Sunday, October 30, 2016

Pilih-pilih Mobil Anak Muda

Menyesap kopi creamy pagi ini, sambil orat-oret menuliskan rencana kecil yang kadang leading menuju sesuatu yang besar, aku teringat percakapanku dengan salah satu keponakanku beberapa waktu yang lalu. Dia sedang semangat-semangatnya menikmati masa awal kuliahnya. Makin banyak saja kesibukannya tapi dia nikmati setiap momennya. Besar mimpinya, banyak rencananya. Aku ikut bangga padanya, anak muda yang gagah dan sehat, pandai bergaul dan pandai menjaga diri. Tapi terkadang tantenya ini ikut khawatir dengan kondisinya saat di luar. Apa kabarnya saat dia terpaksa pulang malam seusai kuliah dan mengerjakan tugas di rumah kawan, misalnya. Membelah lalu lintas Bandung yang makin padat saja terutama di akhir pekan, menepis asap dan debu atau menembus hujan, selain ancaman begal yang makin menggila. Iih... na’udzubillah. 
Teringat moment beberapa waktu lalu, saat aku menembus hujan dan membelah lalu lintas Bandung di akhir pekan yang padat untuk bergabung dengan komunitas blogger Bandung dan menyimak pembahasan tentang mobil untuk anak muda bersama Sales Supervisor Auto2000 cabang Soekarno Hatta, Bandung, Pak Deni Rohmat. Hadir juga Pak Irwan Nufiandy sebagai Head of Marketing mobil123.com beserta Pak Indra Prabowo yang menjabat Managing Editor di mobil123.com. Jadi keidean untuk ngajuin proposal untuk beli mobil buat si kakak. Psst, yang beli mah biar babenya aja dong. Tantenya cuma ngajuin proposal ;)
Dia ini termasuk generasi Z yang lahir pasca tahun 1995, dengan kecenderungan berinteraksi secara digital. Terbiasa dengan berbagai aktivitas secara bersamaan atau dikenal juga dengan multi-tasking, dan menginginkan segala sesuatu serba cepat cenderung instan. Mereka juga akrab dengan teknologi informasi dan cenderung aktif di jejaring sosial. Gaya hidup mereka bergerak dinamis dengan nilai-nilai praktis. Mereka perlu alat transportasi yang tepat untuk mendukung aktivitas mereka. Saat ini, kakak biasa mengendarai motor di keseharian, tapi tampaknya dia perlu mengubah moda transportasi jadi kendaraan yang lebih aman dan nyaman.
Sebagai generasi Z, dia nggak Z-Z amat sih, sebetulnya. Dia masih suka berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya, bahkan akun media sosialnya relatif inaktif. Dia lebih sering menggunakan koneksi internet untuk berselancar di dunia maya, mencari berita dan info yang mendukung kegiatannya di kampus. Kusarankan dia untuk mencari info mengenai mobil incarannya via web mobil123.com
Sebagai portal otomotif, mobil123 tidak berjualan mobil, melainkan lebih sebagai perantara untuk memfasilitasi penjual dan pembeli untuk bertemu di pasar yang tepat. Kendaraan yang ditawarkan via mobil123 terjamin kondisinya karena rata-rata penjual terverifikasi dengan data yang akurat. Kelengkapan dokumen kendaraan, kondisi fisik mobil hingga riwayat servis terdata, sehingga tidak ada sejarahnya pembeli kena tipu penjual abal-abal.
Sedikit tips buat calon pembeli mobil second nih... 
  • Selalu cek kondisi fisik kendaraan yang ditaksir. Pastikan mobil dalam kondisi prima, baik body maupun mesinnya. Jangan sampai terjebak membeli mobil yang tampak cantik tapi ternyata mesinnya burik gara-gara sempat jadi korban banjir, misalnya. Lihat dari kaca dari lampu depannya. Jika ada noda embun di dalamnya, boleh curiga bahwa itu mobil korban banjir. 
  • Cek pula kelengkapan surat-surat kendaraan. Pastikan mobil tidak dalam kondisi tergadai atau masih dalam proses sengketa atau kredit macet. Jangan sampai kejeblos perkara dengan polisi gara-gara mobil yang diincar ternyata adalah mobil curian yang didaur-ulang. Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, jika memungkinkan, periksa juga riwayat mobil dan pemiliknya. Siapa tahu mobil pernah dipakai tindak kejahatam, mulai perampokan sampai pembunuhan. Hiyy... ngerri nggak sih?
Narasumber di Blogger gathering
Khusus untuk mobil-mobil keluaran toyota, bisa dicek rekam jejaknya di Auto2000 dengan mengecek nomor rangka. Kalau mobil itu rajin service rutin di Auto2000, tentu sejarahnya bisa terlacak. Tapi kalau masih ragu, ya silakan lakukan general check di bengkel terpercaya untuk memastikan bahwa kendaraan yang akan dibeli ada dalam kondisi prima. Itu sedikit kesimpulan yang kudapat dari pemaparan 3 narasumber di acara blogger gathering hari Jumat sore lalu.
Ketika kutanya kakak tentang mobil idamannya, dengan mata berbinar dan senyum penuh harap, dia bertutur bahwa impiannya adalah sebuah mobil klasik yang tidak diproduksi lagi. Atuhlah, kakak... mobil collectible gitu mah urusan babeh-babeh kali. Kalau mobil anak muda, beda kelas, kali...
Ketika bicara pilih-pilih mobil baru, tentu beda lagi ceritanya. Mobil baru bisa dipastikan kualitasnya dalam kondisi prima, tapi ada baiknya juga test drive untuk membiasakan dengan setelan rem, kopling dan gas. Keuntungan lain memilih mobil baru adalah zero maintenance di tahun-tahun awal, selain cek berkala yang belum memerlukan biaya tinggi. Tentu saja benefit ini berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan untuk membawa mobil gres ini ke garasi kita. Tapi dengan uang muka 12-15 jutaan, kita sudah bisa kok membawa pulang satu unit mobil gres toyota. 
Ragam fitur All New Sienta
Toyota punya sederet produk terpercaya yang bisa dipilih. Sebutlah Agya yang dibandrol di harga seratus jutaan, ini bisa jadi pilihan city car yang ramah buat siapa saja. Desainnya yang simpel dengan dimensi yang relatif kecil cukup lincah untuk membelah lalu lintas kota. Kalau naik sedikit spec-nya, bisa pilih Toyota Sienta yang fiturnya sudah sangat kekinian. Desainnya cantik dengan konsep androgin yang fit untuk laki-laki maupun perempuan. Tersedia dalam banyak pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan selera. Gadget dapat terkoneksi dengan mudah dan bisa langsung terhubung ke dashboard dengan layar sentuh. Fitur keamanan canggih, lengkap dengan sistem suspensi yang nyaman, anti-lock brake sistem, dilengkapi double air bag dan beberapa fitur keamanan tambahan untuk tipe tertentu. Kabin cukup luas, cukup untuk menampung serombongan anak muda dan membawa serta segala kebutuhan mereka di dalam bagasi. Mobil ini pun ideal sebagai kendaraan keluarga muda. Toyota masih punya banyak opsi kendaraan impian yang dapat dipilih. Demikian paparan Pak Deni Rohmat selaku Sales Supervisor Auto2000 cabang Soekarno Hatta, Bandung di acara blogger gathering yang kuhadiri tempo hari.
Blogger Bandung di acara Gathering bersama Mobil123
Acara seru di hari Jumat itu sungguh bermutu karena aku bisa dapat banyak ilmu. Jadi bahan referensi untuk bahan 'proposal' keponakanku ketika berminat untuk cari mobil untuk anak muda seperti dia. Bagaimana dengan aku? Hmm... sesekali nebeng di mobilnya, boleh kali... biar berasa anak muda lagi ;) 

Sunday, October 23, 2016

Trik Hemat Ngebolang di Negeri Orang

Mengenang saat jalan-jalan di Osaka kouen
Lihat dinamika timeline teman-teman di medsos, terlihat ramai dengan aktivitas jalan-jalan saat liburan ataupun meliburkan diri. Jadi pengen liburan atuhlaah... Sudah bertahun-tahun rasanya aku tidak melakukan perjalanan liburan. 
Sementara ini aku sedang berkutat dengan jadwal dan budget yang ketat, jadi agak susah untuk merencanakan getaway, padahal pengen banget jalan-jalan ke Bali gitu... Orang Indonesia tapi belum pernah nginjak Bali? Ya aku ini. 
Jadi ingat bertahun lalu ketika aku batal berkunjung ke Hiroshima gara-gara kurang perencanaan. Masih menyimpan mimpi deh, berkunjung ke kota bersejarah terkait kemerdekaan negara kita ini. Catatkan di dream book!
Nah sementara ini, ketika aku belum bisa pergi liburan, ya minimal nghayal atau nostalgia dulu, mengingat masa silam, saat sempat curi-curi waktu untuk 'ngebolang' di negeri orang. Ini catatan #TravelingHemat ketika dulu sempat menjalani masa kuliah di program nongelar di Jepang selama setahun setengah. Pastilah ada masanya cari kesempatan untuk menjelajah negeri Sakura di masa-masa liburan. Tips dan trik di masa silam ini, rasanya masih bisa diaplikasikan di masa kini atau beberapa waktu ke depan.
Rencana
Untuk sukses traveling, pasti perlu rencana dong. Pastikan jadwal kegiatan tidak bertabrakan dengan jadwal lain. Harus tahu prioritas, mana yang perlu didahulukan. Jangan sampai bolos-bolos ke kampus atau gagal ketemu dosen gara-gara lagi jalan ke tempat yang jauh. Selain cari waktu luang, juga cari waktu yang tepat supaya dapat harga terbaik untuk sesi perjalanan paling baik. Sedapat mungkin, hindari peak season yang bisa menyedot budget lebih besar dibanding low season. Tapi di waktu-waktu tertentu, di Jepang justru tersedia tiket kereta murah meriah yang dikenal dengan juhachi kippu. Tiket kereta ini dijual dalam paket seharga 11.850 yen untuk pemakaian selama 5 hari ke mana saja selama memakai layanan kereta biasa di jalur Japan Railways. Bisa juga dipakai oleh 5 orang secara bersamaan untuk sehari jalan. Sangat menghemat, selama kita tahu jadwal kereta tujuan kita.
Tiket ini hanya tersedia di 3 waktu dalam setahun, tepat di saat masa liburan sekolah, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut. Jadi, manfaatkan waktu terbaik untuk bepergian dengan mengoptimalkan budget.
Transportasi 
Moda transportasi tentu jadi pertimbangan saat jalan-jalan. Pilih jalan darat, laut atau udara? Mau cepat atau mau santai sambil menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan? Terkait juga dengan (lagi-lagi) budget. Soal juhachi kippu di atas adalah salah satu opsi untuk perjalanan darat yang cukup nyaman. Kereta malam bisa diperhitungkan sebagai alternatif akododasi sekalian menghemat biaya penginapan saat perjalanan jauh. 
Selain kereta, bermobil bersama beberapa teman juga bisa jadi pilihan. Nyetir bisa gantian dan uang bensin dibagi rata. Sempat juga aku berkendara dari Gunma ke area Gunung Fuji yang jaraknya lumayan jauh dan gantian nyetir sebagai sopir cadangan. Jadi pengalaman seru saat traveling bareng teman-teman.
Naik feri menuju pulau Kyushu
Sementara itu, moda transportasi bus pun bisa jadi andalan. Reservasi bisa dilakukan per telepon atau online dan kita tinggal datang ke pool bus lalu duduk nyaman di dalamnya tanpa pusing dengan urusan ganti jalur kereta sesuai jadwal. Untuk rute yang lebih jauh, kita bisa pilih pesawat terbang atau kapal feri. Pengalaman naik kapal feri dan sempat diserang mabuk laut lumayan aja deh buat cerita. Males banget kalau mesti mengalami lagi. 
Aku sempat tinggal beberapa hari di area Hokkaido dan menyewa sepeda seharian untuk eksplorasi kota. Enaknya pakai sepeda adalah kita tidak perlu terikat jadwal. Buat yang pengen bebas pergi dan pulang kapan saja, sepeda pas banget dijadikan pilihan. 
Akomodasi
Saat traveling ke beberapa tempat di Jepang, beberapa jenis penginapan sudah 'kucicipi'. Hotel besar dengan layanan lengkap hanya 'kupilih' ketika termasuk paket liburan yang dikelola universitas bareng teman-teman kampus. Tak jarang aku memilih penginapan kecil khas Jepang atau youth hostel. Fasilitas lumayanlah kalau hanya untuk tempat istirahat saja, tapi ada 'cerita lucu' di sana. Ketika menginap di area Kyoto, aku sempat shock ketika lihat fasilitas tempat mandi umum. Asli, terbuka buat publik. Triknya: aku curi-curi waktu mandi di dini hari, sebelum orang-orang bangun. Kalau nggak, siap-siap deh mandi bersama di open space onsen. Kalo ada yang berani tebal muka mandi bareng dengan budaya cuma nutup area paling pribadi pake handuk kecil, sok aja. Saya sih tidaaak. Mandi pake deg-degan, takut ada yang tahu-tahu masuk ke kamar mandi umum dan memergoki aku... Oh nooo. 
Di masa liburan musim semi pertamaku di sana, aku sempat ikut program homestay selama 2 minggu. Ini jadi pengalaman seru, karena kita ditempatkan di rumah penduduk setempat dan terlibat langsung dalam irama kerja mereka di sana. Saat itu aku tinggal di rumah keluarga petani dan ikut bantu-bantu pekerjaan di sana. Menyiangi tanaman tomat, menanam dan mengepak piman (semacam paprika), juga menanam padi yang bahkan di Indonesia saja aku belum pernah mengalami. Cuma satu yang sempat jadi kekhawatiranku, yaitu adanya anjing ramah yang diaku sebagai anggota keluarga oleh mereka. Aku kan agak-agak phobia sama anjing, jadi ketika anjing ini menggonggong ramah untuk menyambutku, aku yang jadi panik dan pengen kaburrr :(
Berfoto bersama okaa-san di sela-sela kesibukan menyiangi tanaman Tomat
Konsumsi
Sebagai muslim, aku mesti sangat hati-hati memilih makanan. Salah satu jenis makanan yang relatif aman untuk dikonsumsi adalah tempura karena biasanya gegorengan ini hanya terdiri dari sayuran dan seafood. Pilihan lain adalah onigiri/roti kepal berbalut nori dengan beragam isi. Pilihan isinya tersedia cukup banyak, tinggal pilih sesuai selera, mudah pula menemukan toko-toko yang menjual onigiri. 
Saat traveling, praktis juga lho membeli bentou di kombini atau berbagai mini market yang tersebar di seantero Jepang. Tinggal pinter-pinternya kita memilih yang paling sesuai dengan selera dan (lagi-lagi) dompet. Kalau mau dapat harga miring, pantengin aja rak bentou selepas jam 9 malam. Kalau masih ada stok sisa, biasanya itu dijual dengan harga miring. Masih sangat layak makan kok karena biasanya disimpan di rak berpendingin.
Saat sarapan di salah satu youth hostel di area Hokkaido
Jika kita menginap di youth hostel, kadang kita dapat layanan sarapan atau bisa juga memanfaatkan dapur untuk memasak sendiri. Yang perlu diingat: tidak ada warung tegal atau gerai nasi padang di Jepang, jadi nggak bisa sembarangan jalan lalu berharap bakalan nemu warung tegal atau nasi padang saat kepergok lapar. Mesin bentou cukup banyak juga sih di Jepang, tapi harganya relatif mahal. Aku sih milih kekepin dompet deh... 
Souvenir a.k.a. Oleh-oleh
Kantong bertulisan Hiragana dari Hyaku-en Shop
Pengeluaran untuk pos yang satu ini kadang jadi overbudget. Seringkali gara-gara 'lapar mata' aja, lihat yang lucu di sana-sini dan jadi ingat orang-orang tersayang untuk dihadiahi. Mengingat masa tinggalku yang cukup lama di Jepang, biasanya aku membeli souvenir dalam jumlah kecil di tempat yang berbeda. Dengan mencicil beli beberapa item di sana-sini, pengeluaran untuk oleh-oleh tak terasa (terlalu) berat. Di momen-momen terakhirku di sana, aku memborong beberapa barang khas Jepang dari Daiso atau hyaku-en shop. Murah meriah, tetap berkualitas dan punya ciri khas. 
Tapi souvenir khas Hisroshima belum kupunya. Jadi pengen pergi ke sana, seperti aku juga pengen liburan ke Bali. Nginap di jejaring hotel Zen Rooms, bisa cukup hemat tampaknya. Sayang, Zen Rooms belum merambah Jepang, padahal Zen Rooms sudah punya reputasi baik sebagai jaringan hotel berkualitas yang berpartner dengan hotel-hotel budget terbaik di seluruh Indonesia maupun mancanegara seperti Singapura, Thailand, Filiphina, Srilanka hingga Brazil.  Hotel-hotel yang berada di bawah naungan Zen Rooms memiliki standar kualitas dan kebersihan yang tinggi. Jadi mau juga kan nginap di salah satu jaringan hotel Zen Rooms. Nah... kembali ke poin pertama yang kutulis di atas, aku mesti tulis rencana liburan dulu kali ya. Setelah itu, siap-siap Bali, aku datang...

Sunday, October 16, 2016

Banana Cake Lagi

Punya pisang ambon kelewat mateng nih... Selepas sakit tempo hari, ternyata pisang masih nyisa. Karena buatku, temennya makan obat tuh ya pisang ;). Setelah sembuh, nggak makan pisang lagi dong :p Nah, ada sisa buah ini, jadi kepikiran buat bikin cake pisang yang akhirnya terlaksana juga hari Jumat lalu. Dapat resep praktis dari cookpad, kumodivikasi sedikitlah. Hasilnya nggak mengecewakan. Tampilan dan rasanya lebih enak dibanding yang tempo hari. :p
Ukuran bahan nggak persis sesuai resep siih. Terigu, misalnya. Kurang-lebihlah segitu. Susu cair juga, kurang-lebihnya pakai feeling. Pisangnya apalagi. Aku nggak tahu, 250 gr (sesuai resep) itu kira-kira dari berapa pisang. Aku sih pakai 2 pisang cavendish plus 1 pisang ambon. Sedangkan cetakan, aku pakai cetakan muffin kecil yang tempo hari kubeli. Dialas cup kertas, aku jadi nggak repot ngoles mentega dan naburin tepung. Ukurannya pas buat sekali makan. Umm... nggak deng. Sekali makan bisa 2 sampai 3 cup. Hahaa. Enak sih... 
Yang paling aku suka dari resep ini, karena nggak usah pakai mikser. Praktis banget. Di beberapa cup banana cake ini, kumasukkan selai coklat kacang di tengahnya. Jadi tambah sedap deh... Lain kali mau coba pakai keju ah. Lembaran keju cheddar atau cheese cream, bisa dicoba. Waaah.... kebayang deh enaknya. Bisa juga coba pakai selai rasa lain. Apa ya yang rasanya matching dengan pisang? Hmm... tampaknya selai apa aja bakalan cocok deh sama si banana cake ini. Kapan-kapan, nyobain bikin lagi yaa...

Thursday, October 06, 2016

Saat Sakit, Recovery, Saatnya Recharge Lagi

Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang jarang sakit. Kalaupun sakit, itu pun biasanya yang ringan-ringan saja sampai kadang tak menyempatkan ke dokter karena cukup diobati dengan obat tradisional dan banyak istirahat saja. Tapi kali ini, sakit datang di saat yang sangat tidak tepat (lagian, kapan sih sakit datang di saat yang tepat? :p)
Jelang akhir term 1, di masa aktivitas di sekolah tempatku mengajar sedang tinggi-tingginya, kondisiku drop gara-gara batuk pilek. Kombinasi antara capek, faktor U, hingga kebanyakan dosa, kali ya, gara-gara terlalu sering mengomel pada murid-muridku. Semoga sakit ini jadi peluruh dosa. Keceriaan terkikis sedikit demi sedikit karena kondisi badan yang tidak fit. Muka ceria akhirnya cuma ada di koleksi foto saja. My healthiness, it is truly my precious moment. Gara-gara sakit, nggak bisa selfie cantik deh untuk sementara waktu. Sabaaar...
Suplemen dan ekstra vitamin C termasuk madu dan perasan lemon hangat tiap pagi sudah kutambahkan di menu harian. Sementara tidur malam sebagai sesi istirahat pun sudah kuperpanjang porsinya. Tapi batuk kali ini disertai demam yang sangat membuat tidak nyaman. Setelah lebih dari 3 hari tak bisa tidur nyenyak karena batuk dan demam, akhirnya aku menyerah, harus ketemu dokter!
Bagaimana mungkin aku tidak menyerah, 'kalah' oleh batuk kali ini? Tak mudah berdiri di depan kelas dengan gangguan batuk bertubi-tubi. Menjelaskan materi atau langkah-langkah pengerjaan project yang akan dikerjakan di kelas jadi tak optimal, apalagi saat harus memberi contoh lagu yang akan diajarkan. Selain itu, 'berbahaya' juga ya beraktivitas intens dengan murid-murid saat sakit, karena berpotensi menulari mereka. Dilema jadinya.
Dalam posisiku sebagai guru, pemilihan waktu untuk 'off' dari aktivitas sekolah jadi pertimbangan yang perlu diperhitungkan dan tak bisa sembarangan. Kupilih hari Senin untuk off sebentar dari kelas. Di hari itu aku biasa didampingi oleh seorang guru musik yang memang mumpuni di bidangnya. Jadi kelas bisa kupercayakan untuk dihandle sang guru musik sejati ;) Titip kelas yaa...
Mengunjungi faskes yang jadi layanan bpjs, jadi pengalaman pertama buatku. Ketika mendaftar sebagai pasien bpjs, ternyata kartu kepesertaanku tertolak. Nama klinik tempatku mendaftar dengan data yang tertulis di kartu ternyata berbeda. Aku mendaftar di Klinik Kiara Husada yang lokasinya relatif dekat rumah, tapi yang tertera di kartu anggotaku adalah Kirana Medika. Tanggung sudah di lokasi, ya daftar saja sebagai pasien umum. Proses periksa berlanjut dengan ambil resep di loket yang berbeda. Mudah dan relatif cepat. Sempat cemas, khawatir uang yang kubawa tak cukup untuk membayar biaya dokter dan resep, ternyata kekhawatiranku tak terbukti. Murah meriah kok berobat di klinik itu. Langsung bertambah sehat satu langkah rasanya mengingat dompetku dalam status aman terkendali ;)
Pulang ke rumah dengan obat di tangan, kembali rasa cemas melanda. Karena aku jarang sakit, aku jadi tak pandai minum obat. Susah sekali meluncurkan obat melalui tenggorokan. Air saja tak mempan untuk memperlancar laju obat. Biasanya air berteguk-teguk bisa masuk tenggorokan, tapi obat tetap tertinggal di rongga mulut. Payah deh. Solusi paling pas adalah keberadaan pisang sebagai 'pelicin'. Caranya? Kukunyah pisang hingga siap telan, masukkan obat, lalu glek. Obat bisa mulus masuk tenggorokan. 
Demi lancarnya makan obat, aku bela-belain deh beli pisang di warung sayur dekat rumah. Beli setengah sisir saja, karena cuma aku yang akan makan pisang ini di rumah. Urusan obat kelar dan lancar. Setelah obat habis, eman-eman deh jaga kesehatan. Udah umur segini sih urusan kesehatan mesti jadi prioritas (sebenarnya, umur berapa pun, jaga kesehatan sih mesti jadi prioritas. Tapi umur segini mesti lebih serius). Benahi gaya hidup supaya lebih sehat. Makan teratur, istirahat cukup, kerja dan liburan seimbang (hmm... ini agak susah) dan doping multivitamin deh.
Dengar-dengar, Theragran-M jadi salah satu multivitamin yang recommended. Searching-searching di dunia maya, produk ini merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Khasiatnya cukup untuk jadi dongkrak energi sehari. Mengandung vitamin A, B, C, D, E dan beragam mineral yang pas untuk mengembalikan kondisi badan supaya fit kembali di masa penyembuhan setelah sakit.
Nah... pas banget kan dengan kebutuhanku saat ini. Harganya pun masuk akal, berkisar dari Rp 16.800,- hingga Rp 21.000,- untuk satu strip berisi 4 tablet (hasil searching di beberapa toko online). Layak coba nih, tepat di saat aku perlu vitamin yang bagus untuk masa pemulihan. Oke, kalau begitu harus kusempatkan waktu untuk mampir ke apotek dekat rumah dan beli 1.
Stok multivitamin siap untuk 4 hari pasca batuk-pilek. Kebetulan pisang pun masih ada persediaan, jadi urusan telan-menelan multivitamin ini amaaan. Theragran-M ini berupa tablet bersalut gula, jadi nggak akan khawatir pecah di mulut dan menyebar rasa pahit. Setelah ditelan dan masuk kerongkongan, khasiatnya bisa segera diserap tubuh. Hari pertama setelah mengonsumsi Theragran-M, aku langsung 'test drive' dengan beraktivitas seharian, tapi nggak diforsir juga, tetap tidur agak cepat. Mesti sadar diri, mengukur kemampuan badan sendiri. Hari kedua, mumpung libur sekolah, ayo beraktivitas lagi seharian. Berkebun di belakang rumah, beres-beres rumah dan blogging. Disambung dengan jalan-jalan untuk refreshing. Yuk ah, langsung berasa nih bahwa tubuh berangsur kembali ke kondisi 100%. Siap-siap menghabiskan Theragran-M untuk 'recharge' baterai diri supaya sehat dan fit kembali.
Berasa banget nih, ketika sehat, banyak aktivitas bisa dilakukan secara optimal, sedangkan ketika sakit, bukan hanya tak optimal saat beraktivitas tapi bahkan banyak hal tak bisa dilakukan dan jadi kehilangan banyak hal, banyak moment penting. Betul sekali apa yang diwasiatkan rasul dalam salah satu haditsnya, bahwa kita harus memanfaatkan yang 5 sebelum datang yang 5. Salah satunya adalah manfaatkan sehatmu sebelum datang sakitmu. Kesehatan itu berharga dan tentunya harus dijaga, karena memang lebih mudah menjaga daripada mengobati. My healthiness, indeed my precious moment.
setelah obat habis, lanjut multivitamin untuk jaga kondisi
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho

Sunday, September 11, 2016

Rumah Mungil Impian, Ada di Medan

Komplek perumahan tempatku tinggal saat ini sebetulnya bukan perumahan elite siih. Lokasinya agak menjorok masuk cukup jauh dari jalan utama. Tapi akses menuju jalan utama relatif mudah dan cukup dekat dengan akses pintu tol Buahbatu. Dengar-dengar kabar, material bangunannya berkualitas pula. Boleh cek komplek sebelah deh. Tak heran harganya lumayan bikin lumanyun untuk bayar cicilannya tiap bulan. Aku jadi mimpi pengen punya rumah (lebih) kecil yang pembiayaannya lebih ringan. Jadi searching-searching deh. 
Dan mendaratlah aku di web WIRALAND, sebuah perusahaan pengembang perumahan yang mengelola properti di area Jakarta dan Medan. Menarik. Iseng-iseng serius, aku telusuri ragam informasi di web tersebut. 
Beragam jenis properti ditawarkan pihak WIRALAND, mulai dari rumah sederhana hingga rumah mewah dan tempat usaha. Sebuah banner di web tersebut menjanjikan ketersediaan rumah murah di Medan dengan harga mulai dari 100 jutaan. Whoaa... seriously? Di Bandung sini, dengan harga segitu cuma dapat rumah second dengan kondisi seadanya di pelosok yang kita sebut Bandung coret. Tapi WIRALAND masih ‘berani’ menawarkan rumah baru berharga seratus jutaan di lokasi yang cukup strategis? Jadi pengen pindahan ke sana iih... :p 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Searching lebih lanjut, salah satu lokasi properti yang ditawarkan adalah The Adamaris Residence dengan 3 tipe rumah yang bisa dijadikan pilihan. Rumahnya memang imut-imut, tapi buat the single happy seperti aku sih, cukup banget dong pastinya. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe paling imut adalah tipe Canary dengan luas tanah 6 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari satu kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi yang terletak di luar bangunan utama. Ini mengingatkan aku pada tipe apartemen standar yang pernah kuabrabi di suatu waktu di masa lalu. Dapur tidak tersedia, tapi tak akan jadi masalah besar untuk menambahkan area dapur di bagian belakang rumah yang sudah disiapkan semi permanen. Sementara itu, carport dan area taman di depan rumah sudah tersedia untuk menambah kesan asri di hunian kita. Hasrat berkebunku bisa tersalurkan di situ. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe yang sedikit lebih besar adalah Castillo dengan luas tanah keseluruhan berukuran 8 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari dua kamar dengan ruang tamu dan kamar mandi plus bangunan semi permanen di bagian belakang rumah. Mendandani rumah ini tampaknya tidak perlu budget besar. Sementara itu, membersihkan dan merapikannya tiap hari juga bakalan jadi pekerjaan ringan karena areanya yang relatif kecil. Rumah bakalan selalu nyaman ditinggali karena perawatannya mudah. Mudah dan murah itu kombinasi yang indah yaa... 
Rumah sebagai investasi, baik untuk dihuni atau disewakan, tentu perlu punya daya dukung optimal berupa kelengkapan sarana pendukung yang tersedia. The Adamaris Residence memenuhi persyaratan ini. Lokasinya cukup strategis, relatif dekat ke berbagai sarana umum. Waterpark, Polda hingga Bandara, bisa dicapai dalam hitungan menit saja. Area perumahan menjanjikan kenyamanan berupa akses jalan yang lebar dengan paving block. Sementara itu, penghijauan di area komplek juga menjadi salah satu prioritas bagi pengembang ini. Tim security siap menjaga keamanan di area perumahan, memberi perasaan aman bagi penghuninya. Hal lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan pasokan air bersih. Di Adamaris Residence tak perlu khawatir dengan kualitas air, karena pasokan air dari PDAM sudah tersedia. Ah, nyaman sekali tampaknya hidup di sana. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Di lokasi yang berbeda, WIRALAND menyiapkan River Valley Residence. Rumah tipe 36 yang dilabeli tipe Crystal, dibandrol mulai Rp 106 juta. Hunian dua kamar dengan tampilan simply minimalis ini sungguh menarik perhatian. Tipe lainnya tak kalah cantik, tersedia dengan harga yang tak jauh berbeda. Rumah murah di Medan bukan sekedar angan-angan nih kalau begini. WIRALAND bisa bantu mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah kecil idaman. 
Selayaknya, rumah itu bukan sekedar ‘house’, tapi ‘home’ yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi penghuninya. Sebagai investasi ataupun hunian pribadi, kepemilikan rumah akan jadi kesempatan terbaik seumur hidup. Medan jadi salah satu lokasi yang potensial untuk investasi properti, mengingat lokasinya yang terletak di salah satu kota besar di Sumatera. Makanya, ketika rumah murah di Medan tersedia, #AkuInginPunyaRumah lalu diniatkan, diupayakan, dan layak diperjuangkan. 
Setelah mengetahui informasi mengenai rumah murah di Medan, tampaknya langkah yang juga harus disinergikan adalah pencarian peluang kerja di sana supaya bisa sekalian boyongan pindah. Opsi lainnya adalah mencari pendamping hidup kali yaa. Hmm... yang juga murah meriah ada nggak ya di sana? Kalau bisa dapat sepaket sama rumahnya, itu bakalan jadi bonus plus plus. Siap-siap packing dulu deh kalau begitu ;)

Saturday, July 30, 2016

Variasi Olahan Buah, Opsi yang Bikin Happy

Jelang akhir Juli lalu, aku ikut dengan rombongan sekolah dalam acara tahunan yang digelar sekolah untuk mempersiapkan guru-guru dan staf sekolah menyambut tahun akademik yang baru. Judul kerennya sih Teachers Conference, yaa… semacam lokakarya begitu deh. Tahun ini kami menginap di Kampung Sampireun, sebuah tempat yang magis eksotis gitu deh untuk menghabiskan waktu liburan. Eh, tapi kami ke sana bukan untuk berlibur dong ah… 
Pendek kata, mulai Selasa, 19 Juli lalu aku dan teman-teman berangkat ke lokasi, menghabiskan 3 hari di kawasan resort itu, hingga Kamis, 21 Juli. Semua pengalaman dan pengamatan, seluruhnya berkesan mendalam. Tapi... agak salah fokus juga sih, kali, yang ingin ku-highlight di sini adalah sesi makan-makan di sana. Ahahaa… 
Alhamdulillaah, nggak ada ceritanya kami kelaparan di sana. Yang ada malah kenyang sekenyang-kenyangnya, dengan menu sajian yang memanjakan perut dan lidah. Dalam sehari, ada 5 sesi makan dong… 3 sesi makan berat, plus 2 kali coffee break. Makanan yang disajikan di sana, whoaaa… enak-enak semua. Cukup banyak menu dengan kandungan buah di sana. Berasa sekali, karena memang aku suka, dan jadi bahan candaan untuk salah seorang teman yang tidak suka buah. (Suatu ‘keajaiban dunia’, ada orang yang nggak suka buah. Tapi dengan begitu, jatah makanannya bisa kuminta tanpa merasa berdosa, toh dia memang tak suka. Ahahaa… :p) 
Di hari pertama, setiap kamar mendapat jatah buah jeruk sebagai tanda welcome. Buah yang akhirnya berhasil kubawa pulang, setelah sempat di-claim oleh teman sekamarku. Tapi rejeki sih nggak lari ke mana. Akhirnya welcome fruit itu jatuh ke tanganku juga ;)
Selain welcome fruit, sajian buah segar sesekali muncul di meja prasmanan, yang bisa kita ambil sesuai selera. Jeruk, buah naga, semangka, melon, dan pepaya, jadi beberapa yang kuingat sempat tersaji di sana. Pepaya California-kah gerangan? Karena belakangan ini, saat menampak sajian buah, aku langsung teringat buah pasti Sunpride, mengingat kualitasnya yang selalu prima. Selain buah segar, tak jarang juga muncul sajian buah yang sudah diolah. Cocktail buah, tak kalah segar tentunya.
Teringat di salah satu sesi coffee break sore, dihidangkan pisang goreng crispy yang, umm… bagaimana ya menggambarkannya. Manis buahnya, hingga berkaramel di beberapa bagian. Lembutnya daging buah pisang yang ranum, berpadu dengan renyahnya caramel. Ah… sungguh nikmat tak terkira. Sajian menu berbahan buah lainnya adalah puding strawberry yang sangat berasa kesegarannya. Tampaknya buah strawberry segar jadi campuran puding tersebut. Ini pun menghasilkan paduan rasa segar dan jadi penutup sesi makan siang yang menyenangkan. Satu sajian berbahan buah lainnya adalah pie mini dengan isian pure apel dan kismis dengan aroma kayu manis. Sebagai penyuka hidangan manis, aku suka sekali hidangan yang satu ini. Biasanya aku nggak terlalu suka pie karena berdasarkan pengalaman, pie-nya itu berasa tawar atau hambar. Tapi pie yang di sini ini, ennak ternyata….#KasihJempol. Jadi pengen bikin juga yang seperti itu. Siap-siap bongkar koleksi resep sunpride. Mesti ada deh resep pie apel.
pic: courtesy of sunpride.co.id
Dan aku tersesat… Tersesat di antara ratusan resep penganan berbahan buah yang sungguh sangat menggugah selera. Beberapa resep pie apel kutemukan, membuatku bingung sendiri, mana yang mau kupraktikkan lebih dulu. Ada beberapa butir apel granny smith di kulkas, hasil belanja tempo hari. Dan aku pun senyum-senyum senang sendiri mengingat manfaat apel untuk kesehatan, bakal sukses bikin kesehatan makin terjaga, seperti kata pepatah berbahasa Inggris: An Apple a day, keeps the doctors away. Sebetulnya, pepatah itu awal mulanya berbunyi begini: Eat an apple on going to bed, and you’ll keep the doctor from earning his bread. Tapi apapun pepatahnya, itu membuatku kembali menjelajah dunia maya, mencari rujukan mengenai manfaat apel. Beberapa di antaranya, yang dilansir oleh Health India adalah sebagai berikut:
Mencegah penyakit jantung, karena apel mengandung pectin yang dapat menyerap kolesterol. Antioksidannya efektif untuk memerangi kolesterol jahat. Apel juga mengurangi resiko stroke, membersihkan gigi dari noda, membuat kulit lebih sehat dan cerah. Ini idaman banyak orang, termasuk diriku tentunya. Selain itu, apel juga bisa membantu mengontrol pertambahan berat badan. Dengan kandungan seratnya, apel membantu cegah konstipasi dan diare. Apel juga meningkatkan daya tahan saat berolahraga serta mempertajam daya ingat. Yang lebih asik lagi, apel juga menambah sistem kekebalan tubuh hingga dapat melawan kanker dengan kandungan flavonoid yang banyak terdapat di kulitnya. 
Oke deh. Dengan dukungan data begini, aku makin yakin untuk mempertahankan gaya hidup sehat dengan makan buah di keseharian dengan buah pasti sunpride. Dimakan segar begitu saja ataupun diolah jadi penganan lain, sama enaknya, dapat manfaatnya. Segera kutentukan pilihan, print resep hari ini untuk kupraktikkan di akhir pekan ini. Mumpung libur… mengolah buah jadi penganan sehat makin menyenangkan. Makan buah juga jadi makin semangat karena begitu banyak variasinya pengolahannya. Makan buah setiap hari, bikin happy suasana hati. ;)

Wednesday, June 29, 2016

Car Phone Holder Yang Jadi Solusi Ramadan

Ramadan di Indonesia berarti 'hujan' undangan buka puasa bersama. Siap-siap aja untuk wara-wiri ke sana ke mari untuk memenuhi undangan buka puasa bersama itu. Mulai dari kolega sekantor, kawan lama, keluarga dekat dan jauh, rekanan, teman masa lalu a.k.a. mantan (eh...).  Kadang lokasi yang dijadikan spot pertemuan tidak cukup familiar. PascaRamadan pun bisa dipastikan aku akan cukup sibuk wara-wiri untuk silaturahmi, mumpung masih libur. Dalam situasi begini, siap-siap aktifkan apps favoritku untuk menemukan lokasi: waze
Sesekali menggunakan waze sambil nyetir, agak repot juga nih. Saat tangan bergantian memegang kemudi dan sesekali mengganti persneling, ribet betul ketika merasa perlu melihat panduan jalan apalagi sambil memutar kemudi. Asli, ribet! Aku perlu tools baru nih untuk menunjang aktivitasku dengan bantuan navigasi saat berkendara. Aku perlu dudukan ponsel untuk ditempatkan di dalam kabin mobilku. Oke... order satu, bang! 
Pilihanku jatuh pada sebuah car phone holder yang bisa diposisikan di dashboard. Kalau begini, aku bisa lebih fokus mengendalikan kendaraan dan berkonsentrasi pada kemudi. Mata? Cukup sesekali mengecek navigasi ketika menyetir jadi nggak perlu repot bolak-balik memegang ponsel. Tapi ternyata... perlu juga sih sekali-sekali colek-colek layar smartphone-ku. Untuk keperluan navigasi ulang, mengecek rute paling efektif, atau melaporkan kejadian di jalanan semacam macet, kecelakaan lalu lintas dan lainnya. Nah... ternyata penggunaan phone holder ini masih cukup menimbulkan masalah. 
Posisi di dashboard. Difoto tepat sebelum meluncur ke jalanan.
Hypersonic phone holder ini diletakkan permanen di dashboard sehinga aku sebagai pengemudi harus betul-betul pas mengukur jarak pada saat menempatkannya di dashboard. Tergantung jenis kendaraan yang digunakan, jarak ini bisa cukup dekat atau sebaliknya. Pada kendaraan yang biasa kukendarai, Daihatsu Ayla, dashboard terletak relatif jauh dari jangkauan sehingga hal ini agak menyulitkanku saat mengoperasikan maupun saat perlu melihat informasi navigasi.
Penempatan ponsel di phone holder ini pun masih mudah bergeser. Jika tidak dihubungkan pada kabel saat ponsel sedang diisi ulang, maka posisi ponsel sangat mudah bergerak/bergeser seiring dengan dinamika laju kendaraan. Sementara itu, untuk memposisikan ponsel dan kabel pada tempatnya, ini pun tidak cukup praktis karena dudukan ponsel harus dibuka-tutup nyaris seperti bongkar-pasang. Cukup merepotkan yaa, apalagi ketika aku perlu mengambil ponsel. Melepaskan kabel atau mencopotnya dari dudukan, wadeuh... ribet seri kedua nih. :(
Bagaimana dong ini? Mungkin pilihanku kurang tepat ketika memilih phone holder yang satu ini. Well... harganya memang relatif lebih murah dibanding produk sejenis. Tapi familiar kan dengan frase yang satu ini: ada harga ada rupa. Maksudnya tentu ketika kita berani membayar cukup mahal untuk suatu produk, kualitas pun akan berbanding lurus dengannya. Hmm... mungkin aku harus mencari solusi lain untuk masalah ini, yaitu: car phone holder yang baru. Alessaaan... mumpung THR udah masuk rekening nih... ;)
sumber foto: ruparupa.com & aubarn.com.au
Pilihanku kali ini jatuh pada Hypersonic Universal Phone Holder. Dilekatkan di kaca depan mobil, posisinya bisa disesuaikan dengan pengemudi. bisa diatur ketinggian dan kemiringannya. Tampaknya produk yang satu ini bisa jadi solusi ramadan buat bantu saat perlu navigasi ke tempat buka persama atau silaturahmi idul fitri nanti. Yuk ah, beli sekarang, supaya barang bisa dikirim sebelum lebaran. Beli di mana? Di ruparupa.com saja. Kalau masih mau pilih-pilih barang lainnya, bisa sekalian diambil di toko offline dengan fasilitas STOPS (Store Pick-Up Service). Kita bisa langsung mengambil pesanan di lokasi yang sudah ditentukan. Kalau di Bandung, ada di Pick Up Point Ruparupa Plaza IBCC Bandung (Istana Building Commodities Center) ACE IBCC Main Floor & 1st Floor, Jl. Jend. A. Yani No. 296. Harus beli sekarang nih, supaya segera bisa dipakai di akhir Ramadan ini. Mariii...

Thursday, June 16, 2016

Solusi Ramadan? Aku Mau Ruparupa

Ramadan, saatnya untuk lebih sering masak sendiri di rumah. Sebagai single happy, aku jarang-jarang juga sih masak sendiri. Effort-nya besar, seringkali hasilnya jadi mubazir. Sayang banget... :( Gimana enggak, untuk aktivitas menanak nasi, misalnya. Masak sedikit kok jadi boros listrik ya kalau jadi sering pakai rice cooker. Sementara kalau masak banyak, masi itu tak bisa habis sekali dua kali. Kalau dihangatkan lagi, nasi itu mengerak di rice cooker yang kupunya. Memang bukan magic jar juga siih... Rice cooker yang kupunya adalah tipe standar yang hanya punya satu fungsi: menanak nasi, jadi memang tidak ideal juga untuk menghangatkan nasi.
Kalau begini caranya, jadi pengen ganti rice cooker dengan yang mini aja, supaya masak nasi bisa pas untuk dua atau tiga kali makan saja. Sudah intip-intip toko online yang sedia rupa-rupa. Ada salah satu yang kusuka. Rice cooker mini berkapasitas 0,3 liter saja. Asli, kecil, ini... Varian yang warna putih dengan desain yang simpel, pasti terkesan elegan untuk nangkring di meja dapurku. ;)
Tak jauh beda dengan nasi, hal serupa terjadi juga dengan sayur. Sepaket bahan untuk sayur semisal sop atau sayur asem dari warung, bisa kumasak sampai dua kali, praktikkin setengah resep, gitu... Tapi bahkan di saat aku masak hanya sedikit sekalipun, kadang itu pun tak habis kumakan sendiri. Aku makannya sedikit siih... lambungnya kecil. Setelah tumisan atau sup dihangatkan satu-dua kali kok ya masih ada sisa juga. Ujung-ujungnya kan aku terpaksa membuang sisa sayur yang sudah tak baik lagi untuk dikonsumsi. Sayaaaang... 
Sesekali, ingin juga sih menjajal bikin sop buntut atau iga, seperti di rumah makan gitu... Pressure cooker untuk mempercepat proses memasak sebetulnya ada di rumah, peninggalan almarhumah ibu, tapi ukurannya lumayan besar. Sementara aku? Untuk sehari-hari kan cukup untuk masak sendiri saja, nggak perlu banyak-banyak. Aku jadi mengangankan satu pressure cooker baru dengan kapasitas yang lebih kecil untuk dapurku. Lagi-lagi, aku melirik ruparupa.com dan menemukan satu yang cocok dengan kebutuhan. Pengen dong ambil satu untuk Ramadan kali ini, supaya masak jadi makin ceria (apa atuhlah...), tanpa beban pemborosan.
Intip dompet, hheu... agak krisis nih kondisinya. Maksudnya... mau eman-eman buat nambah-nambah belanja lebaran nanti. Coba pasang mata deh di ruparupa.com untuk tahu berbagai promo, supaya bisa dapat harga terbaik. Kita bisa dapat extra diskon 10% kalau memanfaatkan waktu belanja terbaik: Sale on Sahur. Sementara itu, ada juga flash sale di jam-jam tertentu. Mesti rajin-rajin pasang mata nih, siapa tahu produk yang kuinginkan pas mejeng juga di situ. Jika bisa dapat produk dengan kualitas dan harga terbaik di bulan ini, kejaaar...!!! Setelah produk didapat, urusan dapur bisa makin efisien. Ini akan jadi solusi terbaik di Ramadan ini.
Ramadan itu bukan bulan pemborosan. Saatnya mengoptimalkan hal terbaik yang bisa diupayakan. Dengan peralatan dapur terbaik, memasak bisa jadi aktivitas yang menyenangkan tanpa buang-buang waktu, tenaga dan sumber daya. Dengan begitu, nggak ada lagi cerita buang-buang makanan. Sip! Ini akan jadi solusi Ramadan terbaikku.

Sunday, June 12, 2016

Pengalaman Nebeng Nissan Grand Livina - Jadi Pengen ke #PameranMobil

Sudah beberapa bulan ini aku putus hubungan sama si Kukut, mobil yang sudah beberapa tahun kurepotkan untuk wara-wiri ke sana ke mari. Kangen dia... Awalnya sih asik asik aja, tapi dengan lokasi rumah saat ini yang berada agak melipir ke pinggiran kota, menyusup ke kedalaman, tak terjangkau arus transportasi kendaraan umum, rasanya merana juga ketika aku mesti berganti-ganti moda transportasi berkali-kali saat beraktivitas di keseharianku. Rasanya, sudah saatnya move on dan pindah ke lain hati eh...mobil. 
Lirik sana-sini, browsing beberapa web resmi kendaraan, dan tak jarang memanfaatkan kesempatan nebeng mobil sesiapa untuk mencoba mengenali tampilan dan kinerja mobil paling optimal, aku mulai menyusun list mobil yang kurasa layak untuk 'kupinang' sebagai pendampingku selanjutnya.
Dalam suatu kesempatan menghadiri acara pernikahan partner kerjaku di kelas, aku menumpang mobil salah satu orang tua murid ke wedding venue. Kebetulan dia pun mencari teman untuk berkendara bersama, dan aku mencari tumpangan, klop kan kita...? ;) Maka pagi itu, aku janjian untuk ketemuan di gerbang tol Buah Batu. Sebuah Grand Livina putih sudah menungguku, bersama dua muridku dan sang bunda di dalamnya. Yuk kita berangkat ke Garut. Bismillaah...
Perjalanan cukup panjang dijalani dengan nyetir santai walaupun tentu saja sempat digeber cepat di tol hingga gerbang Cileunyi. Keluar tol, kami disambut antrean panjang kendaraan yang menuju ke tujuannya masing-masing. Kendaraan masih bisa melaju perlahan di rentang jalan yang diramaikan oleh pengunjung pasar tumpah di Minggu pagi itu. Tidak terlalu lama setelah itu, kami pun bisa melaju kembali di jalanan lancar menuju lokasi. Jalan raya yang cukup berkelok dengan kondisi yang berlubang di sana-sini dapat ditaklukkan oleh Bunda Ninet dengan ringan, sambil ngobrol ringan ngalor-ngidul, diseling makan minum sepanjang perjalanan. Mengemudi Nissan Grand Livina itu mudah dan menyenangkan walaupun sistem kemudinya bukan matic.
Sementara itu, anak-anak di bangku belakang anteng sekali. Si kakak asyik mengunyah cemilan sambil sesekali terlibat dalam percakapan kami. Sementara adiknya segera tenggelam ke alam mimpi. Kombinasi yang tepat antara kenyamanan kursi berpadu dengan suhu AC yang diset sejuk plus sistem audio seolah jadi pengantar tidur yang pas. Dalam perjalanan pulang, mereka berdua sibuk mengomentari pemandangan yang tersaji di depan mata, juga kanan kiri jalan, tampak jelas dari jendela yang lebar. 
Bagasi belakang pun luas dengan kursi deret belakang yang bisa ‘disulap’ hingga seolah menghilang. Sistem ini didesain untuk memperluas ruang bagasi saat diperlukan. Bisa muat banyak barang nih di belakang, sampai gelar Kasur dan anak-anak bisa nyaman gegulingan selama di perjalanan. Ini mobil ideal juga ya untuk keluarga muda yang bakalan mudik di libur lebaran nanti. 
Aku sendiri? Hmm… sebagai pengguna kendaraan tunggal di rumah, aku masih perlu pilah-pilih mobil terbaik untuk pengganti ‘Si Kukut’. Mungkin aku harus menjadwalkan kunjungan ke pameran mobil dan langsung test drive sendiri supaya bisa menjajal performa Grand Livina dengan tangan dan kakiku sendiri. Siap-siap berkunjung ke ICE BSD-City untuk pasang mata di event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) mendatang.

