanya kubawa ke sekolah untuk digarap murid-muridku. Warnanya masih terang, dan bisa membentuk kotak anyaman kokoh yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah multiguna.
Setelah 28 tahun berselang, NOVA tak lagi sekedar tabloid cetak, tapi juga hadir dalam format digital. Praktis sekali. Membaca (umm...mengintip kali yaa) NOVA bisa dari genggaman saja. Selain itu kita pun bisa berinteraksi melalui media sosial. Sungguh praktis dan bikin bahagia, karena semuanya bisa kuakses dari sofabed saja (sofabed lagi...sofabed lagi... ;) ) Tapi memang kenyamanan rumah itu tak ada taranya. Aku sangat menikmati momen-momen di rumah kecilku, home sweet home. Bahagia di rumah. saat Sabtu off, sebelum hari kembali berganti Minggu, lalu dalam sekejap berubah jadi Senin kembali. Saatnya kembali bekerja. 
Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei ini. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova, di sini tepatnya. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama yaa. 
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia