Showing posts with label Home sweet home. Show all posts
Showing posts with label Home sweet home. Show all posts

Sunday, April 16, 2017

Banana Cupcake

Long week end begini, bikin mood untuk ke mana-mana jadi menguap. Kabarnya, Bandung penuh!!! Jarak Jakarta-Bandung dijalani dengan waktu tempuh membengkak hingga berjam-jam. Itu kabarnya... dari status teman-teman yang saling berkabar di media sosial. Maka tanpa menyesal, kulewatkan akhir pekan di rumah saja, mengurusi rumah dan kebun yang nggak seberapa besar. Berasa home sweet home banget. 
Merasa sebagai orang rumahan (padahal nggak ada budget buat jalan-jalan), kuhabiskan waktu di seputar dalam rumah saja. Salah satu aktivitas yang kusukai akhir-akhir ini adalah memanggang kue. Kabarnya, memanggang kue bisa menghilangkan stress lho. Cobain yaa... 
Kali ini aku manggang Banana Cup Cake lagi. Sengaja beli pisang kelewat matang di supermarket supaya dapat harga miring plus bisa langsung diolah. Sekalian kubagikan resepnya di sini ya. Sedikit modif dari resep contekan dari cookpad nih.
Bahan-bahan:
Adonan kering:
250 gram tepung terigu
200 gram gula pasir
2 sdt baking powder
1 sdt soda kue
1/2 sdt garam
Adonan basah:
3 buah pisang ambon (yang sudah sangat matang)
2 butir telur, kocok lepas
115 ml susu cair full cream
115 ml minyak sayur
1 sdt perasan air jeruk nipis atau jeruk lemon
1 sdt vanilla ekstrak
Tambahan:
Selai cokelat untuk isian atau cheese spread untuk hiasan.
Cara Membuat:
1. Campurkan adonan kering dalam sebuah wadah. Aduk rata, lalu sisihkan.
2. Lumatkan pisang dengan garpu, tambahkan telur kocok, susu, minyak sayur, air perasan jeruk dan ekstrak vanilla. Aduk hingga semuanya tercampur rata.
3. Tuang adonan basah ke dalam wadah berisi adonan kering. Aduk kembali hingga adonan tercampur rata.
4. Siapkan wadah/cetakan cupcake, tuang adonan satu persatu. Panggang dengan api sedang hingga berwarna kuning kecoklatan. Cek kematangan kue dengan menusuknya dengan lidi. Jika adonan tak lagi menempel di lidi, itu menandakan kue sudah matang.
5. Lepaskan dari cetakan. Kue siap dihidangkan.

NOTE
Aku sisipkan langkah ke-4.a. Tuang 2 sendok adonan ke cetakan cupcake. Tambahkan setengah sendok (boleh lebih) selai cokelat, lalu tutup lagi dengan adonan kue hingga 7/8 penuh. Setelah itu panggang kue hingga matang. Ini jadi lava cake ala ala gitu... Pas digigit, cokelatnya lumerrr. Yumm, enak nggak siih...?
Atau tahap terakhir kalau nggak pakai selai cokelat di dalamnya, oles/tambahkan cheese spread di bagian atas kuenya. Lengkap sudah kenikmatan sarapan pagi di long week end ini. Selamat sarapan, semua...

