Thursday, July 23, 2026

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.

2029... hingga hari ini masih banyak kisah salah ketik, salah input, salah hitung yang tak berhenti-berhenti terjadi di negeri ini. Salah yang dampaknya menjadi fatal bagi pengelolaan negeri ini. Kesal, resah, gelisah, hingga marah campur-aduk setiap kali melihat berita yang mengangkat nama salah satu pejabat hingga RI 1 sendiri. 

Sedikit mengingatkan saja. Di awal Juli ini ada jampidsus yang awalnya jadi tersangka kasus mega korupsi dan pencucian uang, tapi kemudian dikoreksi menjadi 'sekedar' saksi dalam kasus ditemukannya brankas berisi valas dan emas di rumahnya. Tak lama kemudian, ada berita baru yang menyatakan bahwa emas seberat 74 kilogram itu bukan milik sang empunya rumah. Hhheeee? Jadi punya siapa emas batangan itu? Apakah sekedar salah simpan, gitu? Niatnya mau nyimpan di brankas rumah sendiri, tapi kok jadi nyasar ke rumah orang lain...? 

Lanjut lagi penyelidikan, katanya emas itu mungkin tidak seluruhnya asli. Jadi... apakah itu emas palsu yang disimpan di brankas dengan pengamanan ketat? Ngapain juga emas palsu disimpan di brankas? Kalau emang palsu, berikan ke kru Lapor Pak aja buat properti drama tv, lucu-lucuan. Kocakkk!

Lelah ngikutin berita pulicik (pulici main pulitik), kita bahas salah ketik yang lain aja ya, yang bikin kita tertawa bahagia karena hormon bahagia yang menggelora. Sekalian setor tulisan untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini.

Salah ketik a.k.a. typo

Cukup sering sih aku ngalamin kayak begini. Jariku sering meleset ke posisi yang nggak seharusnya. Mau tulis teman, malah jadi temqn (a dan q posisinya berdekatan). Niat nulis pesan, malah jadi oeaqn (o dan p posisinya juga sebelahan). Atuhlah... Untungnya aku cukup rajin cek & ricek tulisanku untuk mengoreksi pesan sebelum kukirim sehingga masalah fatal bisa kuhindari. Selain itu, fitur autocorrect pun tak jarang membuat masalah. Seperti contoh yang satu ini 👇

ya Allah... sefatal ini...?

Tak cukup dengan itu, chat abang ojol dan kastemernya ini typo berulang kali. Padahal sekarang sudah ada fitur edit kan ya di whatsapp. Daripada typo berkali-kali. Yuk kita simak lagi dan tertawa bersama lagi. 
chat lengkapnya ada di sini.

Emang Salah Tulis

Berkenaan dengan kasus salah tulis biasanya tak membuatku geli, malah tak jarang membuatku agak kesal. Aku paham terkadang orang menulis apa yang mereka pikir benar, sependengaran dan sepemahaman mereka. Salah satu chat yang hampir setiap pekan bikin aku gemas ingin mengoreksi adalah tentang pengumuman kajian rutin bulanan, bersama ustadjah enur. Jika menuruti kaidah KBBI, seharusnya penyebutan yang benar adalah ustaz atau ustazah. Pakai huruf z yaa, bukan j atau dj.

Kata lain yang tak jarang salah diucapkan oleh teman-teman adalah doorprice. Gemas juga sih kalau lihat kata itu di riwayat chat. Kita tidak bahas harga pintu ya, tapi hadiah lawang atau hadiah pintu. FYI, ini adalah kata baku untuk terjemahan dari kata doorprize). Jelang bulan kemerdekaan RI begini tampaknya aku harus siap mental membaca kata itu berulang kali jelang acara 17-an nanti. Haihh... dari sekarang juga sudah makin gemas membaca chat seorang tetangga yang mengetik 'persiapan acara 17-san'. Di Indonesia tuh kita mengenal akhiran 'kan' atau 'an', bukan 'san'. Duh, mengedukasi materi literasi itu memang tak semudah itu.

Salah satu kesalahan terkini dari ibu-ibu di grup komplek adalah ketika salah seorang tetangga menanyakan apakah ada yang memiliki hekter besar. Seorang tetangga lain menyambut dengan niat baik untuk membantu. Katanya, besok dia akan bawa/antarkan hektare-nya. Ya Allah gusti... berapa hektare, bu...? Ibu nyawit ya? Hadeuh. 

