Tuesday, March 22, 2011
Cerita Jumat Malam
Saturday, July 25, 2009
Kisah Milad ke-3 SK (Bagian 1)
Sabtu siang menjelang sore, rencana keberangkatan tertunda-tunda (kebiasaan burukku). Akhirnya setelah shalat ashar di sekolah, kunaiki Katana-ku menuju Padepokan Karang Tumaritis, tempat diselenggarakannya acara Milad ke-3 eSKa ini. Lembang, aku datang....
Separuh jalan ke sana, ah... bukan separuh, tinggal sepertiga jalan menuju lokasi, Nova nelfon, mengabari berita kecelakaannya bu Indri, kepala sekolah kami. Katanya, motor yang ditumpanginya jelas rusak, laptop yang dibawanya rusak berat. Lha, kondisi bu Indri, gimana...??? Galau aku memegang handphone. Kuingatkan diri sendiri, harus konsentrasi berkendaraan. Jalan Raya Lembang yang berkelok-kelok, dengan badan dan bahu jalan yang tidak sejajar membuatku harus ekstra hati-hati mengendarai mobil kecilku itu. Alhamdulillah, arus lalu lintas ke atas menuju Lembang relatif lancar, walaupun aku sempat sedikit nyasar juga hingga menemukan lokasi yang dituju.
Nova nelfon lagi. Kali ini aku benar-benar menepikan kendaraanku sebelum berkonsentrasi pada apa yang dikatakannya. Oke... oke. Pesan diterima. Kulanjutkan perjalanan hingga ke lokasi. Sampai di sana, sudah hampir maghrib. Sahabat-sahabat eSKa sedang dalam sesi perkenalan, sementara aku masih sibuk kirim-kirim sms, mengabari beberapa teman lain untuk koordinasi.
Bergabung di lingkaran, aku disapa dengan ramah, hingga aku merasa diterima sebagai bagian dari mereka, walaupun aku belum kenal siapapun sebetulnya. Ada sih satu-dua yang sudah 'kenal', via e-mail dan sms, tapi kan belum kenal secara pribadi. Jadi sedikit minder ketika melihat keakraban yang terjalin di antara mereka. Break shalat maghrib, aku dengan tidak tahu malu meminta teman-teman untuk mendoakan bu Indri. Iya... belum kenalan, gitu, aku minta doa begitu saja. Tapi bukankah sesama muslim itu bersaudara? Boleh dong sesama saudara salingmendoakan ;) Setelah itu, bubarlah kami untuk sementara. Aku menuju kamar yang akan kutempati bersama 6 orang lainnya.
Kamar no. R-8 terletak hampir paling ujung dari rangkaian sekian kamar yang ditempati peserta milad eSKa ke-3 ini, berada agak di puncak setelah menaiki tangga yang sedikit berkelok. Kami shalat maghrib dan menyegarkan diri. Air di kamar mandi ternyata tidak sedingin yang kuperkirakan. Setelah mandi, badan malah terasa lebih hangat. Tya dan aku berbincang seru. Ternyata banyak kesamaan minat dan kepentingan (iyakah?) di antara kami. Sebuah 'kebetulan' yang manis. Tapi perbincangan itu tak bisa berpanjang-panjang, karena setelah itu kami harus segera turun untuk makan malam. Nasi rawon yang nikmat. Alhamdulillah.
Rangkaian acara perkenalan dilanjut lagi, diselingi dengan pembacaan hasil lomba menulis "Ngaku eSKa". Mbak Wiwiek dan Mbak Endah sebagai juara 1 & 2 bergiliran membacakan tulisan mereka. Namaku dipanggil pula sebagai salah satu pemenang favorit, people's choise award. Jiee... Nggak nyangka, karena rasanya milis sepi-sepi saja tuh dengan "polling" tentang tulisan terpilih itu. Tapi senang, tentu saja, karena si anak baru di eSKa ini ternyata bisa eksis juga. Aku dapat hadiah bantal cantik dari sponsor, MP Toys. Terima kasih...Setelah itu, Novi dan mbak Anty unjuk gigi, memainkan drama singkat tentang "Emak", diiringi gesekan biola mbak Nia, ditemani Tya yang memegangi lilin. Dilanjut dengan pembacaan puisi bertema Ibu oleh Novi. Sesi perkenalan masih berlanjut. Kang Hadian sang ketua SK divisi Bandung, baru datang setelah menemani sang istri yang baru saja melahirkan anak ke-2 mereka. Mas Andri yang jauh-jauh datang dari Jogja, ternyata dapat tiket tanpa tempat duduk di kereta, sehingga nyaris sepanjang perjalanan, dia berdiri. Pegal, pastinya. Sebegitunya ya, perjuangan untuk ikut bergabung di acara milad eSKa ini.