Sunday, September 11, 2016

Rumah Mungil Impian, Ada di Medan

Komplek perumahan tempatku tinggal saat ini sebetulnya bukan perumahan elite siih. Lokasinya agak menjorok masuk cukup jauh dari jalan utama. Tapi akses menuju jalan utama relatif mudah dan cukup dekat dengan akses pintu tol Buahbatu. Dengar-dengar kabar, material bangunannya berkualitas pula. Boleh cek komplek sebelah deh. Tak heran harganya lumayan bikin lumanyun untuk bayar cicilannya tiap bulan. Aku jadi mimpi pengen punya rumah (lebih) kecil yang pembiayaannya lebih ringan. Jadi searching-searching deh. 
Dan mendaratlah aku di web WIRALAND, sebuah perusahaan pengembang perumahan yang mengelola properti di area Jakarta dan Medan. Menarik. Iseng-iseng serius, aku telusuri ragam informasi di web tersebut. 
Beragam jenis properti ditawarkan pihak WIRALAND, mulai dari rumah sederhana hingga rumah mewah dan tempat usaha. Sebuah banner di web tersebut menjanjikan ketersediaan rumah murah di Medan dengan harga mulai dari 100 jutaan. Whoaa... seriously? Di Bandung sini, dengan harga segitu cuma dapat rumah second dengan kondisi seadanya di pelosok yang kita sebut Bandung coret. Tapi WIRALAND masih ‘berani’ menawarkan rumah baru berharga seratus jutaan di lokasi yang cukup strategis? Jadi pengen pindahan ke sana iih... :p 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Searching lebih lanjut, salah satu lokasi properti yang ditawarkan adalah The Adamaris Residence dengan 3 tipe rumah yang bisa dijadikan pilihan. Rumahnya memang imut-imut, tapi buat the single happy seperti aku sih, cukup banget dong pastinya. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe paling imut adalah tipe Canary dengan luas tanah 6 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari satu kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi yang terletak di luar bangunan utama. Ini mengingatkan aku pada tipe apartemen standar yang pernah kuabrabi di suatu waktu di masa lalu. Dapur tidak tersedia, tapi tak akan jadi masalah besar untuk menambahkan area dapur di bagian belakang rumah yang sudah disiapkan semi permanen. Sementara itu, carport dan area taman di depan rumah sudah tersedia untuk menambah kesan asri di hunian kita. Hasrat berkebunku bisa tersalurkan di situ. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Tipe yang sedikit lebih besar adalah Castillo dengan luas tanah keseluruhan berukuran 8 x 13 meter. Hunian ini terdiri dari dua kamar dengan ruang tamu dan kamar mandi plus bangunan semi permanen di bagian belakang rumah. Mendandani rumah ini tampaknya tidak perlu budget besar. Sementara itu, membersihkan dan merapikannya tiap hari juga bakalan jadi pekerjaan ringan karena areanya yang relatif kecil. Rumah bakalan selalu nyaman ditinggali karena perawatannya mudah. Mudah dan murah itu kombinasi yang indah yaa... 
Rumah sebagai investasi, baik untuk dihuni atau disewakan, tentu perlu punya daya dukung optimal berupa kelengkapan sarana pendukung yang tersedia. The Adamaris Residence memenuhi persyaratan ini. Lokasinya cukup strategis, relatif dekat ke berbagai sarana umum. Waterpark, Polda hingga Bandara, bisa dicapai dalam hitungan menit saja. Area perumahan menjanjikan kenyamanan berupa akses jalan yang lebar dengan paving block. Sementara itu, penghijauan di area komplek juga menjadi salah satu prioritas bagi pengembang ini. Tim security siap menjaga keamanan di area perumahan, memberi perasaan aman bagi penghuninya. Hal lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan pasokan air bersih. Di Adamaris Residence tak perlu khawatir dengan kualitas air, karena pasokan air dari PDAM sudah tersedia. Ah, nyaman sekali tampaknya hidup di sana. 
Pic: courtesy of www.wiraland.com
Di lokasi yang berbeda, WIRALAND menyiapkan River Valley Residence. Rumah tipe 36 yang dilabeli tipe Crystal, dibandrol mulai Rp 106 juta. Hunian dua kamar dengan tampilan simply minimalis ini sungguh menarik perhatian. Tipe lainnya tak kalah cantik, tersedia dengan harga yang tak jauh berbeda. Rumah murah di Medan bukan sekedar angan-angan nih kalau begini. WIRALAND bisa bantu mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah kecil idaman. 
Selayaknya, rumah itu bukan sekedar ‘house’, tapi ‘home’ yang memberi kenyamanan dan kehangatan bagi penghuninya. Sebagai investasi ataupun hunian pribadi, kepemilikan rumah akan jadi kesempatan terbaik seumur hidup. Medan jadi salah satu lokasi yang potensial untuk investasi properti, mengingat lokasinya yang terletak di salah satu kota besar di Sumatera. Makanya, ketika rumah murah di Medan tersedia, #AkuInginPunyaRumah lalu diniatkan, diupayakan, dan layak diperjuangkan. 
Setelah mengetahui informasi mengenai rumah murah di Medan, tampaknya langkah yang juga harus disinergikan adalah pencarian peluang kerja di sana supaya bisa sekalian boyongan pindah. Opsi lainnya adalah mencari pendamping hidup kali yaa. Hmm... yang juga murah meriah ada nggak ya di sana? Kalau bisa dapat sepaket sama rumahnya, itu bakalan jadi bonus plus plus. Siap-siap packing dulu deh kalau begitu ;)

