Tuesday, July 20, 2010

Apa Kabar Lagu Anak Indonesia?

Tempo hari, di acara penutupan program orientasi sekolah di sekolah kami, rangkaian foto hasil jeprat-jepret selama 3 hari itu ditayangkan di depan anak-anak dalam bentuk slide show. Untuk menambah semaraknya suasana, tentu saja disisipkan lagu untuk menyertai dinamika pergantian foto-foto kegiatan itu. Satu lagu lewat, anak-anak menikmati tampilan foto-foto kegiatan itu. Lagu berikutnya, sejak intro lagu, anak-anak sudah ramai dan terlihat bersemangat. Mereka kompak ikut menyanyi sejak bait pertama, dan makin bersemangat ketika mencapai refrain lagu. Seisi sekolah jadi Belieber semua, tersihir Justin Bieber dengan lagu “Baby”-nya.

Tak kupungkiri, lagu ini bagus, dengan irama semangat menghentak, lirik lagu yang mudah, ditambah lagi dengan penyanyinya yang cakep, lagu dan penyanyinya memang pantas jadi idola anak-anak dan remaja. Tapi sedikit sedih juga sih… menyayangkan bahwa setelah Sherina dengan lagu-lagu cantiknya (hmm… siapa saja ya pencipta lagunya?), belum ada lagi lagu yang khusus dibuat untuk anak-anak, dengan lirik dan melodi yang bagus. Anak-anak saat ini lebih asyik menyanyikan lagu-lagu untuk orang dewasa, dengan tema cinta segitiga, patah hati atau dendam membara. Aku jadi ikut dendam membara nih. Apa kabar lagu anak Indonesia? Aku jadi pengen juga nih bikin lagu untuk anak-anak. Sudah punya beberapa stok sih, nunggu yang berani memproduseri. Kalau penyanyi, pasti ada deh anak-anak yang mau jadi penyanyinya. Beberapa muridku juga cukup potensial untuk nyanyiin lagu-laguku. Tapi yang jadi sponsornya, hm… ada yang berminat? Boleh dong kontak aku. Japri aja deh... ;)

Sunday, June 20, 2010

Belajar Bisnis

Lama vakum ngeblog di sini. Aku sibuk dengan kegiatan sekolah (tentunya) dan wara-wiri di berbagai blog-ku yang lain. Nyobain bisnis juga. Diajak seorang teman yang cukup persuasif dan sangat bersemangat mengajakku bergabung di jaringan bisnis online. Hm... kupikir, boleh juga deh. Emangnya bisnis apaan? Umm.. Oriflame (kok kesannya malu-malu ya?)
Bisnis kecantikan kayak gini, awalnya nggak pernah terpikirkan untuk kulakukan. Nggak banget deh. Pada dasarnya aku bukan orang yang suka dandan, kok. Tapi toh aku pakai juga beberapa produk kecantikan, dan kupikir... memang tak ada salahnya mengalihkan budget belanja kosmetikku ke Oriflame untuk kupakai sendiri. Kalau ternyata bisa juga bantu orang lain untuk beli (melalui aku, tentunya) atau sekalian memfasilitasi mereka sebagai agen juga, mengapa tidak?
Saat ini aku mungkin mau jadi pemakai dulu, selain pengedar pasif. Setelah yakin dengan produknya, baru meningkat lagi jadi pengedar aktif. Setelah itu, tahap selanjutnya tentu jadi bandar ;)
Selain bisnis kosmetik online ini, aku juga sebetulnya punya mimpi berbisnis lainnya. Banyak teman menyarankan aku untuk membuka butik, gara-gara aku suka menggambar rancangan sketsa desain busana. Ah... cuma yang sederhana saja sebetulnya, untuk kupakai sendiri ataupun teman. Beberapa kali, sempat juga sih mendesainkan untuk seragam sekolah ataupun yang agak 'ambisius', ikutan lomba, biarpun belum pernah menang gara-gara garis rancanganku kurang 'gila'. Itu kata kakakku. Mungkin benar juga. Sementara ini, kudokumentasikan beberapa karya rancanganku di sebuah blog lain yang teramat jarang ku-update karena belum punya karya baru.
Sementara itu, untuk bisnis baruku, aku bikin blog baru lagi!!! Targetnya, beberapa waktu ke depan, aku mau berbisnis dari rumah saja. Bikin order dari rumah, mencari pelanggan dari depan komputer, bikin desain baru (bukan kosmetik, tentunya) dari studio pribadi di rumah, pokoknya home-base business deh. Saat ini masih merintis, tapi tentu saja bermimpi besar, suatu saat nanti akan sukses! Insya Allah. Nyontek semangat Oriflame tahun ini, Dare to Dream ;)