Berikutnya adalah drama interaktif serupa Opera van Java di salah satu televisi swasta. Pemerannya diambil dari peserta milad, tanpa bisa menawar apalagi menolak. Maka terjadilah lakon Manohara yang dimainkan oleh Kang Hadian, didampingi ibu dan ayah yang diperankan oleh bunda Icha dan mbak Wiwiek. Sementara sang pangeran diperankan oleh Budi, dengan mbak Anty (kalo nggak salah) dan mbak April sebagai ibu dan ayahnya. Plus beberapa sahabat eSKa lainnya sebagai pemeran pendukung. Aku sempat berpikir, kenapa mereka tidak bertukar peran saja, agar terlihat "lebih pantas". Ya, misalnya Manohara dimainkan oleh seorang wanita, juga peran ayah-ayah itu agar diperankan oleh lelaki, dan sebagainya.
Penonton boleh berkomentar apapun mengenai 'tayangan' Opera van eSKa' ini, tapi drama bergulir dengan arahan kang Dani, sang sutradara yang tegas, yang tidak membiarkan para pemain berimprovisasi semaunya. Cukup menghibur. Di akhir 'tayangan', sebuah hikmah diungkap. Drama tadi layaknya kehidupan itu sendiri. Setiap pelakon tak bisa memilih perannya, hanya boleh berperan sebaik mungkin dalam drama kehidupan, dengan arahan Sang Maha Sutradara. Ya, begitulah kita...
Malam ditutup dengan renungan. Aku ngantuk... jadi, kisah milad eSKa ke-3, dilanjut lagi nanti-nanti ya... ;)
Wednesday, May 06, 2009
Selesai Satu pekerjaan...
Ini foto yang tersisa dari kegiatan i-Fest hari Sabtu akhir bulan lalu. Persis seperti yang tersurat dalam Al Quran, surat Al Insyirah ayat 7: Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Usai satu pekerjaan (ngurusi satu bidang kegiatan i-Fest), pekerjaan lain telah menunggu untuk diselesaikan. Banyaaaaak kerjaan kelas dan sekolah yang sudah mengantri. Ayo ah... kumpulkan energi lagi...!
Sunday, May 03, 2009
Bermalam (dan Berpagi) di Sekolah
Saturday, April 25, 2009
Event Besar di Al Irsyad Satya
Maaf... kendala teknis membuat beberapa video yang sudah disiapkan dari Jakarta tak bisa diputar untuk peserta parenting workshop yang terdiri dari guru maupun orangtua murid. Beberapa datang dari jauh, dan akhirnya 'maksa-maksa' untuk bisa ikut serta dalam kegiatan dan akhirnya dapat sertifikat juga, padahal kita sudah cukup tegas membatasi jumlah peserta hanya mencapai 100 orang saja. Kemarin siang sudah 101 orang lho. Tapi akhirnya mereka-mereka itu diperbolehkan masuk ruangan juga. Ini dikarenakan beberapa orangtua murid yang sudah terdaftar, ternyata memilih menemani anak-anaknya di arena lomba atau di panggung pertunjukkan. 100 kursi yang disediakan, ternyata masih kosong-kosong juga tuh.
Usai kegiatan, wah... sampah bertebaran dan bertaburan di mana-mana. Kerangka hari bumi hanya tinggal kata-kata semata. Orang-orang masih belum sadar juga, bahwa mencintai bumi tuh bisa dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika tempat sampah belum tersedia atau jumlahnya terbatas, ya ayolah menumpuknya dulu di tempat tertentu, jangan seenak sendiri meninggalkan sampah sembarangan. Waduh... kalo ngomel tentang ini mah, bisa panjang banget deh. Tapi capek juga ah ngebahasnya. Hhhh... Mendingan berfoto bersama aja yukks! Tuh, sebagian panitia berpose dengan muka lelah. Hehe...Wednesday, March 11, 2009
Olahraga
Di kesempatan kedua, aku sengaja mempersenjatai diri dengan bat pingpong, mencari partner untuk bermain pingpong. Pak Gunawan bersedia jadi partner sparring (biarpun ditodong ketika baru nyampe arena olahraga, masih bersandal jepit), tapi ternyata dia berhasil mengalahkan aku, 21-14. Kuakui kekalahan. Sportif-lah. ;) Lain kali, semangat lagi!!!Tuesday, February 17, 2009
Seragam Baru Lagi
Friday, January 23, 2009
Seragam Baru AIS
Setelah selesai dijahit dan beberapa orang dari kami mengenakannya ke sekolah, jeng jeng... cantik juga ya? Sedangkan bapak-bapaknya pakai baju koko hitam dengan celana panjang warna gelap juga.
Jadi ingat cerita seragam baru di sekolahku dulu (klik judul posting ini untuk tersambung ke posting-an blog-ku tentang itu). Selalu... saja ada kisah kurang puas. Dasar manusia, memang suka berkeluh-kesah. Aku? Bukan berkeluh-kesah... Aku sih masih bersyukur dapat seragam gratis. Alhamdulillah. Sudah ada, ya dipakai saja. Cantik kok. Iya kan? ;)
Wednesday, December 24, 2008
Makan-makan di Sekolah
Maka disepakatilah potluck party untuk acara hari ini. Setiap orang berkontribusi membawa sesuatu untuk berbagi bersama. Nasi dan lauk pauk lengkap bahkan berlebih, rujak, kerupuk, buah, sampai snack yang akhirnya tak tersentuh. Alhamdulillah..., acara makan-makan itu juga melibatkan para staf sekuriti maupun penjaga sekolah. Makan beralas daun pisang, bersama-sama, bareng. Akrab deh. Pengennya acara seperti ini dijadwalkan lagi lain kali. Semoga ada umur dan kesempatan. Insya Allah.
Monday, December 22, 2008
Lembayung di langit Kota baru
Tak menyesal aku meluangkan waktu lebih lama di sekolah, dengan keleluasaan memandang nyaris sejauh cakrawala, pemandangan yang kudapat sungguh luar biasa. Sungguh, jauh lebih indah dari pada apa yang tertangkap oleh lensa kameraku yang hanya berkekuatan 4 MP. Memang ciptaan Allah tak bisa ditandingi oleh apapun. Subhanallah...
Hari ini, aku menunggu lembayung lagi.
Wednesday, July 30, 2008
Memperingati Hari Anak Nasional
Hari Minggu, aku langsung pergi dari rumah ke tempat lomba karena memang relatif lebih dekat, sementara teman-teman lain beserta para penari akan datang dari sekolah, diantar pak Deni dengan mobil putih besarnya.
Setelah terhadang pasar kaget di seputaran Bale Endah, lamma... dan tak terduga (soalnya aku ambil jalan memutar, dan tetap saja terjebak macet), aku sampai juga di kompleks Mekar Wangi, di mana Kukuruyuk Market berada. Sempat salah jalan dan tersasar ke kompleks dan tidak menemukan jalan masuk ke tempat parkir, akhirnya aku berputar dan memarkir mobilku tidak jauh dari food court tempat event itu berlangsung.
Turun dari mobil, terdengar sayup-sayup musik pengiring tari Badindin sudah mulai mengalun. Aku bergegas mendekati bunyi suara, dan tepat waktu menyaksikan murid-murid binaan bu Reni & bu Tri itu menunjukkan kebolehannya. Beberapa shoot foto sempat kuambil, tapi sayang hasilnya tak begitu bagus karena jarak yang relatif dekat, selain padatnya daerah depan panggung yang disesaki oleh para orangtua murid maupun pengunjung lain.
Usai tarian, panggung disingkirkan untuk memberi ruang bagi para peserta lomba gambar. 3 orang muridku mengambil tempat di karpet yang disediakan. Tak berapa lama kemudian, mereka sudah mulai asyik mewarnai gambar dengan tema Candy World. Kelihatannya rumit juga. Puteri dan Fina terlihat asyik mewarnai dengan konsep dan tahapan kerja yang tertata. Sementara Naufal yang sedang pilek keukeuh ingin pakai pensil warna atau pastel lilin. Dia memang nggak suka pakai crayon yang warnyanya justru lebih kuat. Kekuatannya ada di paduan warna yang tidak biasa. Satu peserta dadakan adalah Dekha, adik Fina yang ingin ikut serta ikut lomba, daftar di tempat. Dengan riang dan percaya diri, dia mewarnai gambar. Sesekali dia memanggil papanya, memperlihatkan gambar yang setahap demi setahap sudah diwarnainya.
1,5 jam waktu yang disediakan dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak itu. Gambar dikumpulkan. Lomba lain digelar. Indi dan Anggi ikut serta di lomba gratisan itu, merangkai beads bergambar lebah yang diselenggarakan oleh Hama-Craft. Serius sekali mereka berdua, beserta belasan peserta lainnya. Satu orang peserta yang jelas-jelas dibantu emak-nya, ternyata jadi juara. Tapi Indi tak mau kalah cepat. Dia berhasil mendapatkan hadiah sebagai juara ketiga. Alhamdulillah. Selepas jam 1, teman-teman lain dengan anak-anak sudah dijadwalkan untuk kembali ke sekolah, meninggalkan aku sendiri menanti pengumuman lomba. Ya... okelah.
Keliling-keliling di arena food court, mau tak mau, aku tergoda juga untuk menikmati apa yang tersedia di sana. Sambil membaca majalah yang kubawa, kunikmati teh dingin walaupun bukan teh favoritku. Cukup menyegarkan-lah sebagai pelepas dahaga. Sementara, makan siang seporsi sate-lontong traktiran dari mama Kayla sudah kunikmati sebelumnya. Terima kasih banyak.
Tunggu punya tunggu, bosan juga nih menanti jam 4 sore saat pengumuman lomba dilaksanakan. Merintang waktu, kunikmati segelas tinggi natural yoghurt-peach favoritku yang ternyata tersedia di sana. Ummm... yummy... Rupanya penantianku tak sia-sia. 3 muridku lolos mendapatkan gelar dari 6 yang tersedia. Semoga di kesempatan lain mereka dapat berprestasi lebih baik lagi. Amiin.
Thursday, June 12, 2008
忙しいの一日 = Hari Sibukku
Selesai di arena olah raga Sabuga, kita pindah ke Dome Sabuga, mau nonton film 3 dimensi tentang "Season" di bioskop berkubah bulat di dalam Dome Sabuga. Asyik juga. Walaupun tidak ada efek gerak, tapi kurasa cukup menghibur dan sangat informatif. Buat gurunya sih seru... buat muridnya? Belum tentu deh. Hehehe... Usai nonton film, kita menjelajah wahana iptek di sana. Asyik juga. Mirip dengan yang ada di Puspa Iptek Sundial KBP, tapi beberapa alatnya rata-rata lebih besar daripada yang ada di sana. Anak-anak having fun mencoba berbagai alat di sana. Gurunya juga. Hehehe... ;)
Setelah itu, bareng Erlin pergi ke Balubur. Mesti belanja buat keperluan Art & Culture Day keesokan harinya. Banyak konfirmasi ke sekolah dan BSB (buat acara besoknya...), baterai HP-ku drop sampai titik terendah. Padahal, setelah itu aku masih punya rencana ketemu teman di MTC, lagi-lagi menengok Bandung Orchid Festival di sana.
Janjian lepas ashar, sempat juga dong menyusuri area pameran bunga yang rutin diselenggarakan di sana. Nggak banyak tanya dan tawar-tawar harga, aku beli sepasang mawar batik dan sepasang anggrek bulan mini. Oleh-oleh buat ibuku.
Lepas dari area pameran bunga, kita masih menyempatkan ngobrol panjang lebar... seru-lah, jadi ajang curhat timbal-balik. Betul-betul satu hari yang sibuk buatku. Tapi seru-lah. Kapan-kapan, harus kita lakukan lagi. ;)-
Alhamdulillah, harus sering-sering bersyukur atas nikmat sehat yang hampir sepanjang tahun aku nikmati. Aku termasuk kategori orang yang ja...
-
Mengenang saat jalan-jalan di Osaka kouen Lihat dinamika timeline teman-teman di medsos, terlihat ramai dengan aktivitas jalan-jalan sa...
-
Kamis, 7 Mei 2026 siang, sekira pukul 14.30 (aku tak ingat persisnya) Mobil putih di depanku mendadak berhenti. Aku pun refleks menginjak pe...
