Tuesday, May 15, 2007

Masalah Mobil Lagi...

Selasa malam. Awalnya berencana mau mampir ke warnet dulu, tapi karena sudah mampir di BIP untuk ‘hunting’ jaket atau sepatu putih (eh, jaket nggak dapat, sepatu malah nggak sempat kulihat sama sekali, malah beli mug lagi, buat nambahi koleksiku. Hihi…). Setelah itu, rencana ke warnet aku batalkan.
Dalam perjalanan pulang, kurasa ada sesuatu yang berbeda dari dalam kap mobil yang kukendarai. Ada suara tertentu yang membuatku jadi agak ‘curiga’. Khawatir, sebetulnya. Kutekadkan, nantilah, hari Jumat sekalian dibereskan ke bengkel, toh aku sudah tidak perlu minta izin lagi ke sekolah. Tahu-tahu… menjelang gerbang tol Bubat (kebetulan aku lewat jalan biasa, bukan lewat tol), mesin mobilku mati sendiri. Aki sih masih nyala, makanya aku bisa ngasih lambu sign kedip-kedip sebelum menepikan kendaraan di jalan yang sudah mulai lengang. Maklum, sudah jam 9 malam rupanya.
Kucoba men-starter mobilku, tapi mesin tak juga mau menyala. ‘Hh…. Ada apa lagi ini?’ Tanpa yakin akan berguna, kubuka kap mobil dan kukencangkan setelan aki, juga hubungan kabel-kabelnya. Setelah itu, kucoba lagi menyalakan mesin mobil. Tak juga berhasil. Terpikir sih untuk menghubungi kakak iparku lagi. Urusannya sama dia kok ya tentang masalah mobil melulu ya? Hehe… Apa nggak bisa aku selesaikan sendiri? Kulirik di sebelah kiriku, sebuah bengkel motor masih membuka celah pintunya sedikit. Akhirnya aku nekat aja, minta tolong ke orang-orang yang ada di situ. Kebetulan sekali, di sebelah bengkel motor itu sebetulnya ada bengkel mobil, dan pegawai bengkel motor itu mencarikan seorang montir mobil untuk membantuku.
Beberapa orang bapak-bapak ikut merubung dan mencarikan solusi. Otak-atik sedikit, rupanya masalahnya ada di platina. Rusak berat! Wah… harus ganti nih. Tentu tidak mudah mencari spare part di malam seperti itu. Cari punya cari, ketemulah platina bekas yang dipasangkan di mobilku. Paling tidak, bisa sampai rumah dulu aja. Urusan besok, berarti nggak bisa langsung ke sekolah, tapi harus ke bengkel dulu. Sekalian ganti oli-lah. Hh… hari terakhir kerja di Salman kok mesti mencatatkan rekor keterlambatan lagi sih ya? Sigh…
Oya, terima kasih buat Abah dan bapak-bapak lain yang ikut membantu di malam itu. Sekalian juga sih aku cari tahu harga pasaran Kijang sekarang ini. Kabarnya, si Abah itu juga punya bisnis jual-beli mobil. Kubilang, “Berani nawar berapa pak buat mobil saya, Kijang ‘94?” Dia menyebutkan sejumlah rupiah. Tentu saja aku tidak langsung membuat kesepakatan. Masih mesti dibicarakan dengan ibu dan kakak-kakak. Tapi… terima kasih ya atas kontribusi waktu dan tenaga di tepi jalan tadi malam. I appreciate it very much.

2 comments:

zuki said...

alhamdulillah akhirnya semua berjalan lancar ya ... iya kijang dijual aja, ganti ama panther ... lebih irit :)

Diah Utami said...

thanks sarannya, bang. saya pikirkan. ;)