Paginya aku mesti nganter ibu, kakak-kakak dan Layla yang pengen hadir ke undangan nikahan Ervan, sodara jauh dari Karawang. Acaranya sendiri di Lembang sih... sekitar 3-4 kilometer setelah Boscha. Jauh lah ya... Awalnya sih ibu mau nyari sopir untuk nganter ke sana, dan kelihatannya sudah berhasil 'ngetek' seseorang. Ternyata, pagi harinya kita dapat kabar bahwa istri si bapak sopir baruuuu saja melahirkan. Tentu saja si bapak tak bisa meninggalkan istri and their newly born. Maka akhirnya aku lagi yang jadi sopir. Padahal aku lagi nggak enak badan, rada pilek dan agak batuk. Mengingat aku mesti bolak-balik Bandung-Lembang twice in a row, udah kebayang deh capeknya bahkan sebelum berangkat. Hhhh... tapi selalu, bismillaah. Semoga Allah memberiku kekuatan. Amiin.
Nyaris nyasar menuju ke tempat nikahan, dan sempat beberapa kali tanya sana-sini. Akhirnya nyampe juga di sana, jam setengah sebelas-an, dan ternyata akad nikah baru mau dimulai. Kita makan duluan aja. Hihi... Rangkaian acara berlalu. Salam-salaman, upacara adat, sungkeman, nincak endog, sawer, dan sebagainya, akhirnya jam satu lewat dikit, kita mesti pulang! Aku mesti siap-siap balik lagi ke Boscha. Mestinya jam 5 sore udah di sana. Hmmm... bakal keburu nggak ya?
Hari Sabtu, jalanan di wilayah Bandung Utara rada-rada macet dong, termasuk di sekitar perempatan Bubat dan Sukarno-Hatta. Nyampe GBA sekitar ashar (jam 3 lewat seperempat-an deh). Nyetir dalam keadaan begitu, capek berraat! Tadi di jalan aja sempat keliyengan, ngantuk! Wah, bahaya nih. Mesti istirahat dulu sebentaran. Minum kopi instant dingin. Hmm... nikmat. Duduk-duduk sebentar, lalu shalat dzhuhur dan ashar dijamak. Setelah itu, aku harus pergi lagi, kali ini ke Boscha. Janjian sama bu Tia dan 2 murid (Ira dan Ayang) untuk ketemu dan kujemput di sekolah, aku berusaha berangkat sesegera mungkin, tapi tetap lewat dari waktu yang sudah disepakati bersama. Muri da... Akhirnya bikin kesepakan baru via sms untuk ketemu di gerbang belakang ITB = gerbang Sabuga.
Jam 5-an baru bertolak dari Dago, tentu saja telat banget nyampe Boscha. Rombongan kita yang asli (anak-anak Salman beserta bapk-ibunya) sedang break, lalu mulai mengantri untuk melihat benda-benda langit dengan teropong (tapi bukan di dalam kubah Zeiss). Melihat permukaan bulan yang terasa begitu dekat, juga planet Jupiter dengan 3 satelitnya, seru banget. Setelah itu, karena kita telat datang, akhirnya 'nyelusup-nyelusup' ke rombongan lain. Untungnya bisa dan Pe-De aja, soalnya minta tolong sama 'orang dalam', mas Hendro, yang kayaknya koordinator acara ini. (Mas Hendro ini astronom lulusan ITB yang justru ketemunya di Observatorium Gunma, bukannya di Bandung) Menikmati paparan tentang alam semesta yang disampaikannya dengan sangat menarik, subhanallah... Betul-betul terasa bahwa kita hanya sebuah noktah teramat kecil di alam ciptaan Sang Khalik ini.

No comments:
Post a Comment