Saturday, June 11, 2016

My Favorite Spots at My Home Sweet Home

Home Sweet Home. Frase ini terasa betul saat kangen rumah. Jelang akhir tahun begini jadi masa paling hectic buat seorang guru seperti aku. Kalau sudah dilibas kesibukan kantor, rumah cuma jadi tempat numpang tidur. Tapi jelang akhir tahun pelajaran begini, rumah berubah jadi tempat kerja. Ya… yaa… kerjaan sekolah akhirnya kuboyong ke rumah untuk diselesaikan di rumah. Yang berprofesi sebagai guru pasti ngerti deh... Toss dulu yuuk, sama aku.
Nah, saat membawa hasil kerjaan anak-anak untuk dinilai, ada satu spot rumah yang jadi tempat favorit untuk bekerja: kursi di depan meja makan lipat. Posisinya pas sebagai center of activity. Karena terlindung di balik dinding kamar mandi, ruangan yang terletak di antara ruang tamu dan dapur ini membuatku nyaman bekerja sambil 'buka-bukaan' kerudung tanpa takut terlihat dari luar. Nilai plusnya lagi, kursi itu dekat dengan kulkas dan lemari persediaan cadangan 'makanan musim dingin'. Kalau sudah duduk di situ, dengan laptop menyala di hadapanku, aku bisa betah berlama-lama. Kerjaan kelar? Hmm... kadang banyakan makannya sih daripada kerjanya. Hahaa... :p
Setelah kerjaan kelar, akhir pekan jadi saat untuk mengurusi taman seuprit di depan rumah yang jadi sumber hiburan. Taman kecil ini adalah salah satu area favoritku di rumah baru, jadi spot favorit untuk foto-foto bareng teman yang berkunjung ke rumah juga. Nah, mengurusi si kecil ini kulakukan pagi-pagi sekali . Mencabuti rumput liar dan mengajak berbincang tanaman bungaku di halaman, berharap mereka tumbuh sehat dan rajin berbunga. Bahagia betuuul memandangi mereka mekar bergantian.
Taman belakang pun tak luput kumanjakan. Ada sedikit tanaman buah dan sayur di sana. Setelah puas ngobrol dengan mereka dan masak-masak sebentar, biasanya aku kembali ke spot favoritku, si kursi lipat di ruang tengah, menikmati makan siang sambil berselancar di dunia maya. Walaupun rumahku seuprit saja (bukan berarti aku kurang bersyukur), tapi aku masih bisa menikmati moment indah di rumah, tempat favoritku berada.
Transformasi taman depan rumah dari masa ke masa. Jiaah...
Rumah... sebetulnya seluruh bagiannya adalah tempat paling menyenangkan, karena rumah itu adalah tempat rehatnya raga, berlabuhnya hati. Tapi itu cerita tentang rumahku. Bagaimana dengan kamu? Ayo berbagi juga, aku kok jadi pingin tahu... ;)

Tuesday, May 31, 2016

Sabtu Off Itu... #BahagiaDiRumah


8 Tahun Berjalan...
Setelah lebih dari 8 tahun mengajar di tempat yang sama, tentu ritme bekerja telah kumengerti. Senin..... Selasa... Rabu, Kamis, JumatSabtuMinggu, dan... sudah Senin lagi. Begitulah perasaan kita pada umumnya ya saat bertemu dengan akhir pekan. Di antara beberapa akhir pekan itu, sekolah kami menerapkan kebijakan Sabtu on dan off yang kadang bergiliran atau sesekali menyesuaikan jadwal dengan keperluan. Sudah tentu, Sabtu off itu adalah hari yang dinanti-nanti. Saatnya merencanakan hal-hal untuk diri sendiri atau keluarga, memanjakan diri atau mengejar target setoran untuk hal-hal lain di luar urusan sekolah, seperti beres-beres rumah atau menyelesaikan cucian atau setrikaan, gitu. :p Jadi... saat mendapat jadwal sabtu off itu seperti sebuah perayaan yang harus diperingati, seperti #NOVAVERSARY kali ini.

Setelah sepekan berkutat dengan jadwal kegiatan di sekolah, menyiapkan rencana pembelajaran, mengeksekusi rencana yang telah dibuat untuk dilaksanakan di dalam kelas, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, mengevaluasi, mengisi buku komunikasi siswa, memandu shalat dan makan siang mereka, mengoreksi hasil pekerjaan siswa, rapat koordinasi guru, kajian rutin mingguan, belum termasuk insidental event yang kadang muncul, nah... Sabtu dan Minggu jadi saat yang spesial yang layak dirayakan -walaupun kadang-kadang dapat moment 'zonk' juga siih :p Maksudnya, saat impian tak sesuai kenyataan, ketika masih ada saja hasil pekerjaan siswa yang harus dinilai, yes, it's time to grade the rest of the papers :p Tapi tetap bahagia aja siih, soalnya menilai kerjaan siswa di rumah itu bisa pakai piyama aja, sambil ngopi-ngopi, dengan segala gaya nggak pake jaim, sesuka kita aja. Yihhaa...!!!

Apapun situasinya, saat di rumah, aku tak pernah gagal untuk merasa bahagia kapan saja. Ketika dapat jadwal Sabtu off, saatnya bersantai, bahagianya... :) Sofabed di depan TV jadi tempat favorit untuk melewatkan akhir pekan. Selonjoran di atasnya sambil menyelesaikan 'target' baca buku atau tabloid mingguan, dengan hembusan angin sepoi dari jendela, aah... serasa surga kecil. Sofa kesayangan itu juga yang jadi saksi bagaimana sesekali aku yang gantian 'ditonton' TV. Cozy siih... :p 

Selain leyeh-leyeh di sofa yang tak lagi baru (tapi tak bau) itu, tentu aku pun mesti beranjak untuk mengisi perut. Kadang menjajal resep baru di dapur yang terang-benderang. Cahaya matahari pagi jelang siang bisa terlihat indah sekali di dapurku. Mau masak-masak, jadi salah fokus deh aah... 

Tapi di dapur inilah saatnya aku bisa berekspresi suka-suka. Sebagai guru yang menjunjung tinggi kejujuran (jieh banget deh ah...), saat memasak itu aku bisa melabrak aturan. Boleh nyontek dong di sini... nyontek buku resep ;) Sekarang ini sedang suka eksplorasi beragam brownies. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasilnya sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia. Menikmati hasil masakan atau panggangan sambil kembali 'bertahta' di singgasana sofabed depan TV, membuatku merasa bahwa hal itu adalah sebuah momen penting untuk menikmati saat-saat bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.
28 Tahun Bersama Nova
Bulan ini salah satu tabloid terkemuka di Indonesia, NOVA, merayakan hari jadinya yang ke-28 tahun. Sebuah usia matang yang menandakan panjangnya milestone yang sudah dilewati. Sepak terjang dunia jurnalisme Indonesia sudah dijalani dengan 'berbagai rasa'. Menyapa pembaca Indonesia dari berbagai kalangan dan sukses bertahan hingga sekian lamanya, ini adalah sebuah prestasi yang layak dirayakan dalam event #NOVAVERSARY yang bikin happy.
Aku pun sudah bersama NOVA sejak lama, sejak awal lahirnya, saat ibuku mulai berlangganan. Aku yang saat itu relatif baru masuk dunia kerja, sangat terbantu dengan ragam informasi yang disajikan NOVA. Info-info dunia kerja, berinteraksi dengan kolega, berita tentang dunia wanita, dan resep masakan tentunya. Kumpul-kumpul resepnya, kadang kupraktikkan ketika ada kesempatan (dan kemauan :p).
Dan kumpulan resep itu lama mengendap, bersama tumpukan tabloid NOVA lama. Bingunglah aku saat hendak pindahan rumah. Mau diapakan ini koleksi tabloid lama? Walaupun banyak juga koleksi tips-nya sangat berguna dan masih selalu up to date. Dibuang sayang, tapi untungnya, kertas bisa didaur-ulang dong... Kumanfaatkan jadi salah satu project yang kuajarkan pada murid-muridku: daur ulang membuat keranjang anyaman dari koran atau tabloid. Maaf maaf yaa... koleksi NOVA lama berubah bentuk jadi keranjang anyaman berbagai ukuran. Coba-coba saat sabtu off di rumah, sisanya kubawa ke sekolah untuk digarap murid-muridku. Warnanya masih terang, dan bisa membentuk kotak anyaman kokoh yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah multiguna.
Setelah 28 tahun berselang, NOVA tak lagi sekedar tabloid cetak, tapi juga hadir dalam format digital. Praktis sekali. Membaca (umm...mengintip kali yaa) NOVA bisa dari genggaman saja. Selain itu kita pun bisa berinteraksi melalui media sosial. Sungguh praktis dan bikin bahagia, karena semuanya bisa kuakses dari sofabed saja (sofabed lagi...sofabed lagi... ;) ) Tapi memang kenyamanan rumah itu tak ada taranya. Aku sangat menikmati momen-momen di rumah kecilku, home sweet home. Bahagia di rumah. saat Sabtu off, sebelum hari kembali berganti Minggu, lalu dalam sekejap berubah jadi Senin kembali. Saatnya kembali bekerja. 
Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei ini. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova, di sini tepatnya. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama yaa. 
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia

Wednesday, May 18, 2016

Tutorial Kotak Segi Empat vs Video The Making

Beberapa waktu lalu, aku memberi tugas membuat kotak segi empat ini untuk murid-muridku di kelas 6. Membuat bentuk origami 3 dimensi, (menurutku) menyenangkan sekali. Ketika kucari langkah-langkah pembuatannya di jagad maya, sebetulnya sudah ada beberapa tutorial, tapi aku sendiri masih mencari tips dan trik paling sip untuk menyelesaikan kotak origami ini. Dari beberapa tutorial yang kudapat, ada beberapa langkah yang nggak cukup jelas kupahami (atau mungkin sebetulnya aku yang kurang 'klik' gitu yaa :p). Setelah paham langkah-langkah pembuatan kotak 3 dimensinya, ada urusan berikutnya yaitu mengajarkannya kepada anak-anak.
Problematika anak-anak sekarang... mereka seringkali nggak sabaran, maunya cepat selesai. Nggak paham proses, maunya lihat hasil akhir yang cantik. Nah... video ini dibuat untuk memberi gambaran, bahwa sebuah karya, kotak segi empat hasil melipat-lipat kertas itu tidak jadi dalam sekejap mata, tapi bisa cukup cepat dibuat jika mau memperhatikan secara cermat dengan pikiran yang smart. Ini dia videonya yaa. Setelah lihat, boleh langsung bikin yaa, kotak segi empatnya. Ayo cepaat...!


Membuat video tutorial ini juga nggak bisa main asal cepat. Perjuangannya nggak kurang-kurang juga, walaupun nggak sampai berdarah-darah sih, tapi lumayan bercucuran keringat dan air mata. Nggak... aku nggak melebih-lebihkan. Video 'mission is possible' ini memang sengaja dibuat supaya bisa ikut partisipasi di lomba vlog yang digelar Emak Gaoel. Makanya, perjuangan beneeer bikinnya, mengingat hadiahnya cukup menggiurkan (elap air liur). Akhirnya jadi juga video plus blog postingnya. Nih dia maak... mission accomplished. (kali ini elap keringet)
Cerita sedikit yaa soal pembuatan video ini. Kalau tutorial bikin kotak segi empatnya, kurasa udah jelas deh lihat step by step-nya di video. Nah, soal 'berkeringat dan berair mata' bikin video ini yang layak diungkep diungkap.
Bermula dari motret langkah-langkah pembuatan kotak segi empat ini satu persatu. Gimana caranya supaya kertas origami dengan cara melipatnya bisa kelihatan dengan (cukup) jelas. Dengan sok nekat, aku pakai kamera handphone seadanya. Bukan handphone canggih sekelas Smartfren Andromax, tapi yaa... manfaatkan yang kupunya aja deh. Nggak pake tongsis atau tripod, aku menaruh handphone di atara dua kursi yang diganjal buku di kiri-kanannya. Dengan begitu, posisi kamera tetap pada posisi. Dan tanganku nyelip-nyelip di antara kaki meja gitu untuk melipat kertas itu satu persatu. Belibet nggak siiih? Keringatan juga motretin kertas sambil melipat satu-satu gitu. Belasan gambar lho yang kuambil.
Selesai urusan gambar, berlanjut dengan merangkainya jadi video. Sebetulnya aku sudah beberapa kali juga bikin video slideshow untuk beberapa lagu gubahanku dan lancar-lancar aja. Tapi kali ini, ampun maak... adaaa aja cobaannya. Komputer yang lelet loadingnya, file yang kehapus nggak sengaja, dan bolak-balik tampilan gambar nggak muncul di video. Di bagian ini yang bikin keringat dan air mata bercucuran. Literally deh. 
Menyusun gambar berurutan, menuliskan instruksinya satu-satu di tiap slide (yaa sedikit mengarang bebas deh judulnya), lalu menambahkan judul, menambahkan soundtrack. Whoa... pusing lagi nyari lagu yang cocok dengan rangkaian tutorial ini. Sedikit maksa, kusisipkan aja salah satu lagu yang ada di koleksi MP3-ku. Preview punya preview, lho kok... gambarnya nggak kelihatan siiih di video? Gelap gulita seperti malam tak berbintang. Hahh... (elap keringat lagi).
Setelah beberapa kali percobaan, mengulang proses, menyimpan hasil editan dalam beberapa jenis file, akhirnya ada juga salah satu yang lumayaaan-lah. Nggak pake lama lagi, ku-upload ke youtube deh. Dan itu dia hasilnya, video tutorial cara membuat kotak segi empat. Tutorial satunya lagi (cara membuat tutup kotaknya), kupisahkan di video berikutnya yaa -dengan catatan: kalo sukses- Siap keringetan lagi, tapi ogah nangis-nangis lagi ah. Mau senyum-senyum aja lihat kotak-kotak cantik begini.
Buat yang sudah lihat video tutorialnya, selamat bikin kotak segi empatnya ya. Jangan ragu untuk berkreasi dengan kertas segala macam warna dan motif. Kata orang yang sudah-sudah siih, bikin kotak begini tuh nagih, nggak bisa cuma sekali. Mari bikin lagiii...

Friday, May 06, 2016

Menikmati Setiap Moment Bahagia di Rumah

Home Sweet Home. Frase ini bener banget deh. Ke mana lagi diri dan hati akan berlabuh, jika tidak di rumah yang penuh kehangatan. Saat beban kerja terasa teramat berat, kesibukan membuat deadline terasa mendekat dengan cepat, kemudian laju lalu lintas teramat padat dan lambat. Ah... saat itu waktu terasa panjang dan melelahkan... Di masa itulah, kehangatan rumah sangat kurindukan. Saat-saat bahagia di rumah, jadi moment #NOVAVERSARY yang layak dirayakan.
Week Days
Aku ini tipe orang rumahan yang teramat bahagia saat bisa melewatkan waktu berkualitas di rumah. Saat hari kerja, kesibukan pagi diisi dengan sarapan nikmat berlambat-lambat. Aku bisa merasa cukup dengan mengisi perut dengan segelas kopi susu panas. Sesekali ditemani roti bakar dengan isian yang bervariasi atau roti bagelen buatan sendiri, itu sudah jadi bentuk kebahagiaan tersendiri. Dilanjut dengan aksi membersihkan rumah ala kadarnya sambil mendengar siraman rohani dari radio, maka kegiatan pagi pun dimulai dengan hati yang penuh syukur. Tak semua orang toh bisa menikmati hal-hal serupa yang kunikmati?
Saat pulang di sore atau malam hari jadi moment yang dinanti. Kadang kunikmati berjalannya waktu dengan menonton channel TV favoritku di sofa kesayangan. Tapi sofa kesayangan itu jadi saksi pula bagaimana aku menghabiskan waktu dengan membaca buku baru atau majalah dan tabloid dengan (lagi-lagi) radio sayup-sayup sebagai 'soundtrack'. Tak jarang pula aku kembali duduk menghadapi layar komputer untuk mengulas kembali pekerjaan sekolah yang tertunda atau berselancar di dunia maya, menyapa teman-teman yang berada di belahan bumi lainnya, kembali menjalin silaturahmi walaupun terbatas di dunia maya. Dengan begitu, aku pun sudah bahagia. 
Week End
Dan... saat akhir pekan jadi saat yang ditunggu-tunggu. Di saat itulah aku bisa melakukan banyak hal yang kusuka dan berguna, yang ujung-ujungnya tentu saja membuatku extra bahagia. Saat aku bisa memanjakan diri dengan melakukan perawatan istimewa bagi wajah atau tubuh, itu jadi sarana relaksasi. Sejenak melepaskan diri dari urusan lain, hanya bersantai dengan muka berbalur masker. Setelah itu, pikiran terasa re-charged, wajah pun segar. Siapa yang nggak bahagia kalau begitu?
Lanjut dengan sesi membersihkan debu di koleksi pajanganku, nyapu-ngepel sampai ke sudut-sudut terjauh di setiap ruangan di rumah kecilku. Rumah segar, badan dan hati pun ikut segar. EH... gerah ya, setelah 'kerja bakti' begitu? Saatnya mandi dengan scrub, berlama-lama. Kalau bukan akhir pekan, mana bisa berlama-lama membersihkan diri? Setelah badan segar, rumah segar, humm... lanjut dengan sesi makan enak dong. Saat di rumah, sesi makan tak perlu diburu-buru untuk mengejar sesi mengajar berikutnya. Aaah, makan nyantai itu jadi perayaan rasanya. 
Memasak atau menjajal resep baru untuk icip-icip, bisa banget dilakukan di akhir pekan begini. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasil masakan sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia sampai beberapa level ke atas. Suuukaaaaa...! Menikmati hasil masakan atau panggangan -umm... biasanya sih brownies atau banana cake, cheese cake atau kue besar lainnya- sambil membaca kabar terkini beserta segala tips menyangkut dunia wanita, membuatku merasa bahwa hal itu jadi momen penting untuk merayakan sesuatu, merayakan moment bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.