Saturday, June 11, 2016

My Favorite Spots at My Home Sweet Home

Home Sweet Home. Frase ini terasa betul saat kangen rumah. Jelang akhir tahun begini jadi masa paling hectic buat seorang guru seperti aku. Kalau sudah dilibas kesibukan kantor, rumah cuma jadi tempat numpang tidur. Tapi jelang akhir tahun pelajaran begini, rumah berubah jadi tempat kerja. Ya… yaa… kerjaan sekolah akhirnya kuboyong ke rumah untuk diselesaikan di rumah. Yang berprofesi sebagai guru pasti ngerti deh... Toss dulu yuuk, sama aku.
Nah, saat membawa hasil kerjaan anak-anak untuk dinilai, ada satu spot rumah yang jadi tempat favorit untuk bekerja: kursi di depan meja makan lipat. Posisinya pas sebagai center of activity. Karena terlindung di balik dinding kamar mandi, ruangan yang terletak di antara ruang tamu dan dapur ini membuatku nyaman bekerja sambil 'buka-bukaan' kerudung tanpa takut terlihat dari luar. Nilai plusnya lagi, kursi itu dekat dengan kulkas dan lemari persediaan cadangan 'makanan musim dingin'. Kalau sudah duduk di situ, dengan laptop menyala di hadapanku, aku bisa betah berlama-lama. Kerjaan kelar? Hmm... kadang banyakan makannya sih daripada kerjanya. Hahaa... :p
Setelah kerjaan kelar, akhir pekan jadi saat untuk mengurusi taman seuprit di depan rumah yang jadi sumber hiburan. Taman kecil ini adalah salah satu area favoritku di rumah baru, jadi spot favorit untuk foto-foto bareng teman yang berkunjung ke rumah juga. Nah, mengurusi si kecil ini kulakukan pagi-pagi sekali . Mencabuti rumput liar dan mengajak berbincang tanaman bungaku di halaman, berharap mereka tumbuh sehat dan rajin berbunga. Bahagia betuuul memandangi mereka mekar bergantian.
Taman belakang pun tak luput kumanjakan. Ada sedikit tanaman buah dan sayur di sana. Setelah puas ngobrol dengan mereka dan masak-masak sebentar, biasanya aku kembali ke spot favoritku, si kursi lipat di ruang tengah, menikmati makan siang sambil berselancar di dunia maya. Walaupun rumahku seuprit saja (bukan berarti aku kurang bersyukur), tapi aku masih bisa menikmati moment indah di rumah, tempat favoritku berada.
Transformasi taman depan rumah dari masa ke masa. Jiaah...
Rumah... sebetulnya seluruh bagiannya adalah tempat paling menyenangkan, karena rumah itu adalah tempat rehatnya raga, berlabuhnya hati. Tapi itu cerita tentang rumahku. Bagaimana dengan kamu? Ayo berbagi juga, aku kok jadi pingin tahu... ;)

Tuesday, May 31, 2016

Sabtu Off Itu... #BahagiaDiRumah


8 Tahun Berjalan...
Setelah lebih dari 8 tahun mengajar di tempat yang sama, tentu ritme bekerja telah kumengerti. Senin..... Selasa... Rabu, Kamis, JumatSabtuMinggu, dan... sudah Senin lagi. Begitulah perasaan kita pada umumnya ya saat bertemu dengan akhir pekan. Di antara beberapa akhir pekan itu, sekolah kami menerapkan kebijakan Sabtu on dan off yang kadang bergiliran atau sesekali menyesuaikan jadwal dengan keperluan. Sudah tentu, Sabtu off itu adalah hari yang dinanti-nanti. Saatnya merencanakan hal-hal untuk diri sendiri atau keluarga, memanjakan diri atau mengejar target setoran untuk hal-hal lain di luar urusan sekolah, seperti beres-beres rumah atau menyelesaikan cucian atau setrikaan, gitu. :p Jadi... saat mendapat jadwal sabtu off itu seperti sebuah perayaan yang harus diperingati, seperti #NOVAVERSARY kali ini.

Setelah sepekan berkutat dengan jadwal kegiatan di sekolah, menyiapkan rencana pembelajaran, mengeksekusi rencana yang telah dibuat untuk dilaksanakan di dalam kelas, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, mengevaluasi, mengisi buku komunikasi siswa, memandu shalat dan makan siang mereka, mengoreksi hasil pekerjaan siswa, rapat koordinasi guru, kajian rutin mingguan, belum termasuk insidental event yang kadang muncul, nah... Sabtu dan Minggu jadi saat yang spesial yang layak dirayakan -walaupun kadang-kadang dapat moment 'zonk' juga siih :p Maksudnya, saat impian tak sesuai kenyataan, ketika masih ada saja hasil pekerjaan siswa yang harus dinilai, yes, it's time to grade the rest of the papers :p Tapi tetap bahagia aja siih, soalnya menilai kerjaan siswa di rumah itu bisa pakai piyama aja, sambil ngopi-ngopi, dengan segala gaya nggak pake jaim, sesuka kita aja. Yihhaa...!!!

Apapun situasinya, saat di rumah, aku tak pernah gagal untuk merasa bahagia kapan saja. Ketika dapat jadwal Sabtu off, saatnya bersantai, bahagianya... :) Sofabed di depan TV jadi tempat favorit untuk melewatkan akhir pekan. Selonjoran di atasnya sambil menyelesaikan 'target' baca buku atau tabloid mingguan, dengan hembusan angin sepoi dari jendela, aah... serasa surga kecil. Sofa kesayangan itu juga yang jadi saksi bagaimana sesekali aku yang gantian 'ditonton' TV. Cozy siih... :p 

Selain leyeh-leyeh di sofa yang tak lagi baru (tapi tak bau) itu, tentu aku pun mesti beranjak untuk mengisi perut. Kadang menjajal resep baru di dapur yang terang-benderang. Cahaya matahari pagi jelang siang bisa terlihat indah sekali di dapurku. Mau masak-masak, jadi salah fokus deh aah... 

Tapi di dapur inilah saatnya aku bisa berekspresi suka-suka. Sebagai guru yang menjunjung tinggi kejujuran (jieh banget deh ah...), saat memasak itu aku bisa melabrak aturan. Boleh nyontek dong di sini... nyontek buku resep ;) Sekarang ini sedang suka eksplorasi beragam brownies. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasilnya sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia. Menikmati hasil masakan atau panggangan sambil kembali 'bertahta' di singgasana sofabed depan TV, membuatku merasa bahwa hal itu adalah sebuah momen penting untuk menikmati saat-saat bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.
28 Tahun Bersama Nova
Bulan ini salah satu tabloid terkemuka di Indonesia, NOVA, merayakan hari jadinya yang ke-28 tahun. Sebuah usia matang yang menandakan panjangnya milestone yang sudah dilewati. Sepak terjang dunia jurnalisme Indonesia sudah dijalani dengan 'berbagai rasa'. Menyapa pembaca Indonesia dari berbagai kalangan dan sukses bertahan hingga sekian lamanya, ini adalah sebuah prestasi yang layak dirayakan dalam event #NOVAVERSARY yang bikin happy.
Aku pun sudah bersama NOVA sejak lama, sejak awal lahirnya, saat ibuku mulai berlangganan. Aku yang saat itu relatif baru masuk dunia kerja, sangat terbantu dengan ragam informasi yang disajikan NOVA. Info-info dunia kerja, berinteraksi dengan kolega, berita tentang dunia wanita, dan resep masakan tentunya. Kumpul-kumpul resepnya, kadang kupraktikkan ketika ada kesempatan (dan kemauan :p).
Dan kumpulan resep itu lama mengendap, bersama tumpukan tabloid NOVA lama. Bingunglah aku saat hendak pindahan rumah. Mau diapakan ini koleksi tabloid lama? Walaupun banyak juga koleksi tips-nya sangat berguna dan masih selalu up to date. Dibuang sayang, tapi untungnya, kertas bisa didaur-ulang dong... Kumanfaatkan jadi salah satu project yang kuajarkan pada murid-muridku: daur ulang membuat keranjang anyaman dari koran atau tabloid. Maaf maaf yaa... koleksi NOVA lama berubah bentuk jadi keranjang anyaman berbagai ukuran. Coba-coba saat sabtu off di rumah, sisanya kubawa ke sekolah untuk digarap murid-muridku. Warnanya masih terang, dan bisa membentuk kotak anyaman kokoh yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah multiguna.
Setelah 28 tahun berselang, NOVA tak lagi sekedar tabloid cetak, tapi juga hadir dalam format digital. Praktis sekali. Membaca (umm...mengintip kali yaa) NOVA bisa dari genggaman saja. Selain itu kita pun bisa berinteraksi melalui media sosial. Sungguh praktis dan bikin bahagia, karena semuanya bisa kuakses dari sofabed saja (sofabed lagi...sofabed lagi... ;) ) Tapi memang kenyamanan rumah itu tak ada taranya. Aku sangat menikmati momen-momen di rumah kecilku, home sweet home. Bahagia di rumah. saat Sabtu off, sebelum hari kembali berganti Minggu, lalu dalam sekejap berubah jadi Senin kembali. Saatnya kembali bekerja. 
Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei ini. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova, di sini tepatnya. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama yaa. 
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia

Friday, May 06, 2016

Menikmati Setiap Moment Bahagia di Rumah

Home Sweet Home. Frase ini bener banget deh. Ke mana lagi diri dan hati akan berlabuh, jika tidak di rumah yang penuh kehangatan. Saat beban kerja terasa teramat berat, kesibukan membuat deadline terasa mendekat dengan cepat, kemudian laju lalu lintas teramat padat dan lambat. Ah... saat itu waktu terasa panjang dan melelahkan... Di masa itulah, kehangatan rumah sangat kurindukan. Saat-saat bahagia di rumah, jadi moment #NOVAVERSARY yang layak dirayakan.
Week Days
Aku ini tipe orang rumahan yang teramat bahagia saat bisa melewatkan waktu berkualitas di rumah. Saat hari kerja, kesibukan pagi diisi dengan sarapan nikmat berlambat-lambat. Aku bisa merasa cukup dengan mengisi perut dengan segelas kopi susu panas. Sesekali ditemani roti bakar dengan isian yang bervariasi atau roti bagelen buatan sendiri, itu sudah jadi bentuk kebahagiaan tersendiri. Dilanjut dengan aksi membersihkan rumah ala kadarnya sambil mendengar siraman rohani dari radio, maka kegiatan pagi pun dimulai dengan hati yang penuh syukur. Tak semua orang toh bisa menikmati hal-hal serupa yang kunikmati?
Saat pulang di sore atau malam hari jadi moment yang dinanti. Kadang kunikmati berjalannya waktu dengan menonton channel TV favoritku di sofa kesayangan. Tapi sofa kesayangan itu jadi saksi pula bagaimana aku menghabiskan waktu dengan membaca buku baru atau majalah dan tabloid dengan (lagi-lagi) radio sayup-sayup sebagai 'soundtrack'. Tak jarang pula aku kembali duduk menghadapi layar komputer untuk mengulas kembali pekerjaan sekolah yang tertunda atau berselancar di dunia maya, menyapa teman-teman yang berada di belahan bumi lainnya, kembali menjalin silaturahmi walaupun terbatas di dunia maya. Dengan begitu, aku pun sudah bahagia. 
Week End
Dan... saat akhir pekan jadi saat yang ditunggu-tunggu. Di saat itulah aku bisa melakukan banyak hal yang kusuka dan berguna, yang ujung-ujungnya tentu saja membuatku extra bahagia. Saat aku bisa memanjakan diri dengan melakukan perawatan istimewa bagi wajah atau tubuh, itu jadi sarana relaksasi. Sejenak melepaskan diri dari urusan lain, hanya bersantai dengan muka berbalur masker. Setelah itu, pikiran terasa re-charged, wajah pun segar. Siapa yang nggak bahagia kalau begitu?
Lanjut dengan sesi membersihkan debu di koleksi pajanganku, nyapu-ngepel sampai ke sudut-sudut terjauh di setiap ruangan di rumah kecilku. Rumah segar, badan dan hati pun ikut segar. EH... gerah ya, setelah 'kerja bakti' begitu? Saatnya mandi dengan scrub, berlama-lama. Kalau bukan akhir pekan, mana bisa berlama-lama membersihkan diri? Setelah badan segar, rumah segar, humm... lanjut dengan sesi makan enak dong. Saat di rumah, sesi makan tak perlu diburu-buru untuk mengejar sesi mengajar berikutnya. Aaah, makan nyantai itu jadi perayaan rasanya. 
Memasak atau menjajal resep baru untuk icip-icip, bisa banget dilakukan di akhir pekan begini. Nggak peduli dapur berantakan, jika hasil masakan sukses, itu betul-betul jadi mood booster yang memicu rasa bahagia sampai beberapa level ke atas. Suuukaaaaa...! Menikmati hasil masakan atau panggangan -umm... biasanya sih brownies atau banana cake, cheese cake atau kue besar lainnya- sambil membaca kabar terkini beserta segala tips menyangkut dunia wanita, membuatku merasa bahwa hal itu jadi momen penting untuk merayakan sesuatu, merayakan moment bahagia di rumah, sebahagia #NOVAVERSARY kali ini.

Yang tak jarang juga kulakukan adalah mengamati dan mengagumi mekarnya bunga-bunga di halaman depan maupun belakang. Mengambil foto mereka satu persatu, merangkainya jadi kolase cantik. Aku pun ingin mencoba hal baru dengan menggambarnya, berdampingan dengan ciptaan Allah. Melengkapinya dengan puisi atau sekedar curahan hati yang terkesan atas keindahan flora itu, sungguh jadi sarana relaksasi dan katarsis. 
Semoga dalam kebahagiaan ini tak luput juga dari limpahan berkah-Nya, setiap hari. Aamiin.
Nah, menikmati setiap inci rumah mungilku bisa jadi inspirasi kebahagiaan buatku. Orang bilang, belum lengkap bila kebahagiaan itu hanya dinikmati sendiri, tanpa berbagi bersama anggota keluarga. Bagiku, kesendirian bukan sebuah opsi, melainkan perjalanan hidup yang saat ini sedang kujalani. Tapi untuk jadi bahagia, itu pilihan hati. Aku tak berkeluh kesah for being single, since I'm a single happy. Begitu banyak nikmat yang patut disyukuri dan bisa jadi sumber kebahagiaan. Nah, bagaimana denganmu? Apa inspirasi kebahagiaan menurutmu? Ayo berbagi moment bahagia di rumah bersama Tabloid Nova melalui event lomba yang digelar hingga akhir Mei nanti. Hadiahnya lumayan bakal bikin kita tertawa bahagia deh, pastinya.
Ayo bagikan kisah bahagia kita di rumah, tulis di blog, lalu submit ke microsite kontes Bahagia di Rumah bersama Tabloid Nova. Ikuti syarat dan ketentuannya dengan seksama jika tidak ingin didiskualifikasi. Lomba ini berlangsung hingga 31 Mei 2016. Masih cukup waktu kan untuk memilah dan memilih inspirasi kebahagiaanmu lalu menuangkannya jadi sebuah tulisan di blog pribadimu.
Nanti setelah posting di blog dan submit, sempatkan juga untuk share di social media dengan hashtag #NOVAVERSARY
Untuk lebih jelasnya, ayo langsung berkunjung saja ke microsite Tabloid Nova, dapatkan infonya di sana, ikut partisipasi, dan ikut bahagia 

Friday, April 03, 2015

Selfie di Depan Rumah dan Taman Impian

Punya rumah impian? Sebetulnya sih masih berasa mimpi aja. Dulu, mimpinya punya rumah tuh pengennya dibeliin suami. Setelah melalui penantian panjang, itu suami nggak ketemu-ketemu, apatah lagi yang mau mbeliin rumah. Sempat diipertemukan dengan takdir untuk (sementara) menempati rumah peninggalan ortu yang jauh dari tempat kerja, terancam kejebak banjir tahunan pula, merana juga yaa. Akhirnya kuputuskan untuk beli rumah sendiri deh. Mulailah searching-searching nyari rumah. Bismillaah. Ada yang lokasinya asik, tapi harganya jauuuh di luar budget. Ada yang masuk budget, tapi lokasinya jauuuuh di pinggiran kota. Ya, nyari rumah tuh sedikit-banyaknya, mirip dengan nyari pasangan hidup. Kalau kita nggak berjodoh, dicomblangin juga nggak bakalan nyambung. Sebaliknya kalau sudah jodoh, memang tak kan lari ke mana juga siih...
Ketika masih tinggal di rumah ibu dulu, aku cukup sibuk dengan kegiatan mengurusi tanaman ibu di pekarangan yang cukup luas, ada di bagian depan, samping dan belakang rumah. Sangat leluasa untuk memelihara kebun dan taman. Berbagai tanaman buah tersedia di sana, mulai dari Jambu Biji, Belimbing, Delima putih dan merah, 2 varian Mangga, Pepaya, hingga Markisa. Sementara itu, tanaman hias pun tak kalah banyak. Jika sedang kompakan berbunga, sungguh menyejukkan mata. Kerepotan juga sih, mengurusnya, tapi ketika bunga-bunga bermekaran atau buah matang satu satu, itu jadi hiburan banget lho. Susah payah, letih lelah saat mengurusnya, terbayar lunas rasanya. Maka dari itu, aku ingin juga punya taman serupa di rumahku sendiri. Saat pindahan, sedikit demi sedikit kubawa serta beragam tanaman bunga ibu ke rumah baruku. Saat ini masih belum banyak dan belum terawat baik pula, makanya belum PD untuk 'pamerin' keseluruhannya.
Rumah kecilku, seperti yang kubilang tadi, seperti halnya dengan pasangan hidup, memang kadang terasa kurang pas atau tak sempurna. Well... aku pun hanya berusaha mencari pasangan sempurna untuk diriku yang tak sempurna, tapi ketika 'jodoh' tak seindah yang kuharap dan kuimpikan, ujung-ujungnya ya terima saja segala kekurangan dan kelebihan jodoh kita itu. Aku pun berusaha berdamai dengan keadaan. Lha, rumah itu pun menerimaku apa adanya kok ;)
Rumah mungilku posisinya terjepit di antara rumah kanan-kiri, tak punya kelebihan tanah yang bisa dijadikan taman. Aku pun harus puas dengan adanya sepetak tanah yang kujadikan taman kecil di depan rumah dan sedikit sisa tanah di belakang. Mimpiku, ingin punya pohon buah di depan rumah, tapi juga ingin punya taman bergaya Jepang dengan kolam kecil dan pancuran mini. Ambisius betul yaa... :p Saat ini, yang sudah terwujud baru taman kecil yang ragam tanamannya masih berantakan. Ahaha... Tapi senang sekali ketika dalam setahun masa tinggalku di rumah mungil ini, bunga Anggrekku sudah beberapa kali berbunga, begitu pula Amarilis orange. Bunga bulan Desember kuboyong dari rumah ibu saat bunganya masih bermekaran, dan di bulan April ini bunganya masih menanti untuk muncul lagi, bersama bunga lainnya yang dalam antrean untuk memamerkan bunganya.
Menanti taman di depan rumahku makin semarak dengan tanaman hias, kelihatannya mesti bikin foto before & after nih. Akhir Maret 2015, aku ambil foto selfie di depan rumah. Jeprat-jepret berkali-kali, disenyumi tetangga yang lewat, aku sok cuek aja deh. Untuk dapat sudut pandang paling oke, memang selalu ada harga yang harus dibayar. Untuk aku yang bukan banci foto, bikin foto selfie begini dengan dipandangi orang lewat, perlu perjuangan luar biasa, terutama ketika ada tuntutan untuk tetap tampil cantik. Halah... :p Foto ala kadarnya dengan kamera yang dibenamkan di ponsel warisan ini membuat fotoku jadi berasa 'muka semua'. Apa kabar dengan latar belakangnya, rumah impianku? Berharap betuul bisa berfoto dengan wide angle front camera seperti yang dimiliki Smartfren Andromax C2s. Siapa tahu di foto berikutnya, bisa foto wefie, nggak selfie lagi, dan semua bisa muat di layar, menangkap momen berharga, kebersamaan di depan rumah dan taman yang jadi idaman.
Saat ini, aku cukup berpuas diri dengan apa yang kupunya, dan tamanku pun bahagia apa adanya, dia memberiku kecantikan alami. Bersyukur sekali, ada bunga Anggrek bintik yang bisa 'diajak' berfoto bersama. Baru dua kuntumnya yang mekar, masih menanti adik-adik di tangkainya untuk mekar sempurna. Sementara itu, tak jauh di sebelahnya, rumpun Paphiopedilum dengan lengan berbulu juga mulai mekar satu satu, Jadi mau lagi nih, berfoto dengan koleksi bungaku. Hayu... Tunggu aku tahun depan ya. Mudah-mudahan, tahun depan bisa pakai Smartfren wide angle front camera yaa, supaya rumah impianku beserta penampakan taman yang lebih indah di depannya bisa terlihat lebih jelas. InsyaAllah. ;)

Sunday, September 07, 2014

Koleksi

Week end, saatnya untuk bersih-bersih rumah lebih teliti. Menyapu-mengepel rumah hingga ke segala sudut, mengganti seperai di kamar utama, mencuci pakaian, hingga membersihkan lemari es. Tapi satu pekerjaan rumah yang masih kutunda adalah menyeterika. Entah kenapa, aku belum merasakan kenikmatan dari kegiatan menyeterika. Apalagi di udara panas hari ini.
Di pagi hari, kumulai kegiatan bersih-bersih dengan mengelap debu di koleksi mug di ruang depan. Memandangi satu satu koleksi mug-ku ternyata menumbuhkan rasa senang. Mengamati bentuk dan warnanya yang beragam, membawa memori kembali pada masing-masing momen saat mug itu satu persatu kudapat. Sebagian besarnya memang kubeli dengan harga yang masih masuk akal bahkan bisa dibilang murah. Sebagian kecilnya kudapat sebagai hadiah, dari teman yang tahu betul apa yang kumau. Terima kasih yaa.

Berlanjut ke lemari di ruang makan. Baru nambah koleksi Tupperware imut nih. Kalau yang ini, bukan buat dipajang-pajang, tapi memang untuk dimanfaatkan, dipakai sesuai fungsinya. Salah satu rak di lemari yang diposisikan di ruang makan kusebut dengan breakfast cabinet. Koleksi Tupperware lama dan baru bercampur di situ. Yang terbaru, yang kecil-kecil merah itu, kumanfaatkan untuk wadah coklat beras dan gula palem untuk isian roti bekal sarapan pagiku. Menemani koleksi merah sebelumnya yang berisi mentega untuk olesan roti. Gelas hijau itu untuk bekal kopi susu pagi kalau nggak sempat minum susu di rumah.
Wadah-wadah mungil itu pas untuk kebutuhanku. Semuanya imut dan memudahkan penempatannya di rumah mungilku, membuatku mudah mengingat letaknya. Berbeda dengan sebelumnya ketika aku masih menempati rumah ibu yang luas, di mana barang ini-itu terletak di sana-sini. jadi malas membereskannya. Tapi di rumah kecil begini, akhir pekan jadi me-time untuk mengurusi rumah kecilku. Alhamdulillah, home sweet home.

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.