Tuesday, May 04, 2010

Suwe Ora Nge-Blog

Lama sekali ya nggak nulis posting-an baru. Hampir sebulan lalu!!! Ini gara-gara aku keasyikan ngeblog di tempat lain. Kalau batikmania.blogspot.com dijadikan ajang curhat secara general, blog lain yang kupunya dibuat berdasarkan tema tertentu.
Ada langlangbahasa.blogspot.com yang isinya mengulas kebahasaan, tentunya. Curhatan tentang bahasa, deh. (Ting...!! Baru muncul ide baru untuk menulis posting-an baru di situ. Tentang perolehan nilai UN anak-anak SMA)
Ada asabunga.blogspot.com yang isinya mengulas harapan/asa sang bunga untuk bisa hidup lebih leluasa di bumi yang makin padat ini. Blog 'hijau'-lah, maunya.
Ada dunia-batikmania.blogspot.com yang mengulas tentang kegiatan keseharianku juga murid-muridku, proyek-proyek yang kami kerjakan di kelas, pada intinya, tentang dunia yang berkaitan dengan keseharianku, tentang warna, swara, dan rupa.
Sementara itu, versi Inggrisnya bisa dilihat di batikmania.wordpress.com (hehe... belajar bahasa Inggris, ceritanya. Mudah-mudahan nggak malu-maluin karena masih banyak salahnya. Terbuka kok untuk saran dan kritik.)
Ada satu lagi yang rasanya sih cukup rajin kutengok dan ku-update, batikmania.blogdetik.com. Ini sih gara-gara blogdetik rajin menyelenggarakan lomba menulis posting-an, dan hadiahnya cukup menggiurkan (danmakin penasaran, karena aku belum pernah jadi juara pertamanya :p)

Wednesday, April 07, 2010

Good Friends Great Pizzas

Beberapa waktu lalu, meluangkan waktu bersama beberapa teman untuk makan-makan di Pizza Hut. Menyenangkan, tentunya.
Moment pertama, ditraktir teman karena dia lulus ujian sidang S2. Aku ikut bahagia karenanya. Berbincang dengan seorang teman lain yang sudah lebih dulu mendapatkan gelar masternya, aku merasa tertinggal sendirian. Tapi semangatku masih ada. Aku ingin juga seperti mereka, sekolah setinggi-tingginya, dapat ilmu sebanyak-banyaknya. Masih selalu berdoa, dan berusaha tentunya.
Moment kedua, kulewatkan berdua saja, bersama seorang teman sekerja. Berbincang tak kalah banyak, melewatkan waktu berlama-lama. Selain memang karena ada perlunya, mau menukarkan kupon pizza gratisan. Haha... Nggak mau rugi dong. Akhir Maret adalah deadline-nya, maka kami sempatkan ke sana. Bincang-bincang panjang, tentunya harus berakhir juga.
Pizza Hut, harus kuakui bahwa harga paket delight-nya cukup realistis. Mengenyangkan, dan nggak bikin kantong kerontang. Selain itu, suasanyanya juga cukup nyaman, sepanjang tidak bersinggungan dengan asap rokok. Kami asyik-asyik aja berbincang lama-lama. Kalau tidak ingat ada calon pengungjung lain yang mengantri, kami tak akan berhenti bicara kayaknya. ;) Memang sesuai dengan slogannya, good friends, great pizza, Pizza Hut ;)

Monday, March 29, 2010

Bunga Bunda

Beberapa bunga lagi dari taman bunda. Ibuku mempunyai beberapa jenis anggrek dari keluarga dendrobium ini, berbagai warna, walaupun koleksinya belum lengkap ;) Hijau pucat, hijau dengan bagian tengah keunguan, biru bernuansa ungu, putih, kemerahan, wah... banyak deh. Ini salah satunya. Susah ternyata, untuk mendapatkan gambar yang 'sempurna'. Tapi ini adalah salah satu gambar terbaik yang kupunya. Diambil di pagi hari, kilatan cahaya lampu membuat bunga yang tumbuh kembar ini (dua batang sekaligus dari satu pohon) semakin terasa keindahannya.
Yang berikutnya, 'saudara sepupu'nya yang berwarna serupa. Kali ini warna bunga yang cenderung merah dengan bagian tengah kuning kehijauan berpadu dengan latar belakang yang relatif polos, membuat keindahan anggrek tak tersaingi oleh tanaman lain di latar belakangnya. Mana yang lebih indah? Tak bisa dikata, rasanya. Keduanya, cantik belaka. :)
Selain dua yang ini, masih ada banyak lagi yang lainnya, keindahan dari taman bunga bunda.

Wednesday, March 03, 2010

Rindu Ibu

Beberapa hari yang lalu kami baru menyelenggarakan pengajian untuk mendoakan mendiang ibu. Telah lewat 100 hari sejak berpulangnya. Rindu... Sungguh.
Begitu banyak kenangan tentang beliau, tersebar di seluruh penjuru rumah yang kami tinggali. Tertanam dalam setiap batang tanaman di taman depan maupun samping hingga atas. Ibu begitu cinta tanaman. Kaktus, Suplir, Anggrek, Mawar, Melati, Wijayakusuma, Euphorbia, Begonia, Sanseviera, Musacea, Adenium hingga Anthurium. Tidak hanya tanaman hias, di halaman rumah juga ada Jambu Klutuk, Murbei, Delima hingga Mangga. Cabai merah dan berbagai rimpang seperti jahe dan kunyit pun ada di halaman samping-belakang. Ibu memang bertangan dingin. Apapun yang ditanamnya, dirawatnya, biasanya berakhir bahagia (maksudnya tanaman itu akan tumbuh subur, berbunga atau bahkan berbuah).
Aku sendiri, ingin sekali mengikuti jejak langkah almarhumah. Saat ini suka bunga juga sih, terutama yang nggak ada ulatnya. Anggrek jadi favoritku. Beberapa kali aku menyempatkan untuk datang ke pameran bulanan Anggrek di Bandung, dan tentunya aku bisa beli beberapa pokok tanaman Anggrek yang cantik-cantik dengan harga relatif murah, yang kemudian akan aku serahkan perawatannya kepada ibu. Tergambar kebahagiaan ibu saat beliau menerima 'kado' berupa tanaman bunga yang baru lagi untuk menambah koleksinya.
Untuk Anggrek-anggrek mahal, lumayanlah bisa sekedar lihat. Kadang-kadang minta izin pada penjualnya untuk memotret, mengabadikan keindahannya. Aku ingin menggambar ulang bunga-bunga itu, lalu kujadikan buku untuk ibu. Belum tercapai keinginan itu, ibu sudah 'terlanjur' berpulang. Tapi tunggu aku, ibu. Suatu saat, buku itu akan terbit. Persembahanku untuk ibu, yang sangat kurindu.
Saat ini, beberapa Anggrek mulai bermekaran juga. Sungguh-sungguh membuatku rindu pada ibu, yang pastinya begitu telaten mengurusi bunga-bunga itu satu persatu. Setiap aku berkeliling di taman ibu untuk memotreti bunga-bunganya, ibu mengikuti dan ikut berkomentar. Kali ini, aku memotret sendiri. Ibu... ini bunga-bungamu. Mereka sampaikan rinduku untukmu.

Tuesday, February 02, 2010

Sang Pemimpi

Akhirnya kesampaian juga, nonton film Sang Pemimpi. Cinema 21 Bandung sudah nggak mutar film itu lagi, maka mulailah aku berburu jadwal nonton di Blitz Megaplex. Dapat!!! Nontonlah aku di sana, di Paris Van Java. Sendirian saja, karena rata-rata teman-teman sudah pada nonton. Aku aja yang ketinggalan, dan ngejar masa tayang sebelum film itu keburu turun dari bioskop.
Film bagus. Pastinya. Setelah diadaptasi dari novel tetralogi berjudul sama, sutradara Riri Riza ternyata bisa membawanya ke layar perak dengan baik. Selain menyutradarai, Riri juga menulis skenario bersama Mira Lesmana dan Salman Aristo. Andrea Hirata jadi konsultannya juga, kukira.
Bukunya sudah kubaca lama, jadi sudah banyak lupa. Berharap bakal dapat kejutan-kejutan kecil dari tayangan film yang ditunggu-tunggu banyak orang ini (termasuk aku, tentunya), membayangkan akan seperti apa penggambaran bahasa tulisan jadi gerak dan suara. Selain itu, sangat mungkin ada adegan-adegan lain, yang 'berbeda' dengan yang kubaca dan kubayangkan melalui bukunya. Dan ternyata... aku tak kecewa.
Mengurai jalan hidup Ikal dan Arai dalam tiga masa, film ini beralur maju-mundur, dinamis. Dimulai sejak SMP awal bertemunya Ikal dan Arai sepupunya. Berlanjut dengan kehidupan masa SMA mereka yang penuh gejolak, perjuangan dan pemberontakan. Lalu sedikit, sekilas masa kuliah mereka, hingga bersama-sama dapat beasiswa ke Perancis. (Aku juga mauuu...!)
Belajar berjuang dari film ini. Berkaca diri. Rasanya usahaku belum sekeras mereka (walaupun nggak mesti jadi kuli pasar juga sih...). Ayo ah, semangati diri lagi, berjuang lagi dan perjuangkan mimpi!!!

Salah Satunya... Kok Jadi Banyak.