Di satu titik akhirnya aku koreksi seorang rekan pengajar yang menulis 'kompirmasi' di salah satu chat. Kubilang, "Bu, kata yang tepat itu 'konfirmasi', bukan kompirmasi." Mengingat kami mengajar anak-anak, mereka akan dengan sangat cepat meniru apa yang kita katakan. Kalau kata yang terdengar oleh mereka sudah salah sejak awal, kata yang salah itu akan terpateri lama di benak mereka dan akan sangat sulit untuk mengoreksinya di kemudian hari. 

Salah Bicara 

Seperti salah ketik alias typo, tak jarang kita sendiri salah bicara. Hal ini kadang jadi fatal karena ucapan tak bisa dihapus dan diedit. Terkadang kita berpikir lebih cepat daripada ucapan kita. Jadilah salah ucap yang... kita cari sisi lucunya aja ya. Dijelaskan oleh seorang tiktoker dengan akun @riskymaulan yang tahu-tahu videonya lewat di linimasaku. Maaf ya, aku tak bisa menyematkan video dari tiktok di sini, tapi videonya bisa dilihat di tiktok ini. Dia menjelaskan bahwa fenomena salah bicara begini istilahnya adalah spoonering. Menarik. Dan kalau dipikir-pikir, belakangan ini aku agak sering nih spoonering begini. Apakah ini pertanda penuaan (tak) dini, atau memang kurang latihan sinkronisasi antara otak dan mulut?

Menyanyi Dengan Hati

Seperti penyanyi yang satu ini. Dia adalah salah satu peserta di ajang pencarian bakat Bulgarian Idol tahun 2008. Dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi, dia menyanyikan salah satu lagu legendaris dari Mariah Carey sang penyanyi asli. Lirik lagunya yang berbahasa Inggris dinyanyikan sepenuh hati walaupun dia tak mengerti apa yang dia ucapkan/nyanyikan. Sudah lihat videonya? Sini, aku tunjukkan.


Setelah sempat viral karena interpretasinya atas lagu 'Ken Lee' itu, dia kemudian diundang ke ajang American Idol. Kali ini dia menyanyikan lagu 'Ken Lee' dengan lirik yang telah disempurnakan, improved.

Salah Paham Karena Perbedaan Bahasa

Tahun 2002 lalu ketika aku berkesempatan ke Jepang, di akhir program kursus bahasa Jepang intensif, seorang teman maju untuk mempresentasikan temuannya. Dia dan rekannya mempresentasikan tentang bentuk kepemimpinan beberapa negara di Asia, yang salah satunya adalah Korea dengan sistem presidensial dan tentu saja presiden sebagai orang nomor 1.

Presentasi berjalan cukup lancar. Hasil belajar intensif bahasa Jepang menampakkan hasil yang cukup menggembirakan ketika tiba-tiba dia kepleset lidah. Alih-alih berkata 'daitouryu'  untuk menyebut 'presiden',  dia malah berkata 'daibutsu'. Hheee.... nani? Beberapa orang yang menyadari kesalahan itu terkesiap bahkan ada yang agak tersedak karena menahan tawa. Bagaimana tidak, daibutsu adalah sebutan untuk patung Budha raksasa yang terletak di Kamakura. Mungkin dia teringat itu karena kami sempat membahas hal itu untuk jadi salah satu destinasi wisata kami di masa libur musim dingin nanti. 

Salah sebut lainnya dialami temanku dari Indonesia. Dia ikut suami yang bekerja di sana. Belum lancar sih bahasa Jepangnya, tapi tentu saja dia berusaha sebaik mungkin untuk menggunakannya dalam keseharian. Salah satu momennya adalah berinteraksi dengan tetangganya. 

Ano... obake, kyou ha ii tenki desu ne. Setelah itu dia lempeng aja membahas hal lain sementara si obake eh... obasan kaget tapi akhirnya ya maklum, karena yang mengajak bicara memang sekedar salah sebut saja karena tidak paham. FYI: obasan adalah sapaan untuk memanggil 'bibi', sementara obake adalah 'hantu'. 

No comments:

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.