Yang tak jarang juga kulakukan adalah mengamati dan mengagumi mekarnya bunga-bunga di halaman depan maupun belakang. Mengambil foto mereka satu persatu, merangkainya jadi kolase cantik. Aku pun ingin mencoba hal baru dengan menggambarnya, berdampingan dengan ciptaan Allah. Melengkapinya dengan puisi atau sekedar curahan hati yang terkesan atas keindahan flora itu, sungguh jadi sarana relaksasi dan katarsis. 
Semoga dalam kebahagiaan ini tak luput juga dari limpahan berkah-Nya, setiap hari. Aamiin.
Nah, menikmati setiap inci rumah mungilku bisa jadi inspirasi kebahagiaan buatku. Orang bilang, belum lengkap bila kebahagiaan itu hanya dinikmati sendiri, tanpa berbagi bersama anggota keluarga. Bagiku, kesendirian bukan sebuah opsi, melainkan perjalanan hidup yang saat ini sedang kujalani. Tapi untuk jadi bahagia, itu pilihan hati. Aku tak berkeluh kesah for being single, since I'm a single happy. Begitu banyak nikmat yang patut disyukuri dan bisa jadi sumber kebahagiaan. Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei nanti. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama jika tidak ingin didiskualifikasi. Lomba ini berlangsung hingga 31 Mei 2016. Masih cukup waktu kan untuk memilah dan memilih inspirasi kebahagiaanmu lalu menuangkannya jadi sebuah tulisan di blog pribadimu.
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia 

Friday, April 29, 2016

7 Item Promosi Untuk Re-Branding Indonesia

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku pergi ke Jepang untuk menjalani masa belajar sebagai peserta program teacher training, aku sempat bingung ketika mesti membawa omiyage sebagai tanda mata bagi teman dan kolega yang kutemui di sana. Apa ya souvenir yang khas Indonesia, cukup ringan dan ringkas untuk dibawa, namun berkesan sebagai sebuah tanda mata? Saat itu aku membawa paket tas tangan dan cosmetic pouch dari kain tradisional untuk dosen pembimbing, kain batik untuk host family, juga cukup banyak bros angklung mini untuk teman dan sahabat. Cukup meng-Indonesia-kah? Hmm... agak kupertanyakan ya, karena semuanya masih relatif kedaerahan, tidak sungguh-sungguh mewakili Indonesia secara utuh.
Dan sesi beres-beres akhir pekan kali ini, menyisakan pemikiran yang mendalam. Ketika aku mengusap debu di piring hias souvenir dari Australia, mengelap noda yang menempel di boneka kokeshi dari Jepang, menata kembali lonceng dari Inggris dan Singapur, membersihkan satu persatu souvenir dari luar negeri pemberian kawan dan kerabat yang pulang dari mancanegara, hal itu membuatku berpikir. Apa ya, souvenir khas Indonesia yang akan diingat oleh orang-orang yang membawanya pulang ke negara asal mereka? Apa ya mercandise kreatif yang akan menjadi icon Indonesia yang sekali lihat akan membuat orang teringat pada Nusantara? 
Terlalu banyak rasanya icon Indonesia mengingat begitu luasnya Zamrud Khatulistiwa tercinta kita ini. Monumen Nasional yang terdapat di Ibukota tentu akan mudah dikenal turis mancanegara. Tapi Borodudur sebagai bangunan candi Budha terbesar bahkan di dunia tentu tak mudah pula dilupa. Monumen Khatulistiwa di Pontianak pun jadi ciri khusus Indonesia yang terletak tepat di tengah bola dunia. Walaupun demikian, akan menarik juga ya memikirkan beberapa alternatif souvenir khas yang bisa jadi item promosi untuk re-branding Indonesia di mata dunia. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Mug Bunglon. Ketika teknologi printing dapat menyembunyikan gambar di balik lapisan berwarna gelap untuk kemudian memunculkannya kembali ketika ada perubahan suhu, wow... itu magic. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan dan memunculkan kembali image tertentu yang diinginkan. Ketika perubahan suhu mempengaruhi tampilan mug, inilah saatnya saatnya untuk mengolah gambar di balik lapisan gelap. Peta Indonesia dalam motif batik atau posisi Indonesia di Asean bahkan peta dunia, akan membuat Indonesia makin dikenal. Gambar sang saka bendera kita beserta maskot Indonesia juga akan memperkuat kesan tentang Indonesia.  
pict. courtesy of custombagus & batikmania
2. USB flashdisk. Tampak sederhana, namun sungguh berguna. Saat berwisata, tentu banyak foto-foto maupun video yang diambil untuk mengabadikan event dan moment. Untuk menyimpan file itu, maka usb flashdisk berkapasitas besar akan jadi souvenir yang berguna dan mudah dibawa ke mana-mana. Dengan bentuk bola dunia dan peta Indonesia yang dapat berpendar dalam gelap, akan membuat Indonesia makin dikenal di manca negara.
pict.: courtesy of custombagus
Alternatif lainnya adalah bentuk puzzle seperti yang dapat dibuat di custombagus. Gambar rumah tradisional atau icon bernuansa Indonesia lainnya dapat dimanfaatkan sebagai pilihan. Hal ini akan menguatkan kesan Indonesia di mata dunia, bahwa Indonesia tak sekedar Bali atau Borobudur, tapi juga Monas maupun Tugu Khatulistiwa dan lainnya. Jangankan turis mancanegara, turis lokal pun perlu mengenali kembali icon-icon dari negeri kita sendiri. Yuuk, kenalan lagi.

pict.: courtesy of custombagus
3. Tas Belanja. Di saat orang masih ramai membicarakan pro-kontra kantong plastik berbayar, hadeuh... saya sih nggak mau pusing. Mendingan bawa kantong belanja sendiri aja. Indonesia, ayo bikin juga buat jadi souvenir eksklusif. Kombinasi dari penggunaan bahan yang berkualitas, gambar yang cantik atau unik, juga tambahan infografis, akan menjadikan Indonesia beserta tas belanjanya semakin mendunia. Kabar baiknya lagi, tasnya tentu bisa dimanfaatkan untuk belanja slouvenir yang lainnya juga. Ahahaa... peluang dapat devisa plus plus kan yaa...? ;)

4. Produk kain etnik. Produk fashion tak akan lekang dimakan masa. mudah dimasukkan ke dalam koper atau ransel dan akan jadi oleh-oleh sekaligus ajang promosi yang cukup efektif. Tak hanya t-shirt yang bisa dijadikan buah tangan. Sehelai celemek dengan ornamen batik atau lurik akan tampak unik. Sepaket taplak meja dan sarung bantal pun akan tampak menarik di ruang tamu. Sertakan katalog kecil yang menjelaskan jenis kain yang digunakan beserta daerah asal di setiap produk. Ini akan membuat Indonesia dikenal tak hanya sebatas Jakarta dan Bali, tapi juga membuat Indonesia makin terkekspose dengan berbagai daerah lainnya beserta segenap ragam tradisinya.
celemek batik bolak-balik, jadi souvenir cantik dan unik
pict.: courtesy of custombagus
5. Agenda/diary. Di zaman serba-cyber ini, di mana banyak sekali tulisan dapat diabadikan dan diedarkan di dunia maya, tulisan tangan mungkin sudah menurun pamornya. Walaupun begitu, akan selalu ada individu atau kelompok tertentu yang masih suka menorehkan buah pikiran atau kenangannya dalam bentuk tulisan tangan. Saat wisatawan suka 'blusukan' ke destinasi wisata yang masih rawan tak terjamah, tentu tak mudah pula mendapatkan sinyal internet ataupun listrik. Dalam kondisi demikian, agenda atau diary diperlukan. Pengalaman yang dituliskan akan sangat bernilai memori, sebelum hilang dilibas masa. Buku agenda eksklusif dengan icon wisata atau foto destinasi wisata di halaman tertentu akan mengingatkan para penjelajah pada negara kita, Nusantara tercinta. Buku agenda atau diary akan selalu jadi benda yang penting. 

6. Iconic Snow Globe. Cukup banyak orang yang mengoleksi snow globe dari berbagai belahan dunia. Ukuran boleh standar, tapi image di dalam snow globe itu tentu akan jadi pengingat khusus untuk memateri memori tentang sebuah negeri. Searching punya searching, snow globe khas Indonesia sudah ada juga sih, sebetulnya, bisa lihat di pinterest. Dengan icon khas tiap provinsi, snow globe ini jadi collectible item yang cantik. Psst, ragam baju daerah atau makanan khas Indonesia juga bisa dijadikan image snow globe yang lucu kali yaa... 

7. Cutlery/perangkat alat makan. Seperangkat kotak bekal, lengkap dengan gelas atau tumbler, ataupun sekedar paket sendok-garpu-sumpit dapat menjadi oleh-oleh cantik dari suatu tempat. Kembali lagi pada konsep go-green, ada baiknya jika kita membawa perangkat makan sendiri sehingga tidak ikut menyumbang sampah plastik pada lingkungan atau mungkin membabat hutan karena hendak mengambil kayu ataupun bambu untuk peralatan makan sekali pakai. Selain ikut mengawal gaya hidup cinta lingkungan, juga bisa menjadi saranan re-branding Indonesia karena keunikannya. Icon tertentu dari suatu tempat atau daerah wisata dapat menjadi dekorasi yang cantik saat diaplikasikan pada casing peralatan makan tersebut.
Ragam item promosi seperti yang disebutkan di atas, hanya 7 dari sekian banyak contoh yang bisa dijadikan sarana untuk kembali mengingatkan dunia pada Indonesia. Tidak sulit membuat beragam item promosi ini, karena custombagus siap mewujudkan apapun ide-ide terunik kita hingga mewujud menjadi merchandise paling kreatif. Untuk mendukung Indonesia agar semakin terpandang, hmm... ayo kita asah lagi kreativitas kita untuk munculkan ide terbaik. Ada ide lain? Ayo ikut sharing.
Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus