Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, April 29, 2016

7 Item Promosi Untuk Re-Branding Indonesia

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku pergi ke Jepang untuk menjalani masa belajar sebagai peserta program teacher training, aku sempat bingung ketika mesti membawa omiyage sebagai tanda mata bagi teman dan kolega yang kutemui di sana. Apa ya souvenir yang khas Indonesia, cukup ringan dan ringkas untuk dibawa, namun berkesan sebagai sebuah tanda mata? Saat itu aku membawa paket tas tangan dan cosmetic pouch dari kain tradisional untuk dosen pembimbing, kain batik untuk host family, juga cukup banyak bros angklung mini untuk teman dan sahabat. Cukup meng-Indonesia-kah? Hmm... agak kupertanyakan ya, karena semuanya masih relatif kedaerahan, tidak sungguh-sungguh mewakili Indonesia secara utuh.
Dan sesi beres-beres akhir pekan kali ini, menyisakan pemikiran yang mendalam. Ketika aku mengusap debu di piring hias souvenir dari Australia, mengelap noda yang menempel di boneka kokeshi dari Jepang, menata kembali lonceng dari Inggris dan Singapur, membersihkan satu persatu souvenir dari luar negeri pemberian kawan dan kerabat yang pulang dari mancanegara, hal itu membuatku berpikir. Apa ya, souvenir khas Indonesia yang akan diingat oleh orang-orang yang membawanya pulang ke negara asal mereka? Apa ya mercandise kreatif yang akan menjadi icon Indonesia yang sekali lihat akan membuat orang teringat pada Nusantara? 
Terlalu banyak rasanya icon Indonesia mengingat begitu luasnya Zamrud Khatulistiwa tercinta kita ini. Monumen Nasional yang terdapat di Ibukota tentu akan mudah dikenal turis mancanegara. Tapi Borodudur sebagai bangunan candi Budha terbesar bahkan di dunia tentu tak mudah pula dilupa. Monumen Khatulistiwa di Pontianak pun jadi ciri khusus Indonesia yang terletak tepat di tengah bola dunia. Walaupun demikian, akan menarik juga ya memikirkan beberapa alternatif souvenir khas yang bisa jadi item promosi untuk re-branding Indonesia di mata dunia. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Mug Bunglon. Ketika teknologi printing dapat menyembunyikan gambar di balik lapisan berwarna gelap untuk kemudian memunculkannya kembali ketika ada perubahan suhu, wow... itu magic. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan dan memunculkan kembali image tertentu yang diinginkan. Ketika perubahan suhu mempengaruhi tampilan mug, inilah saatnya saatnya untuk mengolah gambar di balik lapisan gelap. Peta Indonesia dalam motif batik atau posisi Indonesia di Asean bahkan peta dunia, akan membuat Indonesia makin dikenal. Gambar sang saka bendera kita beserta maskot Indonesia juga akan memperkuat kesan tentang Indonesia.  
pict. courtesy of custombagus & batikmania
2. USB flashdisk. Tampak sederhana, namun sungguh berguna. Saat berwisata, tentu banyak foto-foto maupun video yang diambil untuk mengabadikan event dan moment. Untuk menyimpan file itu, maka usb flashdisk berkapasitas besar akan jadi souvenir yang berguna dan mudah dibawa ke mana-mana. Dengan bentuk bola dunia dan peta Indonesia yang dapat berpendar dalam gelap, akan membuat Indonesia makin dikenal di manca negara.
pict.: courtesy of custombagus
Alternatif lainnya adalah bentuk puzzle seperti yang dapat dibuat di custombagus. Gambar rumah tradisional atau icon bernuansa Indonesia lainnya dapat dimanfaatkan sebagai pilihan. Hal ini akan menguatkan kesan Indonesia di mata dunia, bahwa Indonesia tak sekedar Bali atau Borobudur, tapi juga Monas maupun Tugu Khatulistiwa dan lainnya. Jangankan turis mancanegara, turis lokal pun perlu mengenali kembali icon-icon dari negeri kita sendiri. Yuuk, kenalan lagi.

pict.: courtesy of custombagus
3. Tas Belanja. Di saat orang masih ramai membicarakan pro-kontra kantong plastik berbayar, hadeuh... saya sih nggak mau pusing. Mendingan bawa kantong belanja sendiri aja. Indonesia, ayo bikin juga buat jadi souvenir eksklusif. Kombinasi dari penggunaan bahan yang berkualitas, gambar yang cantik atau unik, juga tambahan infografis, akan menjadikan Indonesia beserta tas belanjanya semakin mendunia. Kabar baiknya lagi, tasnya tentu bisa dimanfaatkan untuk belanja slouvenir yang lainnya juga. Ahahaa... peluang dapat devisa plus plus kan yaa...? ;)

4. Produk kain etnik. Produk fashion tak akan lekang dimakan masa. mudah dimasukkan ke dalam koper atau ransel dan akan jadi oleh-oleh sekaligus ajang promosi yang cukup efektif. Tak hanya t-shirt yang bisa dijadikan buah tangan. Sehelai celemek dengan ornamen batik atau lurik akan tampak unik. Sepaket taplak meja dan sarung bantal pun akan tampak menarik di ruang tamu. Sertakan katalog kecil yang menjelaskan jenis kain yang digunakan beserta daerah asal di setiap produk. Ini akan membuat Indonesia dikenal tak hanya sebatas Jakarta dan Bali, tapi juga membuat Indonesia makin terkekspose dengan berbagai daerah lainnya beserta segenap ragam tradisinya.
celemek batik bolak-balik, jadi souvenir cantik dan unik
pict.: courtesy of custombagus
5. Agenda/diary. Di zaman serba-cyber ini, di mana banyak sekali tulisan dapat diabadikan dan diedarkan di dunia maya, tulisan tangan mungkin sudah menurun pamornya. Walaupun begitu, akan selalu ada individu atau kelompok tertentu yang masih suka menorehkan buah pikiran atau kenangannya dalam bentuk tulisan tangan. Saat wisatawan suka 'blusukan' ke destinasi wisata yang masih rawan tak terjamah, tentu tak mudah pula mendapatkan sinyal internet ataupun listrik. Dalam kondisi demikian, agenda atau diary diperlukan. Pengalaman yang dituliskan akan sangat bernilai memori, sebelum hilang dilibas masa. Buku agenda eksklusif dengan icon wisata atau foto destinasi wisata di halaman tertentu akan mengingatkan para penjelajah pada negara kita, Nusantara tercinta. Buku agenda atau diary akan selalu jadi benda yang penting. 

6. Iconic Snow Globe. Cukup banyak orang yang mengoleksi snow globe dari berbagai belahan dunia. Ukuran boleh standar, tapi image di dalam snow globe itu tentu akan jadi pengingat khusus untuk memateri memori tentang sebuah negeri. Searching punya searching, snow globe khas Indonesia sudah ada juga sih, sebetulnya, bisa lihat di pinterest. Dengan icon khas tiap provinsi, snow globe ini jadi collectible item yang cantik. Psst, ragam baju daerah atau makanan khas Indonesia juga bisa dijadikan image snow globe yang lucu kali yaa... 

7. Cutlery/perangkat alat makan. Seperangkat kotak bekal, lengkap dengan gelas atau tumbler, ataupun sekedar paket sendok-garpu-sumpit dapat menjadi oleh-oleh cantik dari suatu tempat. Kembali lagi pada konsep go-green, ada baiknya jika kita membawa perangkat makan sendiri sehingga tidak ikut menyumbang sampah plastik pada lingkungan atau mungkin membabat hutan karena hendak mengambil kayu ataupun bambu untuk peralatan makan sekali pakai. Selain ikut mengawal gaya hidup cinta lingkungan, juga bisa menjadi saranan re-branding Indonesia karena keunikannya. Icon tertentu dari suatu tempat atau daerah wisata dapat menjadi dekorasi yang cantik saat diaplikasikan pada casing peralatan makan tersebut.
Ragam item promosi seperti yang disebutkan di atas, hanya 7 dari sekian banyak contoh yang bisa dijadikan sarana untuk kembali mengingatkan dunia pada Indonesia. Tidak sulit membuat beragam item promosi ini, karena custombagus siap mewujudkan apapun ide-ide terunik kita hingga mewujud menjadi merchandise paling kreatif. Untuk mendukung Indonesia agar semakin terpandang, hmm... ayo kita asah lagi kreativitas kita untuk munculkan ide terbaik. Ada ide lain? Ayo ikut sharing.
Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus
                          

Saturday, October 30, 2010

Paranoid

Bertubi-tubi bencana melanda negeri ini. Belum lagi reda, berita tentang banjir bandang di Wasior Papua sana, bahkan bantuan belum lagi bisa diberikan sepenuhnya. Dari bagian barat dan tengah Nusantara, berita duka kembali terdengar.
Gunung Merapi meletus lagi. Kali ini geraknya tak terduga. Awan panas begitu cepat menerjang dan menyapu desa sekitar. Juru kunci Merapi pun termasuk ke dalam daftar korban yang meninggal. Semua mengingat mbak Maridjan, sang abdi yang setia dan amanah.
Sementara itu, Indonesia Barat tak luput dilanda gempa berkekuatan besar, yang disusul dengan tsunami, menyapu desa-desa di kepulauan Mentawai, hingga rata. Bantuan tak pula bisa disampaikan ke sana karena terkendala area yang sulit dijangkau. Belum lagi ancaman cuaca buruk yang diperkirakan akan melanda kawasan tersebut di dua-tiga hari mendatang. Allah... hanya dengan izin Allah bantuan itu bisa sampai ke tangan mereka yang saat ini sedang betul-betul membutuhkan.
Apa kabar, Indonesia? Terdengar kabar lagi bahwa gunung Papadayan pun aktivitasnya sedang meningkat. Status di-set menjadi waspada. Dan Papandayan itu relatif dekat lho dengan Bandung. Sedikit guncangan yang kurasa ketika berada di rumah membuatku siaga mendadak. Gempa-kah? Mungkin. Kulihat kursi goyang di dekatku berayun sendiri. Hiasan dinding pun bergerak ritmis. Kabarnya memang ada gempa (kecil) malam itu, entah pusat gempanya ada di mana. Gempa tempo hari itu terbilang kecil sih dibandingkan dengan gempa Mentawai yang mencapai skala Richter di atas 7. Tapi itu pun sudah cukup membuatku paranoid. Aku tidur dengan mengenakan kerudung dan menyiapkan tas berisi dokumen penting di samping bantal, siap dibawa sewaktu-waktu. Aku juga menyiapkan pakaian ganti yang selalu kubawa di mobil. Siap-siap ngungsi jika banjir menyerbu kawasan Bandung Selatan lagi. Paranoid abis deh... :p

Tuesday, August 17, 2010

KTP Seumur Hidup Untuk Negaraku

Umurnya sudah 65 tahun hari ini. Kalau penduduk Indonesia, sudah nggak perlu ganti-ganti KTP lagi. Sudah dapat yang seumur hidup. Kalau PNS, sudah masanya pensiun tuh, walaupun ada juga yang masih semangat untuk beraktivitas, hingga selalu bugar jiwa dan raganya. Indonesia negara tercinta kita, apa kabarnya ya...?

Hmm... hingga saat ini rupanya Indonesia masih selalu mengalah nih. Jaman penjajahan dulu, mengalah pada penjajah, dan berlama-lama di bawah kekuasaan bangsa lain. Ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan, apakah bangsa penjajah itu berkenan memberikan pernyataan selamat atas kemerdekaan kita? Hm... rasanya aku belum pernah dengar. Walaupun saat ini banyak memberikan bantuan -terutama berbentuk beasiswa- kepada para putra bangsa, tapi hingga saat ini aku belum pernah mendengar pernyataan perwakilan mereka mengenai pengakuan mereka atas kemerdekaan kita. Dan Indonesia bersikap biasa-biasa saja. Low profile, kali ya... :p

Dan sekarang... Indonesia yang sudah mulai renta ini diminta untuk barter 3 pejabat perikanan Indonesia yang ditangkap di perairan kita sendiri!!! Dan mereka bertiga ditukar dengan 'dikembalikannya' 7 nelayan Malaysia yang melewati batas laut Indonesia untuk mencuri ikan!!! Sangat tidak berimbang.

Maklum... Indonesia sudah renta. Sudah 65 tahun usianya. KTP-nya juga sudah seumur hidup. Apa perlu dibawakan kursi roda? Atau cukup tongkat saja? Kita bantu doa saja deh. Semoga Indonesia masih bisa unjuk gigi di muka dunia, baik di bidang politik, olah raga, iptek, pada intinya mah, upayakan yang terbaik deh, untuk Indonesia Raya. Merdeka!!!

Monday, March 30, 2009

Tragedi Situ Gintung

Allah kembali menunjukkan kuasa-Nya. Bahwa manusia tidak berarti apa-apa. Telah terjadi kerusakan di muka bumi disebabkan tangan-tangan manusia. Masihkan kita bisa berjalan lengang di muka bumi, membuat kerusakan di sana-sini, dan tetap bertanya-tanya, "Kenapa (semua ini terjadi)?"
Sudah selayaknya kita bahu membahu saling menolong. Bukan masanya saling menyalahkan. Selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Semoga kita masih selalu termasuk ke dalam golongan kaum yang mau berpikir. Semoga Allah SWT memberi tuntunan. Semoga hati kita dicondongkan untuk mengikuti tuntunan Allah itu. Amiin.
Beberapa kejadian jadi semacam pertanda. Mukzizat, kata orang. Bahwa ada masjid yang kokoh berdiri hanya beberapa ratus meter dari tanggul dam Situ Gintung yang bobol, sementara tempat-tempat yang beberapa kilometer jauhnya tersapu habis oleh air bah dari bendungan yang jebol itu. Bahwa ada mushaf alQuran yang bersih dan kering tak tersapu air, padahal benda-benda di sekelilingnya tak ayal diterjang air di ruangan Sekretariat Faperta UMJ. Subhanallah. Bukankah ini jadi pertanda, bahwa kita harus teguh berpegang kepada firman Allah dalam kitab suci-Nya, Al Quran al Karim? Bukankah ini jadi pertanda agar kita menyatukan hati-hati kita, memakmurkan masjid, memelihara silaturahim dan memelihara ibadah kita? Jika kita masih juga belum menemukan bayangan diri kita di cermin musibah ini, sungguh merugi kiranya kita. Semoga Allah melindungi kita. Amiin.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.